
Pagi itu Rena tengah bersiap karena hari ini dia akan menikmati liburan bersama suaminya. Adi baru saja keluar dari kamar mandi, dia tersenyum menatap isterinya yang begitu bersemangat untuk pergi berlibur.
"Sayang, kamu sudah siapkan pakaian ganti ku ?" ucap Adi yang sedikit mengagetkan Rena.
"Ya Allah mas... Kamu ngagetin aku. Iya susah aku siapin mas, itu." ucap Rena sambil menunjukkan pakaian ganti Adi.
"Terima kasih sayang.." ucap Adi sambil tersenyum.
"Sama sama sayang." Rena menjawab sambil tersenyum manis juga.
Adi segera bersiap dan memakai pakaian nya. Tak lupa dia menyemprotkan parfum kesukaannya ke tubuh nya.
Saat mencium bau parfum, Rena tiba tiba merasa mual dan segera berlari ke kamar mandi.
"Hoeekk... hooeekk..." Rena memuntahkan semua isi perut nya. Adi yang panik mencibat mendakati Rena dan memijat tengkuk Rena.
Tapi bukannya merasa lega malah semakin mual dan muntah karena bau parfum itu.
"Mas kamu keluar deh, aku nggak kuat sama bau parfum mu." pinta Rena pada suaminya.
Seolah mengerti Adi pun segera keluar dan menatap Rena dari jauh.. Adi merasa kasihan melihat isterinya mual dan muntah seperti itu.
Setelah meresa baikan Rena keluar dari kamar mandi. Rena terlihat begitu pucat dan lemas sekali.
__ADS_1
"Mas,, maaf mas mau kan mandi lagi, dan tolong baju mas kasih ke mbak Yayuk untuk di cuci." Ucap Rena lemah.
"Iya Sayang." Adi segera menuruti keinginan isteri nya. Bagi nya isterinya yang lebih penting.
Rena merebahkan diri nya di aras tempat tidur. Kepalanya sakit dan perutnya terasa seperti di aduk aduk.
Setelah mandi, Adi mendekati Rena. "Sayang kamu nggak apa apa ?" Tanya Adi sambil mengusap lembut kepala Rena.
Rena membuka mata nya dan menggeleng.
"Aku nggak apa apa kok mas, tapi maaf mas sepertinya aku tidak ingin pergi berlibur lagi. Aku ingin tiduran saja. " Ucap Rena lirih.
"Iya sayang tidak apa apa kita tunda saja liburan nya ya.. Maaf ya sayang, gara gara mas kamu jadi seperti ini." Ucap Adi yang merasa bersalah.
"Bukan salah mas, tapi mas jangan pakai lagi parfum itu ya aku nggak suka, Bau nya aneh mas nggak kayak biasanya. Kenapa sih mas ganti parfum itu ?" Rena agak manyun.
"Tapi kok aromanya lain mas, aku jadi mual. Buang aja ya mas aku nggak suka." Rena mendekat dan tidur di pangkuan suaminya.
"Iya sayang.. tapi jangan di buang ya, biar mas kasih ke mbak Yayuk untuk di berikan pada anak nya." Ucap Adi sambil membelai rambut isteri nya.
Bu Sarah yang menunggu anak dan menantunya belum keluar kamar jadi khawatir.
"Kok mereka belum keluar, ada apa ya ? apa mereka bertengkar? ini kan sudah siang mau berangkat jam berapa mereka.?" gumam Bu Sarah.
__ADS_1
Bu Sarah melangkahkan kaki nya dan mengetuk pintu kamar anaknya. Adi yang mendengar pintu di ketuk segera membuka pintu itu. "Ibu.." Sapa Adi sambil tersenyum.
"Kalian kok belum berangkat, katanya mau liburan. Lihat jam berapa itu ." ucap Bu Darah sambil menunjuk ke arah jam dinding.
Adi tersenyum pada ibu nya. "Bu kita tidak jadi liburan, Rena mual dan muntah dan sekarang dia sangat lemah." ucap Adi.
Bu Sarah melihat menantu nya yang pucat dan lemah pun menjadi panik. " Nak, kamu pucat sekali ? Nggak biasa nya kamu muntah muntah. Adi kenapa tidak kamu bawa je Rumah Sakit saja." bu Sarah panik.
"Ibu,, Rena tidak apa apa kok. Ibu tjdak usah khawatir." ucap Rena pada ibu mertuanya.
" Iya bu, ini kan hal yang wajar di alami oleh wanita yang sedang hamil. Ibu tenang saja, Adi akan selalu menjaga Rena." Ucap Adi sambil mendekat dan duduk di ranjang di dekat Rena.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.Happy Reading..