Luka & Air Mata

Luka & Air Mata
Bab 18


__ADS_3

Rena yang berada di dalam rumahnya merasa bosan dia mencoba mencari kesibukan dengan memasak beberapa menu makanan. Dia mengeluarkan bahan bahan dari kulkas. Ingin membuat sayur sop, ayam goreng , bakwan dan sambal kecap. Setelah selesai memasak dia membereskan dapur dan membersihkan rumah kemudian bergegas mandi tubuhnya lengket setelah melakukan beberapa pekerjaan rumah. Setelah mandi Rena mengirim pesan pada Iwan. " Mas, kamu nanti makan siang di rumah ya aku udah masak." Isi pesan Rena.


Sambil menunggu balasan pesan dari Iwan , Rena menyisir rambutnya dan memoles make up tipis, entah mengapa hari itu ia begitu bersemangat. Biasanya dia akan mudah lelah dan mual tapi hari itu tidak. mungkin karna pengaruh kehamilannya.


Lama menunggu tapi tidak ada balasan dari Iwan. "Kenapa mas Iwan tidak membalas pesanku ya, hanya di baca saja.Aah mungkin dia sedang sibuk dengan pekerjaannya." Gumam Rena dalam hati.


Sementara Iwan yang mendapat pesan dari Rena enggan untuk membalas. Dia hanya bingung akan menjawab apa jika Iwan pulang pasti Rena menanyakan tentang pertemuan Iwan dan pak Rudi. "Apa yang harus aku katakan pada Rena. Dia pasti sengaja menyuruhku makan siang di rumah pasti ingin menanyakan tentang pertemuanku dengan bapak tadi." kata Iwan dalam hati.

__ADS_1


Di kediaman pak Rudi, Bu Ratih dan Sinta sedang berbincang. "Paman, bagaimana apa Iwan bersedia menikah dengan ku ?"Tanya sinta pada pak Rudi. "Iya pak, bagaimana apa Iwan sudah memberi jawaban ?" Bu Ratih ikut bertanya. "Bersabarlah Sinta, paman pasti akan mendesak Iwan menceraikan perempuan itu dan akan menyuruhnya menikahi mu secepat mungkin." jawab Pak Rudi.


"Sinta sudah tidak sabar paman, bibi. Sinta sangat menginginkan Iwan. " kata Sinta. "Paman dan bibi tahu sayang,bersabar lah kita harus menunggu perempuan itu melahirkan." kata Bu Ratih sambil membelai rambut Sinta.


"Sinta akan bersabar bibi, dan akan berusaha menjadikan Iwan miliku." ucap Sinta yakin.


Sementara Rena tetap menunggu Iwan pulang untuk makan siang bersama, sesekali dia melihat hp nya tidak ada tanda tanda pesan Rena di balas. Dia mulai gelisah, baru saja ingin menelfon Iwan sudah terlebih dahulu menelponnya. "Halo mas," jawab Rena.

__ADS_1


"Iya sayang, maaf Rena, mas tidak bisa pulang karna masih ada pekerjaan yang harus mas selesaikan. Kamu makanlah dulu ya jangan sampai perut mu kosong, ingat ada anak kita dalam kandungan mu." kata Iwan panjang lebar


Rena merasa sedikit kecewa, tapi dia mencoba mengerti. "Ya sudah mas, aku makan sendiri saja."jawab Rena. "Baik lah sayang aku lanjut kerja dulu, kamu baik baik di rumah ya." kata Iwan lagi. Setelah mengakhiri panggilannya pada Rena Iwan menghembuskan nafas nya dan mengusap kasar wajah nya. "Aaahhh... Maaf sayang aku berbohong., aku hanya belum tahu harus bicara apa jika kamu bertanya padaku nanti." Iwan berkata lirih.


Rena memulai makan siangnya sendiri dia mengambil nasi, baru saja mencium aroma nasi dia mual dan langsung muntah muntah.. "Aku tidak jadi makan, mual sekali perut ku. Nak bagaimana ini bunda mual sekali." ucap Rena sambil mengelus perutnya..


Happy Reading....!!

__ADS_1


__ADS_2