
Sore itu hujan turun tidak terlalu deras di sertai angin yang tidak terlalu kencang. Sinta tengah duduk di kursi roda nya. Dia berada di ruang kuluarga dan menatap ke luar jendela. Sinta sedang menunggu Iwan pulang kerja. Entah mengapa Sinta merasa begitu rindu pada Iwan.
Sebuah mobil masuk ke halaman rumah Sinta. Dan keluarlah Iwan dari dalam mobil itu. Sinta tersenyum tapi perlahan senyum itu memudar saat ada seorang perempuan yang ikut turun dari mobil itu.
"Nadia ? Dia kan Nadia.. Kenapa dia bisa bersama suamiku ?" Tanya Sinta pada dirinya sendiri.
Terdengar pintu di ketuk dan perlahan terbuka. Iwan masuk bersama Nadia. Iwan menghampiri Sinta di ikuti dengan Nadia.
"Hai sayang, lihat siapa yang datang ?" Iwan menyapa Sinta.
"Hai Sinta apa kabar ? Aku merindukanmu." ucap Nadia sambil memeluk Sinta.
Sinta tersenyum. "Yah beginilah aku. Semenjak hamil aku hanya duduk di kursi roda karena aku dan kandunganku begitu lemah. Oh ya kamu apa kabar Nad ? Kenapa kalian bisa bersama ?" Tanya Sinta sambil menatap Iwan dan Nadia bergantian.
__ADS_1
"Eem tadi tidak sengaja aku bertemu Nadia di ujung jalan sana. Aku merasa seperti pernah melihat nya di acara resepsi pernikahan kita dulu. Saat aku bertanya ternyata benar dia Nadia temanmu. Jadi aku mengajaknya mampir ke rumah kita." Jawab Iwan berbohong pada Sinta.
Padahal yang sebenarnya Iwan dan Nadia baru saja bertemu dan pergi bersama. Iwan membelikan semua barang barang yang Nadia inginkan. Dan Sore itu Nadia ingin ikut Iwan pulang dengan alasan masih ingin bersama Iwan. Ya ternyata mereka berdua diam diam telah menjalin hubungan.
"Kenapa perasaanku tidak enak. Apa benar mereka hanya kebetulan bertemu ? Tapi mengapa sorot mata mereka seolah mengisyaratkan kalau mereka begitu dekat ?" Batin Sinta.
"Ini kesempatan bagus, Sinta yang lemah dan tidak berdaya tentu akan dengan mudah aku bisa merebut Iwan, Secara dia kaya aku bisa memanfaatkan dia untuk mememuhi semua keinginanku. Laki laki seperti Iwan yang mudah sekali di goda ." Nadia tersenyum keji.
"Entah lah apa yang aku lakukan. Aku hanya ingin menghibur diri ku bersama Nadia. Aku begitu lelah dengan keadaan ini. Semenjak pisah dari Rena dan hidup bersama Sinta, aku seperti tidak punya gairah hidup. Karena aku hanya seperti boneka yang harus menuruti semua keinginan Sinta. Untuk saat ini aku ingin bermain main dan menghibur diri ku dengan Nadia."Gumam Iwan dalam hati.
Hawa yang dingin dan cuaca hujan membuat Iwan merasa mengamtuk dan akhirnya tertidur di sofa ruang keluarga. Sementara Sinta di kamar sedang berfikir akan kejanggalan sikap Iwan dan Nadia.
Sinta membuka ponselnya dia mencari kontak seseorang. Kemudian dia menghubungi orang itu. "Aku ingin mulai besok kamu ikuti kemana pun suami ku pergi dan bertemu siapa saja dia. Aku ingin kamu laporkan pada ku sedetail mungkin. Bila perlu ambil setiap foto nya." Kata Sinta pada orang itu. Sinta segera mematikan panggilannya. Ya dia menyuruh orang kepercayaannya untuk mencari tahu semua yang Iwan lakukan. Sinta sudah tidak percaya lagi dengan Iwan.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.Happy Reading
__ADS_1