
Pagi itu Rena sedang sibuk memasak di dapur sementara Bu Sarah sedang berada di taman belakang rumah merawat bunga bunga kesayangannya. Hari ini Rena dan Bu Sarah tidak ke toko mereka sengaja ingin menghabiskan waktu di rumah.
Rena telah selesai memasak, Dia membereskan dapur dan menata makanan di meja. Setelah selesai Rena segera bergegas masuk ke kamar nya dia ingin mandi karena badan nya terasa lengket.
Saat akan masuk kamar, Rena mendengar suara pintu rumah di ketuk. Rena segera berjalan ke depan dan membuka pintu.
Saat pintu terbuka Rena sedikit kaget dengan seseorang yang sedang berdiri di balik pintu itu.
Seorang laki laki berusia sekitar tiga puluh tahunan, berwibawa, tampan, rapi, berkulit putih dan sangat sopan.
"Assalammualaikum... boleh saya masuk?" orang itu tersenyum ramah.
"Waalaikumsalam, eemm maaf anda siapa ?" Rena bertanya pada laki laki yang ada di depannya.
"Saya Adi anak pemilik rumah ini, mbak sendiri siapa ? Eem dimana ibu ku ?" Tanya Adi dengan sopan tanpa menghilangkan senyum di wajah nya.
"Ibu disini nak, Masya Allah anakku sayang, ibu merindukanmu.. Kenapa tidak bilang jika kamu pulang hari ini ?"Bu Sarah tiba tiba datang dan memeluk serta menciumi anaknya. Tampak jelas jika Bu Sarah sangat merindukan anaknya.
__ADS_1
"Jadi itu anak Bu Sarah, Yang seorang dokter itu ? Dokter Adi. Subhanallah.. sungguh indah sekali ciptaanmu Ya Allah..." Batin Rena.
"Rena sayang, kemarilah nak sampai kapan kamu mau berdiri di depan pintu. Ayo kemari, perkenalkan ini anak ibu Adi Gunawan. Dan Adi, ini Rena dia yang menemani dan membantu ibu di toko.
Adi dan Rena pun berkenalan. Kemudian Rena pamit ke kamar ingin mandi, Bu Sarah mengiyakan dan menunggu Rena di meja makan untuk sarapan.
Adi menatap ibu nya yang terus tersenyum memandang Rena. Adi juga heran kenapa Rena masuk ke kamar nya dulu.
"Bu kenapa Rena masuk ke kamar ku ? Lalu aku tidur di mana ?" Tanya Adi sambil mengusap pipi ibu nya.
"Kamu tidur di kamar ibu ya Nak, ibu ingin kamu menemani ibu sebelum kamu menikah lagi." Ucap Bu Sarah sambil mengusap rambut Adi.
"Nak jangan seperti itu, kamu harus bisa mengikhlaskan Rita, Dia sudah bahagia di surga bersama anak kalian. Rita pasti akan bersedih jika melihat mu seperti ini terus nak." Bu Sarah mencoba memberi pengertian pada Adi.
"Entah lah bu, sulit sekali rasanya melupakan semua tentang Rita. Sakit sekali hatiku jika mengingat kejadian itu, dimana aku tidak bisa menjaga Rita dan calon bayiku. Sampai Rita jatuh dan terpeleset di dapur. Dan aku kehilangan mereka." Dokter Adi akhirnya meneteskan air matanya yang sudah tidak bisa lagi dia tahan.
"Sudah jangan seperti ini, ibu yakin kamu akan segera menemukan kebahagianmu. Lihat lah Rena nak, dia punya kisah yang pilu dalam hidup nya, tapi dia kuat dan tegar. Ibu yakin dia mampu menjadi pendamping yang baik untuk mu." Bu Sarah mulai memberi kode pada Adi.
__ADS_1
"Ah ibu bisa saja, Maksud ibu, ingin menjodohkan Adi dengan Rena ? itu tidak mungkin bu, Adi tidak bisa mencintai wanita lain lagi yang ada di hatiku hanya Rita, meskipunn dia sudah tidak ada." Adi mencoba menolak dengan halus keinginan Bu Sarah yang ingin menjodoh kannya dengan Rena.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.Happy Reading