MAFIA CANTIK

MAFIA CANTIK
Hidup Baru Eps.14


__ADS_3

Happy Reading's bub


***


2 hari berlalu pencarian masih dilakukan kondisi coel benar-benar berantakan selama 2 hari itu jua ia tidak pulang matanya sembab dan sayu bersama keluarga korban lainnya berharap ada keajaiban


"Kenapa ini terjadi tuhan" Coel menatap daftar nama penumpang pesawat yang mengalami kecelakaan dan nama alexa tertampang disana membuatnya merasa begitu terpukul seandainya saja ia bersikap baik sedikit saja alexa tidak akan mungkin pergi dan mengalami musibah ini


Setelah pencarian, pesawat diduga jatuh ke laut karena ditemukan beberapa puing-puing nya yang hanyut terbawa arus dan gelombang dan beberapa potongan tubuh


"Jika jatuh ke laut kemungkinan mereka selamat itu tidak ada" Ucap salah seorang yang duduk disampingnya.. Coel hanya terdiam sejenak menenangkan perasaannya selalu mencoba berpikir bahwa bisa saja alexa selamat


"Dia tidak bisa berenang" Bisik coel pelan sembari menghapus air mata yang menetes ia menangkupkan wajahnya tubuhnya bergetar


"Frans.."


Zevia berlari menghampiri coel disusul oleh tanu mereka mengetahui bahwa alexa wanita yang selalu bersama coel ikut dalam pesawat itu


"Bu dokter" Coel menatap zevia yang menghampirinya ia berdiri dan memeluk zevia lalu menumpahkan tangisannya


"Kenapa ini terjadi" Isaknya didalam pelukan zevia, tanu tertegun melihat keduanya begitu dekat teringat kembali kenangan lampau jika coel memang benar-benar dekat dengan zevia tanpa sadar air matanya menetes


"Yang tabah frans.. Ayo kita pulang" Zevia membantunya


"Tidak aku ingin menunggu nya disini" Isak coel


"Tidak tidak, ayo pulang dulu aku akan membantumu mencari informasinya" Ucap tanu yang berdiri dihadapannya


"Ayo.." Ajak tanu, coel sejenak terdiam menatap wajah tanu entah perasaan apa yang mendorongnya sehingga ia menghampiri lelaki itu dan memeluknya erat lalu menangis hingga sesenggukan


Zevia tertegun menyaksikan pemandangan didepannya saat ini benar ternyata ikatan kakak dan adik tidak bisa diputuskan" Bisik zevia seraya menyeka air matanya ia dan tanu membawa coel pulang ke rumah singgah tempat coel tinggal namun saat mereka sampai ia enggan melanjutkan langkah kakinya


"Kenapa?" Tanya tanu heran


"Aku tidak bisa masuk.. Rasa sesak didalam sana" Tanu menatap zevia dan mengerti yang sedang dialami lelaki itu


"Gimana kalau kita bawa ke klinik mu saja sayang" Tanya tanu sembari menatap zevia

__ADS_1


"Boleh aja kalau dia mau" bisik Zevia lalu melirik coel yang tertunduk lesu


"Bawa aku pergi dari sini kemana saja" Ucapnya setelah mendengar pembicaraan zevia dan tanu


Dikediaman tanu dan zevia calta sedang duduk menemani charlie dan gia yang sedang bermain pandangannya terfokus di televisi yang sedang menyala


Meskipun calta bukan teman ataupun orang dekat dari alexa namun ia juga menyimpan kesedihan untuk tragedi yang menimpa wanita malang itu


"Ibu kenapa menangis" Charlie menghampiri calta dan dengan lembut menghapus air mata ibunya


"Kenapa ibu" Tanya nya lagi ia duduk disamping calta sembari mendongak menatap wajah sang ibu


"Tidak apa-apa sayang.. ibu hanya sedih melihat berita di televisi" Jawab calta pelan sembari menghapus air matanya


"Uncle dion" Gia membuat fokus charlie kepada sang ibu pecah saat mendengar nama dion disebut


"Apa dimana uncle.." Ia turun dari kursi disamping calta dan berlari menghampiri lelaki yang saat ini berjalan menghampiri mereka


"Uncle.... uncle tahu tadi ibu menangis" Charlie berlari menghampiri dion menarik pelan tangan lelaki itu dan membawanya menghampiri calta


"Kamu kenapa" Dion duduk disamping calta disusul charlie yang menaiki kursi dan ikut duduk disamping dion


"Ibu menangis setelah menonton tv uncle" Jawab charlie jujur


"Engga, tadi aku liat berita kecelakaan pesawat.." Jawab calta pelan sembari menarik air hidungnya pelan


"Eh ada apa kesini.. kenapa?" Tanya calta saat melihat dion


"Gak kenapa-kenapa tadi aku ke mall dan belanja dikit buat charlie dan gia" Jawab dion sembari memberikan paper bag besar


"Wahhhh adek liat uncle beli untuk kita... ayo kita boxing" Ucapnya polos membuat calta yang tadinya merasa sedih menjadi tertawa lucu


"Unboxing nak bukan boxing.. kalau boxing mah tinju sayang" Jawab calta disela tawanya dion tersenyum lega saat melihat senyuman dari calta


"Kamu gak perlu repot-repot begini" Ucap calta tak enak


"Gak repot kok.. Oiya dimana kak zevia" Tanya dion saat melihat kondisi rumah yang sepi

__ADS_1


"Gak tahu tadi dia dan kak tanu pergi entah kemana" Jawab calta acuh ia mematikan televisi dan fokus berbincang dengan dion


"Calta..." Tiba-tiba wajah lelaki itu menjadi serius menatap wajah calta


"A-apa" Tanya calta kebingungan padahal baru saja keduanya berbincang ria dan tiba-tiba suasana berubah menjadi hening


"Boleh aku mengatakan sesuatu?" Tanya dion sembari menatap lekat mata calta


"I-iya" Jawab calta gugup


"Menikahlah denganku"


Wajah calta menjadi menegang saat mendengarkan apa yang baru saja dion katakan


"A-apa.. apa maksudmu" Tanya calta kebingungan menggaruk tekuknya sembari menatap dion


"Menikahlah denganku.. Aku mencintaimu dengan tulus, aku siap menjadi ayah charlie aku akan mencintai dan menyayangi kalian berdua dengan tulus.." Jawab dion


"Dion jangan bercanda seperti ini aku tidak suka bercanda begini" Ucap calta pelan sembari menjauhkan diri dari dion


"Tidak calta aku tidak bercanda kali ini aku benar-benar serius.. lihat apakah ada ekspresi bercanda di wajahku saat ini" Dion mendekati calta meraih tangannya dan menggenggamnya dengan lembut


"Maaf dion tapi aku tidak terpikirkan tentang hal itu" Calta dengan pelan melepaskan genggaman tangannya dari tangan dion


"Oke tidak apa-apa calta.. Aku akan menunggu sampai kamu benar-benar siap dan menerima ku" Calta tertegun saat mendengar ucapan lelaki itu


"Kamu tidak marah.. Jangan menungguku dion, hati ini sudah tidak bisa berfungsi lagi dengan baik aku sudah tidak bisa merasakan getaran cinta ataupun perasaan" Calta menatapnya dengan iba


"Marah .. untuk apa? Aku mencintaimu dengan tulus calta jika penolakan mu membuatku marah percayalah itu bukan cinta melainkan sebuah ambisi... Sampai kapanpun aku akan menunggu cintamu kamu setuju atau tidak tapi inilah keputusanku" Jawaban dion benar-benar membuat calta menyadari betapa baiknya lelaki yang saat ini ada dihadapannya


"Baiklah.. Silahkan tunggu semampu mu namun jika nanti kamu merasa sudah tidak sanggup carilah orang lain karena kamu berhak bahagia dion" Jawab calta pelan dion mengangguk setuju dan tersenyum menatap calta


"Terima kasih" Jawabnya simple setelah itu dion meninggalkan calta sendiri ia menghampiri gia dan charlie yang sedang bermain caltae menoleh memperhatikan ketiganya dion sangat menyayangi charlie perlakuan nya begitu hangat kepada bocah kecil itu sesekali ketiganya tertawa riang


Calta terenyuh melihat senyum putra kecilnya yang begitu bahagia dan lepas,, Seharunya saat ini kamu bermain bersama ayahmu nak maafkan ibu karena membuatmu harus merasakan situasi ini..." Ucap calta berdialog dengan dirinya sendiri sembari menyeka air matanya pelan


"Next Episode"

__ADS_1


Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. 🥰


__ADS_2