MAFIA CANTIK

MAFIA CANTIK
NS2.Cp/20


__ADS_3

Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. 🥰


Happy reading


*


"Sayang bagimana dengan kak zevia kok bisa" Coel menggantung ucapannya sembari melirik calta yang sedang duduk disampingnya


"Ya kak zevia memutuskan pindah dari jakarta" Jawab calta singkat


"Kenapa? bagaimana dengan pekerjaannya trus apa kak tanu tahu?"


"Kakak memutuskan untuk berhenti bekerja saat indentitasnya sengaja dibongkar oleh markus mantan kekasihnya" "Apa jadi kak zevia sudah punya pacar" Potong coel


"Is yaudah aku gak jadi ceritanya" Kesal calta


"Ehh honey jangan gitu dong sayangnya aku..." Goda coel membuat calta kembali tersenyum bucin


"Iya setelah identitas kaka terbongkar semua orang dirumah sakit menjauhinya dan mengatakan kalau kak zevia itu dokter psikopat.." Calta mulai menceritakan semua kepada coel sampai bagaimana akhirnya zevia memilih untuk kembali ke kanada.


"Apa kak tanu sudah tahu" Coel kembali bertanya


"Sepertinya tidak, soalnya malam itu aku mendengar kak zevia menangis pilu didalam kamarnya.." Jawab calta mengingat


"Kasian mereka, aku heran kenapa mereka menyiksa diri seperti ini" Coel memijit keningnya


"Tapi sayang sepertinya kali ini kita tidak perlu ikut campur dalam hubungan kak via dan tanu" Ucap calta serius


"Hemm aku setuju.. Kita harus membuat mereka menyadari sendiri betapa besarnya cinta mereka dan mereka harus menyadari kalau mereka itu saling cinta" Ucap coel setuju dengan ucapan calta


** Kediaman Albert di kanada satu bulan sudah berlalu semenjak kepindahan mereka

__ADS_1


Zevia sedang duduk di ayunan depan rumah suasana seperti ini yang ia suka sunyi, sepi dan tidak ada orang yang mengenalinya dan tau indentitasnya sehingga ia bisa hidup dengan tenang seperti orang biasa ditengah lamunannya entah bagaimana bisa ia tiba-tiba ingin saja pergi jalan-jalan sekedar keluar rumah sebulan berlalu tapi ia tidak pernah pergi keluar.


"Wahh mau kemana kak" Ucap calta yang baru selesai mandi duduk di hadapan cermin sembari mengeringkan rambutnya


"Mau keluar sebentar ngopi mungkin" Jawab zevia sambil memasang jaketnya tanpa memperhatikan calta


"Mau ikut" Ajak zevia


"Ndak ah aku mau jalan sama coel" Jawab calta dengan senyum sumringah membuat zevia geli sendiri


Zevia pergi membawa mobil sendiri karena calta akan pergi bersama coel jadi ia menyetir sendiri zevia menyetel radio untuk menemaninya menyetir.


"Sampai kapan kau menyembunyikan perasaanmu, kau membohongi dirimu sendiri.. Kau sejujurnya menginginkan ia datang menghampirimu dan mengatakan bahwa ia merindukanmu.. Tapi terkadang kau lah yang harus memulai itu"


"Apaan sih" Ucap zevia mendengarkan radio itu, bisa-bisanya radio luar negeri menceritakan masalah cinta ucap zevia sembari tersenyum kecil


"Bagaimana ya kabarnya" zevia tersenyum kecut meskipun sekuat hati ia mencoba melupakan lelaki tersebut entah memori apa yang diciptakannya sehingga ia tidak bisa melupakannya


Zevia menghentikan laju mobilnya disebuah kedai kopi ternama dan tersohor starbuceks :D


Setelah memarkirkan mobilnya zevia keluar dengan gaya santainya rambut dibawah bahu acak-acakan namun dengan wajah cantiknya penampilannya itu semakin membuatnya mempesona dan menawan zevia memesan kopi kesukaannya dan beberapa camilan lalu membawanya duduk di meja seorang diri menikmati kesendiriannya namun ia menyukai hal itu karena menurutnya bahagia tidak selalu bersama orang lain.


"Hai.."


Zevia menoleh menatap seorang yang sedang menyapanya tatapan mata zevia menjadi tatapan penuh amarah.


Zevia pergi membawa kopi dan makannya meninggal lelaki tersebut tanpa menjawab sapaannya


"Zevia tunggu.." Ia menarik tangan zevia sehingga minuman yang ada ditangan zevia jatuh dan tumpah


"Ada apa lagi aku tidak ingin bertemu, berbicara bahkan menatap mu" Bentak zevia marah

__ADS_1


"Maafkan aku.. aku mohon zevia berikan aku kesempatan sekali lagi" Ucapnya sembari menangkupkan kedua tangannya memohon


"Tidak ada kesempatan apapun markus keputusan ku sudah bulat aku tidak ingin berurusan apapun lagi denganmu" Ucap zevia


"Zevia aku mohon, aku sudah mencarimu kemana-mana tolong terima permintaan maafku dan berikan aku kesempatan lagi.. Aku ingin menikahi mu zevia, aku ingin memulai kembali bersamamu... Kita mulai lagi dari awal ya" Markus meraih tangan zevia dan menggenggamnya


"Markus lepaskan aku" Zevia menarik paksa tangannya


"Kesalahan yang kau buat mungkin bisa aku maafkan markus, kamu menghancurkan karirku, menghancurkan kehidupanku oke bisa aku maafkan.. Tapi untuk kembali kepadamu maaf aku tidak bisa hatiku sudah tertutup untukmu" Ucap zevia tegas


"Zevia ku mohon aku sangat mencintaimu tolong apa tidak ada sedikit saja cinta dihatimu untukku" Markus mulai berlutut dan menangis


"Markus bangun jangan seperti ini" Zevia menarik markus untuk berdiri tetapi lelaki itu menolak ia tetap berlutut dihadapan zevia


"Markus jangan membuatku seperti orang jahat, aku adalah korban keegoisanmu.." Ucap zevia


"Aku tahu zevia, aku tahu aku salah tapi sedikit saja apakah tidak ada cinta dihatimu untukku.. Aku selalu mendukungmu, aku selalu bersamamu apa tidak ada sedikit saja terbesit rasa cinta untukku" Ucap markus emosional membuat zevia terdiam zevia sejujurnya merasa iba dengan markus apalagi melihat lelaki tersebut meneteskan air mata.


"Maaf markus aku tidak bisa.." Ucap zevia berlalu pergi meninggalkan markus sendiri dengan posisi masih berlutut markus menangis menatap zevia yang mulai menjauh pergi


"Maafkan aku zevia" Ucapnya pilu


Zevia masuk kedalam mobil dan mengunci dirinya dadanya terasa sesak dan sakit markus memang tidak mengkhianati dalam hubungan mereka tetapi lelaki tersebut mengkhianatinya dalam sebuah kepercayaan, keegoisannya membuat zevia kehilangan pekerjaan, keegoisannya membuat zevia dikucilkan orang-orang


"Aku tidak bisa markus, aku mungkin bisa menerima kesalahanmu tapi aku tidak bisa menerima cintamu.. Tidak ada ruang dihatiku untukmu, bukan kamu orangnya bukan kamu yang aku cintai, bukan markus aku tidak mencintaimu tetapi aku mencintai dia orang yang berhasil membuat hati sekeras batu dan sedingin es ini mencair.."


Zevia menyandarkan pundaknya, memejamkan mata menenangkan dirinya sendiri.


Kaca mobilnya diketuk zevia tetap memejamkan mata ia tahu pasti itu markus tapi ketukkan itu terus menerus sehingga membuat kepalanya makin cenat cenut.


"Apa lagi..." Bentak zevia sembari membuka kaca mobilnya namun jantungnya seperti membeku sepersekian detik saat menatap wajah yang sedang menatapnya juga dengan senyum hangatnya

__ADS_1


"Bersambung"


__ADS_2