MAFIA CANTIK

MAFIA CANTIK
Hidup Baru Eps.19


__ADS_3

Happy Reading's bub


***


"Ahk kepalaku" Dion membuka matanya pelan ia masih tertidur ditempat yang sama dimana semalam ia minum dion memaksa diri untuk duduk dengan kepalanya terasa berat dan pusing hingga membuatnya menjadi mual


"Bapak biar saya bantu" Pak Jule datang tepat waktu membantu dion yang sedang muntah dengan brutal


"Ini pak" Pak jule memberikan teh hangat untuk Dion yang baru saja selesai memuntahkan semua yang ia makan dan minum semalam


"Bapak kenapa"


"Hah apanya" Dion menatap pak jule sembari menyeruput teh nya


"Bapak tidak biasanya minum-minum begini.. Selama 8 bulan disini ini pertama kalinya saya melihat bapak minum begitu banyak" Pak Jule melirik botol-botol minuman yang kosong dipasir


Dion tersenyum kecut dan tak menjawab pertanyaan pak jule.. Oiya pak ada yang mencari saya semalam" Dion mengalihkan pembicaraan


"Ini ponsel bapak.. dan ?" Pak jule menggantung ucapannya


"Dann?" Dion menanti kelanjutan ucapannya sembari tangannya menghidupkan ponsel yang sengaja ia matikan sesaat itu tertegun saat melihat banyak sekali panggilan dan pesan dari calta


"Bu Calta.. Dia?" Pak jule lagi-lagi tidak melanjutkan ucapannya, dion menatap pak jule saat mendengar nama calta disebut


"Dan apa pak?" Buru dion


"Ada ditempat ini" Bisik pak jule membuat dion membulatkan matanya sempurna


"Hah.. gimana bisa kan saya sudah bilang semalam" Bisik dion


"Iya pak memang benar saya sudah bilang.. tapi bu calta memaksa" Jawab pak jule takut


"Sekarang dimana dia apa sudah pulang" Tanya dion lagi


"Belum pak" Bisik pak jule


"Lalu dimana dia" Balas dion berbisik


"Di-dibelakang kita pak" Jawab pak jule lagi membuat dion dengan pelan menoleh dan benar saja calta sudah berdiri dibelakang mereka dengan tatapan tajam menatap dion yang saat ini tidak memakai baju karena basah kena muntahannya


"Kenapa tidak bilang dari tadi..." Kesal dion kepada pak jule


"Saya sudah kodein bapak dari tadi" Jawab pak jule pelan sembari menjauh


"Ke-kemana pak" Dion menatap pak jule yang sudah menjauh


"Anuu saya harus mandi" Jawabnya kemudian berlari pelan menjauh


"Cih dasar orang tua" Decak dion


"Ehemm"


Calta berjalan mendekat dan berdiri dihadapan dion menatap botol-botol minuman yang berserakan


"Kemana aja semalam" Tanya calta ketus


"Nginap disini.. Aku"


"Oh nginap disini.. lalu apa ini semua" Tanya calta menunjuk botol minuman


"Ada masalah apa sih Yon.. Kalau ada masalah cerita bukan gini" Kesal calta ia masih berdiri mematung dihadapan lelaki yang saat ini hanya bisa tertunduk


"Sekarang jelasin semua" Bentak calta kasar

__ADS_1


"Jelasin apa?"


"Kamu pergi dari rumah gak pake pamit, telpon gak aktif, lalu mabuk-mabukan begini ada masalah apa?" Tanya calta kesal


"Gak ada apa-apa aku cuma pengen minum aja sendiri" Jawab dion pelan


"Sebanyak ini... Gila kamu" Bentak calta lagi


"Kenapa kamu gak senang aku minum-minum memangnya apa masalahmu dan aku kau anggap apa" Tanya dion menatap wajah calta lekat


"A-aku.."


"Tidak bisa menjawab kan.. Mari kita batalkan pernikahan ini"


lagi-lagi calta tersentak tak percaya ia menatap wajah dion yang saat ini juga sedang menatapnya


"A-apa maksud mu kenapa begini" Tanya calta pelan


"Aku tahu semuanya pernikahan ini tidak nyata bagimu.. Pernikahan ini hanya akan membuat masalah untuk kita" Ucap dion


"Masalah apa.. yang ingin menikah dengan mu itu aku lalu apa masalahnya"


"Masalahnya adalah pernikahan ini hanyalah sebuah jalan untukmu menjauh dari lelaki itu.. Coel... aku tahu ingatannya sudah kembali dan dia akan kembali ke dalam hubungan keluarga mu, kamu ingin menikah denganku bukan karena cinta dan keinginan hatimu melainkan pelarianmu... Apa aku salah?"


Calta tertunduk diam bulir air matanya jatuh membasahi pasir putih, dion terus menatapnya kali ini lelaki itu tak mengulurkan tangan menyeka air matanya


"Aku membebaskan mu calta.. Jangan membuat keputusan yang akan menyakiti mu dan aku, kembalilah dengan nya jika tidak ada cinta lagi dihatimu untuknya kembalilah untuk Charlie.. Sejak bayi dan didalam perut dia tidak pernah merasakan cinta ayahnya maka setidaknya berikan ia sekali saja kesempatan itu... Aku memang mencintaimu tapi aku tidak bisa se egois ini untuk kehidupan seseorang" Dion membawa calta duduk dan menatap wajah calta dengan sendu


"Maaf aku.." Calta berucap dengan sesenggukan


"Tidak.. tidak perlu meminta maaf aku mengerti semua yang kau alami selama ini, maafkan aku yang hadir dikehidupan mu dan membuat fokus mu terbagi.. Hiduplah dengan baik dan terus lah untuk bahagia, maaf jika aku terus membuatmu tak nyaman selama ini.. Aku pamit" Dion memeluk calta dengan lembut tangisan pilu calta membuat dion harus berkali-kali memejamkan matanya mengontrol dirinya sendiri sebelum pergi ia mengecup kening calta dengan sangat lembut dan pergi


"Maafkan aku" Lirih calta sembari menatap nanar lelaki itu, langkah kaki dion menjauh sampai benar-benar ia menghilang dari pandangan calta


Setelah hampir 1 jam menangis ditempat itu calta dengan langkah gontai berjalan pergi meninggalkan area resort itu air matanya terus menetes pak jule dari tempat duduknya tertunduk sedih saat calta mendekatinya


"Pak jule.. Apa dion sudah benar-benar pergi" Tanya dengan suara bergetar


"Bu... Pak dion menitipkan ini untuk ibu" Pak jule memberikan sebuah kotak kecil dan amplop putih


"Jadi dia benar-benar pergi pak" Tanya calta lagi


"Maaf jika saya lancang bu.. Tapi saya melihat kesedihan mendalam pak Dion tapi saya melihat luka ibu lebih dalam saya pernah dengar kata-kata anak muda.. Jangan memulai hubungan baru jika hubungan dengan masalalu belum sepenuhnya selesai.. Maaf jika saya lancang bu" Ucap pak jule menundukkan kepalanya


"Terima kasih pak.. Saya permisi" Calta pergi dengan hati terkoyak ucapan pak jule memang benar bagaimana bisa ia memulai hubungan baru sedangkan hubungan lama nya saja belum usai dan takan pernah usai.


Calta pulang kerumah zevia penampilannya berantakan rambut acak-acakan, matanya sembab bahkan kakinya saja tidak memakai alas.


"Calta kenapa kamu" Teriak ny.maya saat melihat putri bungsunya masuk dengan penampilan awut-awutan


"Han.. Honey, Zevia, besan..." Ny.maya memanggil semua orang zevia yang baru saja pulang dari rumah sakit segera turun kelantai dasar dengan wajah bantal begitu juga ny.sarah yang sedang didapur berlari secepat mungkin.


"Kenapa mom.." Zevia segera menghampiri ny.maya yang memeluk calta


"Ini adikmu pulang-pulang kondisinya begini... Calta bicara nak ada apa?" Tanya ny.maya dengan prustasi karena calta terus menangis


"Calta ada apa bicaralah.." Zevia ikut menimpali


"Ini minum dulu nak" Ny.sarah menghampiri mereka dan membantu calta minum


"Ada apa calta, kamu dirampok atau apa bicaralah jangan diam saja.." Bentak zevia khawatir


"Lalu dimana dion.. kenapa dia membiarkan mu sendiri begini" Tanya zevia lagi namun tangisan calta malah semakin menjadi

__ADS_1


"Tenang zee tenang jangan membuat suasana menjadi keos" Tegur ny.maya


"Gimana bisa tenang mom.. Dia datang-datang dengan kondisi begini kita tidak tahu apa yang terjadi... Sebentar aku akan menelpon ayah" Ucap zevia sembari mengeluarkan ponselnya


"Loh ayahmu tidak dirumah" Tanya ny.maya


"Ayah tadi sedang keluar bersama teman-temannya mom" Jelas zevia


"Mom.. a-aku"


"Iya.. iya kenapa nak kamu kenapa" Ny.maya dengan lembut menyeka air mata calta, begitu juga zevia ia mengabaikan rasa ego dihatinya ia duduk di dekat calta


"Kamu bisa cerita dengan ku.. ada masalah apa?" Tanya zevia dengan lembut sejujurnya semenjak calta memutuskan menikah dengan dion hubungan kakak beradik itu tidak baik-baik saja namun kesedihan calta tak bisa membuat zevia berkeras hati


"Kakak...." Calta menghampiri zevia dan memeluknya tangisannya kembali pecah terdengar pilu zevia memberikan kode kepada ny.maya dan sarah untuk membiarkan mereka sendiri


"Ayo kak.." Ajak ny.sarah


"Aku juga ingin mendengarkan masalahnya apa" Jawab ny.maya enggan beranjak


"Nanti kita bisa tanya dengan ibunya gia" Ucap ny.sarah akhirnya ny.maya setuju mereka berdua pergi meninggalkan keduanya seorang diri


"Sekarang hanya kita berdua.. kamu bisa cerita apa saja" Zevia mengusap punggung calta dengan lembut


"Kak.. Dion dia" Calta akhirnya mau berucap tapi masih dengan suara terbata-bata


"Pelan-pelan saja.. Kenapa dion ada apa?" Tanya zevia dengan lembut akhirnya calta menyudahi tangisannya dan mulai menenangkan diri


"Dion.. dia memutuskan untuk membatalkan pernikahan ini"


"APA... DION MEMBATALKAN PERNIKAHAN KALIAN BRENGSEK ANAK ITU.. AKU AKAN MEMBUNUHNYA DIA MEMBUAT PUTRIKU MENDERITA LAGI"


Zevia dan calta tersentak kaget saat tuan albert membentak dengan kasar


"Ayah... ayah tenang dulu" Zevia menghampiri tuan albert yang sudah memanas


"Tenang... kamu minta ayah tenang!!! Bagaimana ayah bisa tenang zevia lihat adikmu dia menderita lagi dan lagi" Bentak tuan albert marah ny.maya dan ny.sarah akhirnya ikut keluar setelah mendengar bentakan tuan albert


"Dengarkan dulu penjelasan calta ayah.. Aku sendiri tidak tahu pokok masalah mereka apa jangan bertindak sesuka hati begini" Zevia mencoba menenangkan sang ayah


"TIDAK ZEE LEPASKAN AYAH.. AYAH AKAN MEMBUNUH BAJINGAN ITU" Teriak tuan albert keras membuat zevia terdiam


"HENTIKAAAAAANNNNNN... HENTIKAN SEMUA. BUKAN KESALAHAN DION AKU YANG BERSALAH... DION TIDAK MELAKUKAN KESALAHAN APAPUN HENTIKAN SEMUA INI"


Tuan albert, zevia, ny.maya dan ny.sarah semua menoleh menatap calta, calta berjalan gontai menghampiri tuan albert


"Ayah.. jangan lakukan apapun ku mohon dengarkan aku dulu" Calta bersujud di kaki sang ayah


"Tolong jangan cela ucapan ku dengarkan semua nya dulu" Ucap calta lagi dengan sesenggukan


"Saat itu dion memang pernah melamar ku, aku menolak semuanya karena aku memang tidak bisa membuka hatiku untuk siapapun.. Namun (Calta menghentikan ucapannya menatap zevia ia bingung bagaimana menjelaskan semua tentang coel kepada orang tuanya)"


"Biar aku yang menjelaskan"


Semua orang menoleh saat mendengar seseorang berucap dari ambang pintu ny.sarah begitu syok saat melihat 2 orang lelaki berdiri berdampingan sedang menatap mereka bukan hanya ny.sarah tuan albert dan ny.maya juga begitu syok berbeda dengan zevia dan calta yang sudah tahu semua ini


"A-apa apan ini" Ucap ny.sarah dengan suara bergetar sedangkan calta ia menundukkan kepalanya saat bertemu tatap dengan lelaki itu.


"Next Episode"


Guys yuk lanjut eps berikutnya soalnya udah kepanjangan heheheh


Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. 🥰

__ADS_1


__ADS_2