
"Apa lagi maumu" Zevia berdiri dibelakang Markus
Saat mengetahui zevia ada didekatnya markus dengan cepat bangkit dan memeluk zevia namun dengan enggan zevia melepaskan pelukan markus.
"Katakan ada apa kamu kemari" Ucap zevia cuek
"Maafkan aku" Markus menatap zevia memohon berharap kekasihnya itu iba
"Untuk"
"Maafkan aku atas kecerobohan ku aku tidak tahu jika akan berdampak buruk untuk kesehatan ayah dan ibu" Ucap markus penuh penyesalan
"Jika kau kemari untuk membahas hal tersebut silahkan pulang saja aku tidak butuh penjelasan apapun dari mu" Tegas zevia
"Tapi maafkan aku zevia aku tidak tahu akan berdampak fatal seperti ini kamu juga tidak pernah bercerita apapun tentang keluarga mu kepadaku bagaimana aku tahu" Markus membela diri
"Tidak perlu aku ceritakan apapun denganmu kamu bukan siapa-siapa ku jadi untuk apa aku harus menceritakan hidupku denganmu" Ketus zevia enggan menatap markus
"Tapi aku kekasihmu zevia aku berhak tahu tentang dirimu tentang masa lalu mu tentang hidupmu toh kamu juga akan jadi milikku" Tegas markus dengan suara lantang
"Lantas jika kau kekasih ku apa kau berhak tahu tentang semua hidupku baru menjadi kekasih saja kau sudah bersikap seolah-olah kau bagian penting dalam hidupku" Balas zevia membentak
"Maksudmu aku tidak penting dalam hidupmu" Markus menatap zevia nanar
"Stop markus kamu sangat kekanakan pulanglah aku tidak ingin berdebat denganmu" Balas zevia malas saat ia bangkit dari duduknya markus dengan cepat mencekal lengan nya
"Markus apa-apaan ini" bentak zevia
"Menikahlah denganku" Markus dengan cepat berlutut dihadapan zevia mengeluarkan cincin dari sakunya dan menunjukannya kepada Zevia
"Apa-apaan ini markus berhenti membuat lelucon" Zevia menarik lengannya namun tak bisa markus tetap menggenggamnya
"Ku mohon menikahlah denganku" Markus tetap menatap zevia memohon
"Markus bangunlah"
"Zevia menikahlah denganku" Kekeh markus tak peduli akan ucapan zevia
"Mark...plakk" sebuah tamparan melayang dari tangan zevia mendarat di pipi markus dan terasa panas
"beraninya kau" sekali lagi zevia memberikan tamparan sekaligus pukulan kepada markus
__ADS_1
"Zevia apa yang salah aku kekasih mu aku berhak menciummu aku berhak akan tubuh mu dan bibirmu" Ucap markus tak terima karena zevia menamparnya
"Aku hanya mencium bibirmu apa itu salah" Ucap markus
"Bukan hanya salah kamu sudah melakukan kesalahan besar markus tidak ada satu orangpun yang berani menyentuhku selama ini aku membiarkan mu menyentuh tanganku menggandeng ku, mengecup kening ku aku menghargai mu bukan berarti kau bisa seenaknya dengan ku dan kali ini kamu sudah benar-benar melewati batasan markus kamu benar-benar gila.. mulai hari ini jangan pernah menampakkan dirimu kepadaku atau kau akan tahu akibatnya pergi dari tempat ini" Sarkas zevia sangatlah dalam membuat markus terdiam tak bisa berucap
"Dan ya mulai detik ini aku tidak pernah ingin mengenalmu, aku tidak akan pernah mau menikah denganmu dan kau bukan siapa-siapa ku lagi" Tegas Zevia
"Tapi.."
"Pergi dari tempat ini atau kau akan menyesal" Amarah zevia mulai membara markus yang menyaksikan hal tersebut merasa merinding suasana pagi yang tadinya cerah tiba-tiba terasa temaram dan dingin markus dengan cepat pergi meninggalkan zevia sendiri ditaman itu dengan penuh amarah zevia menampar sendiri bibirnya sampai berdarah.
"Hentikan nak"
"Zevia hentikan" Tn.Albert dengan cepat memeluknya menenangkan zevia yang membisu
"Sudah jangan sakiti dirimu" ucap tn.albert ia mengusap darah yang mengalir dari bibir zevia
"Aku membencinya ayah" Tekan zevia
"Ayah tau nak ayah tidak akan membiarkan nya melakukan hal buruk kepadamu lagi maafkan ayah yang sudah lalai menjaga putri ayah.. Ayah kira ia lelaki baik yang tidak akan melakukan hal ini" Ucap tn.albert sembari terus memeluk erat zevia
**
"Aahkk sh** gagal sudah" Markus memukul setir mobilnya kesal
"Aku tidak akan membiarkan orang lain memilikimu zevia jika aku tidak bisa orangpun tidak bisa.. Kau akan menjadi milikku" Seringai mengerikan muncul dari bibir markus
"Bibirmu terasa manis" Ucapnya mesum sembari mengingat saat ia mengecup bibir zevia.
***
Satu bulan berlalu setelah kejadian teror meneror kini Zevia mulai merasa tenang hubungannya dan Tanu membaik layaknya seorang teman namun zevia merasa aneh apabila ia teringat ucapan Tanu malam itu namun anehnya lelaki tersebut tak pernah mengucapkan hal itu lagi.
"Kenapa melamun kangen Tanu ya"
Calta membuat Zevia kaget
"Dijakarta panas banget" Ucapnya kesal ia duduk disamping sang kakak
"Calta pakaianmu jelek sekali ganti sana" Kesal zevia saat melihat pakaian yang dikenakan sang adik
__ADS_1
"Kau mau aku pakai pakaian bagaimana kak aku sangat kepanasan" Keluh calta mengingat ia terbiasa tinggal di daerah yang keseringan iklim dinginnya
"Kau lebay sudah ganti sana" Kekeh zevia akhirnya tak bisa menolak dengan menekuk wajahnya calta dengan pasrah mengganti pakaiannya
"Begini puas" Calta berdiri dihadapan zevia
Mengenakan kaos oversize celana hotpants zevia tersenyum puas menatap sang adik
"Ketawa puas udah bikin penampilan ku jelek begini" Kesal Calta
"Ada apa ini ribut-ribut" Ny. Maya menghampiri kedua putrinya itu
"Ini loh mom masa calta disuruh ganti-ganti pakaian" omel calta kesal
"Ya gimana gak disuruh ganti mom masa dia cuma pake corp tank top sama hotpant aja" Balas zevia
"Oh calta apa yang dikatakan kakak mu itu benar nak kamu harus tetap menjunjung tinggi adat negara kita meskipun kamu tinggal diluar negeri tapi kamu harus tetap ingat kita adalah orang yang beradab tinggi sayang" Ucap ny.Maya penuh kasih
"kalau mommy yang kasih tahu rasa adem banget gak kaya" Calta menatap menggoda zevia
"Dibawah ada Coel dan Tanu" ucap ny.Maya
"Hah mommy kok gak kasih tahu dari tadi kalau ada ayang aku..." Calta berlari turun kebawah sedangkan ny.Maya dan zevia hanya bisa menghela nafas berat menyaksikan sifat calta yang begitu pecicilan
"Sayaannggg... ehh" Calta langsung menghentikan langkahnya saat tahu tn.albert sedang ngobrol dengan kedua bersaudara itu
"maaf ayah" Calta langsung bersifat melunak ia duduk manis diikuti ny.Maya dan zevia
"Calta ada tamu jangan pecicilan begitu" Tegur ny.Maya
"Iya mom" Balas calta pelan.
Zevia melirik jam didinding ia seketika panik sendiri
"Kenapa sayang" Ucap tn.Albert
"Zevia lupa yah hari ini ada jadwal operasi" Ucap Zevia ia segera berlari menyiapkan diri
"Biar saya antar" Tanu menawarkan diri untik mengantar zevia merasa malu dan enggan zevia menatap sang ayah dan tn.Albert mengangguk setuju memberikan izin kepada putrinya
Setelah kejadian Markus tn.Albert memang lebih selektif kepada kedua putrinya tidak ingin hal buruk terjadi kepada dua Malaika hidupnya itu.
__ADS_1