MAFIA CANTIK

MAFIA CANTIK
Hidup Baru Eps.23


__ADS_3

Happy Reading's bub


***


"Kamu mau makan buah" Calta menghampiri coel sembari membawa buket buah-buahan


"Kamu membawa untukku" Tanya coel perlahan


"Karena tidak ada yang ku suruh jadi aku membawanya sendiri... Kau mau tidak" Ucap calta sedikit ketus membuat coel tersenyum kikuk


"Boleh jika tidak merepotkan" Ucapnya pelan


"Sebenarnya aku repot hanya saja..." Calta meliriknya sesaat lalu kembali fokus memotong buah


"Apa?" Tanya lelaki itu penasaran


"Tidak jadi.." Jawab calta cepat membuat coel mendengus sedikit kesal namun melihat sifat calta yang begini hatinya menjadi hangat setidaknya ada percakapan antara mereka berdua


"Malamm.."


Sapa zevia tiba-tiba membuka pintu calta yang sedang membantu coel meminum air tiba-tiba menjadi salah tingkah dan melepaskan gelas dengan cepat zevia hanya bisa tersenyum kecil


"Kak ketuk pintu dulu lah" Calta menatap zevia kesal namun malah membuat dokter cantik itu tertawa geli


"Ahh gak usah malu-malu lah..." Goda zevia membuat wajah coel merona


"Kak apasih" Kesal calta


"Nih baju ganti dan makan malam mu.." Zevia memberikan paper bag kepada adiknya itu


"Kakak belum pulang" Tanya coel pelan


"Emm sudah dari tadi malahan.. Hanya saja tertahan dirumah biasa gia rewel" Jawab zevia pelan sembari mendekati coel untuk memeriksa kondisinya


"Charlie gimana?" Tanya coel lagi


"Tadi dia menangis ingin menghampiri kalian disini.. ya mau gimana gak baik anak-anak kesini jadi seharian ini mereka berdua rewel" Jawab zevia sembari memeriksa monitor alat yang menempel ditubuh coel


"Makanya cepat sembuh kasian tu anak-anak" Ucap calta membuat coel tersenyum tipis


"Calta kamu ngomong apa sih bukan keinginannya untuk sakit begini... Jangan bersikap seperti anak-anak begini" Tegur zevia


"Ma'af kak.." Jawabnya pelan


"Ngapain minta maaf ke aku, yang kamu sakiti coel bukan aku... Ya sudah aku pulang dulu, coel jika ada yang kamu rasakan panggil perawat ada dokter jaga juga disini" Ucap zevia sebelum pamit, sebelum benar-benar pergi zevia memberikan kode kepada calta dan sang adik mengangguk pelan hanya mereka yang paham maksud itu


"Hati-hati kak" Ucap keduanya bersamaan membuat zevia tak kuasa menahan senyumannya

__ADS_1


"Ehemm.." Goda zevia lalu pergi


"Ka-kamu mandi dan istirahat saja.. Aku ingin tidur" Saran coel meskipun tak menjawab ucapan lelaki itu namun calta benar-benar pergi mandi dan membersihkan diri


Saat keluar dari kamar mandi ternyata lelaki itu sudah tertidur lelap, calta mendekatinya dan menatap wajahnya lekat tak tertahan air matanya menetes mengingat kembali masalalu bersama lelaki itu namun kini keduanya bagaikan orang asing.


Calta menarik selimut dengan perlahan dan menyelimuti tubuh coel dan mematikan lampu utama ia merebahkan tubuhnya disofa memunggungi coel tanpa ia sadari lelaki itu belum benar-benar lelap ia menatap calta yang saat ini memunggungi setelah hampir 30 menit coel melihat nafas calta teratur itu tanda wanita itu sudah tidur


"Maafkan aku.. Kamu melewati hari-hari dan kehidupan yang buruk karena ku... Seharusnya saat ini kita bahagia bersama anak-anak kita bukan malah hidup seperti orang asing begini, andai aku bisa memutar waktu aku tidak ingin meninggalkan mu barang sejenak saja.. Tapi semua sudah terjadi aku bisa apa kini jangankan cinta, menatapku saja kamu enggan" Bisik coel pelan berharap ucapannya tidak menganggu tidur pulas calta


Namun yang ia tidak ketahui adalah semua ucapannya telah didengar wanita itu, calta membekap mulutnya sendiri menahan semua rasa didalam dadanya


"jujur aku sangat merindukan mu saat pertama kali melihatmu ingin rasa hati ini berlari dan memeluk mu namun ego ini terlalu besar..." Monolog batin calta sebelum ia benar-benar tertidur lelap bersama semua angan dan harapannya


"Selamat pagi.." Suster yang biasa memberi sarapan menghampiri mereka calta masih berselimut dan meringkuk sedangkan coel sudah bangun sejak tadi.


"Pagi suster" Jawab coel pelan memberikan kode agar suster itu tidak mengeluarkan suara bising dan menunjuk calta yang masih tertidur dengan dengkuran halusnya


"Terima kasih" Ucap coel pelan sebelum suster itu pergi dan 30 menit setelahnya calta menguap dan menggeliatkan tubuhnya dengan nikmat melepaskan penatnya


"Ugh pinggangku" Ucapnya masih tak sadar dengan keberadaan coel


"Pagi.."


"Iyaa.. morning" Jawab calta sembari menguap dan ia tiba-tiba membuka matanya dengan cepat dan tersadar jika ia tidak sedang tidur dikamarnya


"Hemm tak masalah.." Jawab calta hari ini wajahnya tidak ditekuk lagi terlihat biasa saja tak seperti semalam


"Sudah makan.." Tanyanya pelan coel terbelalak mendengar pertanyaan itu


"Su-sudah" Jawabnya menunjukan piring kotornya


"ohh ayo ku bantu ke kamar mandi.. Nanti dokter akan datang, jika ia melihat mu masih dengan baju ini dokter galak itu akan memarahiku semaunya" Ucap calta serius dengan wajah bantalnya ia membatu coel berjalan ke toilet untuk mandi


"Apa yang terjadi kenapa tiba-tiba ia berubah" Monolog batin coel namun ia manut mengikuti calta yang membantunya berdiri benar saja selang 30 menit setelah calta membantu coel bersih-bersih diri zevia memasuki ruang rawatnya bersama dokter-dokter yang sedang praktek


"Selamat pagi pak coel.. Bagaimana kondisinya ada keluhan" Tanya zevia dengan suara lembut


"Cih dia bersikap sangat lembut padahal aslinya" Cibir calta pelan dan tentu saja dokter-dokter muda yang berdiri dibelakang zevia mendengarkan ucapan calta


"Fokus.. dengarkan saya berbicara abaikan suara berisik itu" Ucap zevia pelan sembari menatap calta tajam, tawa tertahan lolos dari bibir calta ia segera membekap mulutnya sendiri


"Oke tidak ada keluhan.. Jadi nanti kita akan urus surat rawat jalan saja ya pak.." Ucap zevia


"Terima kasih ka emm dokter" Jawab coel mengingat saat ini yang ada dihadapannya bukanlah kakak iparnya melainkan seorang dokter


"Kalian keluar saja.. nanti saya susul" Ucap zevia kepada dokter-dokter muda yang mengikutinya setelah memastikan mereka benar-benar pergi zevia menghampiri calta dan memeluknya

__ADS_1


"Gimana tidurmu nyenyak" Goda zevia


"Nyenyak apanya punggung dan seluruh tubuhku terasa ngilu kak" Jawab calta sembari memijat tangannya perlahan membuat zevia tertawa geli


"Ahh ya sudah.. Nanti kita pulang sama-sama kebetulan hari ini aku bawa mobil sendiri" Zevia menunjukan kunci mobilnya


"Hah Baru lagi..." Calta menatap kunci mobil mewah ditangan kakaknya


"Iyalah ini hadiah tahu, keluaran terbaru" Zevia tersenyum lebar calta dengan cepat memicingkan matanya


"Aaahhh aku tahu" Zevia dengan cepat membekap mulut sang adik saat hendak berucap


"Diamlah... Rahasia" Zevia mengangkat kedua alisnya membuat kesepakatan bersama adiknya tanpa mereka sadari coel sedari tadi memperhatikan sikap kedua kakak beradik itu sangatlah dekat terlebih zevia bisa bersikap sangat santai dan asik dengan calta padahal zevia terkenal akan pribadi pendiam dan cueknya.


"Yaudah.. Pergilah kak kerja jangan makan gaji buta" Calta menggandeng zevia keluar


"Dasar durhaka" Balas zevia


"Dahh hati-hati" Ucapnya sembari melambaikan tangan kepada zevia lalu suasana menjadi hening dan kaku kembali


"Calta.." Coel menatap calta yang sedang fokus memainkan ponselnya dan dijawab dengan berdehem pelan


"Aku minta maaf" Ucapnya lagi namun calta tetap fokus kepada ponselnya


"Aku minta maaf" Ucap coel lagi berharap wanita itu menatapnya namun calta tetap fokus memainkan ponselnya


"CALTA" coel menaikan sedikit intonasi bicaranya membuat wanita itu akhirnya mendongak menatapnya


"Apa.. Kau ingin minta maaf untuk apa !! Jangan membentakku seperti itu jika ingin bicara bicara saja tapi aku tidak punya waktu untuk mendengarkan dan melayani mu bercerita tentang semua masa lalu mu itu" Jawab calta dengan tegas


"Aku hanya ingin berbicara denganmu seperti kita dulu" Ucap lelaki itu lagi membuat calta tersenyum miris


"Ck, seperti dulu.. Seperti dulu yang seperti apa coel apa maksud mu seperti 6 tahun yang lalu" Jawab calta dengan senyum miris menatap lelaki itu


"Calta setidaknya dengarkan penjelasanku.."


"Coel dengarkan aku dengarkan dengan baik perkataan ku ini.. Aku memang sudah memaafkan mu bahkan saat kau menghilang jauh sebelum charlie lahir, aku menemanimu disini bukan karena aku ingin memulai hal baru denganmu aku disini karena charlie... Tangisan kecilnya memanggil namamu membuat hatiku terkoyak, melihat putraku menangis meminta ku menyelamatkan mu membuat hatiku menangis juga, semua ini karena charlie coel bukan karena ada apanya, jika tidak ada charlie di antara kita mungkin aku tidak akan pernah ingin bertemu bahkan berbicara denganmu... Jadi berhentilah membicarakan masalalu aku muak"


Ucapan calta membuat lelaki itu terdiam dan tertunduk lesu calta dengan jelas melihat air matanya menggenangi pelupuk matanya


Setelah mengucapkan semuanya calta menyiapkan barang-barang yang akan mereka bawa pulang dan merapikan bawaan mereka sembari menunggu zevia datang menjemput mereka untuk pulang


Setelah perkataan itu tidak ada lagi percakapan antara keduanya calta kembali memfokuskan diri ke ponsel untuk menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda sedangkan coel ia hanya terdiam dengan isi pikiran yang berkecamuk.


"Next Episode"


Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. 🥰

__ADS_1


__ADS_2