MAFIA CANTIK

MAFIA CANTIK
NS2/Cp.30


__ADS_3

Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. 🥰


Happy Reading's


****


Zevia dan tanu mengantarkan calta pulang sekaligus meminta izin untuk membawa calta tinggal bersama mereka


"Kenapa tiba-tiba" Tanya tn.albert menatap zevia curiga, zevia mendapatkan tatapan seperti itu menjadi merasa diintimidasi oleh sang ayah


"Ayah.. kenapa menatapku seperti itu seolah-olah aku sedang berbohong" Goda zevia mencairkan suasana meskipun dihatinya terasa takut kalau-kalau sang ayah tahu


"Bukan tiba-tiba ayah, malam itu calta mengungkap keinginannya untuk tinggal beberapa waktu bersama ku.. Karena disana ia bisa mendapatkan ketenangan.. Ayahkan tahu kondisi rumah kami berdua sepi jauh dari keramaian dan pusat jalan raya" Ucap zevia lagi, tn.albert menatap zevia semakin curiga


"Kalian sedang tidak berbohong kan.. Kalian tidak sedang menyembunyikan sesuatu kan" Balas tn.albert masih dengan kecurigaannya


"Tidak ayah.." Ucap tanu menimpali


"Aku juga yang meminta calta untuk bersama kami, karena aku sering keluar kota untuk urusan pekerjaan jadi zevia sering seorang diri dirumah.. Jika bersama calta mereka bisa berbagi sharing masalah dan keluhan mereka.." Tanu melanjutkan ucapannya


"Hmmm, jika menantuku yang berbicara aku sekarang percaya.. Kalau kamu (tn.albert menatap zevia kesal) kamu suka menipu ayah" Ucapnya membuat zevia tersenyum kikuk dibuatnya


"Ayah bisa aja" Balas zevia menggoda


Calta turun dari lantai atas membawa kopernya, zevia segera meminta tanu untuk menjemput Calta ny.maya terkejut saat melihat calta membawa koper besarnya serta tas ransel.


"Katanya tinggal sebentar kenapa membawa tas sebesar ini.. Kamu seperti ingin pindah saja" Ucap ny.maya sedih ia menghampiri calta dan memeluknya tubuh calta terasa hangat


"Kamu baik-baik saja kan" Ucap ny.maya sembari mengusap lembut wajah putri bungsunya


"Hem baik mom aku hanya sedang flu ringan.. Aku suka suasana dirumah kakak karena disana tidak ada kenangan yang akan mengusik jiwa" Balas calta pelan ia memeluk ny.maya dan mengecup pipinya


"Aku akan sering berkunjung" Ucapnya lagi


"Berkunjung.. ini rumah mu nak datanglah kapan saja jangan terlalu lama meninggalkan orang tua ini" Balas ny.maya sembari senyum kecil membuat calta terdiam lalu mengangguk setuju


"Nak.. Jaga diri baik-baik yang terjadi biarlah terjadi, hiduplah dengan baik" Ny.sarah juga menghampiri zevia dan memeluknya ny.sarah melepaskan pelukannya dan menatap wajah calta lekang secara perlahan tangan ny.sarah memegang perut calta dan mengusapnya pelan wajah ny.sarah menegang menatap wajah calta juga.


"Calta ayo" Ajak zevia sehingga ny.sarah tidak sempat menyampaikan apa yang ingin ia sampaikan

__ADS_1


"Bye bu... baik-baik dan jaga kesehatan ibu" Ucap calta pelan, ny.sarah menatap nanar kepergian Calta


"Semoga tidak benar" Lirihnya pelan bahkan sangat pelan sekali sehingga tidak ada siapapun yang mendengarkannya, akhirnya calta pergi bersama dengan tanu dan zevia zevia melirik calta dari kaca mobil calta tampak tertunduk dan terisak zevia tidak ingin mengucapkan apapun ia tidak tahu seperti apa beratnya kondisi yang dihadapi calta


Setelah tiba dirumah pun calta langsung masuk kedalam kamarnya sembari membawa kopernya zevia mengikuti langkah calta tapi Tanu menghentikannya


"Jangan ganggu dia vi, berikan dia waktu sendiri" Saran tanu


Zevia mengurungkan langkahnya ia mengangguk mengerti, ia dan tanu pergi untuk duduk ditaman depan rumah duduk berdua di ayunan sembari berbincang pelan, tanu mengusap puncak kepala zevia pelan rambut zevia yang sudah memanjang membuatnya semakin terlihat feminim


"Aku kasihan dengan calta" Bisik zevia


"Aku Pun, tapi tidak ada yang bisa kita lakukan.. Sebenarnya aku juga keberatan berbohong dengan orang tua kita tapi mau gimana lagi" Balas tanu.. Zevia mengangguk setuju


"Baiklah sekarang kita fokus saja kepada calta.. Kita harus membuatnya nyaman dan tidak stres" Ucap zevia lagi


Waktu berjalan sangat cepat tadi siang sekarang sudah malam, tanu sudah pergi pamit tidur duluan sedangkan zevia ia masih mengurus pekerjaannya tiba-tiba ia mendengar suara piring pecah zevia dengan insting serigalanya segera bangkit dari duduknya berjalan menuju dapur yang gelap remang-remang


"Klek" Zevia menyalakan lampu dan tercengang


"Loh kamu belum tidur" Tanya zevia heran karena calta sedang membersihkan piring yang pecah


"Kenapa.. kamu lapar" Tanya zevia lagi setelah membuang pecahan piring dan mencuci tangannya tapi calta menggelengkan kepalanya pelan


"Lalu..?" Heran zevia


"A-aku tiba-tiba pengen..." Calta menggantung ucapannya sembari menatap zevia takut


"Pengen apa, calta yang membuatku khawatir.. Katakan kamu mau apa?" Ucap zevia panik


"Rujak" Bisik calta pelan membuat zevia melotot tak percaya menatapnya


"Malam-malam begini" Heran zevia


"I-iya kak tiba-tiba saja aku terbangun dan pengen makan rujak" Ucap calta polos


"Ya tuhan.. Kamu mulai ngidam ya" zevia menatap calta lucu


"Ma'afkan aku kak..." Calta malah terisak sembari menyeka air matanya kasar

__ADS_1


"Sudah jangan menangis.. Gimana kita bikin rujak malam-malam begini.. Mana ini bukan dijakarta lagi" Zevia berpikir sembari menggaruk batang hidungnya.


"Hem.. Kamu duduklah disana" Zevia menunjuk sofa didepan televisi, calta mengangguk setuju dan berjalan menjauh


Zevia membuka kulkas tidak ada buah yang bisa dibikin rujak seperti mangga muda dan lainnya, hanya ada apel dan jeruk.. Zevia lagi-lagi menarik nafasnya panjang menoleh menatap calta yang sedang duduk menonton televisi sendiri


"Oke baiklah" Zevia mengeluarkan buah-buahan tersebut mulai mengupas dan memotongnya acak sembarangan, membuat bumbu rujak sembarangan karena memang ia tidak tahu bagaimana rasa rujak ia hanya melihat di internet karena selama hidupnya zevia tidak pernah makan makanan seperti itu karena ia yang dulu bersifat sangat introvert


"Tara..." Zevia membawa piring berisi buah-buahan dan bumbu rujak ala-ala nya kepada sang adik, calta terlihat sangat bersemangat menatap rujak ditangan zevia


"Aku hanya bisa membuat ini" Ucap zevia dengan senyum kuda nya menatap calta


"Mari kita coba" Semangat calta ia mulai mencoba dengan semangat sedangkan zevia hanya bisa terdiam kaget melihat calta memakan buah-buahan yang menurutnya itu aneh dengan sangat lahap.


"Pelan-pelan calta tidak ada yang akan mengambilnya darimu" Cetus zevia


"Ini enak sekali kak, resep dari mana" jawab calta dengan mulut penuh buah


"Ih jorok kamu.. Makanlah cepat soal resep itu rahasia" Goda zevia dengan tawa renyahnya membuat calta cemberut kesal


Zevia tersenyum kecil melihat calta yang bersemangat seperti ini, setidaknya senyuman itu tidak akan pernah hilang meskipun hampir hilang setengahnya


"Kak terima kasih" Calta menghampiri zevia dan memeluknya


"Sama-sama.. setelah selesai kamu pergi tidur ya aku juga sudah mengantuk" Saran zevia dan disetujui calta... Setelah membereskan sisa kerjaan nya dan suasana sudah sepi karena calta sudah pergi tidur zevia berjalan pelan menaiki anak tangga melewati kamar calta, hening zevia tersenyum sepertinya ia sudah tidur.


Calta merebahkan diri di kasurnya mengusap pelan perut nya yang masih rata.. "Coel apa kamu tau sekarang ada coel junior disini.. Aku tau ini kesalahan kita berdua tetapi aku tidak bisa membencinya aku justru sangat mencintainya.. Kak zevia dan kak tanu juga mencintai junior ini, coel ku harap dimanapun kamu berada kamu akan selalu mengingatku dan kenangan kita berdua" Lirih calta ia menutup wajahnya dengan bantal agar isaknya tidak terdengar oleh zevia dan tanu.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


"BERSAMBUNG"


__ADS_2