MAFIA CANTIK

MAFIA CANTIK
NS2/Cp.31


__ADS_3

Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. 🥰


happy Reading's


***


sebulan sudah calta tinggal bersama zevia meskipun kini sifat calta menjadi pendiam dan jarang berinteraksi seperti dahulu tapi ia terlihat lebih nyaman tinggal bersama zevia dan tanu ia lebih bebas melakukan aktivitas nya meskipun saat sedang mabuk-mabuk nya ngidam, ia beruntung zevia selalu siaga menjaganya dan mengurusnya


"Kak.. aku pergi kuliah dulu ya" Pamit calta, zevia mendongak menatapnya bibirnya terlihat pucat dan tubuhnya menjadi lebih kurus tapi belum sekurus zevia


"Kamu yakin, bibirmu masih pucat loh" Takut zevia


"Iya kak, 1 kelas aja kok hari ini mungkin jam 12 aku sudah pulang".. Yakin calta meskipun ia merasa lemas dan sedikit pusing


"Hemm begini saja aku akan mengantarmu.." Saran zevia, calta tidak bisa menolak ia mengangguk setuju lagipula ia merasa aman jika bersama zevia.


Mereka pergi ke kampus calta, tidak ada percakapan antara keduanya zevia fokus menyetir sedangkan calta ia memilih diam sembari menatap lurus jalanan sesekali zevia melirik calta yang sering menutup mulutnya mual


"Ambilah" zevia memberikan minyak aromaterapi kepada calta yang terlihat sangat lemas


"Calta aku akan pergi ke kantor tanu, telponlah jika kamu memerlukan ku" Ucap zevia sembari memberikan tas calta


"Baik kak jangan khawatirkan aku.." Balas calta pelan sembari meraih tasnya dan turun dari mobil


"Bye.." Ucapnya sembari melambaikan tangan saat zevia pergi.


"Calta kamu baik-baik saja" Seorang teman menghampirinya bukan teman baik hanya sebatas say hello saja


"Hem.. Aku duluan ya" Balas calta pelan sembari mendahului mereka yang berjumlah 5 orang namun belum jauh langkah calta samar-samar ia mendengar pembicaraan mereka


"Eh kamu tahu tidak gosip yang beredar" Ucap mereka sembari berbisik, calta acuh ia melanjutkan langkahnya


"Soal coel" Deg jantung calta berdetak tak karuan mendengar nama coel yang sudah sebulan lebih ini vakum dari telinganya Calta melambatkan langkah kakinya sehingga ia masih bisa mendengar obrolan mereka


"Katanya dia kecelakaan dan jasad belum ditemukan jika ia meninggal"


"Iya itukan kita sudah tahu" Balas salah satu teman gadis muda itu


"Iya tapiiii.. ini ada gosip baru lagi.. Katanya coel tidak meninggal tapi ia kabur dan memanipulasi kematiannya dengan kecelakaan" Bisiknya


"Untuk apa.. apa untungnya coel melakukan itu sedangkan kehidupannya bisa dibilang baik-baik saja, ia memiliki ibu yang baik, kakak lelaki yang baik dan tampan dan juga kekasihnya calta yang cantik dan baik"

__ADS_1


"Itu dia masalahnya calta hamil dan coel tidak mau bertanggungjawab makanya dia pergi dan membuat seolah-olah ia meninggal dalam kecelakaan itu"


Calta menghentikan langkah kakinya sehingga mereka berlima secara bersamaan menubruk punggung calta


"Aw.. kenapa sih" Bentak gadis muda itu namun seketika wajahnya memucat saat tahu calta berdiri memunggungi mereka


"Ca-calta,, maafkan kami.. kami tidak sengaja menabrak mu" ucap salah satu gadis muda itu diikuti anggukan setuju dari teman-temannya


"Tidak.. bukan salah kalian aku memang sengaja berhenti disini agar kalian tahu bahwa aku mendengarkan semua ucapan kalian.. Oh ya satu lagi jaga bicaramu kalau kamu tidak ingin mulut seksi mu itu robek" Ucap calta dingin sembari berlalu


di kampus calta memang terkenal periang namun juga beringas kepada musuh-musuhnya dibalik wajah imutnya ada sifat kejam dan dingin seperti kakaknya zevia yang juga tersimpan dalam dirinya, kelima gadis itu langsung kicep tak bersuara menundukkan kepalanya segan menunggu calta jauh dan melanjutkan langkah kaki mereka


Calta mengawali hari di kampus dengan perasaan kesal marah dan kecewa namun ia enggan menunjukkan perasaannya kepada orang-orang ditempat itu


Sementara dijalan menuju kantor tanu zevia mendapatkan telpon dari RS STM Cana, meskipun zevia sudah tidak lagi berkerja sebagai dokter namun orang-orang di rumah sakit sering memakai jasanya, karena bayarannya cukup fantastis zevia juga merasa senang karena ilmunya bisa berkembang meskipun ia tidak sedang bekerja


Zevia menyetir kerumah sakit dengan sedikit menaikkan gas karena ada kondisi darurat


"Dimana pasiennya" Ucap zevia setelah ia tiba disana, Zevia masuk mengikuti perawat yang menunjukan jalan kepadanya, seorang wanita muda yang sepertinya kejiwaannya terganggu, zevia mendekat namun malah mendapatkan makian dari wanita muda itu.


"Kamu keluar saja biar saya yang mengurusnya dan kunci pintunya" Ucap zevia serius


Meskipun didalam sendiri tapi diluar pintu ada banyak sekali dokter dan perawat yang berjaga takut sesuatu terjadi diluar nalar 1 jam berlalu akhirnya zevia keluar dari ruangan tersebut.


Perawat muda itu mengintip dari jendela kaca wanita muda itu tampak seperti baik-baik saja, ia juga nampak lebih tenang dan nyaman.


"Untuk perawatan selanjutnya lakukan seperti biasa saja.. Jika ada apa-apa telpon saya lagi" Ucap zevia dan berlalu pergi


Bruk tubuh zevia ambruk setelah ditabrak seorang perawat yang cukup berumur wajahnya tampak panik


"Maafkan saya dokter.. saya tidak sengaja" Ia bangun membantu zevia berdiri dan mengumpulkan alat-alat kesehatannya


"Tidak apa-apa.. Ada apa kamu buru-buru begini" Ucap zevia membantunya mengumpulkan barang-barang miliknya


"Pasien ruang bedah kritis dan memerlukan banyak darah dokter sedangkan dirumah sakit stok darah itu tidak ada" Ucapnya dengan wajah panik hampir menangis


"Permisi dokter" Ia berlari meninggalkan zevia yang masih kebingungan, meskipun penasaran zevia memilih acuh ia melanjutkan langkah kakinya


"Dokter zevia"


Teriakan seseorang menghentikan langkah kakinya lagi

__ADS_1


"Dokter tunggu.." Lelaki berwajah tampan dan memakai baju khusus ruang operasi menghampirinya dengan wajah pucat dan nafas tersengal-sengal


"Syukurlah dokter belum pulang" Ucapnya sembari menarik nafasnya kasar


"Ada apa Chel" Ucap zevia kepada lelaki muda bernama marchel itu


"Darurat.. Pasien kami kekurangan darah"


"Lalu apa hubungannya denganku.. Aku dokter ahli saraf chel" Balas zevia


"Bukan.. bukan itu, apa dokter ada kenalan yang memiliki golongan darah O negatif" Ucapnya memotong ucapan zevia


"Kenapa tidak mencari di bank darah saja" Balas zevia sembari menggaruk batang hidungnya


"Sudah.. tapi tidak ada kosong dok, bantu saya dokter saya minta belas kasihan.. Tolong saya" Ucapnya memelas, zevia yang tahu kalau marchel sedang melakukan KOAS merasa iba


"Chel golongan darahku O negatif aku ingin membantumu.. tapi kita harus periksa dulu apakah saya layak atau tidak" Ucap zevia pelan


"Hah te-terima kasih dokter.. Terima kasih" Ucapnya berkali-kali sembari menundukkan kepalanya berkali-kali juga


Zevia mengikuti langkah marchel yang tergesa-gesa sehingga zevia juga harus berjalan tergesa-gesa setelah menjalani pemeriksaan zevia dinyatakan sehat dan boleh melakukan donor darah


Zevia melirik jam ditangannya sudah menunjukan pukul 1 siang sebentar lagi calta pasti pulang sedangkan ia masih melakukan donor darah, benar saja tak menunggu lama calta menelponnya


"Kak dimana aku sudah pulang ini" Terdengar suara calta dari seberang sana serak-serak seperti habis menangis


"Tunggu sebentar ya aku akan menjemputmu" Balas zevia lalu menutup telponnya mau tidak mau zevia harus menelpon tanu guna menjemput calta beruntung ia memiliki suami yang selalu on time untuknya


"Calta.." Tanu melambaikan tangan calta mengernyit kening saat melihat tanu yang menjemputnya


"Dimana kakak" Ucapnya pelan sembari masuk ke mobil dan meletakkan tasnya dibelakang


"Dia masih dirumah sakit.. Kita langsung pulang atau kemana dulu" Tanya tanu sebelum melanjutkan perjalanan mereka


"Pulang saja kak aku mengantuk" Balas calta sembari menguap matanya memang berair apakah itu karena ia menguap atau menangis tapi tanu tidak faham betul sikap wanita, mereka berdua pulang diperjalanan saja calta tertidur tanu tersenyum lucu menatap adik iparnya yang tidur dengan suara dengkuran


"Benar-benar aneh siang-siang panas begini biasa-biasa ia tidur nyenyak ngorok pula" Ucap tanu pelan


"Kak aku mendengar mu" Balas calta dengan mata tertutup, tanu tertawa lucu ternyata calta tidak tidur senyenyak itu.


"Bersambung"

__ADS_1


__ADS_2