
"Jadi benar ia adalah.." Dengan suara bergetar Tanu menyenderkan kepalanya dikursi mobilnya setelah ia melihat sendiri bagaimana sifat hangat Zevia kepada lelaki itu dan bagaimana sifat Zevia yang begitu dingin kepadanya.
Sementara Zevia dan Markus tetap melanjutkan perjalanan mereka untuk makan siang meskipun kondisi hati Zevia sudah tidak kondusif lagi.
Saat tengah menunggu menu makan siang datang tiba-tiba ponselnya Zevia berdering dan ternyata Adiknya Calta yang menelponnya suasana hati Zevia yang tadinya sedang tidak baik langsung berangsur membaik dan dengan cepat ia mengangkat panggilan dari sang adik.
"Haloo kak" Ucap Calta dengan suara khasnya.
"Halo sweetie" Balas Zevia.
"Bu dokter lagi dimana nih" Goda Calta dengan senyum sumringahnya.
"Lagi makan siang sama Markus" Balas Zevia sembari menatap Markus yang sedang duduk dihadapannya.
"Ohh ya, Bay the way boleh gak aku bicara berdua sama kakak dulu" Ucap Calta dengan suara sedikit berbisik.
Zevia menatap Markus sebab memang lelaki tersebut mendengar pembicaraan mereka.
"Silahkan sayang aku akan tunggu disini" Balas Markus dengan senyum manisnya Zevia mengangguk setuju ia berjalan menjauh sedikit dari Markus.
"Why.. What do you tell me Calta" Tanya Zevia saat ia sudah menjauhkan diri dari Markus.
"Kak Apa kamu sudah bertemu dengan Tanu" Bisik Calta sembari menatap Zevia dari layar ponselnya.
"Calta kamu tahu dia ada dijakarta dari mana kamu tahu" Respon Zevia terkejut karena Calta ternyata mengetahui Tanu ada di jakarta padahal ia belum bercerita apa pun.
"Calta jawab" Ucap Zevia dengan sedikit kesal sembari menatap tajam Calta dari balik layar ponselnya.
" I'm sorry kak.. Sebenarnya" Calta mulai menceritakan bahwa ia dan Coel menjalin hubungan sampai ia menyarankan kepada Coel untuk mengirim Tanu dan Ny.Sarah kembali ke Indonesia, mendengar penjelasan Calta sejujurnya Zevia merasakan benar-benar kesal dengan sifat Calta yang tidak memberitahukan nya apapun terlebih kepadanya.
"Calta apa yang kamu lakukan, sorry but i don't care untuk kamu dan coel menjalin hubungan tapi kenapa kamu melakukan ini kepada ku, kamu tahu aku tidak pernah ingin bertemu Tanu, dan kamu tahu aku dan Markus .. Ahhhkk Calta why" Kesal Zevia namun ia tidak marah kepada Calta ia hanya kesal kepada dirinya sendiri.
"Kak aku tahu kamu menerima kak Markus karena kamu kasihan,, tapi rasa cinta mu itu untuk Tanu dan aku tahu itu" Calta mencoba menyadarkan sang kakak.
"Benar Calta apa yang kamu katakan benar tapi,, Tidak semudah mengatakan semua itu.. Bagaimana Tanu mencampakkan ku padahal ia mungkin tahu aku mencintainya, bagaimana ia meninggalkan ku dalam masa sulit ku dan ia memilih pergi setelah tujuannya tercapai, dan aku tidak bisa melupakan semua itu begitu saja" Kini air mata Zevia meremang dimatanya dan tidak tahu harus berbuat apa lagi Zevia akhirnya memutuskan panggilan dengan Calta ia duduk menenangkan diri sebelum kembali menemui Markus.
Bagaimanapun Markus adalah lelaki yang baik meskipun benar yang dikatakan Calta bahwa tidak ada rasa cinta untuknya, Namun setidaknya Markus berhak merasakan kebahagiaannya.
"Sayang you okey" Markus akhirnya menyusul Zevia sebab sedari tadi ia menunggu kekasihnya itu namun belum juga kembali.
"hmm" Zevia memeluk lelaki itu dengan erat dan dengan tulus markus membalas pelukannya meskipun ia tidak tahu apa yang terjadi.
__ADS_1
"Kenapa" Markus mengusap lembut punggung Zevia, tidak berucap namun Zevia masih tetap memeluk erat lelaki yang sudah menemaninya setahun terakhir ini.
"Aku cuma capek aja.." Balas Zevia setelah ia melepaskan pelukannya.
"Boleh antarkan aku pulang" Zevia menatap Markus memohon.
"Hemm baiklah tapi aku pesankan kamu makanan dulu nanti kamu makan dirumah aja" Saran Markus diterima Zevia dengan baik.
Malam pun tiba Zevia duduk di balkon sembari menyesap kopi hitam diusianya yang sekarang Zevia lebih suka diam dalam menghadapi semua masalahnya sama khalayak seperti dahulu.
"Zevia" Tn.Albert menghampiri putrinya itu dan duduk disampingnya sembari ikut menikmati suasana malam yang sejuk.
"Ayah perhatikan sepertinya ada sesuatu, apa itu" Ucap sang ayah dengan pelan.
"Hemm, no ayah i'm oke but I'm just tired of work (Aku hanya lelah dengan pekerjaan saja)" Zevia menarik nafasnya panjang dan menatap sang ayah dengan tersenyum manis.
"Zevia apa kamu tau setiap ayah melihat senyuman mu ayah merasakan jatuh cinta 1000 kali dengan ibumu, Senyuman dan sifatmu benar-benar duplikat Maya.. Ayah beruntung memiliki kalian dalam hidup ayah" Tn.Albert berucap sembari menatap dalam wajah putrinya itu.
"hmm apakah ini sogokan untuk sesuatu" Zevia membalas ucapan sang ayah kemudian tersenyum curiga.
"Heemm jangan beritahu ibumu tadi ayah minum whisky sedikit" Bisik tn.Albert kepada Zevia.
"Ayahh.."
"Zevia bulan depan kita akan pergi mengunjungi adikmu, apa kamu sudah mengurus cuti" tn.Albert kembali mengingatkan Zevia.
"Sudah ayah, cuti akhir tahun ku sudah ku terima hanya saja aku harus segera menyelesaikan semua sisa pekerjaan ku" Balas Zevia
"Baiklah.. Nanti perusahaan ayah titipkan kepada Ben saja"
"Paman Ben tidak ikut kenapa .. Bukannya baik-baik saja meninggalkan perusahaan" Zevia menatap sang ayah dan kini wajah tn.Albert terlihat serius menanggapi pertanyaan Zevia.
"Zevia kita tidak bisa santai meskipun Sentoso sudah mendapatkan ganjaran nya namun banyak pihak yang tidak senang dengan kembalinya ayah dan kembalinya kejayaan Diamond ROO tentu saja saat ini Perusahaan kita memiliki pesaing bisnis yang tidak bisa kita remehkan dan untuk hal itu Ayah hanya bisa mempercayai Ben" Jelas Tn.Albert dan Zevia terpikirkan tentang kembalinya Tanu apa ini semua ada kaitannya dengan pesaing bisnis sang Ayah sebab bagaimanapun ia tau bahwa semua aset kekayaan Sentoso jatuh ke tangan Tanu.
"Bagaimana jika aku saja yang mengurus perusahaan ayah" Usul Zevia.
"Big No, ayah tetap ingin kamu menjadi Dokter sayang tolong jangan.. Ini sangat berbahaya meskipun ayah tau kamu dapat dengan mudah membuat mereka menyerah namun ayah tidak ingin kehilangan kamu untuk yang kedua kalinya" Dengan keras tn.Albert menolak usul Zevia.
"Tapi jika ayah butuh bantuan Zevia tolong jangan sungkan" Zevia tetap mencoba menyakinkan sang ayah bahwa ia tetap Zevia yang dahulu.
"Yess i Now, kamu adalah The Little Wolf Gold kesayangan nya ayah" Ucap Tn.Albert mencoba mencairkan kembali suasana yang sempat tegang tadi dan Zevia mengerti kegundahan sang ayah dan dengan cepat ia segera mengubah suasana tersebut menjadi ceria kembali meskipun didalan hatinya tidak setenang itu.
__ADS_1
"Tanu... sebenarnya apa sebenarnya tujuan mu kembali ke Indonesia" Monolog batin Zevia sembari ia membereskan pekerjaannya lintasan bayangan Tanu kembali menghantui pikirannya.
"Tidak.. tidak bisa dibiarkan aku harus mencari tahu tujuan mu sebenarnya" Zevia meraih kunci mobilnya dan bersiap-siap untuk pergi mencari keberadaan Tanu.
Saat tengah siap-siap pergi Zevia mendapati bahwa ada orang yang tengah memperhatikan rumah mereka namun saat mengetahui Zevia mengetahui akan keberadaan nya dengan cepat orang tersebut pergi menggunakan motornya, Zevia yang tidak ingin membuat suasana ricuh ia memilih untuk mengikuti orang tersebut sendiri meskipun suasana jalanan yang padat tidak menghentikannya untuk terus mengikuti orang tersebut.
Setelah hampir 2 jam kucing-kucingan dijalanan akhirnya Zevia berhasil menghalau orang tersebut menggunakan mobilnya.
"Siapa kamu" Hardik Zevia saat ia berhasil menghalau orang tersebut.
Namun tanpa diduga orang tersebut malah menyerang Zevia dengan menggunakan senjata tajam, Zevia yang basicnya bukan orang sembarangan pun tidak tinggal diam pertarungan sengit terjadi diantara keduanya namun saat Zevia ingin menarik topeng milik orang tersebut yang seperti seorang lelaki lengan Zevia berhasil kena sabetan senjata tajam lelaki tersebut dan saat Zevia lengah ia berhasil melarikan diri namun Zevia yang memiliki daya ingat cukup tinggi ia berhasil mencatat nomor plat kendaraan tersebut karena pertarungan sengit tadi Zevia menyadari ditangannya terdapat darah yang ia yakin bahwa itu adalah darah milik lelaki tersebut.
Zevia dengan cepat langsung mengambil darah tersebut untuk dijadikan sample DNA.
"Hemm ada untungnya juga aku jadi dokter" ucapnya dengan senyum psikopat nya yang ternyata tidaklah lenyap.
Zevia pergi menuju klinik milik Anita untuk mengobati lukanya Anita yang melihat Zevia terluka ia dengan cepat membantu Atasannya itu untuk mengobati lukanya.
"Dokter kenapa sampai terluka begini" Anita bertanya sembari ia membantu Zevia menjahit lukanya sendiri.
"Tadi saya hampir kena jambret" Jawab Zevia asal, Anita menatap Zevia ngeri sebab atasannya itu menjahit lukanya tanpa bantuan anestesi.
"Apa tidak sakit" Monolog batin Anita, namun ia tidak mempedulikan nya ia hanya fokus untuk membantu Zevia sembari mereka berbincang kecil.
"Oyaa Anita saya minta tolong ini sample darah tolong kamu cek yaa, besok pagi serahkan hasilnya" Ucap Zevia sebelum ia pulang, Anita dengan cepat mengambil sample tersebut dan mulai menelitinya seperti perintah awal Zevia.
"Sampai aku tahu siapa dia, akan ku habisi dengan tanganku sendiri" Bisik Zevia sembari mengendarai mobilnya untuk kembali ke rumah, niat awalnya yang ingin mencari tahu keberadaan Tanu sepertinya harus tertunda dengan hal yang juga tidak kalah pentingnya ini.
.
.
.
.
.
Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. ๐ฅฐ
Terima kasih juga masih setia menunggu setiap update novel ini...
__ADS_1
mohon maaf jika ada alur cerita yang kurang nyambung.. Mohon koreksinya ๐๐ป