
Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. 🥰
Happy Reading's
***
Semua orang terdiam melihat gelagat aneh zevia namun tanu tetap coba menenangkan istrinya yang masih terlihat syok padahal tanu tahu zevia tidak pernah bersifat seperti itu selama ini.
"Vie kalau gak mau bicara gak apa-apa tapi kamu harus tenang ya" Tanu tetap mencoba menenangkan zevia ia mengusap lembut punggung zevia
"tadi aku melihat coel dikamarnya" Ucap zevia tiba-tiba membuat semuanya melongo tak percaya terutama calta
"Tapi aku yakin itu bukan coel sungguhan" Bisik zevia lagi ia memijat keningnya pelan mengingat hal tadi membuatnya merasa pusing
"Ta-tapi kak"
"Itu dia.. Itu sebabnya aku yakin itu bukan coel sungguhan sepertinya aku kecapean dan berhalusinasi" Ucap zevia menyela perkataan calta
"Apa yang dia katakan" Tiba-tiba tanu berucap seperti itu dan menatap wajah zevia serius
"Ikhlaskan aku, a-aku.. aku mencintai calta tapi aku kini sudah tidak bisa bersamanya lagi.. jaga dia untukku seperti itu selebihnya aku tidak jelas mengingatnya tiba-tiba kepalaku terasa pening dan pandanganku tiba-tiba menjadi gelap gulita" Ucap zevia menjelaskan calta yang mendengarkan hal tersebut terdiam membisu semula zevia akan mengira emosi calta akan kembali meledak-ledak tapi tafsirannya salah calta justru terdiam dan tersenyum miris
"Dia meminta mu menjaga ku, tapi dia sendiri meninggalkan ku apa itu adil.. Dasar egois" Calta bangkit dari duduknya dan pergi keluar dari rumah semula ny.maya ingin mengikuti calta namun zevia menghentikannya menurutnya calta memerlukan waktu sendiri saat ini biarkan ia menumpahkan semua perasaannya mom kita hanya perlu menguatkan dia saja bukan menghentikan kesedihannya" Ucap zevia pelan sembari menatap punggung calta menjauh tanu dan ny.sarah setuju
"Betul kak sepertinya calta butuh waktu sendiri.. Calta memiliki kesedihannya sendiri dan kita memiliki kesedihan kita sendiri juga" Bisik ny.sarah pelan ny.maya mengangguk setuju meskipun ia khawatir akan calta
Calta berjalan tak tentu tujuan langkah kakinya berjalan mengikuti kemauannya saja air matanya sudah tak bisa keluar tapi rasa sakitnya semakin menjadi calta terjatuh disebuah lapangan kecil yang sepi disana ia duduk sendiri dan berteriak sekeras yang ia mau melepaskan semua rasa sakit yang ada meskipun tak bisa menyembuhkan luka tapi mampu mengurangi sedikit rasa sakitnya
"Bajingan kau coel, kau meminta mereka menjagaku tapi kamu meninggalkan aku dengan semua ini rasa cinta, janji, kenangan dan rasa sakit ini sungguh aku ingin membencimu coel... Aku membencimu" Teriak calta bergetar tidak ada yang mendengarkannya
"Coel kembalilah pulanglah... Aku ingin melihatmu lagi memelukmu dan bersamamu kembalilah" Isak calta tak henti-hentinya berharap semua ini hanyalah prank lelucon belaka kejutan yang selalu coel bicarakan ia berharap semua ini hanyalah rencana coel tapi seminggu sudah berlalu tidak seperti yang ia harapkan orang-orang masih mencari coel berharap menemukan secercah harapan tapi pencarian masih tidak seperti yang diharapkan bahkan kini satu persatu orang menyerah mencarinya hanya tinggal Ben dan Black serta bowo dan anak-anak buah zevia lainnya yang masih setia mencari
Hari mulai gelap calta belum jua kembali ny.maya semakin cemas zevia terus meyakinkan ny.maya bahwa calta baik-baik saja ia yakin adiknya ia sangat dewasa lebih dewasa dari yang ia harapkan
"Tidak aku tidak bisa menunggu, mommy harus mencarinya vie" Desak ny.maya
"Mom.. Percaya lah calta pasti akan pulang" Yakin zevia
__ADS_1
"Vi ayo kita cari dia" Ny.maya terus mendesak karena dipaksa akhirnya zevia setuju namun belum sempat mereka keluar calta sudah kembali ia berjalan dengan lesu menghampiri ny.maya dan zevia memeluk zevia erat dan terisak pelan
"Ku kira setelah aku pergi dia akan kembali kak.. tapi ternyata memang dia sudah tidak peduli lagi kepadaku" Isak calta
Zevia menatap ny.maya sedih keduanya memeluk calta bersamaan memberikan kehangatan kepadanya calta semakin tersedu-sedu didalam pelukan ny.maya dan zevia
Malam berganti pagi, pagi berganti siang, siang berganti sore, sore berganti dengan malam tidak ada satupun yang berubah kini sebulan berlalu paman ben, black dan bowo sudah kembali ketempat asal mereka, zevia dan tanu juga sudah kembali kerumah mereka ny.sarah ikut kerumah keluarga albert karena kini ia sendiri dan tidak bisa tinggal sendiri coel benar-benar menghilang tidak ada satupun pencarian yang barhasil dan menemukan titik terang keluarga sudah mengikhlaskannya dan calta kini sifatnya menjadi berubah 360° tidak ada lagi keceriaan yang selalu ia tampilkan kini ia lebih sering mengurung diri didalam kamarnya, setelah pulang kuliah ia juga tetap lebih suka menyendiri didalam kamarnya tidak ada lagi interaksi menyebalkannya yang kadang membuat ny.maya kesal suasana rumah kini terasa sangat sepi dan hampa
"Dimana dia mom" Zevia hari ini mampir kerumah ia menghampiri ny.maya dan ny.sarah yang sedang duduk berbincang di teras rumah
"Ada dikamarnya.. Dari pagi tadi dia tidak ada keluar makan saja mommy antar ke kamarnya.. Mommy kasian vi sama adikmu dia benar-benar terpukul atas kepergian coel" Ucap ny.maya disela menyeruput teh panasnya
"Betul sekali.. Kadang aku berpikir kenapa tidak aku saja yang menghilang kasihan anak-anak menjadi seperti ini" Balas ny.sarah
"Bu.... Jangan berbicara seperti itu tidak ada yang ingin keluarganya menghilang ini sudah kehendak takdir bu kita hanya bisa berdoa semoga mereka baik-baik saja dan dipermudah segalanya" Ucap zevia
"Iya besan jangan berbicara seperti itu"Ny.maya menenangkan ny.sarah yang terlihat murung
Zevia meninggalkan kedua ibunya ia berjalan menuju kamar ia berdiri didepan kamar itu dari dalam sana terdengar isakan kecil zevia mengetok pintu kamar dengan pelan
"Masuklah kak pintunya tidak dikunci" Balas calta dari dalam dengan suara bindengnya
"Heii.." Zevia mendekat kearahnya terlihat matanya merah dan sembab belum sempat zevia duduk ia berdiri dan menghambur kedalam pelukan zevia dan kembali menangis
"Kak sampai kapan aku terus begini..." Isak calta
"Sampai kamu bisa benar mengikhlaskannya sayang" Balas zevia pelan calta mengangguk setuju didalam pelukan zevia tubuhnya masih bergetar zevia mencoba menenangkannya
"Calta kamu harus kuat dek.. Hidup terus berjalan yang pergi ikhlaskan kita yang ditinggalkan harus melanjutkan hidup agar kehidupan tidak berhenti ditengah jalan" Nasehat zevia
Calta mengangguk setuju, terimakasih kak bisiknya
"Aku mau menjemputmu, malam ini tanu keluar kota seminggu lamanya jadi kamu mau tinggal bersama ku.."
"Hemm.. aku mau kak" Jawab calta dengan senyum kecil jika calta yang dulu ia akan langsung berteriak dan lompat kegirangan tapi kini ia hanya merespon dengan senyum kecil dan itupun zevia tahu hanya senyum palsu.
Setelah bersiap-siap keduanya pergi kerumah zevia, calta tidak pernah pergi kerumah zevia semenjak kepergian coel ia sudah tidak pernah lagi jalan-jalan keluyuran ia lebih suka sendiri dirumah
__ADS_1
"Kamu sudah makan" Zevia membuka percakapan karena calta hanya diam saja
"Belum kak" Balasnya pelan
"Oke kita makan dulu" Ajak zevia
"Hem"
Zevia menoleh mendengar respon Calta seperti itu sebenarnya zevia benci kondisi dan suasana seperti ini ia merindukan calta yang dahulu yang cerewet dan banyak tingkahnya
Keduanya singgah di restoran besar zevia mengajak calta turun dan masuk zevia memberikan buku menu kepada calta zevia yang sibuk memilih ingin makan apa dan calta ia hanya termenung sembari menatap tulisan-tulisan menu tersebut
"Kamu pesan apa" Zevia menatap calta, Zevia menarik nafas panjang saat tahu calta lagi-lagi termenung
"Calta"
"Hem... aku pesan sama kaya kakak saja" Balasnya pelan
"Dek ayolah" Bisik zevia
"Susah kak aku tidak bisa fokus dalam hal apapun semua di kepalaku terasa berputar-putar dan membuatku seperti orang yang tidak punya pikiran" Balas calta pelan
"Baiklah tapi saat bersama ku jangan seperti ini, aju merindukan mu banyak hal buruk yang kita lalui dan kamu tidak menjadi seperti ini.. Pertama kita kehilangan ayah zoy kita tidak seburuk ini lalu berjuta-juta kejadian buruk kita juga tidak seperti ini.. Lalu apa ini" Heran zevia karena calta menjadi terlihat tak berdaya calta diam air menggenang dipelupuk matanya zevia merasa bersalah seharusnya ia mengerti kondisi calta
" makanlah setelah ini kita pulang" Zevia memberikan makanan kepada calta keduanya makan dengan diam membuat zevia ingin cepat-cepat selesai makan dan pulang kerumah
.
.
.
.
.
"Next Episode"
__ADS_1