
Happy Reading's bub
***
"Terima kasih sudah mau ikut" Coel membuka suara meskipun ia dapat dengan jelas melihat wajah calta ditekuk namun tidak mungkin mereka akan diam selama sejam disini
"Aku tidak ikut untukmu" Cibir calta jutek, coel tersenyum simpul
"Pah ibu kapan kita jalan" Charlie sudah duduk berganti-ganti posisi karena mereka terjebak badai hujan di jalanan coel memilih menghentikan mobil untuk meminimalisir terjadinya hal yang tak diinginkan
"Nanti ya nak soalnya hujan masih deras.." Jawab coel sabar karena benar jarak pandang terbatas karena hujan yang begitu lebat
"Gi-gimana kabarmu" Coel melirik calta yang tampak termenung
"Baik" Jawabnya lagi dengan jutek
"Melihat sifatmu begini aku jadi teringat masalalu" Ucap coel membuat calta reflek menoleh menatapnya
"Itu masalalu sekarang masa depan... Sudah jangan mengajakku bicara" Kesal calta menyenderkan kepalanya dibahu kursi mobil udara dingin membuat mereka merasa mengantuk
"Alie tidak lapar nak"
Saat calta menoleh ternyata bayi mungilnya telah tertidur dengan pulas calta melepaskan jaketnya dan menyelimuti tubuh charlie agar tetap hangat alhasil ia hanya menggunakan mini crop saja coel melirik penampilan calta yang cukup menantang namun tidak ada yang dapat ia lakukan selain diam.
Sudah 1 jam berlalu akhirnya hujan badai reda coel mulai melajukan mobil pelan namun tiba-tiba kepalanya terasa sangat sakit dan berputar hingga membuatnya hampir kehilangan kendali calta berteriak keras saat mobil mereka oleng dan menepi
"Kamu kenapa sih..." Bentak calta keras membuat charlie juga terbangun namun saat melihat coel meringis kesakitan hati kecilnya tergerak
"Ka-kamu kenapa" calta menatap coel yang tertunduk lemas sembari meringis kesakitan
"Co-coel kamu kenapa" Calta berteriak panik menyaksikan coel yang begitu kesakitan
"Coel ayo biar ku bantu..." Calta dengan cepat turun membantu coel berganti posisi
"Kita pulang saja" Coel menatap wajah calta dengan pandangan sayu bibirnya pucat dan keringat mulai membasahi wajahnya
"Pulang gimana kamu sakit begini kita akan kerumah sakit" Calta tanpa mempedulikan ucapan coel segera memutar kembali dan melajukan mobil menuju rumah sakit entah berapa lama dijalan akhirnya mereka tiba di RS tempat zevia bekerja calta dengan panik berteriak meminta tolong dengan tertatih ia membatu coel disusul oleh charlie yang mengikuti mereka dengan tangisan kecilnya
"Papah... Papah kenapa bu" Charlie kini sudah ada dipelukan calta keduanya menunggu didepan unit darurat
"Mami..."
Teriakan charlie membuat fokus calta buyar ia tersadar saat mengetahui charlie tidak ada didekatnya
"Calta apa yang terjadi" Zevia menghampiri mereka dengan wajah panik juga
"Gak tahu kak tadi dia tiba-tiba kesakitan dan pingsan" Jawab calta dengan sesenggukan
__ADS_1
"Sudah-sudah tenanglah kita akan menunggu hasil pemeriksaannya" Zevia mencoba menenangkan adiknya itu tidak berselang lama tanu bersama ny.sarah, tn.albert dan ny.maya juga tiba disana
"A-ada apa ini.. Kamu apakan anakku" Bentak ny.sarah kepada calta membuat mereka yang ada ditempat itu tersentak kaget karena ny.sarah tidak pernah berbuat jahat apalagi bersifat kasar terlebih kepada calta
"Bu-bukan salah ku bu" Jawab calta pelan disertai isakan nya
"Lalu kenapa bisa begini... Kamu tahu coel itu sedang sakit keras bisa-bisanya kamu menyakiti nya" Ucapan ny.sarah berhasil membuat calta terperangah
"Ibu" Tegur tanu pelan
"Sa-sakit parah.. A-apa maksud ibu" Calta menatap ny.sarah serius
"Kak apa maksudnya sakit parah..." Calta menatap wajah zevia namun zevia hanya bisa terdiam
"Katakan.." Teriak calta marah namun saat zevia hendak menjelaskan dokter yang sedang menangani coel menghampiri mereka
"Keluarga pak coel"
Calta dengan cepat menghampiri dokter itu
"Ada yang harus saya sampaikan.. Anda siapa apakah istrinya" Tanya dokter tersebut tanpa ragu calta mengangguk setuju dan berjalan mengikuti dokter
"Mami apa Papah alie akan sembuh" Alie memeluk zevia dengan erat mata kecilnya terlihat sembab
"Pasti sembuh nak.. Alie berdoa sama tuhan ya biar papah cepat sembuh" Jawab zevia pelan
"Iya bu.. Ini semua efek samping dari kecelakaan yang dialami pak coel dan tidak adanya penanganan serius untuk penyembuhannya" Jelas dokter itu
"A-apa bisa sembuh dok.." Calta menatap dokter penuh harap dengan air mata yang mengalir membasahi pipinya
"Bisa buk.. kita akan melakukan perawatan terbaik" Jawab dokter dengan serius
"Berikan yang terbaik dokter berapapun biayanya saya akan bayar asalkan ayahnya anak saya bisa sehat kembali" Ucap calta pelan dokter mengangguk setuju
Akhirnya coel dipindahkan ke ruang rawat karena ia harus menginap beberapa hari sampai kondisinya benar-benar stabil, zevia berjalan menghampiri calta yang tampak duduk termenung sendiri sedangkan keluarga lainnya ada didalam ruangan menjenguk coel
"Jangan diambil hati perkataan ibu.. Ia tidak bermaksud menyalahkan mu" Zevia duduk disamping calta
"Hmm.. Aku merasa bersalah kehidupan kita selalu bermasalah karena aku.. Seandainya ayah ada pasti ayah akan selalu bersamaku" ucap calta pelan sembari menyeka air matanya pelan
"Kamu ngomong apa sih.. Tidak ada yang tidak mendukungmu kami semua menyayangimu dan bersamamu" Jawab zevia cepat ia dapat melihat kesedihan dan beban berat yang sedang ditanggung calta
"Aku tidak tahu harus bagaimana kak.. Kadang aku merasa sangat lelah dengan semua ini.. Cobaan silih berganti menerpa kehidupan ku kapan aku bisa hidup dengan tenang dan bahagia lagi" Tangisan calta semakin menjadi rasa sakit yang selama ini ia tanggung sendiri membuatnya semakin terlihat menyedihkan
"Sudah-sudah jangan menangis lagi.. Aku berjanji akan selalu bersama mu.. Aku minta maaf jika ucapan ku waktu itu melukaimu,, maafkan aku" Zevia memeluk calta dengan erat tubuh calta bergetar suara tangisannya pelan tertahan namun zevia tahu calta bukan sedih karena ucapannya melainkan hal lain
"Kak apa keputusan ku untuk tidak menerima lamaran coel itu salah" Tanya calta sembari terus memeluk zevia
__ADS_1
"Tidak.. keputusanmu tidak salah kamu berhak menentukan semua yang terjadi di hidupmu tapi.."
"Tapi apa" Calta melepaskan pelukannya dan menatap zevia dengan mata sembab nya
"Tapi jangan biarkan ego mengalahkan mu.." Jawab zevia tepat calta terdiam sembari menyeka air matanya ayo masuk, ajak zevia meskipun awalnya calta menolak karena takut bertemu ny.sarah dan enggan bertemu coel namun zevia tetap membawanya masuk
Saat membuka pintu calta dapat melihat ny.sarah menatapnya ia segera menundukkan pandangannya dan berdiri dibelakang zevia
"Calta terima kasih sudah membantu adikku" Ucap tanu menghampirinya dan memeluknya
"I-iya kak"
"Jangan diambil hati perkataan ibu tadi.. Kita semua tahu kamu tidak akan pernah menyakiti dan melukai siapapun jadi santai saja" Bisik tanu pelan calta hanya bisa mengangguk setuju
"Mom ayah, ibu sebaiknya kalian pulang saja kasian alie dan gia sendiri dirumah tidak ada yang mengawasi semuanya.. Kami akan menjaga coel disini" Saran zevia meskipun awalnya ny.sarah menolak namun tidak ada yang bisa mereka lakukan jika zevia sudah berucap
"Biar aku antar mereka.." Ucap tanu yang mengerti maksud istri tercintanya
"Ah ya calta nanti aku akan kembali.. aku harus kembali bertugas" Zevia juga ikut pergi menyisakan mereka hanya berdua didalam ruangan tersebut coel nampak terdiam sedangkan calta diam juga suara sangat hening
"Terima kasih" Coel membuka suaranya pelan calta mendongak menatapnya pandangan keduanya bertemu
"Kenapa tidak bilang kalau kamu sakit" Tanya calta masih dengan nada bicara ketus
"Untuk apa aku beritahukan kepadamu.. Sekalipun kamu tahu kamu juga tidak akan peduli.." Jawab coel nyalang membuat calta menatapnya melotot tak percaya akan apa yang diucapkan lelaki itu
"Setidaknya beri tahu aku demi charlie.. Dia begitu ketakutan melihatmu kesakitan begitu" Kilah calta meksipun benar charlie tadi begitu ketakutan saat menyaksikan coel kesakitan
"Ahh di-dimana dia sekarang" Tanya coel sembari mencari keberadaan charlie
"Sudah pulang" Jawab calta cepat
"Aku belum bertemu dia" Lirih coel
"kalau begitu cepatlah sehat" Ucap calta membuat coel tersenyum tipis
"Ma-maksud ku cepat sembuh untuk charlie" Kilahnya lagi membuat coel semakin tersenyum malu
"Baiklah ibunya charlie" Jawab coel pelan membuat calta merasa geli didalam hatinya dan tersenyum tertahan
"Selamat siang.. Ini makan siang tuan coel" Seorang perawat menghampiri mereka memberikan makanan dan obat untuk coel
calta hanya mengangguk coel mulai membuka makanannya dengan susah payahnya karena kepalanya kadang masih terasa sakit jadi tidak ada yang bisa ia lakukan selain menahan rasa sakitnya sendiri dan dengan perlahan ia menyuap makanan ke mulutnya hingga ia tersedak calta mencuri pandang hatinya terenyuh saat melihat coel makan dengan susah payah
"Sini.." Calta mengambil piring nasi coel dan mulai menyuapinya makan dengan perlahan tidak ada percakapan antara mereka namun calta melakukan tugasnya dengan telaten ia merawat coel dengan baik membantu lelaki tersebut berdiri berjalan ke toilet membantunya meminum obat semua calta lakukan dengan baik meskipun tidak ada obrolan antara keduanya..
"Next Episode"
__ADS_1
Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. 🥰