
Happy Reading's bub
***
"Calta kamu kemana" Zevia berdiri mengikuti calta yang berlari keluar rumah
"Kenapa zee" Ny.maya akhirnya berlari keluar mengikuti zevia yang berlari
"Calta pergi mom.. Itu dia" Zevia menunjuk arah mobil calta yang sudah menjauh
"Kenapa, apa kalian bertengkar lagi" Tanya ny.maya panik
"Aku harus menyusulnya mom.." Zevia berlari kembali masuk meraih kunci mobilnya
"Mommy ikut" Pinta ny.Maya
"No.. mommy jaga anak-anak ya biar aku sendiri yang pergi" Mohon zevia sembari berlari keluar dan melajukan mobil dengan cepat agar tidak kehilangan jejak calta
"Ya tuhan kenapa lagi anak-anak itu" Lirih ny.maya dengan khawatir
"Kenapa han" Tuan albert menyusul ny.maya keluar
"Itu calta tiba-tiba pergi gak tau kenapa tapi zee sedang mengikutinya" mendengar hal itu tuan albert mencoba menenangkan istrinya yang menjadi panik sendiri
"Calta kamu kenapa" zevia memperhatikan mobil-mobil yang ia lewati
dan tak perlu waktu lama akhirnya zevia mendapatkan keberadaan calta dari GPS yang ia lacak
"Loh inikan" Zevia melambatkan laju mobilnya memperhatikan arah kode GPS yang nampak dilayar ponselnya
"Tidak.. aku harus tetap pergi mengikutinya"Zevia kembali melajukan mobilnya ke tempat titik gps itu berhenti
"Coel buka pintunya... Buka coel" Teriak calta nyaring sembari menggedor pintu rumahnya yang saat ini sedang ditempati oleh coel
"Bukaaaaa" Teriak calta keras sembari terus menendang-nendang pintu dengan kuat
"Atau aku akan merobohkan pintu ini" Teriaknya lagi
"A-ada apa nak" Ny.sarah dengan wajah panik membuka pintu
"Dimana dia bu dimana lelaki itu" Tanya calta dengan nafas memburu
"Siapa maksudmu nak" Tanya ny.sarah
"Coel dimana dia bu" Calta mengintip menatap dalam rumah
"Oh.. Coel sudah pergi nak" Jawab ny.sarah dengan ekspresi biasa saja
"Hah pergi... Pergi kemana bu, kenapa tiba-tiba begini" Wajah calta menjadi memucat saat mendengar jawaban dari ny.sarah
"Iya dia sudah pergi nak.." Jawab ny.sarah lagi, calta dengan paniknya tak memperdulikan lagi ny.sarah yang memanggilnya ia segera berlari kembali ke mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi
"Bu dimana calta" Zevia baru saja tiba. dirumah tapi sudah tidak mendapati calta disana
"Zee ada apa sebenarnya" Tanya ny.sarah kebingungan juga
"Calta tadi ada kesini kan" Tanya zevia dengan nafas memburu juga
"Iya tapi sudah pergi" jawab ny.sarah kebingungan
"Dimana coel.." Tanya zevia
"Coel sudah pergi.."
"Hah pergi kemana bu..." Tanya zevia panik juga
"Loh.. Kalian bilang coel akan pergi kan itu dia sudah pergi" Jawab ny.sarah semakin kebingungan zevia mendapati hal buntu begini semakin kacau ia segera mengeluarkan ponselnya menelpon tanu
"Telpon coel sekarang dimana dia saat ini" Teriak zevia panik
"Iya sekarang.. Jika ketemu ajak dia ke bandara nanti aku jelaskan kita bertemu disana" Ucap zevia lalu menutup telpon
"Zee tunggu ada apa ini" Tanya ny.sarah ikut panik saat melihat ekspresi wajah menantunya itu
"Bu nanti aku jelaskan saat ini aku harus menyusul calta" Jawab zevia sembari berlari menghampiri mobilnya dan kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi juga
"Astaga kenapa bisa kacau beginiii" Zevia mengacak-acak rambutnya kesal
"Bukan begini skenario nya.. Ini siapa yang salah sih" Gerutunya sembari tetap fokus menyetir mobilnya menuju bandara internasional
"Sayang.." Tanu akhirnya tiba juga dibandara bersamaan dengan zevia
"Dimana coel" Tanya zevia buru-buru
"Kenapa kak.." Tanya coel dengan wajah kebingungan
__ADS_1
"Astaga coel kau pergi kemana sih.. Kenapa kacau begini rencananya" Ucap zevia kelepasan
"Rencana... Rencana apa" Tanya lelaki itu semakin kebingungan menatap wajah zevia dan tanu bergantian
"Ahh sudah sekarang kita cari calta.. Dia dibandara ini sekarang" Perintah zevia mendengar calta dibandara pikir coel langsung berbeda dengan isi pikiran zevia serta tanu tanpa menghiraukan aba-aba zevia ia segara berlari mendahului keduanya
"Kenapa jadi gini" Kesal zevia sembari mencari calta
"Jangan lari-larian yang santai saja" Tanu menahan langkah cepat zevia
"Astaga tuhan aku melupakan diriku sendiri" Zevia akhirnya melambatkan langkah kakinya
"Kok jadi gini" Zevia duduk di kursi tunggu dengan nafas tersengal-sengal dan keringat membasahi wajahnya
"Aku gak nyangka kalau coel benar-benar pergi ke bandung" Jawab tanu sambil menyeka keringatnya
"Hah bandung" Zevia terperangah
"Iya.. Aku memintanya untuk ke bandung sesuai dengan rencana kita tapi gak hari ini juga.. dia akan pergi denganku besok ehh malah dia pergi sendiri... Anak itu benar-benar membuatku kesal" Gerutu tanu, zevia tersenyum lucu menatap wajah kesal suaminya
"Kok ketawa" Tanya tanu sembari menatap wajah zevia
"Gak kok.. ayo kita cari mereka berdua" Zevia berdiri dibantu tanu dan mulai berjalan mengitari bandara itu
"Permisi apakah penerbangan tujuan Canada sudah berangkat" Tanya calta dengan nafas memburu
"Sudah nona 5 menit yang lalu" Jawab pramugara dengan ramah
Detak jantung calta berpacu hebat setelah mendengar hal itu..
"Apa benar sudah berangkat" Tanya nya memastikan lagi
"Iya nona"
"Astaga coel teganya kau melakukan ini kepadaku" Calta berjalan dengan langkah gontai dengan air mata yang sudah tidak bisa ia tahan lagi
"Permisi.. Apa pesawat canada sudah berangkat"
"Sudah pak beberapa menit yang lalu"
"Apa kamu yakin benar-benar sudah berangkat"
"Iya pak"
"Aneh sudah 2 orang bertanya dengan hal yang sama benar-benar dejavu" Ucap lelaki itu dengan wajah kebingungan
"Calta kenapa kamu melakukan ini.. kenapa kamu meninggalkan ku dan charlie seperti ini"
"Seharusnya aku tidak membiarkan ini terjadi seharusnya aku memperjuangkan mu bukan malah ingin menyerah kalah seperti ini"
Saat sedang berjalan menjauh dari kerumunan karena tidak memperhatikan langkahnya calta yang sedang menyeka air matanya menabrak seseorang karena pandangannya tidak fokus
"Maafkan aku anda tidak apa- a....pa" Calta menatap tak percaya dan langsung memeluk orang itu
"Kenapa kamu memperlakukan aku begini... Dasar bodoh bajingan... Aku mencarimu sampai seperti orang gila begini kamu malah santai disini... Kenapa kamu pergi hah kenapa, kemarin baru saja kamu mengatakan tidak bisa hidup tanpa charlie lalu sekarang kamu malah pergi meninggalkan kami... APA KAMU TAHU BUKAN HANYA CHARLIE YANG TIDAK BISA HIDUP TANPA MU TAPI AKU JUGA AKU TIDAK BISA HIDUP TANPA MU AKU SANGAT MENCINTAIMU COEL TAPI KENAPA KAMU MELAKUKAN INIIIIIIII...." Teriak calta prustasi sembari mencengkram kerah baju coel dengan erat
"Jawab kenapa..... Kamu benar-benar gila.. Seharusnya hari itu aku membiarkan mu mati saja tapi rasa cintaku terlalu besar untukmu, aku bahkan meninggalkan lelaki yang sangat mencintaiku untuk lelaki egois seperti mu.. Aku bahkan rela melepaskan semua rasa egoisku demi dirimu aku... Jawab aku coell... JAWAABBBBBBB"
"Calta stop... Stop it" Coel langsung memeluknya dengan erat
"Aku mencintaimu aku sangat mencintaimu bukan aku yang pergi tapi kamu.. Kenapa kamu melakukan ini kenapa kamu ingin meninggalkan ku dan charlie kau tahu aku sangat mencintaimu dan charlie bagaimana hidupnya jika jauh darimu... Aku mohon jangan pergi tinggalkan kami, aku janji aku akan memperjuangkan cintaku kembali aku akan menerima semua konsekuensi amarahmu aku terima tapi ku mohon jangan pergi..."
"Hah pergi.. Aku pergi kemana" Calta melepaskan pelukannya dari lelaki itu dan kini baru mereka sadar bahwa mereka menjadi pusat tontonan semua orang dan dipojok sana berdiri zevia dan tanu yang menatap mereka dengan senyum mengembang
"A-apa.. Kita jadi tontonan begini... Aku" Calta menutup wajahnya kesal karena hampir semua orang disana mengabadikan momen mereka bahkan hampir semua mata menatap mereka coel langsung memeluk calta melepaskan jaketnya dan menutup kepala wanita itu dan membawanya pergi menjauh dari kerumunan kepergian mereka mendapatkan sorakan dari orang-orang yang kagum akan perbuatan mereka ada juga yang merasa kesal karena mereka sudah membuat keributan
"Aku sangat malu" Bisik calta didalam pelukan coel yang membawa pergi menjauh dari tempat itu
"Sudah aman.." Coel melepaskan jaketnya dari kepala calta keduanya saling pandang
"Maafkan aku" Ucap coel dengan wajah serius sembari menatap calta
"Ku mohon jangan pergi.." Ucapnya lagi
"Pergi.. Aku. Aku pergi kemana.. Justru kau yang egois kamu ingin pergi meninggalkan ku dan charlie emm maksudku charlie.." Jawab calta dengan gugup
"Aku.. Aku tidak pergi kemana-mana aku hanya akan ke bandung untuk melakukan tanda tangan kontrak" Jawab coel sembari mengingat perintah tanu semalam
"HAH... APA KE BANDUNG... BUKAN KE CANADA" Tanya calta syok mengingat semua ucapan zevia dan tanu semalam
"Bu-bukan.." Jawab coel pelan
"Benar-benar mereka menjebakku begini... Kak zeviaaaa aku akan membalasmu.." Cicit calta kesal sembari mengacak-acak rambutnya
"Emm anu.. Tadi" Coel menatap wajah calta lekat
__ADS_1
"A-apa?" Tanya wanita itu gugup
"Yang tadi kamu bilang itu.. Kamu benar masih mencintaiku.." Tanya coel dengan hati-hati calta menundukkan kepalanya menahan malu dan kesal dengan dirinya sendiri namun teringat kembali semua nasihat zevia tadi pagi membuat hatinya melunak dengan pelan ia mengangguk
"Jadi.. Kamu benar-benar masih mencintaiku jadi selama ini cintaku tidak bertepuk sebelah tangan..."
"Dengar.. Iya aku masih mencintaimu tapi cinta ku sudah tak utuh" Jawab calta dengan cepat coel menatapnya heran
"A-apa ada orang lain dihatimu" Tanya lelaki itu hati-hati
"Ya aku sudah memberikan cinta ini untuk orang lain.." Jawab calta serius
"Si-siapa?" Tanya coel sedikit kesal
"Siapa orangnya"
"Kamu tidak perlu tahu"
"Siapa dia.. Aku ingin tahu apakah dia orang yang baik atau tidak"
"Kenapa memang kau sangat ingin tahu" Tanya calta menjebak
"Karena... Ji-jika dia lelaki yang baik aku akan mengikhlaskan mu untuk bahagia" Jawabnya singkat calta tersenyum simpul
"Bagaimana dia bukan lelaki yang baik, dia saja tercipta dari dirimu" Jawab calta dengan senyum kecil dibibirnya
"Hah gimana maksudnya" Coel mendongak menatap wajah calta ekspresi kebingungannya benar-benar menggelitik hati
"Maksud mu charlie.. Di-dia kan dari aku emm maksud ku milikku ah bukan-bukan dia tercipta..." Coel menggaruk tekuknya memikirkan apa yang harus ia katakan
"Sudahlah.. Ayo kita pulang" Ajak calta
"Tunggu.."
"Apalagi coel.." Calta menghentikan langkahnya dan menatap lelaki itu dengan kesal
"Lalu kita bagaimana?"
"Apanya"
"Itu.. Kita maksudku apa kita.."
"Nanti kita bicarakan lagi.."
"Tidak.. aku ingin dengar sekarang"
"Coel malu banyak orang disini"
"Tidak.. aku tidak peduli aku akan menangis dan berteriak disini jika tidak mendapatkan jawabannya" Jawab coel merengek mengingatkan calta tentang charlie sikap lelaki yang saat ini ada dihadapannya percis seperti sikap charlie saat menginginkan sesuatu
"Coel ayok" Ajak calta
"Tidak"
"Ya sudah aku pergi"
"CALTAAAAAA AKU MENCINTAI" Teriak lelaki itu membuat orang-orang menatap mereka lagi
Calta dengan cepat kembali berlari menghampiri coel dan membekap mulutnya kesal "Cih... Iyaa iya aku mencintaimu ayo pulang..."
Calta menarik lelaki itu dengan kesal dan malu wajah nya sudah merona rasanya tak sanggup berjalan ditempat itu
"Jadi kita kembali"
"Iya kerumah" Jawab calta ketus
"Bukan itu"
"Iya coel iya.. aku kembali kepadamu sekarang puas.. jika puas diamlah kita pulang, hari ini adalah hari yang benar-benar membuat ku malu, aku tidak akan lagi pergi kebandara ini aku sangat malu benar-benar malu...." Calta dengan cepat melangkahkan kakinya seraya terus menarik coel seperti seorang ibu yang sedang membawa putranya
"Atu..tu..tu..tu pasangan lama kita sudah kembali" Goda zevia yang sedang menunggu dilobi bersama tanu
"Kenapa wajahnya ditekuk begitu tayang" Goda zevia
"Le-lepaskan aku" Bisik coel karena calta masih mencengkram dan menjinjing lengan bajunya, calta dengan cepat melepaskan lelaki itu ia menekuk wajahnya kesal menatap zevia
"Kalian benar-benar kak... Aku maluuu" calta menoleh ke belakang dan orang-orang sebagai masih menatapnya
"Dasar kalian semua sakit" Calta dengan cepat berlari masuk ke mobil
"Heii tunggu.. Ayo sayang" Ajak zevia kepada suaminya dan adik iparnya itu, zevia menyusul calta dan menggoda wanita itu dengan semangat selama perjalanan pulang zevia dan calta tak henti-hentinya berdebat membuat tanu dan coel yang ada didepan merasa pusing sendiri dengan tingkah mereka
"Mereka seperti kucing dan tikus jika bersama" Bisik tanu
"KAMI BISA MENDENGARKAN PERKATA KALIAN" ucap keduanya bersamaan membuat coel dan tanu hanya bisa tersenyum kaku dan kemudian mereka berempat kembali tertawa lepas
__ADS_1
Zevia dengan cepat memeluk calta kali ini ia benar-benar melihat senyum dan tawa sang adik yang begitu bebas dan lepas senyum dan tawa yang selalu ia rindukan selama 6 tahun terakhir namun hari ini berkat kesabaran dan keikhlasan mereka senyum itu kembali merekah dan bersemi lagi...