MAFIA CANTIK

MAFIA CANTIK
NS2/Cp.24


__ADS_3

Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. 🥰


Happy Reading's


**


Dia yang tertawanya paling nyaring adalah dia yang menyimpan duka paling mendalam, dia yang selalu tersenyum kepada setiap orang adalah dia yang memiliki luka hati paling besar,, Senyuman dapat menutup luka tapi senyuman tak bisa menyembuhkan luka semakin indah senyumannya semakin besar dan dalam pula luka itu.


"Ayah apa kabar"


Calta duduk disamping makam zoy ditangannya membawa setangkai bunga mawar putih ia meletakan bunga itu di atas makam sang ayah


"Ayah apa kamu bahagia disana, jangan khawatirkan aku.. Aku-- A-aku ba-hagia disini"


Calta menghapus air matanya yang menetes sungguh perih terasa hidup didunia ini tanpa sosok orang tua


"Ayah kenapa dulu kau pergi meninggalkan ku, kenapa ayah" Calta menangis sejadi-jadinya dimakam zoy ia tidak peduli jika ada yang mengatakan ia gila saat itu tapi ia tidak peduli saat ini ia hanya melepaskan semua rasa yang ada dihatinya


"Sayang.."


Calta mendongak saat mendengar suara yang sangat ia kenal betul


"Coel.."


Calta menghampiri coel menghambur kedalam pelukan kekasih hatinya itu melepaskan semua rasa yang ia miliki, coel adalah salah satu orang yang mengenal betul calta setelah zevia coel tahu dibalik semua sikap konyol yang calta tunjukan itu semua topeng semata


"Aku sangat merindukannya" Isak calta sedangkan coel tidak bisa berbuat apa-apa selain mengusap punggung calta coel tahu bagaimana rasa hidup tanpa sosok seorang ayah karena ia sejak kecil tidak memiliki sosok ayah kandung, ayah sambungnya santoso memperlakukan mereka sangat buruk jadi coel tidak pernah tahu bagaimana rasanya disayangi oleh sosok lelaki yang bergelar ayah


"Tenanglah calta ada aku disini" Ucap coel pelan sembari terus menenangkannya


"Hem berjanjilah coel kamu tak akan pernah meninggalkan ku.. Berjanjilah kamu akan selalu menemaniku, berjanjilah untuk selalu bersamaku dalam kondisi apapun" Cicitnya sembari terisak


"Hem selama aku masih bisa bernafas aku akan selalu menemanimu bahkan maut tak akan bisa menghentikan cintaku kepadamu" Bisik coel ia memeluk calta dengan sangat tulus mencium puncak kepala kekasihnya itu


"Coel kenapa kamu sangat pucat tubuhmu juga terasa sangat dingin" Ucap calta namun coel tidak menjawab apapun ia hanya diam dan tersenyum


"Hem mungkin karena akan turun salju jadi cuaca terasa dingin.. Coel ayo per……gi"


"Coel... coel, coel dimana kamu" Calta mencari-cari kemana perginya lelaki itu padahal tadi ia berdiri di sampingku ucap calta heran sepanjang perjalanan menuju mobilnya ia terus memanggil nama coel ia segera berlari menghampiri wanita yang sedang berziarah juga


"Permisi nyonya apakah anda melihat lelaki muda pergi melewati anda" Ucap calta


"Lelaki.. tidak nona saya tidak melihat siapapun disini sepertinya hanya ada aku dan dirimu aku tiba 30 menit yang lalu tidak siapapun yang datang setelahku" Ucapnya dengan serius


"Ti-tidak mungkin nyonya tadi teman saya datang kesini" Ucap calta lagi


"Hem entahlah nona mungkin saya yang tidak melihatnya tapi sungguh tidak ada orang lain selain kita" Balas wanita itu lagi perkataan wanita itu membuat bulu tekuknya meremang


"Lalu siapa yang datang tadi.. itu benar-benar coel wanginya ia itu memang coel tapi kemana dia" Calta melanjutkan langkahnya keluar dari komplek pemakanan itu perasaanya menjadi tak karuan ia masuk kedalam mobil dan menemukan ternyata ponselnya tertinggal didalam mobil itu ada banyak sekali panggilan di ponselnya

__ADS_1


"Kakak, ayah kak tanu ada apa mereka menelponku.." Ucap calta sembari memeriksa daftar panggilannya saat ia sedang mencoba menelpon zevia tiba-tiba zevia lebih dahulu menghubunginya


"Ada apa kak..."


"kamu dimana…?


"Dikomplek pemakanan tadi aku berkunjung ke rumah ayah"


"Pulang sekarang…!"


"Kenapa kak"


"Pokoknya pulang sekarang calta.. cepatlah"


"Iya..iya" Calta menutup telpon dan mulai menyalakan mobilnya


"Semua orang aneh hari ini, coel tiba-tiba menghilang, kak zevia menelpon dengan marah-marah.. Padahal hari ini bukan ulang tahunku" Cibir nya kesal ia segera melajukan mobil untuk pulang


"Aku pulang..." Ucap calta sembari memasuki rumah


"Loh ada mama" Calta menghampiri ny.sarah yang duduk terdiam mematung


"Ma.." Calta duduk disamping ny.sarah wanita itu menatap calta dan segera memeluknya dengan erat dan menangis meraung


"Loh ada apa.. ma kenapa dimana coel" Calta masih kebingungan semua orang terdiam membisu bahkan zevia yang tadi menelponnya dengan buru-buru kini juga membisu


"Ada apa sih" Kesal calta


"Kak zevia tadi kakak meneleponku untuk buru-buru pulang sekarang aku sudah pulang tapi kalian semua diam" Calta menjadi semakin kesal dan khawatir


"Dimana coel.. Apa dia sudah sampai duluan" Ucap calta namun orang-orang yang ada disitu sama-sama saling bertatap-tatapan satu sama lain


"Dek yang sabar tolong tenangkan dirimu" Zevia menghampiri calta dan membawanya duduk


"Tidak kak aku baik-baik saja, aku tidak bisa tenang jika kalian semua diam begini" Calta menolak zevia membawanya duduk


"Calta yang tenang nak" Kini tn.albert yang turun tangan


"tenang apa ayah... Aku baik baik saja oh tuhan tolong lah kalian ini kenapa…?" Calta menjadi prustasi dengan diamnya seorang orang


"Kami belum menemukannya" Om black masuk bersama paman ben sembari menelpon seseorang


"Loh paman ben belum pulang" Calta menatap paman ben dan om black yang ternyata masih ada padahal janjinya mereka akan kembali ke tempat masing-masing hari ini


"Paman, om" Calta menatap ben dan black secara bergantian


"Calta nak.." Paman ben menghampirinya dan memeluknya kebingungan calta semakin menjadi-jadi


"Paman yakin coel akan segera ditemukan dalam keadaan baik-baik saja" Ucap ben pelan calta segera melepaskan pelukan ben dan menatap wajah ben lekat

__ADS_1


"Apa maksud ucapan mu paman, coel baik-baik saja dia tadi bersamaku dimakam" Ucap calta yakin namun ucapannya membuat semua orang semakin terkejut bahkan tangis ny.sarah pun kini semakin menjadi dan ia jatuh pingsan tanu dan zevia segera membawa ny.sarah menuju rumah sakit karena ny.sarah memiliki riwayat sakit yang buruk


"Calta apa yang kamu ucapkan" Ucap paman ben menatap calta heran


"Aku berkata benar, kalian yang kenapa!! Selalu meminta untuk tenang padahal aku baik-baik saja.." Kesalnya ia mengeluarkan ponselnya tampak sedang menghubungi seseorang


"Kenapa tidak aktif sih" Kesal calta


"Kamu menghubungi siapa sayang" Kini ny.maya menghampiri calta


"Coel mom siapa lagi, ponselnya tidak aktif sedari tadi.. Bahkan ia pergi meninggalkan ku sendiri dimakam" Ucap calta namun ny.maya malah menatap tn.albert dengan sedih


"Sayang apa kamu yakin coel menghampirimu di makam" tanya ny.maya


"Tentu saja mom aku bahkan memeluk ya.. Hanya saja.." Calta menggantung ucapannya


"Hanya saja apa"


"Hanya saja coel terlihat lebih pucat dan tubuhnya terasa dingin" Cicit calta pelan


"Calta apa coel tidak memberitahukan mu sesuatu semalam" Ny.maya mencoba menenangkan dirinya sendiri


"Tidak.."


"Calta maaf mommy harus mengatakan ini... "


"Mengatakan apa mom" Kini raut wajah calta mulai sedikit cemas


"Semalam coel pamit kepada Sarah ia mengatakan akan pergi ke paris seharusnya saat ini ia sudah sampai ke tempat tujuannya namun..." Ny.maya menatap calta khawatir


"Apa mom.. ada apa"


"Polisi telah mengabarkan tanu bahwa terjadi kecelakaan tunggal yang dimana... (,ny.maya menarik nafasnya berat) dimana ternyata mobil itu mobil yang digunakan coel"


Jelas ny.maya dengan berat hati calta terdiam tiba-tiba ia tertawa lucu dan menatap sang ibu dengan aneh


"Mommy kalau bercanda jangan seperti inilah.. Ada banyak pilihan kalian untuk mengerjaiku tapi jangan seperti ini" Balas calta


"Akupun berharap itu lelocun nak tapi ini lah kenyataannya" jawab ny.maya dengan berat hati


Calta terdiam keringat dingin mulai membasahi wajah dan tangannya dimana ia tadi jelas melihat itu adalah coel kekasihnya orang yang ia cintai calta luruh ke lantai air matanya mulai menetes ia meraih ponselnya tetap mencoba menghubungi coel tapi kenyataan memang pahit ponselnya tidak aktif lagi dengan prustasi calta berteriak menangis dan meraung orang-orang yang ada disitu kewalahan menangkannya


"Ayah.. apa ini lelucon.. ayah jawab....." Teriak calta namun melihat diamnya tn.albert calta menjadi semakin takut bahwa itu bukan lah lelocun Helloween


"Dimana.. dimana lokasinya dimana ayah, paman antarkan aku dimana dia aku ingin mencari coel paman.." Calta berlutut dihadapan ben dan black


"Calta bangun nak bangun tenang lah polisi sedang mencarinya ia pasti baik-baik saja.." Ben mencoba menenangkan calta


"Ku mohon paman antarkan aku...." Calta terus memohon dengan tangisan pilunya membuat ben merasa iba

__ADS_1


"Bersambung"


__ADS_2