
Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. 🥰
Happy Reading's bub
***
"Ibu... Ibu datang" Teriakan kecil charlie menggema membuat ny.maya dan tuan albert ikut menoleh mencari tahu
"alieee anak ibu.." Calta dengan semangat berlari menghampiri charlie atau biasa dipanggil alie dan menggendongnya dengan semangat membara
"alie rindu ibu" Ucap bocah kecil itu dengan riang, diusianya sekarang charlie sudah sangat pasih berbicara dan berdialog dengan orang lain ia menjadi anak yang periang dan aktif
"Ibu sangat merindukan mu sayang.. Kamu tidak merepotkan opa dan oma kan" Tanya calta ia mengendong charlie dan membawanya duduk bersama didekat ny.maya
"tidak ibu alie baik dan tidak nakal.. Alie kan sudah janji sama mami dan ibu kalau alie tidak akan merepotkan oma dan opa" Jawabnya dengan sangat lucu disertai ekspresi wajahnya yang sangat serius
"Muah pintar anak ibu" Calta mencium pipi gembul charlie dan menggigitnya gemas
"sakit ibu" Rengek charlie saat calta mengigit pipinya
"Calta jangan sakiti cucuku" Kesal ny.maya sembari mencubit gemas calta
"oma jangan sakiti ibu.. Ibu tidak menyakiti ku aku tidak kesakitan oma" Charlie dengan cepat membela memeluk calta dengan tangan mungilnya ia menghapus titik air matanya dengan cepat.. Calta menjadi tersentuh dengan sifat dewasa dan pengertiannya charlie dan besarnya cinta putranya itu untuknya
"Sayang..." calta memeluk charlie dengan lembut mengecup setiap sudut wajahnya
"Sudah ibu sudah cukup" Ia segera turun dari pangkuan calta
"kenapa nak ibu masih kangen" Rengek calta
__ADS_1
"hemm.. alie ingin menemai adek gia bu, dia tidur sendiri di kamar boleh kan" Ia menatap memohon wajah calta, ditatap dengan tulus begitu hati siapa yang tidak akan luluh
"oke sayang silahkan" Calta menyerah, charlie dengan cepat berlari menuju kamar tidurnya dan gia
"dimana alie dan gia" Zevia baru masuk ia membawa beberapa paper bag belanjaannya dan buah untuk tuan albert dan ny.maya yang kini sudah semakin berumur dan harus selalu dijaga kesehatannya
"Baru saja ke kamar katanya ingin menemani gia" Jawab calta ia membuka papar bag dan memberikan kotak perhiasan untuk ny.maya
"apa ini nak.." Tanya ny.maya sembari menerima pemberian putri bungsunya itu.. "Hadiah kecil untuk mommy" Jawab calta dengan bangga ia menghampiri ny.maya dan memeluknya
"Mom.. terima kasih untuk setiap dukungan mu dan ayah" Ucapnya menatap tuan albert juga
"Calta tiap bulan kamu selalu memberikan ku hadiah.. sudah nak kamu tabung saja uangnya untuk masa depan mu dan charlie" Saran ny.maya sebenarnya ia senang calta sekarang sudah menjadi pengusaha sukses dan berhasil
"sudah mommy tenang saja aku sudah menyiapkan semua untuk masa depan charlie dan gia" Jawabnya santai
"tentu saja... bukan hanya kamu dan kak tanu yang bisa menyiapkan masa depan mereka aku akan memberikan yang terbaik untuk anak-anak ku kak" Jawab calta semangat sambil tangannya mencomot buah yang dikupas zevia
"Hemm bagus lah sekarang aku akan pensiun dini kalau begitu" Canda zevia dengan wajah serius
"wah gak bisa gitu lah kak.. Ayo kita bekerja dengan giat untuk masa depan anak-anak kita agar kelak mereka dapat merasakan hidup yang nyaman dan aman"
"iya bawel" Potong zevia dengan cepat
"Oiya calta.."
"mom please" Calta menatap memohon sang ibu ia tahu jika ada kata oiya pasti pertanyaan yang sama akan keluar
"Kenapa sayang apa salah mommy bertanya, aku dan ayahmu sudah tua apa kami salah ingin melihat anaknya menikah" Jelas ny.maya gamblang membuat calta semakin prustasi
__ADS_1
"ya begitulah.. lihat anak ayah dia selalu menghindari pertanyaan itu" Adu zevia kepada tuan albert
"aku tidak suka kak pernyataan itu terlalu monoton.. Oke aku akan menikah tapi nanti" Jawabnya asal
"nantinya kapan" Buru zevia
"yaaa nantilah adalah pokoknya..." calta merebahkan kepalanya di paha ny.maya dan memejamkan matanya dengan penuh kelembutan ny.maya memijit kepalanya
"sudah lah han, zee jangan memburunya terus... Menikah itu bukan ajang lomba, jika ia menikah lalu mendapatkan suami yang buruk kalian bisa apa?" bela tuan albert
"tu dengarkan ayah bilang apa.." Calta tersenyum girang meski matanya tertutup mendengar pembelaan tuan albert untuknya
"Iyaa deh anak bawang.. dibelain terus" Goda zevia, meskipun mereka tahu rasa trauma dihati calta entah sampai kapan akan sembuh.. ia selalu menutup hatinya untuk siapapun 5 tahun ia lalui tidak ada satu lelaki pun yang bisa membuka hatinya ia selalu menutup celahnya
Meskipun zevia berkali-kali menasehatinya namun calta tetap dengan jawabannya 5 tahun lalu hal itu membuat zevia, ny.maya dan ny.sarah khawatir sampai kapan ia akan terus hidup mandiri.
"Mami .." Gia dan charlie berjalan bersama, gia dengan rambut singanya berjalan sempoyongan digandeng kakaknya charlie
"anak ibu" Calta dengan semangat menghampiri gia, begitu juga gadis kecil itu wajahnya langsung sumringah saat melihat calta ia langsung berlari dan menempel dengan erat
"Mami maaf adek gia bangun" Charlie menghampiri calta dan menatapnya serius dengan ekspresi bersalah diwajahnya
"Loh gak apa-apa nak.. Ade gia kalau mau bangun dia akan bangun, alie sudah menjaga adek dengan baik" Jelas calta dengan penuh kelembutan
"Sini peluk mami dulu" zevia mengendong charlie dan mengecup pipi gembulnya
Kehangatan mereka benar-benar selalu terjaga malam itu calta menginap dirumah zevia tidak lupa zevia meminta tanu untuk menjemput ny.sarah mereka berkumpul bersama menghabiskan waktu bercanda dan bercerita canda tawa gia dan charlie menambah kehangatan mereka.
"next episode"
__ADS_1