MAFIA CANTIK

MAFIA CANTIK
CP.32


__ADS_3

Flashback on :


"Kita harus segera kembali ke Indonesia"


Paman Black berdiri membelakangi Zevia yang sedang duduk.


"A..apa" Zevia terbelalak mendengar ucapan pamannya itu.


"Kamu siap kan" Paman Black membalikkan badannya menatap Zevia seksama.


Zevia mengangguk setuju meskipun dalam hatinya ada keraguan kembali ketanah airnya dan mengingat semua yang sudah terjadi beberapa tahun silam.


"Kita harus segera kembali nak, karena keberadaan kita disini sudah tidak aman kamu tenang saja tidak ada yang akan mengenali kita disana, paman tinggal disini sudah 50 tahun sejak paman kecil jadi tidak ada yang mengenali paman di Negara mu" Ucap paman Black menyakinkan Zevia.


"Tapi indentitas kami dibelakang nama kami adalah nama Ayah Zoy orang-orang pasti akan tahu paman karena ayah Zoy adalah orang kepercayaan... A..ayah" Zevia menghela nafas saat mengingat sang Ayah.


"Ini..."


Zevia membulatkan matanya melihat Pasport milik mereka berdua dan disana dibelakang nama mereka tertulis nama Addyson.


"Paman" Zevia merasa haru bagaimana bisa orang yang tidak memiliki hubungan darah dengannya kini menjadi pelindungnya saat ini paman Black memberikan nama belakangnya untuk Zevia dan Calta.


"Nak paman sangat menyayangi kalian, kalian sudah seperti anak-anak paman jadi apapun yang terjadi paman akan selalu ada untuk kalian berdua" Ucap paman Black, Zevia merasa begitu tersentuh ia berdiri dan memeluk paman Black dengan hangat.


"Terima kasih paman" "Flashback off.


________________________________________


Berjam-jam waktu yang akan mereka tempuh untuk kembali ke Negara tercinta Zevia itu.

__ADS_1


sebenarnya ia tidak tahu apakah ia sanggup atau tidak mengingat semua kejadian tragis 16tahun lalu membuatnya merasa tidak nyaman.


"Kak"


Calta menggenggam erat tangan Zevia ia tahu kakaknya merasa tidak nyaman begitu juga dengannya Calta merasa sedih 16 tahun lalu mereka berangkat dengan ayahnya namun kali ini mereka harus pulang tanpa ayahnya.


"You Oke" Zevia membalas genggaman tangan Calta.


"Hm" Calta mengangguk kan kepalanya.


"Tenanglah aku ada disini, kita akan baik-baik saja" Tenang Zevia.


"Kak" Calta kembali memanggil Zevia ia merasa kebingungan bagaimana bisa lelaki itu bisa ikut dengan mereka namun anehnya kali ini lelaki itu berpenampilan berbeda banyak hal yang berubah bahkan Calta hampir tidak mengenalinya.


"Tenang, nanti akan ku jelaskan" Balas Zevia sembari menatap lelaki itu dengan tajam.


"Paman, kenapa Tanu ikut kita ke Indonesia" Protes Zevia tak terima saat tahu lelaki itu akan ikut dalam perjalanan mereka.


"Ya itu adalah salah satu rencananya nak" Jawab paman Black santai.


"Rencana gimana kan gak seperti itu rencana kita,, Kalau Tanu ikut bisa-bisanya kita semua ketahuan paman, bagaimana pun Tanu itu adalah anaknya lelaki itu" Ucap Zevia enggan menyebut nama Sentoso.


"Mereka tidak akan mengenal Tanu"


"Gimana Bisa, Tanu adalah anaknya pasti dia akan mengenali paman" Cemas Zevia takut kali ini mereka akan gagal.


"Tenang nak, Serahkan semua kepada paman, paman tidak akan mungkin melakukan hal ini jika paman tidak mencari tahu lebih dahulu" Ucap paman Black.


Zevia terdiam ia akhirnya yakin bahwa pamannya benar bagaimana pun ia yakin kepada paman Black bahwa lelaki itu akan menjaga mereka.

__ADS_1


"Baiklah, terima kasih paman" Ucap Zevia hendak berlalu pergi.


"Hanya terima kasih" Ucap paman Black tersenyum.


Zevia menarik sedikit sudut bibirnya dan memeluk erat pamannya itu dan mengucapkan terima kasih karena lelaki itu rela mempertaruhkan nyawa untuk mereka.


Flashback Off.


Kini Zevia tahu pamannya benar lelaki itu seperti bukan Tanu sangat berbeda bagaimana bisa pamannya mengubah bentuk Tanu dalam waktu 2 hari kini lelaki itu terlihat lebih dewasa dengan perawakan seperti itu, brewok tumbuh wajahnya, penampilannya terlihat berantakan namun jujur itu sangat keren, hidung mancung dan mata berwarna grey itu membuatnya terlihat sangat tampan.


Zevia menggelengkan kepalanya bagaimana bisa ia berpikir seperti itu sedangkan ia adalah selalu menanamkan kepada dirinya bahwa ia adalah sosok wanita dingin, kejam dan bengis anti cinta-cintaan.


"Kak sejujurnya aku takut jika kita kembali kesana" Bisik Calta kepada Zevia yang membuatnya tersadar dari lamunannya kepada Tanu.


"Tenanglah, ada aku disini dan paman black yang akan melindungimu" Ucap zevia meyakinkan adiknya itu.


Calta mengangguk setuju dan memeluk erat tangan Zevia.


"Ayah aku kembali ketanah kelahiran ku, aku sangat merindukan ayah.. Kayla mu sudah besar ayah maafkan kalya mu karena tidak menepati janji untuk tidak mengikuti jejakmu.. Kayla mu tidak sanggup hidup baik-baik saja sedang kan ayah dan Ibu hidup dalam derita... Semoga ayah tenang disana.. Kayla janji jika nanti kayla mu berhasil membalaskan semuanya Kayla mu akan membawa Ayah ke tempat yang lebih baik dan Kayla janji kayla akan membahagiakan mamah sebaik mungkin.. Berikan Kayla restu mu ayah... Kayla merindukan ayah"


Bisik Zevia dalam hati sembari terus memperhatikan awan yang mereka tembus, menahan rindu kepada orang yang tiada lebih menyakitkan daripada menahan luka yang menganga.


Begitu kira-kira yang Zevia rasakan setelah 16 tahun akhirnya ia bisa kembali ketanah Air tercintanya namun kali ini ia kembali bukan dengan Indentitas Albert ataupun Zoy melainkan identitas lain yang tidak pernah dikenali orang-orang.


Orang-orang hanya akan menganggap mereka WNA yang sedang berlibur karena wajah Zevia dan Calta begitu dominan wajah barat bukan asia.


Sesekali Tanu menatap Zevia yang terlihat murung entah kenapa ia merasa bahwa keadaan Zevia sedang tidak baik-baik saja namun ia merasa tidak nyaman untuk berbicara kepada gadis itu, ia merasa bersalah atas kesalahannya yang adalah seorang anak Sentoso.


( ╹▽╹ ) SEDIH BANGET NASIB TANU 😭😭

__ADS_1


__ADS_2