MAFIA CANTIK

MAFIA CANTIK
NS2/Cp.33


__ADS_3

Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. 🥰


Happy Reading's bub


**


Zevia menatap jam di dinding sudah pukul 12 tapi calta belum juga keluar, apa dia merasa bersalah.. Ucap zevia dengan pelan ia berjalan naik ke atas mengetuk pintu kamar calta


Zevia iseng membuat knock pintu dan pintu terbuka calta nampak memang sedang terbaring dengan mata tertutup.


"Hemm.. Disini sangat gelap" Ucap zevia iseng ia membuka jendela dan mematikan ac berhubung sedang musim panas jadi cuaca sangat terik


"Iss panas..." Calta akhirnya membuka matanya setelah 30 menit mencoba memejamkan matanya dan berselimut ia bermandikan keringat karena suasana hening ia mengira zevia sudah pergi dan deg jantungnya terasa lepas saat ia turun dari ranjang dan mendapati zevia sedang duduk menatapnya dengan tatapan tajam dan dingin


"Ka-kakak kenapa ada disini" Ucap calta dengan suara serak dan bergetar


"Hemm sengaja karena ka.."


"Kak maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk merusak kebahagiaan mu dan kak tanu.. aku tidak tahu tiba-tiba ingin bercerita masalalu kepada kak tanu, tapi sungguh kak aku tidak bermaksud menjadi pelakor untukmu maafkan aku kak tolong jangan usir aku.. Kak jangan diam kan aku lagi, aku hanya punya kamu kak kamu adalah kakak terbaikku.. Kak jangan diam saja, kak" Calta memotong ucapan zevia sehingga membuat zevia terdiam sekaligus merasa lucu serta bersalah sebegitu takutnya kak calta kepadanya


"Kak jangan diam saja" Ucap calta kini ia sudah benar-benar tidak bisa menahan air matanya lagi


"Kak bica.."


"Bagaimana aku bisa bicara kalau kamu terus mengoceh tak jelas" Balas zevia membuat calta terdiam, ia menggaruk kepalanya asal dan terdiam


"Calta apa aku pernah mempermasalahkan tentang lelaki.. sejak dulu aku memberikan kesempatan untukmu mendekati tanu tapi kamu malah memilih coel dan membuatku menikah dengan tanu lalu apa yang ki takutkan aku takut kamu merebut tanu.. Oh calta aku tidak bermasalah dengan hal itu aku lebih suka berkelahi dan memperebutkan wilayah dan melawan para mafia gangster daripada harus berkelahi karena cinta" Ucap zevia tegas, lugas dan jelas


"Kak.. kamu tidak marah padahal aku belum cerita apa-apa" Ucap calta


"Tanu sudah memberitahukan ku" Jawab zevia santai

__ADS_1


"Sudahlah jangan berpikir macam-macam.. Kita harus hidup dengan baik, kamu hiduplah dengan baik dan carilah lelaki baik.."


"Kak.." Calta menatap zevia kesal, sejak kepergian coel calta memang selalu menolak jika membahas pernikahan


"I-iya maaf tapi, em maksudku nanti siapa tau pikiranmu bisa berubah" Jawab zevia pelan sembari menggaruk batang hidungnya asal


"Hem tidak akan pernah berubah kapanpun kak, aku akan tetap memilih hidup sendiri.. Aku memang sudah mengikhlaskan nya kak tapi cinta ini, rasa dan tubuh ini tidak bisa merelakannya" Balas calta dengan mata berkaca-kaca zevia hanya bisa terdiam mendengar ucapan yang keluar dari bibir adiknya itu dan ia tahu bahwa ucapan itu tidak main-main karena calta bukanlah orang yang suka bermain-main dengan janji


"By the way hari ini ada jadwal cek up kandungan mu.. ayo siap-siap aku akan menunggu dibawah" Ucap zevia sembari berjalan meninggalkan kamar calta dengan perasaan sedih.


"Hari ini kita akan bertemu baby, ada mami zevia dan mami calta.. Maaf ya kamu tidak bisa bertemu papa mu tapi mami janji akan menjadi papa mu juga kamu tidak akan kekurangan kasih sayang honey" Ucap calta dengan senyum merekah diwajahnya hari ini ia mengenakan dres terusan berbahan satin polos berwarna pink ia mengusap perutnya yang mulai membuncit jika dihitung-hitung usia kehamilannya kini mungkin sudah memasuki 4 bulan mengingat ia dan coel melakukan itu 4 bulan lalu.


Calta menarik nafasnya berat didepan cermin besar ia mengusap perutnya dengan sayang, jika papa mu masih ada ia pasti akan sangat menyayangimu nak seperti ia menyayangi mami" Bisiknya seolah-olah bayi diperutnya mendengar semua ucapannya


"Calta ayo cepat" Teriak zevia dari bawah menyadarkannya ia dengan cepat menghapus air matanya dan pergi untuk cek kandungan


"Dok bagaimana kondisi bayinya" Tanya zevia setelah dokter selesai melakukan USG kepada calta


"Tentu saja" Jawab zevia dan calta bersamaan.


"Wah dia akan sangat beruntung memiliki 2 ibu yang sangat menyayanginya" Ucap dokter itu senyum merekah


Deg...deg...deg...deg...deg...deg..deg...deg...


"Sayang..." Calta mengusap air matanya saat mendengar suara detak jantung bayi kecilnya zevia juga tak kalah terharunya ini pertama kalinya ia mendengar detak 2 suara detak jantung dari dalam satu manusia sungguh keajaiban tuhan.


Calta menjadi sangat emosional ia menangis sesenggukan setelah mendengar detak jantung bayi nya sungguh pengalaman yang luar biasa


"Dengar kan detak jantungnya sangat baik.. Kandunganmu saat ini sudah memasuki usia kira-kira 19/20 minggu atau 4 bulanan sudah jadi sekali-kali kamu akan merasakan gerakan kecil nya......" Dokter menjelaskan kepada zevia dan calta.


"Kak andai coel ada pasti dia akan sangat senang.. sama seperti kita" Ucap calta setelah mereka selesai melakukan cek up dan dalam perjalanan pulang

__ADS_1


"Tentu aku saja sangat terharu mendengarnya.." Balas zevia dengan tetap fokus menyetir


"Kak terima kasih sudah mengajarkanku untuk tetap bersyukur dalam keadaan ku ini.. Dokter benar baby akan sangat beruntung memiliki dua mami yang sangat menyayanginya dan ia memiliki 2 papa juga.." Calta menutup mulutnya setelah ucapannya itu


"Kak.. maaf maksudku 1 papa, papa coelnya" Ucap calta takut


"Loh.. kamu tidak menganggap tanu papa nya juga ya" Balas zevia kesal


"Loh kakak tidak marah kepadaku" Tanya calta kebingungan


"Calta sejak awal kita setuju, aku, kamu, Tanu dan coel adalah orang tua baby itu kita keluarga.. Aku berjanji kepada mu baby tidak akan pernah merasakan kekurangan kasih sayang ayahnya" Ucap zevia penuh kelembutan dan juga keseriusan, calta lagi-lagi menjadi sangat sensitif ia kembali menangis bahkan sampai sesenggukan kali ini ia menangis hampir 1 jam dan zevia tidak bisa membawa mobil dalam kondisi mereka berdua begini jadi mereka berhenti dan duduk ditaman sampai calta merasa puas menangis.


"Ck, apa hamil memang seperti itu" Cibir zevia saat melihat calta yang kini sedang menangis dihadapan pohon cemaran


"Ia bahkan sudah menangis dihadapan 15 pohon disini.. kapan selesainya" Kesal zevia karena calta masih terisak-isak


"Kak... Ayo kerumah mamah aku ingin makan disana"


"Way.." Zevia tersentak kaget saat calta sudah berdiri dihadapannya namun tidak lagi menangis ia justru tersenyum girang


"Kamu hamil atau gila sih" Cibir zevia


"Kakak..." Calta melipat tangan didepan dadanya kesal dan memasang wajah cemberut


"Iya iya.. ayo pergi" Jawab zevia pasrah


"Yey.." Calta malah melompat dan berlari mendahului zevia


"Calta gila kau bagaimana kalau baby nya kenapa-kenapa" Kesal zevia ia berlari menyusul calta yang sudah ngibrit seperti dikejar setan


"Bersambung"

__ADS_1


__ADS_2