
Happy Reading's bub
***
Pagi hari alexa terbangun dengan posisi tidur masih tergeletak dilantai seluruh tubuhnya terasa ngilu dengan cepat ia segera bangun saat melihat jam didinding sudah pukul 9.. Alexa berjalan pelan menatap wajahnya di pantulan cermin besar dihadapannya matanya terlihat sembab teringat hampir semalaman ia menangis
Alexa membuka pintu kamarnya suasana sudah sepi dengan langkah pelan ia melewati kamar coel tidak ada suara dari dalam sana acuh itulah yang coba dilakukannya ia berusaha mulai mengacuhkan lelaki itu meskipun rasanya sangat sulit
Setelah mandi dan membersihkan diri Alexa mengemas semua barang miliknya dan pergi ke dapur untuk membuat sarapan biasanya ia selalu bangun pagi menyiapkan sarapan untuk lelaki itu meskipun jarang disentuh namun ia tetap dengan pendiriannya ingin menjadi pasangan yang baik namun kali ini alexa hanya membuatkan sarapan untuknya seorang diri
"Avocado toast i love it" Ucap alexa sembari menikmati makanannya
"Morning"
Bruusss kopi dingin yang sedang alexa minum menyembur keluar saat suara seseorang menyapanya terlebih suara itu sangat familiar di telinganya tapi mustahil
"Mana sarapanku" Ucapnya bertanya lagi sembari menarik kursi dan duduk dihadapan alexa yang tertegun menatapnya
"Sarapan maksudmu" Tanya alexa mencoba cuek dan mengabaikannya
"Iya sarapan aku sangat lapar.." Ucapnya lagi sembari menatap alexa dengan pelan senyum kecil dibibirnya membuat alexa bagaikan ditimpa timah panas membuatnya tidak sanggup harus melakukan ini
"Bajingan.. Alexa please abaikan dia please" Monolog batinnya ia tetap mencoba mengabaikan coel lelaki itu bersikap sangat aneh pagi ini
"Apa kamu tidak membuat sarapan lagi untukku" Ucapnya lagi bertanya, alexa memejamkan matanya dan menyerah seraya tangannya meletakan roti di piringnya dan beranjak berdiri membuatkan lelaki itu sarapan seperti biasa nasi goreng mentega
"Bagaimana aku bisa mengabaikannya dia yang tidak pernah tersenyum denganku dan hari ini memberikan senyuman itu meskipun sedikit..." Monolog batin alexa lagi hatinya terasa hangat
"Ni makan" Alexa meletakan piring dihadapan lelaki itu setelah 15 menit berdiri di dapur
"Terima kasih"
Uhukkk alexa tersedak kopi yang ia minum dan membuat kopi itu membasahi bajunya dan dengan pelan tangannya membasuh wajahnya pelan sembari menatap lelaki itu, dan bertanya.. "kamu baik-baik saja bukan"
__ADS_1
Coel tersenyum tipis dan mengangguk setuju sembari menyuap sarapannya dengan lahap membuat alexa merasa apakah dunia sudah berubah dalam semalam apakah ia bermimpi
"Kamu tidak bermimpi" Coel menatapnya alexa terdiam bagaimana bisa ia tahu isi hatiku" Bisik hatinya lagi
"Alexa maafkan aku"
"Maafkan aku yang selalu bersikap kasar denganmu aku tahu sifatku memang buruk dan tidak pantas untuk dimaafkan.. Jujur aku memang tidak pernah bisa mencintaimu tapi ku harap kita bisa menjadi teman maybe sahabat" Coel menatap alexa yang terlihat kebingungan namun ekspresi wajah wanita itu terlihat dingin tidak seperti biasanya yang selalu tersenyum dan semangat
"Jika itu baik menurutmu silahkan saja"
Jawaban template nya membuat coel melongo kebingungan mengapa responnya biasa saja bahkan ia mengira alexa akan memberikan respon semangat dan berlebihan
Setelah menyelesaikan sarapannya alexa pergi meninggalkan coel sendiri
"Bawa kunci rumah jika kamu keluar" Ucapnya sebelum ia naik ke tangga dan menuju kamarnya
"Kenapa" Tanya coel tapi jangankan menjawab pertanyaan lelaki itu menoleh saja ia tidak
Alexa masuk dan mengunci diri didalam kamar menatap pakaian miliknya yang sudah rapi dikemas dalam koper besar
"Sahabat, teman... Ck, aku tidak memerlukan semua itu coel.. Cintamu aku memerlukan cintamu jika tidak bisa memiliki cintamu untuk apa aku disini..." Alexa menutup koper miliknya menunggu lelaki itu pergi agar ia bisa segera pergi juga tanpa harus diketahui olehnya
Coel berjalan di koridor rumah sakit setelah melakukan pendaftaran ia sekarang harus menunggu namanya dipanggil perasaan resah dan gundah bersarang dihatinya saat ini
tiba saatnya namanya dipanggil coel berjalan masuk menghampiri zevia yang sudah rapi dengan setelan pakaian kerjanya sebagai seorang dokter, zevia mulai melakukan pemeriksaan untuknya berjalan hampir 2 jam
"Sulit.. Kamu sudah sangat lama mengalami hal ini kenapa tidak ada tindakan pengobatan?" Tanya zevia sembari menatap wajah coel yang duduk dihadapannya
"Saya tidak tahu dokter tapi wanita yang menyebut dirinya istri saya selalu mengatakan bahwa saya baik-baik saja" Jawabnya
"Baik-baik saja bagaimana kondisi anda sudah memburuk seperti ini.. Apa kamu memiliki benda atau sesuatu barang yang bisa membuatmu merasa kilas balik hidupmu dulu", Tanya zevia lagi namun ia hanya menggelengkan kepalanya membuat zevia hanya bisa menghela nafas kasar
"Baik pemeriksaannya kita lanjut minggu depan.. saya akan mencoba membantumu sebisa saya tapi anda juga harus berusaha sendiri" Ucap zevia sembari memberikan resep obat untuknya
__ADS_1
"Terima kasih dokter" Ucapnya pelan sebelum pamit pergi
Zevia menyandarkan punggungnya memejamkan matanya pelan mengingat coel yang ia kenal sangat humble dan hangat tidak sedingin ini.. Aku tidak tahu apakah aku bisa membantumu atau tidak" Ucap zevia pelan berdialog dengan dirinya sendiri
"Aku pulang..." Coel dengan ekspresi tenang memasuki rumah kini hatinya terasa lebih baik dan tenang namun bukan hanya hatinya tapi suasana rumah pun kini menjadi terasa tenang dan sepi tidak ada tanda-tanda kehadiran alexa biasanya wanita itu akan langsung menyambut kehadirannya dengan seribu pertanyaan
"Kenapa sunyi sekali" Coel melangkahkan kakinya masuk mencoba mencari keberadaan alexa
"Alexa.."
Tangannya memutar knock pintu kamar wanita itu tapi hening tidak ada suara apapun didalam sana
"Alexa" Ucapnya pelan sembari mendorong kepalanya masuk untuk mencari tahu melihat tidak ada keberadaan orang yang ia cari coel membuka pintu itu lebar-lebar dan memberanikan diri memasuki kamar itu
"Kemana dia"
Pandangannya mengedar mencari keberadaan alexa hingga pandangannya tertuju ke lemari pakaian entah dorongan apa yang memintanya sehingga dengan pelan tangannya membuka pintu lemari itu dan jantung coel berdetak tak karuan saat melihat lemari itu kosong tidak ada pakaian sepotong pun disana
"Alexa.. kemana dia" Coel segera berjalan mengitari rumah namun tidak ada siapapun disana
"Bandara..." ia berlari menuju mobilnya dan melaju menuju bandara
"Kau pergi... Meskipun aku tidak pernah bisa menerima cintamu tapi aku tidak pernah menginginkan kamu pergi" Ucapnya pelan sembari membayangkan buruk sifatnya selama ini kepada wanita itu
Setibanya di bandara coel mencari kemana-mana sembari memanggil ponsel alexa tapi tetap sia-sia ponselnya tidak bisa dihubungi
"Aku harus mengecek jadwal penerbangan nya" Ucapnya pelan sembari berlari mencari tempat ia yang ia harus tuju guna mencari keberadaan alexa dan mencegah kepergiannya
...
Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. 🥰
"Next Episode"
__ADS_1