
Happy Reading's bub
***
3 Tahun berlalu begitu cepat kehidupan calta yang semula begitu rumit dan kacau berangsur-angsur membaik dimana dengan kelapangan hatinya ia memilih untuk melupakan semua kesakitannya ya bagaimanapun calta maupun coel tidak pernah menginginkan hal itu terjadi didalam kisah mereka karena kehidupan adalah sebuah misteri yang sangat besar dan unik tidak ada yang bisa menulis takdirnya sendiri, yang terjadi adalah takdir yang telah ditentukan untuk kita .... ♥
"Sayang hati-hati... astaga apa yang kamu lakukan kenapa melakukan hal itu, ayo turun ..sayang turun astaga"
"oh coel please ini kehamilan ketiga ku biasa saja deh gak usah lebay gitu..." Teriak calta dari atas loteng ia sedang memasang baut jendela yang terlepas
"Sayang apa aku ini tidak bisa melakukan hal itu sampai-sampai kamu yang sedang hamil besar malah naik ke sana" Kesal coel yang sedang mewanti-wanti calta yang sedang berdiri santai di balkon rumah mereka
"Sudah diamlah aku menjadi mual mendengar mu berbicara begitu tunggu saja aku dibawah" Teriak calta dengan tetap fokus melakukan pekerjaannya
"Dasar keras kepala.. Aku melihatnya saja ngeri" Cibir coel berlalu masuk
Seorang balita usia 2 tahun yang belum lancar berbicara berjalan mendekati coel
"Anak ayah.. Nanti jangan seperti ibumu yaaa bisa-bisa ayah mati jantungan.." Goda coel sembari meraih gadis kecil itu dan membawanya kedalam gendongannya sembari terus menimang-nimang putri kecilnya
"Heh aku dengar semua" Tiba-tiba calta berdiri berkacak pinggang dibelakangnya dan menatapnya kesal
"Ehh ku kira kamu masih diatas.." Coel tertawa lucu melihat penampilan istrinya dengan celana pendek dan baju kaos oversize yang terlihat mini oleh perut buncitnya
Calta ikut tersenyum geli sembari mengusap-usap perut buncitnya ia duduk disofa khusus bumil yang sengaja ia desain sendiri seperti keinginannya
"Calea sini nak.." Calta memanggil putri kecilnya kehadiran calea dalam hidupnya membuat hari-hari mereka menjadi lebih berwarna.. Calta menatap lelaki yang saat ini sedang membuatkan susu untuk putrinya lelaki yang 3 tahun lalu mantap meminangnya setelah terpisahkan bertahun-tahun dan digoncang cobaan silih berganti namun hebatnya cinta lelaki itu tak pernah berubah walau setitik
3 tahun lalu setelah ia memaafkan lelaki itu ia merasa hidupnya menjadi lebih santai dan ringan tidak ada lagi beban yang membuatnya merasa bersalah dalam hal apapun, setelah memantapkan hatinya untuk menikah calta dan coel memantapkan hati juga untuk pindah ke pulau Bali yang memiliki pantai selalu menjadi favorit mereka memulai kembali hubungan dari nol
Menjalankan semua bisnis disana calta tetap dengan pendiriannya menjadi pengusaha dan pebisnis sukses ia memiliki Beberapa BAR dan Restoran terkenal di kota itu namun meskipun sang istri sudah sukses bukan berarti coel bisa melenggang bebas dan ongkang-ongkang kaki ia juga memulai kembali bisnis nya dari titik terendah dengan dukungan dan kehadiran sang istri serta anak-anaknya akhirnya ia berhasil membangun perusahaan raksasa yang keuntungannya kadang tidak masuk akal.
Ny.sarah ibunya Tanu dan Coel serta mertuanya Zevia dan Calta memilih untuk tinggal bersama Calta dan Coel di Bali bukan tanpa alasan saat ini calta memiliki balita dan sedang hamil besar juga kehadiran ny.sarah sedikit banyak bisa membantu calta meskipun wanita yang saat ini berusia 31 tahun itu selalu melarang ibu mertuanya melakukan hal-hal yang dapat membuatnya kecapaian
"Loh kalian belum siap-siap" Ny.sarah yang kini berusia hampir 60 tahun masih terlihat segar dan sehat kecantikannya masih terpancar
"Aku sudah siap tapi menantu ibu ini masih santai" Jawab coel menunjuk istrinya
"Loh aku sudah siap dari tadi..." Jawab calta acuh sembari memeluk calea
"Siap dari mana.. dia baru saja turun dari balkon atas bu" Adu coel
"Astagaaa calta.. berapa kali ibu bilang kamu sedang hamil besar jangan suka naik-turun tangga lah ini malah manjat balkon.. Benar-benar ya kamu" Tegur ny.sarah calta hanya tersenyum kikuk sembari meminta maaf dengan ibu mertuanya
"Awas ya" Cibirnya mencuri tatap coel yang sedang tersenyum penuh kemenangan
"Udah ayo kita berangkat.. Mereka sebentar lagi akan sampai" Ajak ny.sarah
"Calea ayo cu.. Jangan dekati ibu dan papamu" Ajak ny.sarah membawa cucunya pergi
"Libur seminggu ya" Calta mendekati coel dan mencubit perutnya kesal
"Aduh... Janganlah yang sekarang kalau bisa kita tengok dulu si baby nya" Goda coel membuat calta terperangah tak percaya akan ucapan suaminya
"Benar-benar binal.. Ayo cepat nanti ibu merajuk lagi" Ajak calta dan keduanya tertawa bersama
Benar saja tidak perlu menunggu lama teriakan ny.sarah kembali terdengar
"Nah kan.. padahal dulu ibu gak suka teriak-teriak tapi semenjak cucunya jadi banyak dia menjadi sensitif" Goda calta dan coel mengangguk setuju dengan tawa renyahnya
Calea menepuk bahu calta lembut seolah bertanya mereka akan kemana meskipun tidak lancar berbicara namun balita itu tetap semangat mengoceh melatih diri
"Kita akan kee... rahasia.." Jawab calta menggoda putri kecilnya itu
"Sini ikut ibu" Ajak calta
"Heh jangan macam-macam nanti perutmu tergencet" Tegur ny.sarah dan calta tertawa geli mendengar ucapan sang mertua
"Ibu bisa aja" Jawab calta disela tawanya, 30 menit perjalan yang mereka tempuh akhirnya mereka tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali calta turun dengan perlahan disusul oleh ny.sarah dan calea
"Sayang aku pakir mobil dulu ya" Pamit coel
Calta berjalan digandeng ny.sarah dan calea ia berjalan di tengah-tengah keduanya "kita duduk disitu dulu" Ajak ny.sarah menuntun calta untuk duduk
"Bu aku ke WC dulu yaa.. Titip calea nanti kalau mereka datang duluan kalian tunggu aku di mobil saja" Calta pamit pergi ke toilet karena hamil besar membuatnya tidak bisa jauh dari toilet bahkan terkadang ia harus menggunakan diaper dewasa namun hari ini ia tidak menggunakannya karena hanya sebentar saja
"astaga maafkan aku aku tidak sengaja " Calta yang posisinya berjalan cukup lambat sedangkan ia sudah kebelet akhirnya tidak fokus berjalan dan menabrak seseorang karena melihat wanita itu berparas kan orang luar calta berdialog inggris dengannya
"Iya gak apa-apa" Jawab wanita itu sopan dengan berbahasa inggris juga calta tersenyum sopan lalu pamit
"Ahh leganya hampir saja rembes.." Ia berjalan menuju wastafel untuk membasuh tangannya
"Eh kamu.." Wanita yang tadi ia tabrak menyapanya, keduanya bertemu lagi di toilet kali ini wanita itu berbahasa indonesia setelah mendengar calta berdialog indonesia
__ADS_1
"Oh iya.. Kamu bisa bahasa Indonesia" Tanya calta sopan
"Ha..ha tentu saja bisa aku orang bandung kok" Jawabnya dengan sangat ramah
"Ohya.. Aku kira kamu orang luar soalnya bahasa Inggris mu bagus banget dan kami cantik sekali" Tanya calta keduanya sama-sama fokus mencuci tangan sembari berbincang
"Gak lah tapi makasih loh pujiannya.. Aku memang lama tinggal di luar negeri buat kuliah dulu eh taunya kerja disana juga trus dapat suami orang sana.." Jawabnya dengan tawa pelan mengingat takdirnya
"Udah berapa bulan.." Tanya nya kepada calta sembari memperhatikan perut besar calta
"Udah 9 bulan" Jawab calta seketika wajahnya menjadi tegang calta dengan jelas melihatnya menelan kembali saliva nya
"Tenang... kata dokter sekitar 2 minggu lagi" Calta buru-buru menenangkannya
"Aku benar-benar panik kalau mendengar orang akan melahirkan.. Karena ini juga akan menjadi yang pertama kalinya untukku" Jawabnya sembari mengusap perutnya juga
"Loh kamu hamil juga" Calta menatap perutnya yang terlihat rata
"Hehe iyaa udah 6 bulan.." Jawabnya malu-malu calta melotot tak percaya, bagaimana bisa dia hamil 6 bulan tapi perutnya terlihat kecil dan rata sedangkan perutku sudah seperti balon udara" Bisik calta dalam hatinya namun jika diperhatikan lagi memang ada tonjolan kecil dibalik baju terusan yang digunakannya selain itu tubuhnya juga sangat ramping dan proposional
"Ehh yuk sama-sama aja" Ajaknya calta kembali dari lamunannya dan keduanya keluar bersamaan dari toilet menceritakan suka duka kehamilannya bahkan wanita itu banyak bertanya tentang kehamilan saat tahu calta sudah 2 kali melahirkan
"Astaga kita banyak berbincang tapi tidak saling tahu nama.." Goda wanita itu calta langsung tertawa lucu mengingat keduanya belum berkenalan
"Aku oca.."
"Calta" Sambut calta dengan cepat menyambut uluran tangan wanita itu
"Kamu nunggu dimana" Tanya calta melihat sekitar dan ny.sarah serta calea masih ada di tempat semula
"Aku lagi nunggu suamiku cari taksi.." Jawabnya kebingungan
"Udah yuk ikut aku kita nunggu disana aja.. Aku juga lagi nunggu keluargaku... Yuk" Ajak calta keduanya begitu cepat akrab calta membawanya menuju ny.sarah yang sedang memperhatikan calea bermain
"bu mereka belum sampai" Tanya calta
"Belum sepertinya sudah landing tapi masih melakukan beberapa proses dulu kita tunggu aja lagipula coel sudah menunggu mereka disana" Jawab ny.sarah sembari memperhatikan wanita yang digandeng calta
"Oiya bu kenalin ini Oca.." Calta memperkenalkan wanita cantik itu kepada ny.sarah
"Haloo tante.." Oca dengan nada bicara lembutnya menyapa ny.sarah disertai senyum manis dibibirnya
"Halo.. Ehh ayo duduk duduk jangan berdiri aja ibu hamil gak bagus terlalu banyak berdiri" Ny.sarah menepuk bangku disebelahnya
"Ya taulah.. aura orang hamil itu beda loh, keliatan lebih positif dan bercahaya" Jawab ny.sarah serius
Calta dan Oca duduk bersebelahan sembari berbincang hangat seputar kehamilan apalagi ada ny.sarah oca dengan semangat menanyakan beberapa hal yang belum ia ketahui tentang kehamilan
"Ehh maaf bentar ya suami aku telpon" Oca mengeluarkan ponselnya dan menjawab telpon itu
"sayang..." Teriaknya sembari melambaikan tangan kepada seorang lelaki yang sedang celingak-celinguk berbicara ditelpon seperti sedang mencari seseorang
"Sini..." Panggil oca, calta mengernyit keningnya saat melihat paras dan postur tubuh lelaki tersebut cukup familiar untuknya
"Sayang kenalin ini sahabat baru aku dia baik bangett yukk..." Oca membawa suaminya mendekat ke arah calta dan saat calta mendongak menatapnya dan pandangan mereka bertemu calta merasakan hal yang tak nyaman dibatinnya
"Ka-kamu" Lelaki itu menatap wajah calta dengan senyum kecil dibibirnya dan kemudian melirik perut buncit calta seketika senyumannya surut dari wajah tampannya
"Loh kalian saling kenal" Tanya oca sedikit kebingungan.. Calta yang tidak ingin membuat wanita itu merasa khawatir langsung berdiri dan mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan lelaki itu
"Ia kenal kok.. dulu kami rekan bisnis tepatnya sih sekitar 3/4 tahun lalu udah lama juga.." Jawab calta pelan
"I-iya kami dulu pernah kerja sama.. tapi udah lama banget" Jawab lelaki itu ia dengan cepat menggandeng tangan oca, calta tersenyum simpul
"Apa kabar" Tanya lelaki itu, calta mengangguk pelan
"Baik.. Sangat baik bahkan aku gak nyangka bisa ketemu kamu disini dan yaa sekarang kamu bawa istri aku senang banget" Calta mengeluarkan kata-kata paling jujur karena meskipun ia sudah bahagia bersama keluarga kecilnya tidak dapat dipungkiri kejadian masalalu membuatnya merasa bersalah dengan dion lelaki yang pernah menjadi bagian dari masa lalunya itu
Dion melirik jari manis calta dan disana tersemat cincin yang dimana pernah ingin ia sematkan dijari wanita itu namun kini cincin itu bukan lagi melambangkan cinta keduanya namun dion merasa senang setidaknya calta akan selalu mengingatnya
"Kenalin ini mertuaku dan putri ku calea" Calta memperkenalkan ny.sarah dan ya tentu saja dion masih mengingatnya begitu juga ny.sarah ia langsung berdiri dan memeluk dion
"Kamu benar-benar lelaki yang baik nak.." Ny.sarah memeluk dion dengan tulus sebenarnya oca sedikit kebingungan dengan hal ini namun melihat sifat calta yang biasa saja ia bisa sedikit tenang.
"Dimana suamimu" Tanya dion menatap calta
"Emm dia sedang menjemput yang lainnya.." Jawab calta
"Calta kami pamit dulu ya.. Aku minta nomor ponselmu dong aku pengen banget sahabatan sama kamu boleh gak" Oca menghampiri calta membawa ponselnya
Calta menatap dion dan lelaki itu menganggukkan kepalanya setuju setelahnya calta memberikan nomor ponsel
"kami duluan ya" Oca memeluk calta dan mengusap perutnya semoga lahirannya lancar dan kalian berdua sehat-sehat yaa.." ucapnya sembari mengelus perut calta
__ADS_1
"Tante aku duluan" Pamitnya menghampiri ny.sarah dan memeluknya juga, setelah keduanya pergi calta baru bisa benar-benar bernafas lega
"Bu sepertinya oca tidak tahu tentang masalalu ku dan dion aku takut jika dia tau dia akan kecewa" Calta duduk disamping ny.sarah
"Sudah gak usah dipikirkan semua itu tidak akan terjadi sayang.. Tapi ibu merasa senang dia hidup dengan baik dan mendapatkan istri yang sangat baik juga, kadang ibu merasa bersalah dengan nya tapi hari ini ibu merasa tenang kalian semua hidup dengan baik... Terima kasih nak" ny.sarah memeluk calta dengan tulus dan mengecup puncak kepalanya
"Ibuuuu... Nenekkk"
Fokus calta dan ny.sarah pecah saat mendengar suara teriakan dari dua orang anak lelaki dan perempuan bersamaan
"Aliee Giaaa" Teriak calta emosional saat melihat kedua bocah itu tumbuh besar dengan baik
"Ibuuuuu" Keduanya berlari menghampiri calta dan memeluknya erat tangisan calta pecah begitu ia merindukan keduanya charlie yang saat ini sudah berusia 7 tahun dan Gia 6 tahun keduanya memiliki wajah tampan dan cantik yang sangat identik dan ya charlie lebih memilih untuk tetap tinggal bersama zevia dan tanu meskipun awalnya calta dan coel merasakan benar-benar berat hati namun setelah disepakati bersama akhirnya mereka mengambil keputusan terbaik untuk menyerahkan kepada charlie agar ia mengambil sendiri keputusannya
"Ibu kangen sekaliiii nak" Calta menyeka air matanya mengecup wajah keduanya secara bergantian
"Adekk.." Gia dan charlie memeluk calea yang berdiri menunggu gilirannya untuk disayang ketiga melompat-lompat girang terlebih calea ia begitu bahagia akan kedatangan kedua kakaknya itu setidaknya sekarang ia tidak akan kesepian selama keduanya ada
"Haloo bumil" Zevia berjalan sembari menggandeng tangan anak kecil berusia 3 tahunan
"Avidd anak ibuuu... Calta membungkuk memeluk anak kecil yang digandeng zevia, ternyata 3 tahun lalu rahasia yang dibicarakan keduanya adalah tentang kehamilan kedua zevia dan kini bayi mungil itu sudah tumbuh besar dan berusia 3 tahun
"Kakak... Aku merindukan mu" Calta kembali berdiri dan langsung memeluk zevia wanita yang sangat berjasa dalam hidupnya orang yang paling mengerti dan menyayanginya yang selalu mendukung tiap langkahnya
"Ihh udah gede aja" Zevia mengusap perut calta keduanya berpelukan dengan erat zevia berkali-kali mengecup puncak kepala sang adik
"Kapan nyusul kak" Goda calta
"Hus nanti tanu dengar" Bisik zevia membuat keduanya tertawa bersama
"Dimana Mommy dan ayah" Tanya calta
"Itu.." Zevia menunjuk keduanya yang sedang menggunakan koper portabel yang bisa berjalan sendiri dan ditunggangi dengan wajah sumringah, tangisan calta kembali pecah saat melihat kedua orang tuanya masih terlihat sangat sehat dan aktif
"Ayo kita pulang.. kita lanjut kangen-kangenan dirumah" Ajak calta mereka pulang calta mengandeng tangan zevia
"Kak aku nanti pengen ceritain sesuatu..."
"Ahhh ceritamu gak pernah habis.."
"Loh kak.." Keduanya bercanda riang karena tidak cukup satu mobil mereka akhirnya memesan kembali satu taxi yang digunakan ny.maya tuan albert ny.sarah serta ketiga cucunya
Calta bercerita tentang ia bertemu dengan dion kembali dan lelaki itu ternyata bisa melupakannya dan hidup dengan baik.. Coel dan tanu terlihat acuh dan bercerita hal lain beruntung mereka memiliki suami yang mengerti akan pribadi mereka
"Selamat datang..." Calta menyambut mereka dirumah megah nya dihalaman terparkir beberapa mobil mewah yang baru saja rilis
"Kalian jadi kan tinggal 2 minggu disini"tanya calta ia berjalan membawa nampan berisi minuman bersama asisten rumah tangganya yang cukup banyak
"Ya jadilah.. ya kali aku ngambil cuti cuma sehari..." Jawab zevia yang saat ini sudah menjadi dokter dengan nama tersohor selain dengan gelar dokter ia juga memiliki beberapa perusahaan yang salah satunya paling besar Diamond ROO yang masih dikelola baik oleh Bowo
"Yes.. jadi aku lahiran ditemani ka.. li.... aww aduh.." nampan kosong yang dipegang calta terjatuh ia terlihat memegang perutnya dengan wajah meringis
"Loh kenapa ini... Sayang kenapa" Coel dengan panik berlari menghampiri istrinya
"gak gak apa-apa ini kayaknya udah waktunya" Jawab calta santai meskipun beberapa kali ia meringis kesakitan
"Kata dokter 2 minggu loh yang, kok dokter bohong sih" Coel dengan cepat memapah calta
"Mana bisa ditebak.. Ayo cepat ke rumah sakit" Teriak calta hari itu kebahagiaan mereka menjadi benar-benar sangat lengkap calta berhasil melahirkan anak ketiganya dengan proses bersalin normal bayi laki-laki dengan bobot 2,5kg
"Selamat yaa sekarang kamu mendapat gelar A3" Goda tanu kepada adiknya yang saat ini tengah memandang putra bungsunya
"Hahaha kamu bisa aja bang.. Btw kapan nyusul jadi A3 juga" Goda coel mendengar hal itu tanu menatap zevia memohon
"Sayang ayolah.. Toh David sudah besar juga" Mohon tanu
"Besar dari mana sih baru 3 tahun juga..." Jawab zevia cepat
"Ayolah yang" Tanu menghampiri zevia dan memeluknya
"Ayo.. ayo.. ayo.. On Going A3 ayo.. ayo.." Sorak mereka ramai membuat zevia pusing tujuh keliling
"melihat tingkah ali, gia dan avid saja aku hampir tumbang kalau nambah lagi..." Zevia bergidik ngeri membayangkan situasi itu dan berbeda dengan tanu ia begitu menginginkan memiliki anak yang banyak
Suasana rumah coel dan calta benar-benar ramai apalagi dengan berbagai macam tingkah konyol anak-anak mereka Charlie sebagai cucu tertua ia selalu menjadi penengah untuk adik-adik namun tak jarang juga ia sendiri yang menciptakan masalah
seperti pagi ini mereka berempat menaburkan tepung terigu di kolam berenang untuk menciptakan kolam susu raksasa zevia dan calta hanya bisa menghela nafas panjang menyaksikan tingkah anak-anaknya
"Kak kayaknya aku udah ini aja deh" Calta menatap zevia
"Sama.. Pusingnya ya alloh" Balas zevia pelan sembari terus mengawasi mereka bermain dan yang paling apik adalah setelah membuat kolam memutih charlie dan gia menceburkan diri disusul oleh calea dan david yang belum bisa berenang zevia dan calta berteriak panik tanpa pikir panjang zevia berlari ikut menceburkan diri ke kolam putih itu hingga ia ikut basah kuyup demi menyelamatkan keduanya
Bukannya membantu calta malah tertawa terpingkal-pingkal mendengar keributan itu mereka semua ikut keluar dan diluar dugaan yang lainnya juga ikut mentertawakan zevia namun bukannya marah zevia malah jadi ikut menemani anak-anaknya mandi kecuali david dan calea yang harus diamankan dari tempat itu.
__ADS_1
"Tamat"