
"Bu sampai kapan ibu akan terus berpura-pura.. Ibu sudah sembuh sekarang"
"Nak.. Ibu bukan berpura-pura namun ibu hanya ingin ia mengungkapkan sendiri dihadapan ibu bahwa ia mencintaimu"
"Bu itu tidak akan mungkin, jika zevia benar mencintai ku dia tidak akan membenciku bu.."
"Darimana kamu tahu bahwa zevia membencimu nak.. Justru ibu melihat ada cinta besar dimatanya"
"Sudahlah bu tidak baik membicarakan orang"
Tanu melangkahkan kakinya menuju kamarnya mengingat kondisi sang ibu kini mulai stabil dan berangsur-angsur membaik Tanu mengumpulkan niatnya untuk kembali ke kanada
"Aku tahu kamu akan benar-benar membenciku bahkan sangat membenciku jika aku kembali meninggalkan mu, tapi apakah rasa cinta mu itu benar-benar ada untukku atau hanya aku seorang yang mencintaimu" Tanu merebahkan dirinya dikasur sembari terus mengingat zevia.
*
"Apa kamu mengundurkan diri" Tn.Albert kaget mendengar keputusan zevia
"Tapi.."
"Iya ayah zevia tahu ayah sudah mengurusnya dan zevia bisa berkerja terus tapi ayah apakah ayah tahu orang-orang takut kepadaku mereka berpikir aku dokter psikopat, mereka berpikir aku penjahat yang keji ayah mereka takut bekerja sama dengan ku.." Zevia menatap wajah ayahnya dengan perasaan sedih, Tn.Albert membeku mendengar ucapan putrinya ia menyadari semua masalah ini terjadi karena dirinya
"Zevia maafkan ayah nak, semua ini terjadi karena ayah.. Seandainya ayah tid.."
"Ayah zevia tidak menyalahkan siapa-siapa, ayah ingat tidak dulu aku pernah katakan kepada ayah kalau aku ingin menjadi seperti ayah punya banyak pistol, punya banyak anak buah dan punya banyak bisnis.. Aku melakukan semua ini karena aku ingin bukan karena ayah jadi tolong ayah jangan menyalahkan diri sendiri lagi" Zevia berlutut dihadapan tn.Albert sembari terus menguatkan sang ayah
"Jadi apa selanjutnya rencanamu nak" Tn.Albert mengusap lembut pipi zevia
"Zevia akan ikut calta ke kanada aku akan pindah ke sana,, Di sini bukan aku tidak suka tinggal di negeri kita tapi jika aku terus ditempat ini aku tidak bisa maju ayah.. Aku akan kembali ke kanada untuk semua bisnis disini aku akan mempercayakan kepada Bowo dan anak-anak lainnya" Zevia berucap sembari menghapus pelan air matanya
__ADS_1
"Nak apa kamu yakin" Tn.Albert dan ny.Maya saling bertatapan mata mendengar keputusan putri sulungnya itu
"Hem aku yakin ayah, Jika ayah dan mommy mau kita bisa pergi bersama tinggal bersama disana,, jujur aku tidak ingin berpisah dengan ayah dan mommy dan ya disana juga keselamatan ayah dan mommy terjaga" Zevia menatap memohon berharap Tn.Albert dan ny.Maya menyetujui permintaanya.
"Hemm ya betul ayah dan mommy bisa tinggal bersama ku, aku akan memasak tiap hari untuk ayah dan mommy" Calta ikut nimbrung sembari memeluk zevia hangat
"Wah sayang kau dengar itu putri bungsu ini ingin memasak untuk kita.." Ucap Tn.Albert dengan tawa santa nya
"Masak air aja gosong gimana memasak untuk kita paa" Balas ny.Maya telak membuat zevia tertawa lepas
"Apa kalian meremehkan ku yaa baik akan ku buktikan bahwa aku bisa memasak" Tantang calta tak ingin kalah suasana yang tadinya tegang dan kaku berubah kembali menghangat dengan adanya calta yang bersifat periang dan heboh semua kelakuannya berhasil membuat tawa lolos dari bibir meskipun keadaan sedang tegang-tegangnya.
"Maafkan aku tanu aku harus pergi, jika kita memang ditakdirkan untuk bersama kita akan bertemu kembali" Zevia menelungkupkan wajahnya di bantal isakan kecil lolos dari bibirnya
"Aku janji kak aku akan membuat mu dan kak tanu bersatu" Cicit calta dibalik pintu kamar zevia.
Zevia turun dari lantai atas ia menatap seisi rumah tersebut luas megah meskipun rasanya tak ingin pergi namun inilah keputusannya demi kebaikan semua orang zevia harus dengan ikhlas melepaskan apa yang ia miliki.
"Kak ayo" Ajak calta sembari membawa koper besarnya
"Hemm" Zevia mengikuti langkah kaki calta, sata menuruni anak tangga tn.Albert dan Ny.Maya sudah menunggu mereka dibawah hati zevia terasa teriris menyaksikan kedua orang tuanya harus melepaskan kepergiannya.
Dengan mata yang basah zevia berdiri dihadapan ayah dan ibunya dengan lembut ny.Maya memeluknya penuh cinta dan sayang
"Nak semoga dengan keputusan mu ini kamu bisa menemukan kebahagiaan mu sesungguhnya, kamu dijauhkan dari orang-orang jahat" Ucap ny.Maya sembari mengusap-usap lembut punggung zevia
"Mom aku akan sangat merindukan kalian berdua ayah, aku janji aku akan pulang setiap tahunnya" Balas zevia dengan terisak
"Ayah..." zevia kembali tak kuasa menahan emosi nya tangisannya kembali pecah saat ia memeluk tn.Albert lelaki yang selalu menjadi penopangnya, kekuatan hidupnya selama ini.. Meskipun zevia sempat memaksakan kehendaknya agar kedua orang tuanya ikut namun ia sedar ia tidak bisa hanya memikirkan dirinya saja ayah dan ibunya memiliki keputusan sendiri dan mereka sebagai seorang anak harus menghargai keputusan orang tuanya.
__ADS_1
Zevia pergi diantar oleh paman Ben, Bowo dan seluruh anak buah zevia, Kedua orang tuanya sepanjang perjalanan zevia hanya diam berbeda dengan calta yang selalu ngoceh sepanjang jalan sampai-sampai zevia pusing sendiri.
"Kenapa kau tidak ada sedih-sedih nya" Bisik Zevia
"Hem sedih buat apa" Calta menatapnya heran
"Justru aku bahagia sebab sekarang aku tidak akan tinggal sendiri" Balasnya lagi dengan kegirangan membuat zevia hanya bisa pasrah dengan sifat adik satu-satunya itu.
Akhirnya mereka tiba di bandara zevia menghampiri bowo dan semua anak-anak buahnya bowo lelaki yang berwajah sangar dengan tato di seluruh tubuhnya, tinggi besar dan kekar membuatnya terlihat ganas dan bringas namun hari ini ia berhasil meneteskan air matanya, bowo berkata ini air mata keduanya setelah sang istri pergi meninggalkan nya dengan putrinya dulu setelah itu ia berjanji tidak akan menangis lagi, namun hari ini janji itu patah tangisannya kembali pecah saat harus mengantarkan kepergian orang yang memiliki jasa besar dalam hidupnya itu.
beberapa tahun lalu:
Zevia sedang ikut ny.Maya kepasar selain menjaga sang ibu ia juga ingin sekali-kali melihat kehidupan orang lain.
"Copet copet..." Teriakan orang-orang diiringi beberapa masa yang berlarian mengejar seorang lelaki, Karena lajunya ia berlari dan tak fokus dengan apa yang ada didepannya ia menabrak zevia yang sedang sehingga keduanya terjatuh
"Tangkap dia, dia pencopet" Teriak orang-orang dengan zevia namun ia acuh dan membiarkan lelaki itu pergi dan lolos dari kejaran warga
"Kenapa kamu tidak menangkapnya dia copet" Bentak seorang wanita
"Bukan urusan ku" Balas zevia cuek
"Dasar bodoh kau seharusnya jadi orang yang berguna untuk orang lain, jangan-jangan kamu satu komplotan dengan orang itu" Bentak wanita itu lagi diikuti dengan orang-orang yang setuju dengan ucapannya
"Jangan berteriak dengan ku atau aku robek mulutmu" ucap zevia acuh
"Dasar kurang ajar anak-anak muda zaman sekarang semuanya bodoh" Bentaknya lagi kali ini zevia sudah tak kuasa menahan amarahnya dengan tatapan dingin dan mematikan ia menatap wanita itu dan berkata "Sekali lagi kau mengatakan ku bodoh maka aku tak akan segan untuk mengeluarkan isi perutmu pergi sekarang" Bentak zevia dengan amarah membara
"Eh bubar bubar" Ajaknya ketakutan saat melihat zevia benar-benar marah
__ADS_1