MAFIA CANTIK

MAFIA CANTIK
Hidup Baru Eps.8


__ADS_3

Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. 🥰


Happy Reading's bub


***


"Tren ini semua salahmu" Welia terus memaki suaminya yang baru saja selesai mengobati luka alexa


"Diamlah Welia" Bentak tren yang sudah tak kuasa mendengar cacian dan makian istrinya


"Kau selalu menyalahkan ku.. Kau hanya bisa mengomentari orang lain tapi kau sendiri tidak lah lebih baik dari seekor binatang" Bentak lelaki paruh baya itu dengan wajah merah padam, welia terdiam wajahnya memucat ini adalah pertama kalinya lelaki yang sudah 23 tahun hidup bersamanya itu membentaknya kasar


"Tren kau marah ... kenapa kau marah" Welia tertunduk lesu air matanya mengalir deras hatinya terasa pilu


"Aku bosan dengan semua tindakan dan sifat buruk mu ini... Setelah alexa membaik aku akan menceraikan mu" Bentak tren kasar ia keluar dari kamar alexa setelah mengobati dan menjahit luka robek dileher putrinya itu


Welia tersungkur dilantai tidak percaya akan apa yang dikatakan suaminya lelaki itu biasanya selalu sabar dan pengertian dengan semua sifat kasar dan keras welia namun hari ini sepertinya stok kesabaran tren sudah habis


"Kau bercanda tren.. kau bercanda" Welia berusaha berdiri dan mengejar suaminya namun lelaki itu sudah pergi meninggalkan rumah


Alexa membuka matanya pelan setelah ibunya pergi air mata lolos dari mata indahnya, setiap hari pertengkaran kedua orang tuanya membuatnya muak dan benci dengan dirinya sendiri


"Kenapa aku harus lahir dari orang tua macam kalian" Cicit alexa dengan air mata merembes dibantalnya


"Kau menangis" Suara berat seseorang membuat alexa terdiam dengan perlahan ia menoleh mencari sumber suara


"Jangan menangis" Coel berdiri disampingnya menatapnya dengan mata sayu


"Coel kau.."


"Siapa coel.. siapa aku" Lelaki muda itu menatap alexa, seketika pikiran picik alexa timbul, aku tidak akan membiarkan kebahagian ku hancur lagi... Keluargaku hancur tapi aku akan menciptakan kebahagian ku sendiri denganmu" Monolog batin nya alexa tersenyum licik


"Kamu frans.. apa kamu tidak ingat aku istrimu" Dengan percaya dirinya ia mengatakan hal itu

__ADS_1


"Istri kau istriku.." Coel menatap wajah alexa kebingungan


"Iya kamu mengalami kecelakaan saat kita akan berbulan madu.." Rencana alexa berjalan mulus coel mempercayai semua yang ia katakan alexa berhasil mengusai pikiran coel lelaki itu yang berganti nama menjadi frans


Alexa membawa coel pergi dari rumahnya mengambil semua aset berharga milik ibunya dan dengan nekat ia membakar rumah mereka dan membawa coel pergi 2 tahun berjalan kondisi coel nampak baik ia dan alexa hidup bersama disebuah kota baru dengan nama dan identitas baru


"Sayang kenapa, kenapa kamu melakukan ini" Alexa menatap coel kesal ia sudah berdandan menggunakan lingerie seksi membalut tubuh montoknya mencoba menggoda lelaki itu tapi menatapnya saja coel enggan


"2 tahun kita bersama tapi kamu tidak pernah ingin menyentuhku.. Aku istrimu" Alexa mendekati coel yang berdiri mematung membelakanginya


"Ayo babe aku sudah gak tahan" Alexa memeluknya dari belakang meraba perut sixpack coel namun responnya sangatlah aneh


"Lepaskan aku.. jangan pernah berdandan seperti ini lagi aku tidak suka dan tidak ingin jika aku ingin aku akan memintanya tanpa dipaksa begini" Coel pergi namun alexa dengan cepat menghalangi jalannya menutup pintu


"Kapan? kapan kau akan memintanya aku selalu menunggu masa itu tapi kamu tidak pernah memberikan hak ku" Bentak alexa marah


"Minggir" Coel dengan kasar mendorong alexa menjauh sehingga wanita itu tersungkur dilantai, alexa berteriak prustasi setelah coel pergi menjauh


"Bajingan.. bajingan kamu frans... Lihat saja aku tidak akan berhenti sampai disini aku akan menaklukkan mu" Alexa dengan prustasi pergi ke kamar mandi dan merendam seluruh tubuhnya


"Apa benar dia istriku" Coel meraih kunci mobilnya dan pergi, tujuannya berakhir disebuah coffe shop tanpa berpikir panjang ia masuk dan memesan minuman


"Hei..." Seseorang menyapanya coel tidak merespon karena ia merasa tidak kenal dengan lelaki muda itu


"Tuan anda sekarang sudah sehat" Lelaki muda itu menghampiri coel dan menyapanya lagi


"Anda mengenal saya" Ia menatap lelaki itu dengan heran


"tentu saja.. Saya adalah dokter yang membantu menangani anda dulu saat operasi" Jawab lelaki muda itu dengan senyum lebar


"Operasi.. Tunggu bisa kita duduk" Coel merasa mungkin saja lelaki itu bisa membantunya mencari tahu siapa sebenarnya dia


"Maksudmu operasi.." Coel duduk dihadapannya dan menatap lelaki itu penasaran

__ADS_1


"Perkenalkan saya daniel" Ia mengulurkan tangan memperkenalkan diri


"Frans" Coel juga memperkenalkan dirinya


"Dulu saya masih dokter coas dirumah sakit xx saat itu dokter tren meminta saya untuk melakukan tugas pertama sebagai asistennya.. saat itu anda kritis karena banyak kehilangan darah tapi beruntung saya memiliki seorang teman ah bukan dokter senior yang sangat baik ia dengan baik hati mendonorkan darahnya untuk anda" Jelas daniel sembari mengingat kenangan itu


"Terima kasih sudah menolong saya" Coel menatap daniel dengan tatapan berterima kasih


"Ah tidak perlu begitu, yang sudah membantu anda adalah dokter senior ku itu.. Dia sangat baik" Jelas daniel lagi


"Sampai terima kasih ku untuknya" Ucap coel


"Wah susah jika aku menyampaikannya sepertinya tidak akan sampai juga" Jawab daniel disela menyeruput minumannya


"Kenapa, kenapa begitu.. bukannya kalian bekerja dirumah sakit yang sama" Tanya coel heran


"Tidak kami tidak berkerja ditempat yang sama, saat itu dokter seniorku itu sedang hamil tapi ia sering mendapatkan permintaan bantuan dari rumah sakit tempat ku coas dulu karena ia adalah dokter yang sangat berpengalaman" Jelas daniel lagi


"lalu dimana dia sekarang"


"Entahlah, sejak hari itu aku tidak pernah lagi bertemu dia mungkin karena sedang hamil pergerakannya terbatas dan kebetulan saat itu aku juga sibuk dengan semua tugasku jadi kami tidak pernah bertemu lagi" Jawab daniel sedih


"Bisa aku minta alamatnya" Coel menatap lelaki itu memohon


"Sangat-sangat minta maaf pak.. Aku tidak tau alamatnya.. tapi jika anda benar-benar ingin menemuinya dulu ia pernah berpesan jika seseorang ingin menemuinya alamatnya ada dirumah sakit x itu, itu pesannya dulu.. Coba saja anda ke rumah sakit itu dan tanya siapa tahu mereka masih menyimpan alamatnya" Saran daniel diterima coel dengan baik


"Terima kasih.. Aku akan ke sana"


"Oh ya siapa nama dokter itu" Coel kembali menghampiri daniel


"Zevia Namanya dokter Zevia.." Jawab daniel dengan semangat, coel pergi menuju rumah sakit itu dan benar saja tanpa harus lama-lama menunggu ia berhasil mendapatkan alamat rumah zevia, dengan harapan baru coel pergi berharap ia bisa menemukan jawaban dari setiap rasa gelisah dalam dirinya selama ini berbekalkan alamat yang ia dapatkan ia harus menempuh perjalanan yang cukup jauh karena alamat itu berbeda kota dengan tempat tinggalnya


"Semoga aku bisa bertemu dengan dokter baik hati itu"

__ADS_1


"Next Episode"


__ADS_2