
Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. 🥰
Happy Reading's bub
***
Calta pergi dengan langkah gontai menyusuri koridor rumah sakit yang sunyi udara dingin menusuk kulit mulusnya, langkah kakinya berjalan tanpa arah sampai tanpa sadar ia menabrak seseorang
"Kamu dari mana saja" Dion tiba-tiba ada dihadapannya menatap wajah lusuh calta
"Di-dion.." Calta dengan suara bergetar menatap wajah lelaki yang kini ada dihadapannya
"Ada apa" Dion memegang pundak calta, rasa sakit dihatinya menuntunnya untuk memeluk lelaki itu dan mencurahkan rasa sakitnya dalam pelukannya, tak bisa berkata-kata dion mengusap pundak calta yang bergetar
"Sudah sudah.. Jangan terlalu memikirkannya" Ucap dion memeluk calta dengan penuh kelembutan.
"Ayo.." Ajaknya membawa calta pulang dengan mobilnya
"Mobilku" Tanya calta disela isaknya
"Nanti asisten ku yang membawanya" Jawab dion sembari mengusap air yang jatuh membasahi pipi calta
"Sudah jangan menangis" Ucapnya pelan
"Perlakuan manis dion semakin membuat calta merasa pilu dan kembali menangis sampai sesenggukan, tak ingin menghentikan tangisan calta ia membawa wanita itu pulang ke hotel tempat mereka menginap berhubung kamar mereka berhadapan jadi dion dengan mudah membawa calta dan mengantarkannya pulang
"Terima kasih.." Calta berdiri didepan pintu kamarnya dengan mata sembab ia menatap wajah tampan dion yang terlihat teduh dan menenangkan
"Sudah ayo masuk dan tidurlah, jangan memikirkan apapun lagi besok kita harus pulang kan.." Saran dion diterima baik calta
"Bye.." Calta melambaikan tangannya dan menutup pintu, dion berjalan masuk ke kamarnya dan menutup pintu rapat-rapat
"Sakit rasanya melihatmu menangis seperti itu.. Akan ku pastikan ia tidak akan pernah bisa menyakitimu lagi.." Dion melepaskan pakaiannya dan menampilkan dada bidangnya yang berotot
Mencuci wajahnya dengan kasar di wastafel.. Menatap pantulan dirinya di cermin "Sejujurnya aku lelah berpura-pura begini.. Tapi jika aku tidak begini aku sangat yakin aku tidak akan bisa dekat dan akrab denganmu.. Dia membuatmu trauma dengan lelaki padahal tidak semua lelaki bajingan sepertinya" Dion merebahkan diri dikasurnya membuka ponsel dan menatap foto dirinya dan calta bersama senyum manis calta membuatnya ikut tersenyum kecil
"Aku mencintaimu" Bisik dion sembari menatap foto calta di ponsel pintarnya, tak berselang lama saat tengah membayangkan cantiknya senyum wanita itu jantungnya terasa hampir melompat dari dalam dadanya saat sebuah gedoran berasal dari pintu membuatnya harus beranjak bangun
__ADS_1
"Dion.."
Suara serak calta sangat khas dion sangat mengenal suaranya dengan tergesa-gesa ia membuka pintu
"Kenapa, kamu kenapa ... Ada apa?" Dion mendekat dan memastikan bahwa wanita itu baik-baik saja
"Aku tidak bisa tidur... Hik" Calta cegukan dion mendekatkan wajahnya mengendus aroma tubuh calta
"Kamu minum" Dion menatap wajah cantik calta dengan kesal
"Jangan.. Hik jangan memarahiku" Calta jatuh dan terbaring didepan pintu
"Astaga calta apa-apaan kamu ini..." Tidak ingin orang lain memanfaatkan keadaan calta yang mabuk dengan mudah dion menggendong calta bridge style dan membawanya masuk
"Kenapa kamu melakukan ini.. Setiap ada masalah atau hatimu sedih kamu selalu melampiaskan nya dengan hal ini.." Dion merebahkan calta dikasurnya membersihkan anak-anak rambut yang lengket diwajah calta yang berkeringat
"Dion.." Calta mencegah tangan dion wajah keduanya sangat dekat aroma alkohol sangat menyengat dari nafas calta
"Apa.. kamu ingin merayu ku agar aku tidak marah kepadamu..." Kesal dion
"Apa aku tidak pernah membohongimu" Dion menjauhkan diri dari calta
"Syudah memang lelaki semua bajingan.. Kau berpura-pura menjadi lelaki gemulai untuk mendekatiku, kau pikir aku tidak tahu" Ucap calta ia bangun dari rebahnya menatap dion yang tercengang mendengar penuturan calta
"Ha.. ha..ha kau.. kau kaget bukan, aku tau selama ini itu mu berfungsi dengan baik tapi... "
"Calta sudah lah jangan berbicara ngawur lagi.. lebih baik kau tidur" Dion beranjak pergi namun calta dengan cepat menahan tangannya
"Jangan pergi, jangan seperti bajingan itu... Dia pergi setelah menghamili ku" Suara calta kembali serak dan bindeng wajahnya kembali murung
"Tapi aku tidak menghamili mu jadi lepaskan tanganku" Dion memaksa calta melepaskan tangannya tapi tenaga calta juga cukup kuat ia tetap mencengkram erat lengan kekar dion
"Dion ayo tidur denganku" Ucap calta gamblang membuat dion terperangah tak percaya akan apa yang calta ucapkan
"Gila kau.. lepaskan tanganku" Dion dengan paksa menarik tangannya
"Kenapa kamu tidak ingin menikmati tubuhku" Calta dengan gamblang nya berucap membuat dion tak percaya akan calta yang ia kenal malam ini
__ADS_1
"Siapa yang tidak ingin menikmati tubuhmu, mencicipi manisnya tubuhmu bibirmu semua yang ada padamu itu memang menggoda ku, tapi aku tidak akan pernah membuatmu mengulang kesalahan dua kali... Cukup kamu melakukan kesalahan itu dengan bajingan itu tapi jangan ulangi lagi, kamu berharga sangat berharga... Aku tidak ingin kamu jatuh kedalam kesalahan yang sama terus.."
Calta terdiam mendengar ucapan dion, air matanya menetes begitu saja bagaimana bisa ia tidak bisa mengontrol dirinya dan hampir saja ia melakukan kesalahan yang fatal lagi.
"Ma-maaf kan aku" Calta menghapus air matanya dengan kasar menatap dion yang juga menatapnya dengan pandangan tajam
"Sudah jangan menangis lagi.." Dion mendekat ke calta dan duduk didekatnya menghapus pelan air mata dipipi calta dengan lembut
"Jangan pernah berpikir yang tidak-tidak lagi, aku akan menjagamu sebisaku dan jangan menguji iman ku tiap hari.. Aku ini lelaki normal yang bisa saja melakukan kesalahan diluar kontrol ku" Ucap dion pelan sembari mengusap punggung calta
"Kau tidak marah" Calta mendongak menatap wajah lelaki yang saat ini duduk disampingnya
"Tidak.. Sekarang tidurlah" Dion membantu calta merebahkan diri dan menyelimuti tubuh mulus calta
"Kamu tidur dimana" Calta kembali menatap wajah tampan dion, kali ini calta benar-benar sadar bahwa lelaki yang saat ini ada didekatnya sangatlah berbeda
"Aku akan tidur di sofa.. Sudah jangan bertanya lagi tidurlah, besok kita akan kembali.. Kamu merindukan alie kan" Dion tersenyum hangat menatap calta
"Hem.." Calta mengangguk setuju dan mulai memejamkan matanya, dion mengambil satu bantal dan badcover mengatur posisi tidurnya di sofa yang kekecilan untuk ukuran tubuhnya.
Calta memiringkan tubuhnya menghadap dion yang sudah memejamkan matanya dan dibalut selimut, calta tersenyum kecil.. Sejujurnya ia tidaklah begitu mabuk berat seperti yang dion kira toh selama 5 tahun calta menjadi pencandu alkohol meskipun ia tau itu tidak baik untuknya apalagi dia seorang wanita namun hanya dengan alkohol ia dapat merasakan ketenangan dalam dirinya meskipun hanya sesaat.
"Tidurlah" Suara berat dion membuat calta terperanjat namun matanya tetap tertutup rapat, calta menarik nafasnya dalam dan mulai memejamkan matanya untuk melelapkan diri, dion membuka matanya dan menoleh menatap calta yang sudah memunggunginya nafasnya tampak teratur.. Dion tersenyum simpul
"Kau berhasil membuatku menjadi gila begini" Bisik hati dion
Dirumah sakit frans akhirnya membuka mata kepalanya terasa berat dan pandangannya berkabut
"Sayang... sayang kamu sudah bangun, sayang"
Frans membuka matanya pelan samar suara yang sangat familiar yang selalu membuatnya hidup tak tenang menggema didalam kepalanya, suara berdengung didalam telinganya membuat frans merasa kesakitan ia berteriak sembari memegang telinganya Alexa berteriak panik menyaksikan suaminya berteriak kesakitan
"Tolong... tolong suami saya" Alexa yang tidak bisa berbahasa indonesia hanya bisa berteriak semampunya memanggil dokter dan perawat
"Apa yang terjadi.. Kenapa dia kesakitan" Tanya alexa panik
Next Episode
__ADS_1