MAFIA CANTIK

MAFIA CANTIK
NS.2/Cp.7


__ADS_3

"Tanu wake up please .." Zevia duduk menghadap Tanu yang masih terbaring tidak sadarkan diri 3 hari sudah lelaki tersebut dalam keadaan koma tanpa saudara dan keluarga yang mendampinginya hanya Zevia seorang bersama beberapa anak buahnya yang menjaga Tanu.


Saat sedang menunggu Tanu tiba-tiba ponsel miliknya berdering mendapatkan panggilan dari Bowo anak buahnya entah apa yang dikatakan lelaki tersebut Zevia nampak segara siap-siap pergi namun sebelum pergi ia berpesan kepada anak buahnya yang berjaga diruangan Tanu untuk tidak mengizinkan siapapun masuk kedalam ruangan tersebut kecuali dokter atau perawat itupun harus dalam pengawasan ketat.


Zevia akhirnya tiba di basecamp mereka Bowo dengan segera menjemput Zevia dan membawanya masuk.


"Ada apa" Zevia duduk di kursi kekuasaannya sembari menunggu penjelasan dari anak buahnya itu.


"Siapa dia" Zevia meneliti sebuah foto yang diberikan Bowo kepadanya.


"Dia adalah orang yang memberikan perintah kepada Vino Bos, ini adalah foto rekaman CCTV tetangganya Vino dan ini Bos" Bowo kembali memberikan sebuah laptop kepada Zevia yang berisikan sebuah rekaman video jalan raya dimana Tanu ditemukan.


"Putar" Zevia mulai mengamati rekaman CCTV tersebut terlihat beberapa orang bertopeng wajah menghadang lajunya mobil yang dikendarai Tanu dan terlihat awalnya terjadi pertarungan sengit antara mereka namun karena kalah jumlah Tanu berhasil dilumpuhkan seseorang tampak berhasil melukai perut bagian kanannya dan satu lainnya menghantam kepalanya dengan sebuah tongkat baseball seketika itu juga Tanu langsung tumbang.


"Pause disini" Mata Zevia meneliti sebuah nomor plat mobil yang menghadang mobil Tanu.


"Mobil itu" Zevia mulai mengingat kembali bahwa mobil tersebut adalah mobil milik bawahan markus yang Zevia kenal sahabat juga rekan kerja dari kekasihnya Markus.


"Wo.. Tolong terus selidiki kasus ini dan tolong tangkap orang yang ada difoto ini.. Diatasnya pasti ada orang yang lebih tinggi kedudukannya sehingga mampu memberikan perintah untuknya jangan sampai berantakan.." Zevia meminta Bowo meninggalkan nya sendiri di ruangannya.


Sembari memijit keningnya pikirannya menerawang jauh bagaimana mungkin sahabat markus melakukan hal yang tidak masuk diakal berniat menghabisi Tanu sedangkan mereka bahkan tidak mengenali siapa itu Tanu.


"Ku harap pikiran ku tidak benar adanya" Lirih Zevia beberapa minggu terakhir ini semua nampak kacau namun beruntungnya kali ini ia memiliki tempat untuk pulang yang nyaman ke pelukan kedua orang tuanya yang sangat berharga baginya.


Setelah melewati hari yang panjang Zevia kembali pulang kerumah setelah 3 hari ia tidak pulang ny.Maya dan Tn.Albert terlihat menyambut hangat kedatangan Zevia.


"Sayang kenapa baru pulang"

__ADS_1


ny.Maya menghampiri Zevia dan memeluk erat melepaskan rindu kepada anak perempuannya tersebut.


"Maafkan Zevia ya soalnya pasien akhir-akhir ini sedang banyak-banyaknya jadi kalau pulang kerumah cukup jauh jaraknya" Jelas Zevia yang tentu saja itu hanyalah alibinya saja.


"Baiklah sebagai gantinya kamu harus makan malam bersama ayah dan mommy ya" Ny.Maya dengan semangat membawa Zevia menuju ruang makan.


"Maa biarkan Zevia mandi dulu kasian itu anak mu wajahnya kusut banget" Tn.Albert melirik Zevia yang terlihat sangat kelelahan dari mimik wajahnya tn.Albert tahu sepertinya ada hal yang tidak baik yang sedang dihadapi putrinya tersebut.


Setelah acara makan malam bersama Zevia kembali duduk melamun ditempat favoritnya balkon rumahnya sembari menyesap anggur merah asli Zevia terus memikirkan semua yang terjadi beberapa hari ini.


"Zevia.." tn.Albert menghampiri dan duduk disampingnya meraih gelas yang masih berisi anggur yang ia nikmati dan meletakan nya dimeja, Zevia langsung merubah mimik wajahnya ia menatap sang ayah sembari tersenyum hangat.


"Ada apa nak" tn.albert mengusap lembut punggung Zevia.


"Kali ini ayah yakin bukan soal kerjaan kan.."


"Zevia.. Ayah tidak ingin kamu merahasiakan apapun" Kekeh Tn.Albert.


"Apa ayah tidak akan marah jika aku mengatakan hal ini, apa tidak akan mempengaruhi ayah" Zevia menatap lurus pandangannya mengitari halaman luas yang dihiasi cahaya meremang.


"Katakan saja.. Kau tau ayah kan" Yakin tn.Albert.


"Tanu ada dijakarta" Setelah memikir panjang akhirnya ia memberanikan diri mengatakan kepada sang ayah.


"Ohhh soal Tanu ternyata" Dengan santai tn.Albert menanggapi perkataan Zevia.


"Loh respon ayah cuma begitu saja.. Ayah tidak terkejut atau apa gitu"

__ADS_1


Zevia tercengang dengan respon sang ayah yang B aja.


"Loh terus ayah harus kaget gitu" Balas tn.Albert dengan terkekeh pelan.


"Yaa seenggaknya ayah kaget aja gitu ini Tanu loh" Zevia kembali menyakinkan ayah bahwa nama yang ia sebut adalah Tanu.


"Ngapain kaget.. Ayah sudah tahu kok Tanu ada dijakarta bahkan ia ada kerumah untuk bertemu ayah dan mommy mu pekan lalu ia juga mencari mu tapi waktu itu kamu kerja" Jelas sang Ayah mendengar penjelasan sang ayah Zevia merasa kesal sendiri kenapa hanya ia yang tidak tahu kepulangan Tanu ke jakarta dan kenapa tidak ada yang memberitahu nya.


"Ayah kenapa gak kasih tahu Zevia" Kesalnya.


"Kamu gak nanya" Balas tn.Albert jelas membuat Zevia hanya bisa menggerutu kecil didalam batinnya.


"Hah lanjutkan apa yang ingin kamu katakan" Tn.Albert dengan setia menunggu kelanjutan cerita Zevia.


"Tapi sekarang" Ia menggantung ucapannya sehingga membuat tn.albert semakin penasaran.


"Tanu dirumah sakit 3 hari ia belum sadarkan diri" Zevia mulai menjelaskan kepada sang ayah apa yang terjadi kepada Tanu Tn.Albert sangat terkejut mendengarkan penuturan sang putri tentang keadaan Tanu yang cukup memprihatinkan mengingat bahwa lelaki tersebut bukan orang yang jahat bahkan Tanu memiliki sifat yang sangat tn.Albert sukai sifat yang sangat jarang ditemukan dikalangan anak-anak muda zaman sekarang.


"Baik Zevia kali ini ayah akan membantumu untuk menyelidiki masalah ini dan jangan halangi ayah" Tegas tn.Albert


"Eh siapa juga yang mau menghalangi ayah" Balas Zevia dengan terkekeh suasana kembali menghangat ayah dan anak kembali bercengkrama hingga malam larut semua hal mereka bahas bahkan berapa banyak kaki semut saja mereka bahas obrolan yang begitu random membuat rasa lelah Zevia lenyap.


Setelah berbincang dengan Zevia tn.Albert nampak sedang menghubungi seseorang yang tentu saja orang kepercayaan nya dalam menghadapi kasus Tanu tidak perlu harus melibatkan banyak orang cukup serahkan saja masalah ini kepada orang tersebut pasti beres.


"Baik dalam waktu 3 hari aku mau orang tersebut ditangkap hidup-hidup" Ucap tn.Albert tegas sebelum mengakhiri percakapan nya via telpon.


Meskipun Tanu adalah anak dari Sentoso namun bukan anak kandung tetapi tn.Albert merasa berhutang nyawa putrinya kepada Tanu sebab jika saat itu Tanu telat sedetik saja menarik pelatuk pistol nya maka saat itu nyawa Zevia akan lenyap dan Tanu juga memiliki sifat yang gentleman ia tidak takut menemui kedua orang tua Zevia untuk menjelaskan alasan mengapa ia pergi tanpa pamit dan bagi Tn.Albert sikap itu hanya dimiliki oleh orang yang bertanggung jawab besar itu juga adalah salah satu alasannya membantu sang putri untuk membereskan masalah tersebut.

__ADS_1


"Next Episode"


__ADS_2