
Happy Reading's bub
***
"Coel siapa dia"
Coel duduk termenung didalam kamarnya setelah mimpi semalam ia tidak dapat memejamkan matanya walau sesaat bahkan seminggu berlalu mimpi tersebut berulang-ulang hingga membuatnya hampir gila
"Tidak.. tidak bisa aku harus menemui dokter zevia" Ucapnya dengan mantap setelah berpikir keras lagi pula hari ini jadwalnya untuk bertemu zevia
Saat meraih jaketnya sesuatu terjatuh dari kantung jaket miliknya
"Memory card.." Coel teringat itu adalah memory card yang diserahkan alexa sebelum ia pergi
"Kau benar-benar meninggalkan ku Alexa bahkan sampai akhirnya kamu tidak mengizinkan ku untuk bertemu dengan jasadmu" Lirih coel sembari menatap memory card tersebut
Tidak dapat dipungkiri kehilangan alexa membuat harinya dipenuhi rasa bersalah terlebih selama 5 tahun terakhir tidak ada hal yang baik yang ia berikan untuk wanita itu
"Aku akan berikan ini untuk dokter zevia" Ucapnya sembari berjalan keluar dari klinik zevia
"Dia ngapain dia di klinik kakak.."
Calta yang baru saja dari restoran Zevia yang letaknya memang tidak jauh dari klinik sang kakak tentu saja dapat melihat jelas lelaki itu keluar dari tempat itu
"Ahh peduli amat.." Acuhnya kemudian pergi mengabaikan coel
Namun rasa penasarannya tidak dapat padam begitu saja bukannya pulang kerumahnya calta malah kembali ke rumah zevia dengan cepat mencari keberadaan kakaknya itu
"Bude dimana kakak" Calta dengan nafas tersengal-sengal akhirnya tiba namun yang ia cari tidak ada dirumah
"Sudah berangkat kerja nduk.. Ada apa?" Tanya bude sebutan asisten RT tertua dirumah zevia
"Gak apa-apa bude.. Aku pergi yaa" Ucapnya lagi dengan cepat berlari kembali ke mobilnya
"Ada apa toh, semoga semua baik-baik saja" Ucap wanita paruh baya itu pelan sembari menatap kepergian calta
Dirumah sakit tempatnya bekerja zevia sedang bersiap-siap namun pintu ruangannya segera terbuka
"Dokter zevia"
Coel dengan wajah pucat bulir-bulir keringat menghiasi wajah tampannya
"Astaga tuhan.. Co.. em frans kau mengagetkan ku" Zevia terperanjat kaget saat lelaki itu menghampirinya dengan tiba-tiba
__ADS_1
"Bukannya jadwal cek up mu jam 10.. Ini baru jam 8" Tanya zevia
"Dokter tolong saya.. saya sudah tidak sanggup saya rasa sebentar lagi saya akan gila dokter tolong saya" Mohonnya dengan wajah memelas
"Ada apa jelaskan pelan-pelan frans.." Zevia membawanya duduk disofa dengan tenang
"Dokter seminggu ini saya selalu mimpi buruk dan mimpi itu selalu sama berulang-ulang setiap malam nya saya sampai tidak bisa tidur dok" Ucapnya dengan nafas memburu, zevia memperhatikan wajah coel benar saja lingkaran hitam dibawah matanya terlihat jelas matanya cekung bibirnya pucat dan tubuhnya terlihat lebih kurus dari sebelumnya
"Mimpi.. bisa jelaskan mimpi apa?" Tanya zevia lagi
Coel mulai menjelaskan mimpinya tentang alexa yang selalu datang meminta maaf namun bukan menyebut namanya melainkan nama orang lain.
"Nama siapa?" Zevia menatapnya serius kali ini setelah mendengarkan cerita coel
"COEL"
"Ia selalu menyebutkan nama itu.. siapa yang dia maksud" jawabnya, seketika wajah zevia menjadi tegang
"Di-dia mengatakan nama coel" Tanya zevia dengan suara bergetar
"Iya dokter.. dan ini" Ia mengeluarkan memory card dari saku jaketnya
"Apa ini"
"Permisi ya saya pinjam" Zevia mengambil memory tersebut dan mulai memasukkan data kedalam komputernya folder video bertuliskan VIDEO KESAYANGAN dengan ragu ia menekan folder tersebut dan terbuka banyak sekali video didalam sana namun salah satu judul video menarik perhatiannya
"MALAM TAHUN BARU 2013" Rasa penasaran zevia semakin membuncah saat melihat nama dari video itu
"Haii selamat tahun baru sayang...."
Zevia tertegun saat menonton video tersebut tak tertahan air matanya mengalir dengan deras membuat coel yang sedang menatapnya kebingungan
"Dokter tidak apa-apa" Coel mendekati zevia yang sedang menonton video tersebut dengan mata basah zevia mendongak menatap coel yang juga sedang menatapnya
"Ka-kamu..."
Zevia menggantung ucapannya rasa rindu yang teramat membuatnya tidak bisa menahan diri dengan cepat ia memeluk coel
"Kamu benar-benar..." Zevia tidak sanggup melanjutkan kata-katanya
"Kau adikku" Tiba-tiba tanu sudah berdiri dibelakang mereka
"Benar bukan kau adikku" Tanu menghampiri zevia yang masih menangis sesenggukan memeluk coel
__ADS_1
"Sayang apa yang ku bilang dia adikku" Tanu memeluk keduanya sedangkan coel yang diposisi tengah-tengah keduanya hanya bisa terdiam
"frans.. Sebaiknya kamu tonton video ini dahulu semoga ini bisa membantumu" Zevia melepaskan pelukannya sedangkan tanu ia masih berdiri didekat sang adik yang masih kehilangan ingatannya
"Tonton perlahan" Zevia memintanya duduk untuk menonton video tersebut mata coel tertuju melihat layar monitor
"Aku..." Ia menggantung ucapannya air matanya menetes begitu saja setelah menonton video tersebut
"Kepalaku... ahhkk sakit" Lagi coel merasakan sakit yang teramat dikepala nya zevia dengan cepat memanggil asistennya dan membawa coel untuk melakukan penanganan medis.
Calta masuk ke dalam ruangan zevia ia sudah 1 jam yang lalu tiba ditempat itu dan tentu saja ia sudah mendengar semua perbincangan zevia, Tanu dan lelaki itu
Calta mendekat ke komputer yang masih menyala seketika itu juga calta terduduk lemas dikursi kerja zevia
Video tersebut adalah video saat malam tahun baru keluarganya berkumpul setelah pernikahan zevia dan tanu tawa canda terlihat bahagia didalam video itu senyuman sumringah miliknya, tawa canda coel benar-benar membuat calta merasa mati berdiri
"Apa-apaan semua ini.. Lagi-lagi Kau mempermainkan takdirku" Lirih calta sembari menyeka air matanya pelan
"Kenapa... Kenapa begini.... Kenapa aku menangis apa ini, aku tidak akan pernah menangisi semua ini" Calta dengan air mata yang terus menetes mencoba menguatkan dirinya sendiri
"Tuhan.. Kenapa begini" Calta tertunduk lemas detak jantungnya tak karuan rasa sakitnya semakin dalam meskipun terasa sakit tapi didalam hatinya terasa menghangat kembali
Tak ingin kehadirannya diketahui sang kakak calta dengan cepat keluar dari ruangan zevia namun terlambat zevia sudah berdiri di hadapan nya saat ini mata keduanya bertemu mata tajam zevia terlihat sembab dan mata sayu milik calta yang masih basah
"Kakak..." Calta berdiri menghampiri zevia mengetahui situasi selanjutnya zevia menutup pintu ruangannya rapat-rapat calta menghampirinya dan memeluknya dengan erat tangisan pilunya pecah juga didalam pelukan sang kakak
"Kenapa semua begini kak" Calta dengan pilunya memeluk zevia mencurahkan semua rasa sakit dihatinya
"Selama ini aku dan dia sama-sama hidup dalam penderitaan kami sendiri kenapa takdir mempermainkan kami begitu mudahnya kak"
"Aku... Aku..." Calta sudah tak sanggup melanjutkan kata-katanya lagi ia terjatuh lemas didalam pelukan zevia
"Tenangkan dirimu dek.. Tenangkan dirimu ayo kamu kuat" Zevia membantunya berdiri dan membawanya duduk
"Bukan hanya kamu akupun begitu terkejutnya sama denganmu.. Kakak akan mencoba memberikan yang terbaik untukmu" Jawab zevia dengan suara bergetar juga dengan terus memeluk calta yang terus menangis pilu
"Kak aku tidak tahu harus senang atau sedih.. Tolong aku kak" Cicit calta dengan mata yang basah menatap zevia memohon
"Sudah sudah jangan menangis.. Ingat aku selalu bersama mu tidak akan ku biarkan takdir menyakitimu lagi" Jawab zevia tegas dan lugas
Calta memeluknya dengan penuh harapan bagaimana pun selama ini hanya zevia orang yang paling mengetahui semua duka dan sukanya.
"Next Episode"
__ADS_1
Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. 🥰