MAFIA CANTIK

MAFIA CANTIK
Cp.24


__ADS_3

"Masih tidak ingin menjawab"


Zevia kini duduk dihadapan lelaki itu dengan ekspresi wajah datar, sadis dan marah menjadi satu ekspresi diwajah cantik zevia.


"Lepaskan saya"


Rintih lelaki itu dengan wajah babak belur dan pucat dengan jari tangan bergetar karena perih lukanya.


"Aku akan melepaskan mu hidup-hidup tetapi katakan siapa orangnya, apa tujuan mu"


Ucap zevia pelan dengan tatapan dingin.


"Tidak.. aku tidak akan mengatakannya" Lelaki itu tetap pada pendiriannya.


"Kamu menjaga rahasia demi keamanan bos mu tapi apakah bos mu memikirkan keselamatan mu"


Kini Calta menarik kursi dan duduk disamping kakaknya ia menyilangkan kaki dan melipat tangannya didepan dada.


Lelaki itu terdiam mendengar ucapan calta ia seperti sedang berpikir apa yang diucapkan calta benar.


"Baik.. Waktu habis... Gantung dia"


Zevia bangun dari duduk nya dan pergi namun lelaki itu berteriak-teriak dan berhasil menghentikan langkah kaki zevia.


"Aku akan mengatakannya, tetapi jangan bunuh aku ku mohon jangan bunuh aku"


Ia berteriak dan memohon dengan air mata mengalir deras.


"Ck, terlalu bertele-tele"


Calta bangun dari duduknya dan berjalan mendekati lelaki itu tentunya dengan dikawal ketat oleh pengawalnya.


"Katakan saja apa yang ingin kau katakan sebelum ajalmu tiba" Bisik calta.


Zevia memutar kembali badannya dan menatap lelaki yang berteriak memohon dan menangis itu ia menghampirinya dan kembali duduk.


"Katakan"


Lalu lelaki tersebut mengatakan bahwa ia adalah suruhan dari sentoso untuk menyelidiki apakah zoy masih hidup guna memastikan bahwa tidak akan ada lagi musuh yang bisa menjadi ancaman bagi sentoso dan istrinya.


Zevia seperti sedang mengingat siapa sentoso familiar memang tapi ia tidak tahu dimana ia pernah mendengar nama sentoso tak ingin berlarut dengan sentoso zevia memanggil om Black untuk mencari tahu siapa itu sentoso dan dimana ia tinggal lalu apa kekuasaannya.

__ADS_1


"Secepatnya om cari tahu aku ingin tahu dia siapa"


Ucap Zevia pelan sembari memberikan beberapa keperluan untuk black dan beberapa anak buahnya untuk mencari tahu siapa itu sentoso.


"prokk..prok.." Tepuk tangan dari calta ia tertawa terbahak-bahak kemudian ia menghampiri zevia dan menggandeng tangan kakaknya itu.


"Apa yang akan kau lakukan pada parasit ini kak"


Calta tersenyum mengejek.


"Penjarakan dia di bawah tanah pasti kan dia tidak akan bisa kabur, itu adalah hukuman kecil untuk penjahat dan pengkhianat kecil sepertinya.."


Ujar zevia dan berlalu diikuti calta dan tanu.


"Brengsek, kalian menipu ku.. Akan ku buat kalian menyesal.."


Namun zevia tetap melanjutkan langkah tegap nya tak menghiraukan caci maki lelaki tersebut merasa dibohongi oleh zevia dan yang lainnya.


"Kenapa kamu tiba-tiba ada disini"


Calta menatap tanu penasaran.


Tanu berdiri mematung disamping calta.


"Jika sudah selesai pulang lah, dan Calta masuk kekamar mu segera bersihkan diri"


Jawab zevia tegas.


Tanu tersenyum kikuk mendengar ucapan zevia sedangkan calta ia hanya melongos kesal karena kakaknya itu terlalu bersifat kasar kepada tanu.


"Kakak bukan kah dia tamu kita"


Calta menghampiri zevia dan menyamakan langkah kakinya.


"Tamu itu datang di undang, bukan menawarkan diri"


Jawab zevia acuh meskipun tanu sedang berdiri dibelakang mereka.


Akhirnya karena melihat kondisi tak enak tanu memilih segera pamit pergi karena tak ingin terlibat dalam cek cok adik kakak itu terlebih saat ia melihat tatapan mata zevia berbeda terdapat amarah yang begitu besar disana.


Setelah tanu pergi zevia masuk ke kamar nya dan mengurung diri.

__ADS_1


"Aaahhhkkkkk... "


Zevia mengacak-acak rambutnya dan mengigit jarinya tidak tahan lagi ia menarik selimut dan menghamburkan semua yang ada diatas meja nya dan membuat berantakan semua, zevia menarik paksa seluruh gorden dan membuat jendela kamar tersingkap cahaya masuk.


Wajah zevia memerah berkali-kali ia memukul dadanya rasa sesak menyeruak, rasa sakit, marah dendam membuatnya menjadi pribadi yang berbeda.


"Aaahhhkkkkk... hah..hah..hah brengsek aaaakkkk akan ku bunuh kau sentoso, akan ku bunuh semua yang mengusik hidup ku akan ku singkirkan"


Berkali-kali ia berteriak, membentak dan bahkan meraung-raung bagaikan orang yang terluka, tidak ada yang mendengar karena zevia mengunci pintu dan menghidupkan pengedap suara.


"Aku tidak sanggup lagi begini.."


Zevia jatuh tersungkur dilantai sehingga wajahnya terjerembab terlebih dahulu menyentuh lantai sehingga membuat jidatnya memar.


"Mama, ayah tolong aku tidak sanggup lagi.. haaahhh "


Zevia berteriak dengan suara terengah-engah karena rasa sesak yang begitu kuat di dadanya hal itu selalu terjadi jika zevia melakukan tindakan psikopat nya, hati dan perasaannya menolak melakukan semua itu tetapi jiwa dan rasa yang sudah terlanjur terluka dengan senang hati memaksakan diri.


Pintu berkali-kali diketuk bahkan digedor namun zevia tau itu adalah calta dan ia tidak ingin membuka pintu dan membuat adiknya khawatir akan keadaannya yang berantakan terlebih ia ingin sendiri menenangkan dirinya.


Tiba-tiba kertas lukisan yang selalu ia buat selama ini jatuh di dekatnya tatapan mata zevia menyipit ia meraih kertas itu dan benar saja amarah nya kembali memuncak tangannya meremas erat lukisan itu.


"Kau... Kaulah penyebab nya... Bang**t akan ku buat kau menderita segera.."


Zevia menatap lukisan wajah itu dengan kebencian yang begitu besar.


*


Sepanjang perjalan pulang tanu memikirkan keadaan zevia karena saat ia melihat dengan mata kepalanya sendiri saat zevia sedang melakukan tindakannya yang ia liat zevia sebenarnya tidak ingin melakukan itu namun entah amarah apa yang ada dalam diri zevia sehingga ia sampai memaksa kan diri melakukan hal-hal keji itu.


"Entah apa yang terjadi kepadamu, tapi sepertinya kamu tidak baik-baik saja"


Ucap tanu tetap dengan pandangan fokus menatap depan dan tangan mengendalikan setir mobil nya.


"Next episode"


Heii... Guyss butuh saran nii buat ceritanya :'(


mohon koreksinya ya kalau-kalau ceritanya dah ngawur dan keluar alur tujuan ... Maafin author kalian yang amatiran ini :'(


Terima Kasih untuk Like dan dukungan kalian sini peluk onlen dulu :) ๐Ÿค—

__ADS_1


__ADS_2