
Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. 🥰
Happy Reading's bub
***
"Selamat pagi"
Zevia, calta dan tanu tertegun dengan wajah bantal masing-masing dan dengan pikiran masing-masing juga
"Kenapa kalian melamun ayo sarapan"
Zevia menatap wajah calta lalu tanu, keduanya mengangkat bahu mendelik tidak tahu apa-apa
"Calta, zevia, tanu ayo cuci muka kalian, lihat kami sudah menyiapkan makanan" Ny.maya menghampiri mereka dengan senyum mengembang dibibirnya
"Ba-bagaimana kalian bisa masuk" tanya zevia sembari menggaruk kepalanya yang tiba-tiba menjadi gatal
"Lihat.. Mereka yang memberikan kuncinya sendiri kepada kita mereka pula yang lupa" Balas ny.sarah yang sedang mengaduk teh lemon untuk zevia dan calta
"Kunci.. Kapan" Ucap tanu ikut menimpali
"Emm sebenarnya bukan memberikan ayah yang mengambil kunci itu sendiri..." Jawab tuan albert dengan tawa santanya
"Ck dasar drama orang tua" Cibir calta menggoda sembari menutup mulutnya menguap
"Baiklah kak jangan dipermasalahkan ini berkat, lihat kita bangun semua sudah ada dimeja makan biasanya kita membuat sendiri... Ayo makan" Ajak calta kepada zevia dan tanu
"Tidak kalian saja yang makan" Jawab zevia pelan ia berjalan menuju sofa didepan tv duduk disana sembari mengusap perutnya lembut
"Ada apa sayang.. Kamu mau apa" Ny.sarah berjalan menuju zevia ia memberikan teh lemon kepada Zevia yang sepertinya mual mencium aroma makanan dimeja makan
"Tidak apa-apa bu, hanya mual sedikit" Jawab zevia
"Terima kasih" Ucapnya lagi setelah menerima teh lemon dari bu sarah dengan perlahan zevia menyesapnya
__ADS_1
"Hemm enak sekali..." Ia menatap ny.sarah yang tersenyum juga menatapnya dengan lembut
"Dulu waktu ibu hamil Tanu dan coel ibu selalu minum teh lemon ini dari oma rasanya segar jadi rasa mual kita bisa berkurang" ucap ny.sarah dengan senyum kecil diwajahnya
"hem enak.. terima kasih bu" Ucap zevia sembari memeluk ny.sarah pelan
"Sama-sama sayang" Balasnya, zevia merasa beruntung memiliki ibu mertua yang menyayanginya seperti anak sendiri ucap ny.maya dengan wajah bangga
"Zevia makan nak" Ny.maya membawakan makanan didekatnya, zevia reflek menutup hidungnya aroma makanan yang menyengat membuatnya mual dan muntah
"Kak besan sepertinya ia tidak suka makanan daging deh" ny.sarah menatap isi piring yang dibawa maya
"Iyakah.. Kalau begitu aku akan potongkan buah saja" Ucap ny.maya seraya mengembalikan lagi piring isi lauknya ke meja makan.
"Ada apa mom" Calta yang kini sudah melewati fase zevia ia bisa dengan mudah menikmati makanannya dengan sangat nyaman
"Mom begini ya rasanya jadi seorang ibu.. Aku menyesal harus kehilangan mama karena ia melahirkanku" Ucap calta tiba-tiba ia menghentikan makannya dan menghapus titik air matanya dengan kasar
"Heh tidak boleh seperti itu.. Semua ibu rela mengorbankan apa saja demi anak-anaknya bahkan nyawapun tak takut ia berikan asalkan anaknya bisa lahir dengan selamat... Kamu sendiri merasakan bukan bagaimana rasa cintamu kepada bayi itu.. dan apakah kamu rela jika kelak bayi itu mengatakan hal serupa kepadamu" Ny.maya berjalan mendekati calta memeluknya serta mengusap perut buncitnya
"Tentu tidak mom.." Balasnya sembari terisak
"Astaga ada apa ini kenapa suasana menjadi melow begini" Cetus tuan albert ia datang membawa anggur dengan kadar alkohol rendah menuju ruang tengah
"Astaga ayah apa-apaan ini" Zevia yang baru keluar dari kamar mandi melihat tuan albert dengan wajah sumringah membawa botol anggur ditangannya
"Sayang udah itu kadar alkoholnya 0%" Bisik tanu, zevia tersenyum lucu menatap ayahnya
"Kamu mengerjai mertuamu" Bisik zevia
"Bukan, ayah itu pencinta anggur/wine jadi biarkan dia menikmatinya meskipun.." Tanu menggantung ucapannya dan tersenyum jahil menatap zevia
Saat semua tengah menikmati pagi yang ceria zevia sedang melakukan meeting via zoom dengan bowo diindonesia membicarakan bisnis dan teknik marketing terbaru mereka
"Bos.. Sepertinya bos kelelahan apa meetingnya kita sudahi saja" Saran bowo saat melihat zevia beberapa kali memijit keningnya dan wajahnya lebih pucat
__ADS_1
"Tidak kita lanjutkan saja.. Aku baik-baik saja" Jawab zevia memastikan dirinya
"Caltaaaaaa" Teriakan panik ny.maya membuat semuanya terdiam zevia bahkan bowo yang di panggilan video pun tercengang, zevia menoleh mencari arah sumber suara
"Tolonggggg" Pekik ny.maya membuat mereka semua menghambur bahkan zevia dengan cepat menutup laptopnya dan ikut menghampiri sumber suara
"Ada apa kak" Ny.sarah terlebih dahulu menemukan mereka, ny.maya duduk bersimpuh memangku calta yang sudah dengan wajah meringis kesakitan
"Ketubannya pecah" Teriak ny.sarah cepat bawa dia kerumah sakit teriak ny.sarah suasana menjadi keos tanu sudah berangkat kerja tidak ada yang bisa menyetir selain zevia
"Jangan kamu nak.. kondisimu berbahaya jika membawa mobil" cegat tuan Albert ia meraih kunci mobil dari tangan zevia
"Ayo nak kamu kuat bangun.." Ny.maya, sarah dan zevia membantu calta berdiri dan memapahnya berjalan
"Sakit mom aww.." Calta sudah berurai air mata sembari berkali-kali meringis kesakitan
dengan susah payah mereka bertiga membantu calta berjalan dengan bobot tubuhnya yang naik drastis membuat ketiganya kesulitan terlebih postur tubuh ketiganya juga kecil langsing dan mungil.. Perjuangan mereka tidak sia-sia tuan albert sudah memegang kemudi bersiap membawa mobil
"Ayah biar aku saja" Pinta zevia
"Tidak.. kau meremehkan ayahmu ck kau ini" Kesal tuan albert keduanya berdebat kecil
"Cukup... cepat bawa mobilnya" Bentak ny.maya membuat keduanya terperanjat dan berdamai zevia duduk disamping tuan Albert dengan wajah ditekuk
"Ayah hati-hati" Teriak zevia dan calta disela-sela ia menahan sakitnya saat tuan albert menginjak pedal gas dan rem mendadak sehingga membuat mereka terjungkal kedepan
"Kan apa kataku" Kesal zevia ia turun dari mobil dan mengambil alih posisi kemudi
"Ayah meremehkan ku meskipun aku bumil aku ini hebat" Balas zevia membuat tuan albert mendelik tajam
"Tolonglah cepat aku tidak tahannnnnn" Teriak calta memekik membuat zevia segera melajukan mobilnya
"Ibu sakit... mom tolong ah rasanya aduh sakit sekali..."
"Calta tenang nak tenang, tarik nafasmu lalu hembuskan tenanglah"
__ADS_1
"Huhhh huhh huhhh.. Oh tuhan huh huh huh sakit sekali huh huh huh" Calta terkulai lemas tubuhnya sudah dibasahi keringat dingin ny.maya dan sarah merasa panik dengan kondisi calta yang semakin lemah laju mobil memecahkan hening nya jalan raya.
"Bersambung"