
Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. 🥰
Happy Reading's bub
***
Cinta untuk Baby C
"Nak.. apa kabar didalam sana, sebentar lagi kita akan bertemu.. Kamu akan bertemu dengan mami Calta, mami Zevia dan papa Tanu juga maafkan mama nak tapi kamu tidak bisa bertemu papa Coel mu dia adalah lelaki yang memiliki mu seutuhnya, maafkan mami jika kelak kamu akan mengalami hari-hari yang sulit, maafkan mami juga jika nanti kamu harus berpikir keras tentang jawaban keberadaan ayahmu yang pasti ditanyakan teman-teman mu... Kadang mami berpikir akankah kamu mampu nak menghadapi semua tapi mami zevia mu berkata kamu anak yang kuat.. Apakah itu benar hahaha mami zevia mu adalah orang yang paling antusias menantikan kehadiran meskipun saat ini ia juga memiliki baby diperutnya tapi dia selalu menanyakan kabar mu melewati mami.. Kamu beruntung sayang memiliki ibu sebaik mami zevia dan papa sebaik kak tanu..
Maafkan nanti jika mami akan meninggalkan mu sementara dengan mami zevia dan papa tanu karena mami harus melanjutkan pendidikan dan mencari pekerjaan untuk masa depan mu meskipun mami yakin masa depanmu terjamin dengan mami zevia tetapi sebagai seorang ibu mami tetap merasa bertanggung jawab akan masa depanmu, jangan membenci mami ya nak karena kesalahan mami kamu harus hidup begini.. Love you my baby :) "Mami Caltamu"
Calta merebahkan diri didalam kamarnya sembari mengusap-usap perut buncitnya, waktu terasa sangat cepat berlalu.. Sebulan telah berlalu dari hari dimana tuan albert dan ny.maya mengetahui kehamilannya calta tetap menjalani hidupnya dengan baik.. Ny.maya sering berkunjung dan menemaninya serta memberikan nasihat serta wejangan untuknya dan zevia yang kini juga sedang hamil muda.
"Mommy akan tinggal disini nanti, jika kamu lahiran" Ucap ny.maya sembari menyeruput tehnya panasnya
"Bukan hanya kamu kak besan aku juga akan tinggal disini" Timpal ny.sarah ia sangat antusias untuk menyambut kehadiran cucunya
"Tidak perlu lah mom, bu aku bisa mengurus calta" Jawab zevia sembari memijit keningnya
"Tidak tidak.. dengan kondisimu seperti ini" Ucap ny.maya sembari memperhatikan zevia yang muntah dibantu oleh calta memijit pundaknya pelan
"Tapi kami bisa mengurus diri mom" Jawab calta sembari memijit tekuk zevia
"Heh seperti kamu pernah melahirkan saja, jadi seorang ibu itu tidak mudah nak.. apalagi ini pertama kalinya kamu melahirkan dan ini cucu pertama kami jadi kami akan memberikan yang terbaik.. Betulkan besan" Jawab ny.maya menetap zevia dan calta kesal karena kedua anak perempuannya itu sama-sama keras kepala.
"Sudahlah kamu tidak akan menang melawan mereka" Bisik zevia setelah membersihkan wajahnya ia berjalan kembali ke ruang tengah bersama calta
"Baiklah mom kalian berdua boleh tinggal disini" Ucap zevia ia duduk bersamaan dengan calta, nafas calta sudah tersengal-sengal perutnya yang besar membuatnya merasa sesak dan tidak kuat berdiri terlalu lama
"Tapi.. bagaimana dengan ayah" Calta menatap wajah ny.maya
__ADS_1
"Biarkan saja dia sendiri disana.. siapa suruh keras kepala" Jawab ny.maya kesal mengingat keras kepalanya tuan albert meskipun ia dan ny.sarah sudah membujuknya beribu kali
"Aku merasa bersalah dengan ayah.. aku gagal menjadi putri yang baik untuknya, aku mengecewakannya mom seandainya waktu bisa berputar aku tidak ingin ini terjadi kepadaku, aku sangat merindukan pelukan ayah dan perlakuan manisnya" Calta membuang nafas panjang mengusap air matanya yang menggenang, zevia memeluknya.. Ny.maya dan sarah merasa iba dengan calta
"Iya aku sangat marah, aku marah karena putriku membohongiku.. Ia membuatku merasa bersalah dengan semua sifat kerasku.. tapi aku sangat mencintainya"
Zevia, calta, ny.maya dan ny.sarah menoleh menatap kearah suara tersebut... Calta dengan susah payah berdiri dengan tatapan mata nanar dan air menggenang dipelupuk matanya menatap lelaki paruh paya berdiri dibantu tongkat sedang berdiri juga menatapnya
"A-.." Calta menghentikan ucapannya ia tidak berani melanjutkan panggilannya, air mata sudah tak terbendung lagi
"kenapa, sekarang kamu juga sudah melupakan bagaimana cara memanggilku" ucap tuan albert ia berjalan terseok-seok mendekat kearah calta
"Kamu terlalu mengambil hati akan kemarahanku nak.. Ayah tidak pernah membenci anak-anak nya bahkan sampai ia sudah tiada anak-anaknya lah yang menjadi penerang jalannya.." Tuan albert akhirnya sampai didekat calta ia berdiri tetap didepan calta yang masih menangis sesenggukan
"Ayah..maafkan aku" Calta dengan tiba-tiba bersujud di kaki tuan albert meskipun dengan perut besarnya itu tidak membuatnya menyerah.. "Calta" Teriak zevia segera membantu calta
"Jangan marah lagi kepadaku" Isak calta
"Bangun ayo bangun, bagaimana kalau bayi mu terluka ayo bangun" Tn.albert dibantu zevia membantu calta kembali berdiri lagi.
"Sudah sudah jangan bertengkar.. Ayah tidak pernah marah kepadamu, ayah hanya merasa gagal jadi orang tua karena membiarkan anak-anaknya kesusahan dalam kondisi yang sulit.. Sekarang ayah akan menebus kesalahan ayah.. Ayah akan tinggal disini untuk merawat anak-anak dan cucu ayah.. Ayah dengar putri ayah yang seorang mafia ini juga akan menjadi seorang ibu" Ucap tuan albert menatap zevia dengan tatapan penuh cinta
"Loh da-dari mana ayah tahu" Ucap zevia karena mereka memang tidak ada yang memberitahukan nya kepada tuan albert
"Tentu saja aku tahu, kau pikir ayah cuma punya 2 anak yang bisa bekerja sama merahasiakannya.. Ayah punya satu anak lagi yang selalu memberikan informasi kepada ayah" Ucap tuan albert melirik tanu yang masuk membawa tas besar milik tuan albert dan koper pakaiannya.
"Sayang kamu..." Zevia menatap tanu kesal, semua orang terkejut karena zevia tidak lagi enggan memanggil tanu dengan panggilan sayang.
"Kenapa" Zevia menatap mereka bergantian
"Emm tidak ada apa-apa hanya saja sepertinya bunga sakura sudah bermekaran didalam air payau" Goda calta, zevia flashback mengingat ucapannya dahulu...
" Kak kenapa kamu memanggil kak tanu dengan nama saja"
__ADS_1
"Kenapa apa yang salah"
"Kau harus memanggil nya dengan panggilan sayang kak"
"Uek.. sampai bunga sakura mekar didalam air aku tidak akan memanggil nya seperti itu,"
"Loh dia suamimu kak wajar dong aneh tahu"
"Ya kenapa.. jijik tahu calta panggil panggilan sayang gitu"
"Boom seperti bom waktu calta mengultimatum zevia dengan ucapannya sendiri... Zevia melotot menatapnya tak percaya kalau calta masih ingat kata-kata itu
"Kenapa kakak heran aku masih ingat.. Calta ni bos" Godanya dengan senyum jahilnya membuat zevia tak bisa berkata-kata lagi
Tuan albert, ny.maya dan ny.sarah serta tanu juga tertawa lepas dengan ucapan calta, zevia juga akhirnya ikut tertawa ia menatap calta senyumnya dan tawanya begitu lepas sudah lama ia tidak melihat tawa itu, zevia mendekati calta dan memeluknya
"Terima kasih karena sudah menjadi calta yang selalu periang" Ucap zevia sembari memeluknya
"Kebahagiaan ku sudah lengkap kak, kamu, kak tanu, ayah, mommy, ibu semua ada bersamaku saat ini jadi apa lagi yang harus ku khawatirkan" Balas calta dengan semangat, mereka juga ikut memeluk zevia dan calta hari itu suasana rumah Zevia dan Tanu sangat ramai tawa dan canda yang sudah lama vacuum kini kembali lagi.
Flashback off
"hah ternyata tuhan sangat baik, dia mengembalikan kasih sayang ayah untukku dan baby, mommy dan ibu juga lebih sering berkunjung" Ucap calta setelah mengingat hal tadi ia mulai memejamkan matanya untuk lelap
"Gimana bisa kamu baya ayah kesini" Zevia menghampiri tanu dan membawakan kopi hitam untuk suami yang sedang duduk didepan laptopnya
"Gini ceritanya" Tanu mengubah posisi duduknya dan menatap zevia lalu mulai bercerita.
.
.
.
__ADS_1
.
"Bersambung"