MAFIA CANTIK

MAFIA CANTIK
Hidup Baru Eps.7


__ADS_3

Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. 🥰


Happy Reading's bub


***


Calta menggeliatkan tubuhnya dengan pelan sinar matahari langsung menusuk matanya.


"Siapa yang membuka gorden ahhh aku masih mengantukkk... Hooaammmm" Calta menutup wajahnya dengan selimut


"Tunggu..." Calta kembali membuka selimut dan menatap langit-langit kamar mengedarkan pandangannya menatap dinding


"Loh" Calta segera beranjak duduk mengucek matanya kasar


"Loh ini bukan kamar ku.." Calta menatap barang-barang yang ada diatas meja itu bukan miliknya laptop, ponsel dan pakaian dalam yang berserakan.


"Aahhkkkk..." Calta berteriak, dion berlari keluar dari kamar mandi hanya memakai boxer, mulutnya penuh busa dan tangannya memegang sikat gigi


"Apa, ada apa kenapa" Tanya Dion dengan mulut penuh busa


"Loh kamu kenapa ada disini.." Calta menatap dion yang berdiri mematung menatapnya juga


"Emm sudah bangun.." Dion kembali ke kamar mandi dengan wajah kesal


"Ke-kenapa kau pergi aku belum selesai berbicara" Calta turun dari ranjang namun kepalanya pusing ia kembali duduk dan memijit keningnya pelan


"Bajingan aku mabuk lagi.. Ahhkk syukur tidak banyak" Ucapnya sembari mengingat semalam ia hanya menenggak sebotol wiski, calta mengambil selimut yang ada didekatnya membungkus tubuhnya yang hanya mengenakan hotpants dan tanktop mini


"Gimana sudah baik" Dion keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang rapi seperti stylenya biasa


"Hem.." Calta mengangguk, dion menghampirinya dan duduk disampingnya


"Sebaiknya kamu kembali ke kamarmu dan bersih-bersih kita harus ke bandara jam 10" Ucap dion sembari mengecek ponselnya


"Sekarang jam berapa" Calta kembali merebahkan diri dibungkus selimut


"Jam 9.30" Jawab dion santai


"APAAAA" lagi-lagi pekikan calta membuat dion harus menutup telinganya


"Kenapa tidak bangunkan aku.. kamu taukan aku dandannya lama" Kesal calta ia kembali beranjak duduk menatap dion kesal


"Ya salah sendiri kebo" Jawab dion santai, membuat calta menjadi kesal sendiri


"Dasar menyebalkan" Calta beranjak dari duduknya namun sebelum pergi ia kembali lagi menghampiri dion dan bersimpuh dengan lututnya dilantai sehingga posisi dion lebih tinggi darinya


"Jadilah diri sendiri.. Jangan bertahan dengan ketidaknyamanan mu ini... Aku tidak akan menjauhi mu karena alasan apapun karena kamu adalah sahabat terbaikku" Ucap calta kemudian ia pergi kembali ke kamarnya dengan senyum mengembang diwajahnya


Dion tertegun mendengar ucapan calta, jadi semua yang dikatakannya semalam bukan karena dia mabuk... Baiklah aku akan menjadi sahabat terbaikmu atau mungkin sahabat hidupmu" Dion berucap sendiri sembari memegang dadanya yang berdegup sangat kencang

__ADS_1


Dion kembali mengganti pakaiannya kini ia tidak perlu ragu lagi menjadi dirinya sendiri.


"Calta ayoooo" Teriak dion dari luar karena waktu sudah benar-benar mendesak


"iya iya" Calta keluar dari kamarnya menarik koper besarnya saat membuka pintu wajahnya yang duluan keluar sesaat ia terdiam


"Dion" Ucapnya pelan saat menatap penampilan lelaki itu sangat berbeda dari biasanya


"Calta cepat..." Dion membuka pintu menarik koper milik calta dan membawanya berjalan duluan,... "Tungguu" Calta berteriak sembari mengejar langkah kaki dion yang cepat


"Wahh kau benar-benar berbeda.. Gagah" Goda calta langkah kaki kecilnya kewalahan mengimbangi langkah kaki dion yang sangat cepat


"Aku capek" Calta menyandarkan punggungnya dijok mobil nafasnya memburu dan keringat membasahi wajahnya


"Ni" Dion menyodorkan air mineral untuknya calta segera meraihnya dan minum sampai menyisakan separo air di botol tersebut


"Aku akan membunuhmu jika melakukan ini lagi" calta menatap dion kesal namun dalam diam calta memperhatikan lelaki yang saat ini ada disampingnya perubahan style dion membuatnya jadi kagum bagaimana bisa selama ini lelaki itu bertindak seolah-olah ia adalah lelaki kemayu hanya demi ingin dekat dengan calta


"Kenapa kau menatapku seperti itu, jangan bilang kamu naksir aku" Ucap dion saat memergoki calta menatapnya dalam diam


"Dih aku tidak akan pernah berurusan lagi dengan yang namanya lelaki apalagi cinta.. Hatiku sudah mati" Jawab calta serius


"Apa benar kamu memang tidak ingin mengenal cinta lagi" Tanya dion serius


"Hem sepertinya begitu cinta hanya menyakitiku, melukai hatiku dan menghancurkan hidupku" Jawab calta sembari memandang lurus ke depan dari pandangan matanya dion dapat melihat kesedihan yang mendalam disana


"Kau... jangan pernah berharap cinta dariku, meskipun aku mau berteman dengan mu bukan berarti kamu bisa menyelipkan rasa dihati ku" Ucap calta membuat dion terdiam


"Hemm baiklah nona" Goda dion membuat calta tersenyum simpul, senyum yang begitu manis dan hangat melebihi hangatnya sang mentari pagi


Ditempat lain alexa dengan perasaan gelisah karena semalaman ia tidak tidur hatinya menjadi tak karuan karena kondisi frans tidak membaik


"Obat apa yang kau berikan, tidak ada perkembangan baik dari pasien ini" Ingat alexa saat dokter gabe menemuinya pertanyaan itu membuat alexa merasa bersalah


"Aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu.. Aku tidak bisa membiarkan ingatanmu kembali karena jika ingatan itu kembali kau akan meninggalkan ku coel..Entah apa yang yang sudah terjadi antara kau dan calta sepertinya cintamu untuknya sangat kuat, kau bahkan tidak bisa menerimaku meskipun kau tidak mengingat siapa dirimu sendiri, dalam tidurmu kau selalu terlihat tidak tenang, apa aku melakukan hal yang salah" Alexa menatap wajah pucat coel yang berganti nama menjadi frans, alexa mengingat kembali kejadian 5 tahun silam dimana saat itu ia dan keluarganya baru saja kembali dari luar kota, hujan deras membuat laju kendaraan mereka terhambat terlebih disisi kiri dan kanan jurang


",Ayah ada apa..." Pekik alexa saat mobil yang dikendarai ayahnya tiba-tiba melakukan pengereman mendadak sehingga membuat mobil tersebut tergelincir beruntung tidak mengalami kecelakaan


"Kau apa-apaan ini tren.." Kesal welia ibu alexa


"Kau hampir saja membuat kita semua celaka" Bentak welia kasar


"Kemana kau... Trennn" Welia ikut turun mengejar suaminya yang tiba-tiba keluar dari mobil padahal kondisi hujan deras


"Ibu ayah mau kemana kalian" Alexa yang masih dalam kondisi syok pun terpaksa ikut turun sembari membawa payung mengejar kedua orang tuanya


"Ada apa tren..." Langkah kaki welia terhenti saat melihat seseorang tergeletak ditengah jalan dengan luka serius darah segar terus mengucur dari tubuhnya


"Lihat, jika aku tidak fokus kita bisa lebih bahaya.. Lihatlah" Tren menatap istrinya tegas

__ADS_1


"Ayo kita tolong dia"


"Tidak tidak jangan lakukan itu... bisa saja ini jebakan tren kita tidak tahu apa-apa tempat ini sangat gelap.. ayo kita pulang saja aku takut" Welia menarik tangan suaminya mencegah tren untuk menolong lelaki itu


"Ibu ayah ada apa kenapa kalian disini" Alexa menghampiri kedua orang tuanya yang sedang berdebat


"Astaga coel... ayah dia coel" Alexa dengan cepat menghampiri lelaki yang telah mengalami kecelakaan itu dan ternyata dia adalah coel mantan kekasih alexa


"Kau mengenalnya" tren mengabaikan welia yang terus mendumel


"Ayah dia coel, lelaki yang selalu ku ceritakan dengan ayah... Ayah please tolong dia ku mohon" Alexa mencoba menyadarkan coel yang sudah tak sadarkan diri, singkat cerita coel dibawa kerumah sakit dimana zevia sedang membantu rekan dokternya dan zevia juga lah yang membantu mendonorkan darahnya


5 bulan berlalu setelah coel koma 3 bulan tubuhnya mengalami kelumpuhan alexa adalah orang yang selalu ada disampingnya


"Ayah apa yang terjadi" Alexa menghampiri ayahnya yang juga seorang dokter dan sedang memeriksa coel yang terlihat linglung ia hanya diam membisu tatapannya terlihat kosong


"Sepertinya dia mengalami amnesia" Jawab tren setelah memeriksa dan memastikan kondisi coel


"Jadi.. apa yang harus kita lakukan" Alexa menatap sang ayah


"Kita harus mengobatinya, lalu mencari keluarga nya bukankah dia teman mu.. coba hubungi keluarganya" Ucap tren sembari memeriksa coel yang hanya diam termenung, lama alexa bergelut dengan semua pikirannya


"Ayah aku tidak akan menghubungi dan mencari keluarganya" Tren terperangah saat mendengar apa yang baru saja putrinya ucapkan


"Kenapa alexa, ada apa" Tren menghampiri alexa yang duduk di kursi dekat ranjang coel


"Aku ingin dia jadi milikku ayah, aku sangat mencintainya... Aku tidak bisa kehilangannya lagi ayah aku tidak bisa.. ku mohon bantu aku" Alexa kini mulai menangis sebagai orang tua tren merasakan iba dengan putrinya namun ia juga tahu betul keluarga coel pasti sedang mencari putranya


"Tidak alexa ayah tidak bisa" Jawab tren telak membuat alexa mendongak menatapnya melotot


"Baik jika ayah tidak mau aku akan mengakhiri hidupku" Teriak alexa ia mengambil gunting bedah milik tren dan mulai mengancam


"Alexa hentikan, jangan konyol nak jangan lakukan itu" Tren merasa tak percaya akan apa yang dilakukan alexa, putrinya menjadi nekat begini


"Ada apa tren apa ribut-ribut....." Welia masuk ke ruang rawat coel


"Alexa..." Pekik welia saat melihat darah dari leher putrinya mengalir


"Ibu jangan mendekat, atau aku akan menusuk gunting ini ke leher ku" ancam Alexa saat welia mencoba mendekatinya


"tren apa ini kenapa tiba-tiba begini" Welia menatap tren yang juga sedang waspada terhadap tindakan putrinya


"Ibu aku mencintai coel aku ingin dia jadi milikku tapi ayah,, dia mencoba menghentikan ku bu" Teriak alexa


"Tren ikuti saja maunya" Mohon welia


"Tidak ini salah welia ini salah" Kekeh tren


"Baik.." Alexa tanpa ragu menusuk gunting dileher nya membuat darah mengucur deras, welia yang ketakutan melihat darah terjatuh lemas sembari meneriaki nama putrinya

__ADS_1


"Next Episode"


__ADS_2