
"Are you ready girl" Ucap paman black saat pesawat mulai mendarat di bandara internasional Soekarno-Hatta Jakarta, Calta dan Zevia terlihat masih begitu trauma namun keduanya tetap mencoba memberikan senyum untuk paman Black.
"Kak" Terlihat Calta enggan melangkahkan kakinya turun dari pesawat.
"Santai aja, gpp bagaimana pun kita harus kembali kesini" Ucap Zevia menyakinkan adiknya itu.
Akhirnya setelah mendengar ucapan Zevia Calta hanya bisa mengangguk setuju dan mulai mengikuti langkah kaki Zevia yang mendahuluinya sedangkan Tanu mengikuti mereka dibelakang.
"*Aku tidak tahu seperti apa penampakan terakhir negara ku ini saay terakhir kali aku meninggalkannya, aku pergi dengan luka yang begitu besar luka itu tidak pernah sembuh.. Negara sebesar Kanada tidak bisa menyembuhkan luka itu.. Setelah bertumbuh dewasa aku harus kembali ke Negeri ini untuk menyembuhkan luka ku sebab luka yang ku terima berasa dari sini maka disini pula aku akan menyembuhkannya.. Ayah dahulu sewaktu kecil aku berjanji untuk tidak mengikuti jejakmu namun maaf luka ini terlalu besar sehingga kematian tidak dapat membuat ku merasa takut sedikitpun, meskipun aku mencoba mendatangkan kematian itu namun sepertinya kematian sedang tidak ingin berpihak kepada ku,, kini aku datang untuk mengambil apa yang semestinya menjadi milik kita dan menjadikan semua yang menertawakan penderita kita merasakan betapa sulitnya hidup dalam luka ini....
_____Kayla_____
"Indonesia, i'm Coming.. Dahulu aku pergi meninggalkan mu dengan menggenggam tangan malaikat pelindungku kini aku kembali tapi tidak dengannya, ia memilih untuk tetap tinggal disana... Dahulu ia sangat bersedih saat melihat ku menangis namun kini sepertinya ia tidak peduli lagi sebab sebesar apapun tangisan ku ia hanya diam, bahkan tidak memelukku... Ayah Aku sangat merindukan mu, mereka telah mengambil paksa ayah dari ku.. Aku janji setelah semua selesai aku akan kembali menemui mu ayah.. Tidak ada yang bisa menggantikan mu meskipun dunia berkata aku memiliki ayah lain tapi Ayah tetap ayah kesayangan ku.. Berikan aku restu mu Ayah.. Aku akan berjuang bersama Kak Kayla untuk merebut apa yang semestinya milik kita.. Maafkan Aku tidak mematuhi Ayah.
_____Cleo*_____
*
"Wow, jalanan nya macet sekali" Ucap Calta yang duduk disamping Zevia ia terlihat memperhatikan jalanan dari jendela mobil disampingnya.
"Iya kan Paman, berbeda dengan di tempat kita jalanan sangat lengang" Ucap Calta kembali.
"Disinikan juga tempat kita" Ucap Zevia.
"No, kita kesini hanya untuk menyelesaikan apa yang belum diselesaikan" Ucap Calta menolak.
"Kenapa tidak, kita lahir disini jadi kita harus kembali kesini" Balas Zevia.
"Tetapi, disini harapan kita sudah dibunuh" Ucap Calta kesal.
Zevia terdiam entah kenapa sepertinya Calta tidak menyukai situasi saat ini semenjak mereka meninggalkan Columbia, Calta sepertinya begitu berat hati.
"Sudah jangan berdebat lagi, yang terpenting saat ini kita harus pergi ke Diamond ROO" Ucap Paman Black yang duduk di kemudi mobil.
"Paman" Zevia khawatir akan hal itu.
"Tenang sayang, semua sudah diurus kita datang sebagai investor baru, kita harus mulai dari hal kecil" Paman Black menenangkan Zevia.
Sepanjang perjalanan Zevia hanya bisa diam menyaksikan perubahan pesat kota besar ini gedung-gedung tinggi semakin bertambah banyak, populasi manusianya pun semakin bertambah.
akhirnya mereka tiba di perusahaan Diamond ROO yang kini adalah milik Sentoso, Zevia merasa geram bisa-bisanya lelaki biadab itu merebut semua milik mereka bahkan pundi-pundi kekayaan mereka pun ada ditangannya.
"Halo.." Sapa ramah seorang resepsionis yang terlihat muda dan cantik.
__ADS_1
"Hallo, bisa saya bertemu tuan Vino" Ucap paman Black dengan berbahasa Inggris Pasih sebab paman black memang orang asli Amerika dan tentu saja ia menggunakan bahasa Inggris.
Resepsionis yang sepertinya tidak terlalu pasih berbahasa asing nampak kesulitan Zevia mengerti akan hal tersebut sebab dari raut wajah wanita itu ia nampak kesusahan menjawab pertanyaan paman Black.
"Maaf, maksud Daddy apakah dia bisa bertemu tuan Vino" Ucap Zevia menjelaskan.
"Ohh, apakah sudah membuat janji" Jawab wanita itu menggunakan bahasa Indonesia, dan tugas Zevia menjelaskan kembali kepada paman Black.
"Tentu, ini" Paman Black memberikan Kartu khusus untuk tamu terhormat.
"Baik silahkan langsung ke lantai 30" Ucapnya ramah.
Zevia mengajak paman black menuju lantai 30, sedangkan Calta dan Tanu menunggu di dalam mobil.
Hening.. Sesekali Calta menatap Tanu dari kaca spion parkir.
"Kenapa" Tanu tiba-tiba berucap dan membuat Calta merasa kegep memperhatikan Tanu.
"Gak" Ketus Calta.
"Kamu ngapain ikut dalam perjalanan kami" Calta mulai membuka percakapan.
"Paman Black mengajak ku" Jawab Tanu jelas.
"Ya gak tahu, tanya aja sama paman" Ucap Tanu seperlunya sebab tidak mungkin Tanu menceritakan semua kepada Calta.
Calta terdiam mendapati sifat dingin Tanu kepadanya semenjak kejadian waktu itu Tanu menjadi menghindari Calta sebab ia tahu gadis itu sebenarnya menyukainya dan Tanu tidak dapat membohongi dirinya sendiri bahwa kini ia mencintai Zevia gadis yang selalu menatapnya dengan dingin dan acuh.
Berbeda dengan Calta yang selalu menatapnya dengan kehangatan dan kelembutan namun hati tidak bisa diajak berbohong untuk soal rasa.
Tiba-tiba Calta membuka pintu mobil dan pergi keluar Tanu mencoba menghentikan Calta dan mengejarnya namun gadis itu seakan-akan tuli dan tak menghiraukan Tanu.
"Calta hei" Tanu terus memanggilnya namun calta tetap berjalan lurus kedepan.
"Calta stop" Tanu menarik lengan Calta dan membuat gadis bertubuh mungil itu jatuh kedalam pelukan Tanu.
Calta terdiam beberapa detik didalam pelukan Tanu hangat dan kokoh begitu yang ia rasakan namun tiba-tiba ia tersadar dan menjauhkan diri.
"Apa-apaan sih" Calta mendorong tubuh Tanu menjauh.
"Kamu gila ya, keluyuran kemana-mana kan Paman meminta kita menunggu didalam mobil" Kesal Tanu karena jika ada yang mengenali mereka maka semua rencana menjadi berantakan dan sia-sia.
"Aku mau kencing, apa aku harus kencing di dalam mobil" Calta kesal karena ia sangat kebelet.
__ADS_1
"Oug, ya sudah biar ku antar" Ucap Tanu merasa bersalah karena sudah sedikit membentak Calta.
"Hm" Angguk Calta setuju.
Beberapa orang memperhatikan mereka para lelaki yang ada di situ nampak terpesona oleh kecantikan Calta yang berkulit coklat muda dan berwajah etnik khas yang menawan dengan rambut bob diatas bahu menambah kesan manisnya dan beberapa gadis juga yang ada disekitar situ nampak ikut terpesona namun bukan dengan Calta melainkan kepada Tanu, pesona Tanu memang sulit ditolak postur tubuh yang kekar berotot, tinggi semampai dan rambut cepak dan penampilan bad boynya membuat gadis-gadis gigit jari.
"Cepat" Tanu menggedor pintu toilet karena Calta sangat lama.
"Sabar" Teriaknya dari dalam.
"ku hitung sampai 3 jika tidak keluar kamu akan ku tinggal sendiri" Ancamnya.
"Bawel" Akhirnya Calta keluar dengan kesal dan pergi mendahului Tanu terlihat dari kejauhan Zevia sudah menunggu mereka di dekat mobil.
Namun Tanu terlihat kesal sebab beberapa orang lelaki menghampiri Zevia dan bercakap dengannya Zevia memang pasih berbahasa Indonesia, berbeda dengan Calta yang lebih suka berbahasa Inggris, jadi membuatnya nampak mudah bergaul.
Bagaimana tidak semua mata lelaki tidak tertuju kepada Zevia.
Gadis berusia 20 tahun itu nampak begitu mempesona kulit nya yang putih bersih, hidung mancung, rambut panjang di kuncir simple, kaki jenjang dan tubuhnya yang langsing membuatnya terlihat seperti seorang model internasional. (Kayak mama Pau istrinya om Baim Wong ๐)
Tanu merasa kesal bisa-bisanya Zevia yang selalu terlihat dingin dan jutek kepadanya menjadi sangat ramah kepada orang-orang disini bahkan sesekali terlihat Zevia tersenyum mambuat Tanu merasa kesal sedangkan Calta memperhatikan perubahan pada wajah Tanu yang tiba-tiba terlihat kesal saat menatap sang Kakaknya Zevia sedang berbincang bersama beberapa orang lelaki.
"Kamu menyukai kak Zevia" Ucap Calta to the point.
"Hah" Tanu terlihat salah tingkah dan tidak menghiraukan Calta.
Akhirnya keduanya sampai ditempat Zevia menunggu sesaat Zevia menatap Tanu namun kemudian ia membawa Calta didekatnya dan mengenalkan Calta kepada beberapa orang itu yang ternyata adalah Karyawan lama perusahaan Diamond ROO yang ternyata sudah dipecat Zevia mengumpul beberapa informasi dengan berpura-pura sebagai seorang wartawan yang ingin mencari tahu asal muasal perusahaan Diamond ROO.
Calta tersenyum ramah dan memperkenalkan diri, tidak beberapa lama akhirnya paman Black datang dan mereka melanjutkan perjalanan untuk menuju Village hotel.
Sedangkan Tanu yang duduk disamping paman Black nampak diam seribu bahasa namun sesekali ia menjawab pertanyaan paman Black, Calta yakin bahwa sebenarnya Tanu menyukai kakakny.
Ya wajar saja siapa yang tidak menyukai kak calta yang sangat mempesona dan smart, monolog hati Calta.
________NEXT EPISODE_________
Ini ada bonus visual Zevia dan Calta yaa ๐คฉ Semoga sesuai ekspektasi kalian.
INI ADALAH ZEVIA / KAYLA ALBERT.S
Ini adalah QLEO/CALTA ZOY.S
__ADS_1