
Happy Reading's bub
***
*Kali ini tak akan ku biarkan takdir mempermainkan ku lagi... Hari ini aku akan menulis takdir ku seorang diri kali ini aku akan membuat takdirku lebih baik aku sudah cukup bersabar menghadapi jalan hidup ku seperti ini namun selanjutnya tidak aku akan membuat jalan ku sendiri....
Calta berdiri mematung didepan cermin besar menatap pantulan dirinya sendiri matanya masih terlihat sembab dengan langkah pasti ia melangkah keluar dari rumahnya
"Iya aku sudah mau berangkat.. See you" Ucapnya dengan seseorang di seberang sana calta menyimpan ponselnya dan mulai pergi
Setelah 30 menit perjalan calta tiba disalah satu restoran mewah dengan apik ia memarkirkan mobil mewah miliknya berjalan dengan langkah tegas
"Calta.."
Calta menoleh saat seseorang memanggil namanya
"Kenapa tiba-tiba ngajak ketemuan disini" Dion menyiapkan kursi untuk calta duduk, calta melepaskan kacamata hitamnya
"Kenapa.. matamu kenapa" Dion menatap calta
"Kenapa?" Tanya calta pura-pura tak tahu
"Itu matamu sembab kenapa?" Tanya dion lagi
"Ohh biasa semalam aku nonton drama korea" Jawab calta asal dion mengangguk mengerti
"Aku mau ngomongin sesuatu" Calta mulai menatap lelaki yang saat ini duduk dihadapannya dengan serius
"Apa?" Tanya dion serius juga
"Kamu waktu itu serius ingin menikahiku?" Tanya calta langsung dion dengan wajah serius mengangguk setuju
"Aku tidak akan memaksamu calta aku tahu dihatimu hanya ada nama..."
"AKU MAU" Jawab calta cepat sebelum dion menyelesaikan ucapannya
"Hah.. Gimana gimana" Dion mengerutkan keningnya tak mengerti
"AKU MAU MENIKAH DENGANMU" Jawab calta lugas
"Hah.. Se-serius kamu tidak sedang mabok kan" Tanya dion dengan senyum sumringah
"Serius.. Ayo kita menikah secepatnya" Jawab calta lagi
"YESS.... TERIMA KASIH TERIMA KASIH" dion dengan hati membuncah berteriak nyaring sehingga membuat pengunjung restoran menatap mereka calta menutup wajahnya malu dan mini bag nya
"Dion sudah.." Bisik calta tak nyaman karena dion begitu ekspresif nya
"Ma-maaf maaf" ia kembali duduk
"Kamu seriuskan calta kamu tidak.."
"Iya aku serius.. Kapan kamu kerumah bertemu mommy dan ayah?" Tanya calta lagi namun kali ini suara nya sedikit bergetar
"Sekarang... Sekarang kita akan kerumah mu"
__ADS_1
"Hah sekarang" Calta menatap dion tak percaya
"Iya ayo.." Dion membawa calta pergi meninggalkan restoran itu menuju kediaman zevia karena kedua orang tuanya tinggal bersama zevia
"Mom dimana calta?" Tanya zevia yang baru pulang dari rumah sakit wajahnya terlihat sangat letih
"Tidak ada dirumah sayang.. 3 hari sudah dia tidak berkunjung" Jawab ny.maya pelan sembari menimang charlie
"Kemana anak bodoh itu" Cibir zevia pelan karena selama 3 hari itu juga ia tidak ada berkomunikasi dengan sang adik
"Kenapa nak apa ada masalah" Ny.sarah yang sedang berkunjung menghampirinya juga
"Tidak ada masalah apa-apa"
Tiba-tiba calta menjawab pertanyaan ny.sarah
"Kamu dari mana aku punya kabar baik itu dia sud.." Tanya zevia namun ia tidak melanjutkan ucapannya saat dion masuk menyusul calta
"Dimana ayah?" Tanya calta
"Ada.. Han honey" Ny.maya memanggil tn.albert
"Tu ayahmu" Ucap ny.maya sembari menatap tn.albert yang datang bersama Tanu
"Kebetulan semua orang ada disini aku ingin mengatakan sesuatu" Ucap calta serius zevia menatap tajam sang adik calta enggan menatap zevia ada rasa takut didalam hatinya
"Apa yang ingin kau katakan calta" Tanya zevia dengan tegas
"Duduk dulu nak" Ucap ny.sarah karena Zevia, Tanu, Calta dan Dion berdiri calta membawa dion duduk sedangkan zevia dan tanu tetap berdiri
"Ngomong" Calta memberikan kode kepada dion
"Om, tante maya, dan tante sarah.. Kak Zevia dan Kak Tanu saya ingin melamar calta" Ucapan dion membuat semua orang yang ada ditempat itu terdiam sesaat ny.sarah tertunduk zevia dapat melihat kesedihan diwajah ny.sarah begitu juga Tanu namun zevia dengan cepat menggenggam tangannya erat
"Kamu serius tentang yang kamu katakan ini" Tanya tuan albert setelah terdiam cukup lama
"Iya om.. Saya serius" Jawab dion tegas
"Kamu tahu kondisi calta seperti ini.. Kamu mengenal calta cukup lama bukan kamu tahu tentang charlie dan siapa pemilik bayi itu kamu tahu semua masalalu calta.." Tanya tuan albert lagi
"Iya om saya tahu semua nya dan saya siap menerima semua itu saya siap mengambil tanggung jawab charlie.."
"Tidak ada yang bisa mengambil tanggung jawab charlie selain ayah kandungnya.." Jawab zevia dengan nada bicara ketus
"Kak.." Calta menatap zevia memohon
"Silahkan kamu menikahi calta tapi tidak ada yang boleh membawa charlie pergi dari tempat ini.. Jika ada yang bersikeras maka kalian akan tahu akibatnya" Ucap zevia lagi membuat dion tertunduk takut begitu juga calta
"I-iya kak kami mengerti" Jawab dion patuh
"Maaf dion bukan saya lancang atau tidak merestui hubungan mu dan calta tapi jika ini menyangkut charlie saya tidak bisa diam saja... Saya tidak bisa melepaskan charlie dari pandangan dan pengawasan kami apalagi melepaskannya untuk hidup dengan kalian" Ucap zevia tegas tanpa menuggu persetujuan dari orang lain zevia pergi meninggalkan ruangan keluarga seorang diri sembari membawa charlie yang tertidur dipangkuan ny.maya
Calta tertunduk sedih sejak awal ia tahu mungkin zevia akan menolak semua ini terlebih saat ini coel akan kembali kedalam hubungan keluarganya
"Maafkan atas sifat zevia.. Saya permisi" Begitu juga dengan tanu setelah berucap ia pergi keluar hanya tersisa ny.sarah ny.maya dan tuan albert di ruangan itu dengan perasaan masing-masing
__ADS_1
"Besan.." Ny.maya menggenggam tangan ny.sarah sepertinya ia mengerti akan kesedihan sang besan
"Kak besan jika calta bahagia kita juga harus bahagia" Jawab ny.sarah dengan suara bergetar meskipun ia merasa sedih namun ny.sarah tetap diam ditempatnya berbeda dengan zevia dan tanu
"Baik jika kalian menikah.. Tapi seperti yang dikatakan zevia tadi kami akan merestui pernikahan kalian tapi tidak jika kamu dan calta berniat membawa charlie pergi dari kami" Ucap tuan albert lagi
"Ayah.. Kami tidak akan merebut charlie dari siapapun aku memang ibu kandung charlie tapi aku telah menyerahkan semua hakku untuk kak zevia dan kalian tahu semua itu" Jawab calta pelan
"Baik.. Kami sebagai orang tua merestui kalian silahkan kalian urus sisanya.. Kapan kira-kira kamu dan calta akan menikah" Tanya tuan albert lagi
"Bulan depan aku dan calta akan menikah" Jawab dion tegas, calta menatapnya tak percaya
"Secepat itu" Bisik calta tak percaya
"Iya semakin cepat semakin baik sayang" Jawab dion, dada calta terasa ngilu saat dion memanggilnya sayang semua rasa dihatinya menjerit menolak tak mampu menerima tapi tidak ada yang bisa ia lakukan selain memaksakan diri
"Aku tidak bisa membuka luka lama dan melukainya lebih dalam" Bisik batinnya
Zevia duduk didekat charlie yang sedang tertidur tangisan didalam diam benar-benar membuat dadanya terasa sesak saat melihat wajah charlie yang sedang tertidur zevia tidak mampu menahan diri .. "Bagaimana bisa mereka ingin merebut hak nya darimu nak.." Lirih zevia
"Mami tidak bisa.. Meskipun mami tahu ibumu berhak bahagia tapi mami tahu dia tidak bahagia dia hanya lari dari semua ini...."
"Kak" Calta menghampirinya zevia dengan cepat menghapus air matanya
"Kakak marah.. Kenapa kakak marah" Tanya calta pelan namun zevia enggan menjawab
"Kak.."
"Lihatlah wajah ini calta.. Seegois itukah kamu" Akhirnya zevia membuka suaranya
"Aku tidak akan merebut charlie darimu kak" Ucap calta pelan
"Ini bukan masalah memperebutkan charlie dari ku.. Tapi kamu merebut hak anak ini untuk bersama ayah kandungnya dimana pikiran mu calta" Tanya zevia menahan diri
"Aku tidak bisa kak aku tidak bisa membuka luka lama... Aku sudah memilih dion aku mencintai dion" Jawab calta membuat zevia tersenyum miris
"Cinta... Perset*n dengan cinta !! Sejak usia mu 9 tahun kamu sudah tak bisa membohongi ku calta... Itu bukan cinta melainkan kamu melarikan diri dari semua ini kamu egois" Zevia menatapnya nyalang
"Kak aku tidak egois.. Aku berhak bahagia dan dion yang bisa membahagiakan ku"
"Baik calta menikahlah dengan dion.. Tapi katakan didepan ku bahwa kamu tidak mencintai coel dan kamu tidak menginginkannya untuk kembali katakan cepat" Zevia Menatap tajam
"Kak apa-apaan sih.. Dulu kamu selalu memintaku untuk menikah tapi sekarang saat aku ingin menikah kamu bersikap begini" Tanya calta
"Dulu aku memang ingin kamu menikah melanjutkan hidup mu karena aku tidak ingin kamu hidup dalam bayang-bayang masalalu karena saat itu aku mengira coel meninggal/menghilang karena keinginannya... Sekarang setelah aku tahu semua cerita dan kesakitan coel aku merasa bahwa coel berhak mendapatkan semua haknya kembali atas charlie dan dirimu.."
"Tapi dia meninggalkan ku kak... Dia menikah dengan orang lain dia hidup bahagia dengan pilihannya aku tidak bodoh kak zevia aku dapat melihatnya" Jawab calta prustasi
"Bukan keinginan nya calta keadaan memaksanya untuk begini lagipula tidak ada bukti ia menikah dengan wanita itu... Wanita itu memanipulasi keadaan.." Jelas zevia sesaat calta terdiam raut wajahnya tersirat sebuah penyesalan
"Biarlah kak aku akan tetap menikah dengan dion... Aku akan tetap memberikan hak coel untuk charlie tapi dia sudah tidak memiliki hak akan diriku" Jawab calta sebelum ia pergi zevia hanya bisa menghela nafasnya pasrah
"Kau benar-benar keras kepala calta" Ucap zevia pelan sembari menatap kepergian calta
"Next Episode "
__ADS_1
Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. 🥰