
Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. 🥰
Happy Reading's bub
***
"Permisi..."
1 jam sudah coel berdiri di pekarangan rumah zevia namun tidak ada jawaban, rumahnya tampak bersih dan rapi tapi seperti tidak ada kehidupan disana
"Apa aku pulang saja" Coel berdialog dengan dirinya sendiri sembari mengedarkan pandangan
"Permisi"
Seorang wanita tua menghampiri coel yang sedang menatap rumah itu
"Sedang cari siapa" Tanya wanita itu lagi
"Saya ingin bertemu dokter zevia" Jawab coel singkat
"Oh sepertinya mereka sudah tidak ada disini nak" Jawab wanita itu
"Kemana mereka"
"Saya kurang tau tapi rumah ini sudah kosong berbulan bulan..." Jelas wanita itu lagi
"Bisa saya minta alamat mereka yang baru.. Saya sangat ingin bertemu dokter zevia" Mohon coel
"Maaf nak saya tidak tahu mereka pergi kemana, karena kamu lihat sendiri kan jarak pekarangan rumah kami sangat jauh jadi kami jarang terlibat interaksi" Jawab wanita itu lagi, lagi-lagi coel hanya bisa membuang nafas panjang pencariannya sia-sia
"Jangankan mencari tahu tentang diri ku berterima kasih saja dengan dokter itu aku tidak bisa" Kesal coel didalam mobilnya tidak ada pilihan lain ia hanya bisa kembali pulang ke rumah dengan perasaan kesal
"Dari mana saja kamu" baru saja coel membuka pintu alexa sudah berdiri dihadapannya menatapnya dengan tatapan tajam
"Bukan urusanmu" Jawabnya acuh
"Tunggu ini urusan ku, kamu suamiku aku berhak tahu kamu dari mana saja" Alexa mencegat langkah coel namun seperti biasa ekspresi lelaki itu tetap acuh dan cuek ia melengos pergi begitu saja melewati alexa yang sudah membara
"Kenapa kamu memperlakukan aku begini frans" Alexa mengejar langkah kaki coel yang sudah menjauh sembari berteriak kasar dan membentak
"Hentikan alexa hentikan" Bentakan kasar coel berhasil menghentikan langkah kaki alexa
"Kau membentak ku frans" Tanya alexa dengan suara bergetar
"Aku lelah dengan semua sifat mu ini, kamu egois hanya memikirkan dirimu..." Bentakan lelaki itu lagi berhasil membuat alexa kicep
"Tapi kamu suamiku" Jawabnya dengan suara bergetar
"Baik aku suami mu, kalau begitu tunjukan surat pernikahan kita" Tuntut coel membuat jantung alexa berpacu hebat
"Tunjukan alexa, selama ini kau mengatakan aku suamimu, aku suamimu kau istriku tapi bahkan foto pernikahan saja kita tidak punya... Aku jadi merasa apa jangan-jangan kau menipu ku"
Ucapan coel berhasil membuat alexa terdiam seribu bahasa tidak ada perlawan dari wanita itu lagi hanya air mata yang terus menetes
__ADS_1
"Kau tidak mempercayai ku" Tanya alexa disela isakan nya
"Ya aku tidak mempercayai wanita seperti mu" Jawab coel gamblang membuat alexa bagaikan tersambar petir ribuan volt hatinya terasa begitu sakit
"Apa karena dia.. Apa kamu masih mengingat dia apa spesialnya wanita itu hahh" Ucapan begitu saja lolos dari mulut alexa membuat coel menjadi menatapnya dengan bertanya-tanya
"Dia siapa..." Lelaki itu mendekati alexa mencengkram erat dagu wanita itu sehingga membuat alexa meringis kesakitan
"DIA SIAPA ALEXA... SIAPA AKU INI" Bentakan keras coel dan cengkraman tangannya membuat alexa semakin kesakitan dan ketakutan
"Fra-frans lepaskan aku sakit" Rintihannya terdengar menyedihkan air mata hanya bisa mengalir begitu saja
"Jawab Alexa dia siapa siapa maksudmu, apa yang sudah kamu lakukan denganku" Kemarahan lelaki itu benar-benar membuat alexa merasa ketakutan ia sekuat tenaga mencoba melepaskan diri dari coel
"Lepaskan..." Alexa dengan sisa tenaganya menendang tulang kering lelaki itu dan cengkraman tangannya berhasil terlepas menggunakan kesempatan itu alexa berlari dengan susah payah menuju kamarnya mengunci diri disana
"Alexa buka" Teriakan dan makian coel membuat alexa meringkuk memeluk lututnya sembari terus menangis
"Ma'afkan aku ma'afkan aku" Hanya kata itu yang bisa terucap dari bibirnya sebelum ia tersungkur dilantai dan tak sadarkan diri.
Coel terus menggedor pintu yang terkunci entah setan apa yang merasukinya hari ini sehingga amarahnya begitu membara
Braakkk suara pintu terhempas dilantai coel berhasil mendobrak pintu itu namun saat ia ingin kembali meluapkan amarahnya matanya tertuju kepada alexa yang sudah tergeletak tak sadarkan diri seketika itu juga rasa penyesalan muncul dalam hatinya
"Alexa bangun.. alexa" Namun mata wanita itu masih tertutup rapat tidak ingin membuat kondisi alexa memburuk coel menggendongnya dan membawanya kerumah sakit.
Wajah dan tubuh Alexa pucat dan lebam diujung bibirnya mata coel tertegun melihat lebam disudut bibir wanita yang sudah bersamanya 2 tahun ini
"Maafkan aku" Lirih coel sembari menatap alexa yang terbaring di ranjang klinik
"Sayang" Suara lembut alexa membuat coel mengangkat kepalanya menatap wajah cantik wanita itu
"Maafkan aku" Bisik alexa dengan suara terbata-bata
"Aku.. aku tidak pantas menjadi istri yang baik untukmu.. pergilah frans kau berhak bahagia" Suaranya bergetar dan sedikit parau coel terdiam mendengar perkataan alexa, memang benar ia tidak pernah merasakan getaran perasaan apapun untuk wanita yang disebut istrinya itu tapi meskipun begitu ia merasa tidak bisa seenaknya meninggalkan alexa.
"Sudah jangan berbicara begitu.. istirahatlah aku akan keluar sebentar" Coel berjalan keluar meninggalkan alexa sendiri di kamar rawatnya, sudah tak kuasa menahan panas dimatanya akhirnya bulir bening kembali mengalir dari sudut indah matanya
"Aku tahu kau tidak pernah mencintaiku tapi aku akan buat kau mencintaiku bagaimanapun caranya.. Tidak ada yang boleh merebutmu dariku" Sarkas alexa menunjukan bahwa ia tidak akan pernah melepaskan coel dalam kondisi apapun
Pintu kembali terbuka coel kembali masuk menghampiri alexa yang segera memejamkan matanya dan membiarkan coel mendekati nya
"Alexa"
Suara lelaki itu terdengar merdu dan mengalun indah ditelinga alexa
"Hem" Ia membuka matanya menatap coel perlahan
"Aku sudah memutuskan untuk hubungan ini" Ucap coel membuat alexa tertegun secepat itukah ia memutuskannya lirih batin alexa
"Katakan frans apapun keputusan mu aku terima jika membuatmu bahagia" Bohong alexa, hatinya terasa perih saat mengatakan itu... Coel diam menatap lekat alexa pandangan keduanya bertemu
"Aku akan memberikan satu kesempatan dalam hubungan ini"
__ADS_1
"Apa... be-benarkah kamu ti-tidak bercanda kan" Wajah alexa sumringah mendengar apa yang baru saja lelaki itu katakan
"Jangan senang dulu, aku memiliki syarat untuk melanjutkan hubungan ini jika kamu setuju kita lanjutkan jika tidak..."
"Katakan.. katakan saja frans aku akan memenuhinya" Semangatnya
"Kita akan melanjutkan hubungan ini tapi kamu tidak perlu merasa terikat apapun dengan ku jika ingin pergi kamu silahkan pergi.. dan aku tidak akan pernah bisa mencintaimu alexa aku menerima hubungan ini hanya karena aku merasa iba denganmu dan sebagai ucapan terima kasih ku karena kau selalu setia merawat ku dengan baik.. tapi maaf untuk mencintaimu dan memenuhi tanggungjawab batinmu aku tidak akan pernah bisa"
Wajah alexa yang tadinya sumringah berubah datar saat mendengar syarat yang baru saja coel katakan, senyum kecil tergunjing dari sudut bibirnya air mata kembali menetes
"Bagaimana bisa kau dengan mudah mengatakan semua itu" Lirih alexa sembari menatap wajah coel
"Ma'af alexa aku benar-benar tidak bisa menjalin hubungan ini dengan normal.. Aku sendiri bahkan tidak pernah bisa mengingat siapa aku dan dari mana asalku... siapa orang tua ku lalu kamu memintaku untuk menjalani kehidupan ini dengan baik-baik saja... sungguh aku tidak bisa alexa, maaf"
Tanpa menunggu persetujuan dari alexa, coel pergi meninggalkan wanita itu dengan hati yang sudah benar-benar remuk redam
"Bajingan kamu coel" Lirih alexa sembari menangkupkan kedua tangan diwajahnya menahan semua air mata yang terus menetes
"Alexa.."
"Ayah" Alexa mendongak saat mendengar suara lelaki yang sudah sangat lama tidak ia dengar
"ayahh.." Ia dengan cepat menghapus air matanya dan bersikap seolah semua baik-baik saja
"Ada apa nak.. dimana coel" Tanya tren dengan lembut
"Baru saja ia keluar ayah.. aku memintanya untuk istirahat semalaman ia menungguku dan mengurusku" Bohong nya meskipun hatinya terasa sakit namun ia tidak ingin sang ayah tahu tentang apa yang sudah terjadi dengannya selama ini
"Alexa kau masih saja menipu ayahmu nak.." ucap tren pelan sembari menatap wajah pucat putrinya, ia mengusap pipi alexa dan menemukan lebam disudut bibir alexa seketika darahnya terasa mendidih
"Dia melakukan ini.. lelaki bajingan" Tren dengan penuh amarah mencari coel
"Ayah hentikan... ayah" Alexa dengan tertatih menghentikan laju langkah tren
"Jangan ayah jangan" Alexa berlutut dikaki tren menangis sesenggukan
"Kenapa alexa.. dia menyakitimu aku ini ayahmu ... ayah mana yang hatinya tidak terluka melihat anaknya seperti ini" Bentak tren marah
"Ayah tidak perlu ikut campur dalam hubunganku.. ku mohon ayah jangan" Jawab alexa dengan terus bersujud dikaki tren, melihat kerasnya hati alexa sebagai seorang ayah ia akhirnya luluh juga dengan pelan ia membantu putrinya kembali berdiri dan membawanya duduk
"Kenapa nak.. kenapa kamu melakukan ini" Tren membawa alexa dalam pelukannya
"Aku mencintainya ayah.. aku sangat mencintainya" Jawaban nya benar-benar membuat tren merasa prustasi
"Ini yang ku takutkan sejak awal aku melarangmu.. cinta yang dipaksakan tidak akan pernah bisa berhasil lihat contoh nyatanya aku dan ibu mu" Tren termenung mengingat nasib rumah tangganya kandas dan membuat alexa kehilangan sosok orang tua
"Apa maksud ayah" Alexa mendongak menatap sang ayah, tren menghapus air disudut matanya pelan
"Ibumu dia menjebak ku saat itu aku memiliki kekasih namun karena perbuatan welia ia berhasil menjebak ku dan membuatku menghamilinya lalu kami menikah.. Aku mencoba mencintai ibumu dalam pernikahan kami tapi aku gagal alexa, setelah kau lahir pun aku tetap mencoba mencintainya tapi tidak ada rasa sedikitpun untuknya .. yang ada hanya rasa iba dan terima kasih karena ia sudah memberikan ku putri secantik kamu namun akhirnya sekuat apapun kami bertahan pernikahan kami tetap gagal.."
Seketika alexa terdiam ucapan terakhir sang ayah membuatnya kembali mengingat ucapan coel barusan "aku menerima hubungan ini hanya karena aku merasa iba denganmu dan sebagai ucapan terima kasih ku karena kau selalu setia merawatku" tangisan alexa kembali pecah ia memeluk sang ayah dengan erat dan meluapkan semua rasa sakitnya dalam pelukan hangat sang ayah.
"Next Episode "
__ADS_1