MAFIA CANTIK

MAFIA CANTIK
Hidup Baru Eps.25


__ADS_3

Happy Reading's bub


***


"Dia sudah turun.. Semua bersiap" Bisik zevia memberikan kode ny.sarah dan ny.maya duduk bersama tuan albert duduk menyendiri


"Sayang apa benar coel dan ibu akan pergi" Zevia dengan sengaja menaikan intonasi bicaranya sehingga calta dapat dengan jelas mendengarkan nya


"Pergi" calta melambatkan langkah kakinya turun sehingga ia dapat mendengarkan percakapan mereka


"Yang dia katakan sih begitu.. Aku sudah membujuknya tapi sepertinya.." Tanu menggantung ucapannya seraya mencuri pandang kepada calta yang terlihat sedang seksama mendengarkan


"Kenapa dia pergi.. Kalau dia pergi gimana charlie anak itu sudah sangat mencintainya" Ucap zevia nyaring


"Itulah aku sudah ngomong sama dia tapi entah kenapa aku melihat kesedihan mendalam di matanya" Jawab tanu


"Kapan mereka akan berangkat... Jadi kita akan berpisah dengan ibu" Ucap zevia sembari menutup wajahnya sedih


"Gubrakk karena tidak fokus dengan langkahnya akhirnya calta terpleset dan jatuh beruntung ia jatuh saat sudah sampai lantai dasar


"Loh kamu kenapa" Zevia dengan senyum tertahan menghampiri calta dan membantunya untuk berdiri


"Anu kak lantainya licin" Jawabnya asal sembari memijit bokongnya perlahan


"Kalian ngomongin apa" Tanya nya penasaran


"Ohh gak apa-apa gak penting juga" Jawab zevia


"Kak aku sudah mendengar semua kenapa kalian merahasiakan ini dari ku" balas calta dengan sedikit emosi


"Loh katamu kamu tidak perduli apapun tentang coel jadi kami rasa kamu juga tidak peduli dengan hal ini" Jawab zevia acuh membuat calta bagaikan tersambar petir


"Maksud ku ini... emm ini bukan tentang aku tapi charlie..." Jawab calta dengan cepat


"Ya gak apa-apa lah.. toh Charlie terbiasa hidup tanpa dia" Jawab zevia acuh membuat emosi calta memuncak


"Ahh kalian egois kak... Dasar egois semua kalian hanya memikirkan perasaan kalian saja" Teriaknya membuat semuanya terkejut dan menatapnya heran, calta segera menutup mulutnya saat tersadar dan dengan cepat kembali naik ke kamarnya setelah calta pergi mereka semua bisa tertawa puas


"Apa kita tidak keterlaluan" Tanya tanu merasa tak tega dengan adik iparnya itu

__ADS_1


"Udah santai aja,, sekarang bagian satu sudah berhasil" Bisik zevia kepada tanu mereka berdua berpelukan riang


"Bodoh... Baru saja tadi dia bilang tidak bisa berpisah dengan charlie lalu sekarang dia akan pergi... Apa-apaan semuanya"


"Mereka egois .. Harusnya mereka menahannya dia sedang sakit.. siapa yang akan mengurusnya jika dia jauh"


"Lalu apa dia tidak memikirkan aku... A-aku, kenapa denganku" Herannya setelah menyadari semua yang ia katakan calta merebahkan tubuhnya dikasur memijit keningnya


Setelah seharian tidak keluar kamar calta keluar dari kamarnya saat sudah gelap saat melewati kamar sang kakak ia mendengarkan percakapan mereka lagi karena pintu yang terbuka sedikit jadi memudahkannya untuk mendengar percakapan keduanya


"Sayang kamu yakin membiarkan coel pergi" Tanya zevia


"Mau gimana lagi yang aku bisa apa.. Ini keputusannya aku sudah membujuknya tadi" Jawab tanu, calta flashback mengingat kembali tadi ia tidak sengaja melihat tanu sedang berbincang dengan coel dan keduanya terlihat terlibat percakapan serius tapi karena ia ada dilantai atas dan jarak mereka cukup jauh jadi tentu saja ia tidak dapat mendengar apapun


"Apa sebaiknya kita bicarakan ini semua baik-baik" Jawab zevia membuat calta semakin mati penasaran


"Sepertinya tidak perlu yang.. Kali ini biarkan mereka memilih jalan mereka sendiri, calta harus hidup dengan baik dan bahagia begitu juga dengan coel meskipun aku tidak yakin ia bisa hidup dengan baik.. karena kamu tahukan dia mencintai calta melebihi dari dirinya..."


"Dan tentang wanita itu siapa namanya Esa eh elsa siapa namanya yang.. Aku lupa" Tanya tanu


"alexa... alexa namanya alexaaaaa" Monolog batin calta geregetan mendengar mereka menyebut nama alexa


"Iya alexa.. Kamu dengar sendirikan ceritanya tentang wanita itu,, Aku sebenarnya kasian dengan alexa dia mencintai coel namun sayangnya ia mencintai dengan cara yang salah sampai-sampai memanipulasi keadaan seperti itu... Meskipun ia berhasil memanipulasi keadaan tapi ia tidak pernah bisa berhasil mendapatkan cintanya coel.. Kamu ingat cerita coel ia mengatakan atas penyesalannya yang sudah melakukan kekerasan dan tindakan buruk kepada alexa bahkan saat kepergiannya saja mereka tidak saling mengatakan cinta... Dan sekarang alexa,,"


"Ahh ya semoga dia tenang di alam sana" Jawab zevia kali ini dengan serius percakapan mereka kali ini benar-benar menceritakan tentang alexa bukan hanya ingin agar calta tahu segalanya tapi jika mengingat lagi nasib wanita malang itu benar-benar menyedihkan.


"Oiya kapan dia akan berangkat" Tanya zevia kali ini calta memasang telinga dengan baik untuk mendengarkan jawaban dari tanu


"Kalau tidak salah besok/lusa" Jawab tanu


"Hah cepat banget"


"Iyalah semakin cepat ia pergi semakin baik untuk calta.. begitu katanya" Jawab tanu


"Ck, dia masih memikirkan perasaan calta lalu apa dia memikirkan perasaannya" Tanya zevia dengan sengaja


"Gak tahu lah yang" Jawab tanu yang sudah kehabisan dialog


"Eh aku tutup pintu dulu ya..." Zevia berjalan menghampiri pintu calta yang panik dengan cepat berlari menjauh hingga ia terjatuh beruntung tidak ada yang tahu ia ada disana

__ADS_1


Itu perasaan calta berbeda dengan zevia yang sejak awal sudah merencanakan semuanya dan mengetahui bahwa sang adik sedang menguping


"Alexa... Kenapa alexa melakukan semua itu" Calta kali ini sudah ada didalam kamarnya duduk meja riasnya mengingat kembali perkataan tanu dan zevia tadi


"Padahal dulu... Dulu dia sendiri yang memutuskan coel karena ia memilih lelaki lain, lalu mengapa ia melakukan semua itu..."


"Tapi... Aku merasa sedih atas hal malang yang menimpanya.. Alexa semoga tenang di sana" Bisik calta sembari menyeka air matanya


"Dan coel... Apa dia benar-benar akan pergi.. Kenapa? kenapa dia pergi aku memang marah kepadanya tapi.. Tapi aku tidak pernah membencinya bahkan aku... Aku sangat...."


Calta menghela nafas panjang sembari mengusap wajahnya kasar memikirkan kembali semua perkataan zevia, tanu dan perkataan coel tadi siang kepadanya


Pagi-pagi sekali calta sudah bangun bukan sebenarnya ia tidak tidur semalaman suntuk berkali-kali ia masuk ke kamar charlie dan gia menatap wajah putranya


"Alie apa ibu terlalu egois nak,, Ibu memang masih mencintai ayahmu tapi... Ada rasa yang mengganjal didalam hati ini rasa yang benar-benar menyiksa ibu.. Ibu harus bagaimana" Bisiknya sembari mengusap lembut kepala putranya itu


"Sudah bangun dek" Zevia turun dari lantai atas dengan wajah bantal sembari mengecek gia dan charlie


"Sudah kak" Jawab calta pelan


"Kak aku mau bicara" Calta menatap zevia, matanya terlihat sembab sesaat zevia terdiam memperhatikannya


"Apa.." Zevia akhirnya duduk didekat calta hanya mereka berdua


"Kak apa menurutmu aku ini egois" Tanya calta, zevia menatapnya pelan kemudian mengusap wajahnya kasar


"Kalau jujur ya, kamu cukup egois tapi kita hidup tidak untuk orang lain kita berhak bahagia juga.. Jadi sebenarnya aku tidak bisa menyimpulkan bahwa kamu egois juga" Jawab zevia jujur


"Kamu kenapa bertanya seperti itu" Zevia menyelidik wajahnya pelan


"Kamu kepikiran tentang coel" Tembak zevia membuatnya menjadi salah tingkah


"Sebenarnya ia kak.." Jawab calta jujur kali ini zevia mulai mendengarkannya dengan serius bahkan ia memberikan kode saat tahu ny.maya ingin keluar dari kamarnya agar sang adik bisa bercerita dengan bebas


"Kamu masih mencintainya" Tanya zevia dengan begitu lembut calta yang sudah diposisi terpojok akhirnya mengangguk perlahan kali ini akhirnya zevia bisa bernafas lega


"Tapi... Ada perasaan mengganjal dan mengganggu dihati ini, rasa yang membuatku merasa sesak dan sakit.." Ucap calta sembari mengusap dadanya perlahan


"Calta jika aku boleh memberikan mu saran.. Apa kamu akan mendengarkan nya" Tanya zevia dan calta mengangguk pelan

__ADS_1


"Saranku.. Coba lembutkan hatimu lepaskan beban mu dan belajarlah untuk mengampuni... Aku tahu ini tidaklah mudah untukmu karena begitu banyak hal yang sudah kamu lalui dengan begitu sulit tapi tidak ada salahnya mencoba untuk memaafkan masalalu yang buruk.... Kita berhak hidup bahagia tanpa rasa bersalah dengan masalalu karena masalalu tidak bisa kita ubah tapi kita bisa mengubah dan menata masa depan agar menjadi lebih baik... Ku harap kamu mengerti maksud ku" Ucap zevia sembari memeluknya dan mengecup kening calta dengan lembut sehingga membuat calta merasa memiliki tempat ternyaman untuknya berbagi semua rasa dibenaknya saat ini....


__ADS_2