MAFIA CANTIK

MAFIA CANTIK
NS2/Cp.38


__ADS_3

Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. 🥰


Happy Reading's bub


***


"apa ayah marah kepada kami"


"Bagaimana aku tidak marah aku seorang ayah dari 2 putri kebohongan kalian benar-benar menyakiti ku.." Hardik tuan albert ia berjalan menjauh dari tanu dan duduk di kursi goyangnya sembari mengisap cerutu miliknya


"Kami tidak bermaksud membohongi kalian yah" Tanu mendekat lagi ke tuan albert berkali-kali sudah ia mencoba menjelaskan kepada ayah mertuanya itu tetapi sifat tuan albert percis dengan zevia yang tidak muda mendengarkan penjelasan orang lain.


"Ayah dengar kan aku.. ku mohon sekali saja jika yang terakhir ini ayah tidak ingin percaya dan mengerti juga aku akan pergi dan tidak lagi menganggu ayah" Mohon tanu, melihat diamnya tuan albert ia yakin sebenarnya ayah mertuanya itu juga ingin mendengarkan penjelasannya


"Hari itu dimana calta menginap dengan zevia semua berjalan baik.. Calta lebih sering diam meskipun zevia berkali-kali mengajaknya berbicara semuanya dimulai saat pagi calta tak kunjung keluar dari kamarnya zevia panik dan dengan terpaksa membuka pintu kamarnya dengan kunci serep yang ditemukan zevia membuatnya lemas.. Calta ia temukan dengan kondisi tertidur dengan mulut berbusa ia menenggak sebotol obat tidur dan mengalami over dosis (Tuan albert tersentak kaget saat mendengar penjelasan tanu namun ia tetap menahan diri) Tiba di klinik calta menjalani perawatan dan saat itu zevia tahu bahwa ia hamil..." Tanu terus menjelaskan meskipun tuan albert tetap didalam diamnya tak berucap sepatah katapun meskipun tanu tahu didalam benaknya banyak hal yang ingin ia tanyakan.


"Bukan kami ingin merahasiakan apapun dari kalian.. seperti penjelasan zevia kemarin, kondisi kejiwaan calta saat itu benar-benar goyah bahkan zevia tidak pernah meninggalkannya sendiri sedetikpun.. Berjalan waktu kondisinya membaik.. sebenarnya dalam waktu dekat ini kami bertiga memang sudah merencanakan memberitahukan semua ini tetapi zevia mengalami kondisi perubahan tubuh dan kondisi ia lebih sering sakit karena sedang hamil (Lagi-lagi tuan albert tersentak kaget dipelupuk matanya air sudah menggenang mendengar kedua putrinya sama-sama mengandung dan ia akan menjadi kakek dari dua cucu) Kami tidak tahu saat itu zevia hamil tapi karena dorongan calta kami akhirnya pergi memeriksa nya sebenarnya hari itu rencana kami sepulang dari rumah sakit kami akan kerumah kalian untuk memberitahukan semuanya kehamilan calta dan zevia tetapi...." Tanu menghentikan ucapannya ia menatap tuan albert


"Iya aku dan maya datang.. dan kami tahu sendiri semuanya.." Jawab tuan albert dengan suara bergetar


"Maafkan kami ayah.. Seharusnya kami tidak melakukan ini.." Tanu tidak membela diri


"Tidak nak kalian tidak salah.. Aku yang salah sejak muda aku memiliki sikap keras kepala ini bahkan maya sendiripun tidak bisa merubah sifat ku ini.. Karena sifat ini anak-anak ku menjadi takut menceritakan semua penderitaan mereka kepadaku, aku membuat anak-anak ku menghormati ku layaknya seorang tuhan tetapi aku tidak berpikir jika aku adalah manusia biasa dan anak-anak ku menjadi enggan berbagi semua kesusahan denganku karena aku sebagai seorang ayah selalu menuntut kesempurnaan dari anak-anak ku... Maafkan aku" Tuan albert bersimpuh dan menangis dilantai membuat tanu tersentak kaget ia segera membantu tuan Albert untuk kembali duduk.

__ADS_1


"Aku ingin menjadi teman untuk anak-anak ku.. aku ingin anak-anak ku berbagi semua derita mereka denganku... Aku tidak ingin seperti ini" Ucap tuan albert, tanu mendekat dengan takut-takut ia memberanikan diri memeluk tuan Albert mencoba menenangkan ayah mertuanya itu


"Sebaiknya ayah ikut aku.. kita bicarakan kembali dirumah" Saran tanu


"Tidak nak.. aku merasa tidak pantas didepan anak-anak ku" jawab tuan albert dengan sedih


"Tidak ayah.. kamu tetap yang terbaik bagi kami" Tanu memberi semangat kepada tuan albert


"Begini saja nak kamu kabari aku terus tentang kondisi zevia dan calta.. tapi" Ia menggantung ucapannya


"Tapi apa.."


"Tapi tolong jangan beritahu siapapun.. Aku akan datang dengan keberanian ku sendiri" Ucapnya lagi, tanu tersenyum simpul sifat ini benar-benar seperti sifat zevia yang keras kepala dan gengsian


Flashback off


"Oh jadi aku keras kepala, gengsian" Zevia menatap tanu kesal


"Tidak bukan begitu" Tanu menggaruk kepalanya acak


"Udah ah aku malas.. Capek ngomong sama kamu" Kesal zevia ia meninggalkan tanu sendiri


"Sayang jangan marah dong" Bujuk tanu tetapi zevia tetap acuh pergi namun yang tidak diketahui tanu adalah zevia pergi dengan senyum mengembang diwajahnya

__ADS_1


"Sayang.. Kehadiran mu dan baby c sepertinya membawa kebahagiaan dirumah ini.. Anak ibu" ucap zevia sembari mengusap perutnya lembut


"Anak ayah juga dong" Tanu tiba-tiba datang dan memeluk zevia dari belakang membuatnya tersentak kaget


"Ih ngagetin aja.." gerutu zevia


"Sayang nengokin baby yuk" Goda tanu


"Gak ah malas kamu bau" Zevia menjauh dari tanu dan naik ke kasur


"Bau aku habis mandi loh.." Tanu mengendus aroma tubuh nya sendiri


"Ya bau.. Tetap bau mandi deh" Saran Zevia


"Habis mandi tengok ya" Mohon tanu


"Hm" Jawab zevia singkat membuat tanu tersenyum semangat ia segera mengambil handuk padahal 30 menit lalu ia habis mandi namun demi zevia ia rela mandi lagi


"Sayang yuk..." Tanu menghampiri zevia, senyum diwajahnya surut dengkuran halus terdengar ternyata zevia sudah tidur dengan pulas nya


"Yah ditinggal tidur.. sabar ya jon" Ucapnya ia menarik selimut dan menutupi tubuh mungil zevia mengecup kening istrinya dengan penuh kasih sayang dan ia juga ikut masuk ke dalam selimut dan mulai memejamkan matanya menyusul mimpi sang istri.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2