
Setelah adegan dramanya antara Calta dan Zevia berakhir kini Zevia sudah tertidur mungkin ia kelelahan pikir Calta karena merasa belum mengantuk calta keluar dari kamar zevia dan berjalan-jalan dengan membawa selimut untuk menutupi punggungnya karena udara malam begitu dingin mengingat mansion mereka berada ditengah hutan.
"Ehhh.."
Tiba-tiba calta melihat tanu yang sedang berdiri dibalkon Mansion nya menatap luar calta menghampiri tanu berniat untuk meminta maaf.
"Belum tidur"
Calta menghampiri Tanu dan berdiri disamping tanu ikut memperhatikan pemandangan diluar mansion tidak ada pemandangan yang indah hanya ada rimbun pohon dihutan dan beberapa lampu ditaman.
"Belum mengantuk"
Jawab tanu sopan dan diikuti senyum ramah dibibirnya.
"Emm, Aku calta"
Calta mengulurkan tangannya memperkenalkan diri.
"Tanu, bukan kah kita sudah saling kenal"
Jawab tanu sembari menyambut uluran tangan calta.
"Hemm, mungkin"
__ADS_1
Calta mencoba mengingat-ingat dan kemudian matanya membulat sempurna saat mengingat bahwa tanu adalah lelaki yang waktu itu bertarung dengan kakaknya zee.
"Aahhh yaaa sekarang aku ingat,"
Calta menepuk jidatnya pelan dan kemudian tersenyum kecil.
"Emm, Tanu aku minta maaf soal tadi siang"
Calta tersenyum kikuk mengingat kelakuannya tadi siang.
"Tidak masalah, lupakan saja"
Tanu mengangkat bahunya dan membalas senyum calta dengan tulus.
Calta dan Tanu terlihat asik mengobrol beberapa kali calta dibuat tertawa terbahak tanpa mereka sadari bahwa zevia sedang memperhatikan mereka dari dari jendela kamarnya.
Zevia merebahkan tubuhnya dikasur dan menatap langit-langit kamarnya ia mengambil sebuah kotak yang berisi benda-benda berharganya yang sempat ia bawa sewaktu mereka pergi beberapa tahun lalu.
"Maa, seandainya mama ada disini pasti aku tidak akan pernah merasakan sesakit ini, aku pasti tidak akan merasakan dinginnya malam tanpa hangatnya pelukan mu"
Zevia memeluk erat sapu tangan bertuliskan nama Maya, Kalya dan Albert.
Mata Zevia terasa panas ingin rasanya ia menumpahkan segala kesakitannya tapi ia tidak mampu melakukannya.
__ADS_1
Zevia termenung mengingat ia tidak pernah tahu kabar tentang ayahnya Tn.Albert terakhir ia melihat wajah ayahnya adalah divideo yang dikirimkan Sentoso itu adalah terakhir kalinya zevia melihat wajah ayahnya.
"Tidak ada satupun yang tersisa dari mu Ayah, semuanya direnggut paksa mereka merenggut masa kecilku, mereka merenggut paksa nyawa mu dari hidupku dan mereka merenggut nyawa mama dihadapan ku akan ku pastikan mereka akan menerima hal yang sama.... Ayahh mama tunggu Kayla, aku pasti pulang dan membalaskan semua nya.."
Zevia memeluk erat sapu tangan putih itu dan mencium meresapi semua aroma yang ada disana.
"Clekk"
Calta masuk dan terkejut melihat zevia tidak tidur ia menghampiri kakaknya dan duduk disampingnya.
"Kenapa kakak belum tidur"
Calta menyentuh tangan zevia yang terasa dingin sedingin wajahnya namun zevia tidak menjawab ia terdiam tanpa menatap calta.
Calta tahu apa yang kakak nya itu alami karena hal ini sudah bertahun-tahun terjadi sejak kejadian itu Zevia tidak akan tidur sampai fajar menyingsing dan calta tahu alasannya apa dan ia membawa kakaknya kedalam pelukannya.
"Aku bersama mu kak"
Lalu calta terlelap disamping zevia yang masih terjaga.
Zevia melirik kearah calta yang sudah terlelap ia mengusap lembut rambut panjang calta, rasa iba menyeruak dalam hatinya mengingat bahwa kini mereka sebatang kara satu-satunya orang yang selalu mereka andalkan kini sudah pergi meninggalkan mereka juga.
"Baa.. Aku akan memenuhi semua janjiku kepadamu, aku akan menjaga dia dan melindunginya dengan seluruh jiwaku" Ucap Zevia berbisik karena takut Calta terbangun.
__ADS_1
"Next Episode"
Maaf ya kalau ceritanya agak ngawur harap dimaklumi, kalau ada saran atau kritik di comen aja yaa jangan lupa like jempolnya dan votenya ๐ค