
Zevia sudah memasuki pesawat dan sudah duduk dikursi class business memandangi pemandangan dari dalam pesawat zevia menarik nafasnya berat pergi kembali kedalam perantauan jauh dari orang tua berat rasanya namun ini terbaik menurutnya.
"Permisi nona boleh saya duduk disini" Seseorang membubarkan lamunan zevia.
"Ya silahlah... k a n " Zevia melongo menatap orang yang sedang ada dihadapannya
"A.. ayah.. Ayah gimana, tunggu-tunggu ini gimana ceritanya ayah bisa masuk pesawat" Zevia menatap heran tn.Albert yang masih berdiri dibantu tongkatnya menatap zevia dengan senyum teduhnya
"Ayah kok bisa, bagaimana dengan mommy siapa yang menjaga maksudku astaga tuhan apa ini" Zevia mengusap wajahnya prustasi bersyukur didalam pesawat class business hanya ada sedikit orang yang berkewarganegaraan asing jadi mereka tidak mengerti apa yang diucapkan zevia.
"Tenang nak ayah punya tiket ayah bukan penumpang gaib" Gelak tn.Albert ia duduk disamping zevia yang masih planga plongo kebingungan
"Iya zevia tahu ayah tidak mungkin masuk disini tanpa tiket tapi mommy gimana.. Jadi mommy sendiri dong dirumah" Zevia menatap tn.Albert sedih mengingat kondisi sang ibu yang masih rentan jika ditinggal sendiri.
"Tenang saja ayah sudah mengantisipasinya sayang" Tn.Albert menenangkan zevia
"Begini saja aku tidak jadi pergi, kita kembali saja aku tidak bisa meninggalkan mommy sendiri yah.. Aku akan bicara dengan pilotnya" Zevia bangkit dari duduknya bersiap menghampiri pramugari yang sedang menyiapkan diri
"Kak mau kemana jangan macam-macam kita tidak bisa turun pesawat sebentar lagi akan lepas landas kak kita bisa dipenjara jika membuat keributan" Calta menegur zevia dari belakang karena melihat sikap konyol zevia
"Bagaimana kita bisa terbang jika mommyyyyy ada disini.. Hah loh kok loh ayah mommy loh gimana ceritanya tadi.. tadi kan" Zevia menunjuk ibu dan ayahnya secara bergantian dengan wajah yang benar-benar kebingungan.
"lah loh lah loh, ayo duduk pesawatnya akan segera terbang sekarang.. sana pergi ke kursimu" Usir calta dengan tawa puasnya melihat ekspresi zevia
"Tunggu kita sampai aku akan menghukum mu" Jengkel zevia kembali ke kursinya ia duduk dengan wajah cemberut kesal bisa-bisanya mereka mengerjainya padahal ia sudah merasa hatinya bagaikan remuk redam tapi mereka ternyata mempermainkan nya
"Sayang kau marah" Tn.Albert menepuk pundak zevia yang menunduk terdiam
"Ya aku kesal" Zevia menatap tuan albert sembari terisak.
"Loh kenapa kamu menangis" Heran tn.Albert saat mengetahui putrinya meneteskan air mata
__ADS_1
"Aku kesal ayah, aku sudah merasakan hampir mati meninggalkan kalian berdua tapi tenyata..." Ucap zevia dengan kesal
"He..he..he ma'af saya ma'af ini ide konyol adikmu ayah dan mommy tidak tahu apa-apa, calta mengatakan akan membuat kejutan untuk mu jadi ia mengatakan kalau ayah dan mommy tidak ikut" Jelas tn.Albert
"Tapi kapan kalian packing, aku tidak pernah melihat ayah dan mommy packing" Ingat zevia
"Hemm ya saat kau keluar sebentar dari rumah, asisten kita akan packing dengan secepat kilat jadi tentu saja kamu tidak tahu" Jelas tn.Albert dengan tawa santanya membuat zevia semakin kesal
"Is awas kau calta akan ku beri pelajaran"Bisik batinnya kesal
"Sudah jangan marah lagi ya, ayah dan mommy tidak mungkin membiarkanmu pergi sendiri sudah cukup nak kita terpisahkan 16 tahun bagimana kami berdua bisa hidup tanpa kamu dan adikmu.. Kemana kamu pergi kami akan ikut serta, aku dan ibumu sangat menyayangi kalian jadi sekarang kau dan adikmu jangan lagi merasa sendiri kita keluarga meskipun kita keluarga kecil tapi kita harus bisa menciptakan cinta yang besar" Tn.Albert mengusap punggung zevia lembut mendengar ucapan sang ayah tangis zevia kembali pecah ia meraih tangan tn.Albert dan mengecupnya penuh sayang.
Keberangkatan dari Jakarta akan memakan waktu sekitar 17 jam 5 menit lebih dan untuk maskapai penerbangan hanya tersedia satu penerbangan dengan 3 kali pemberhentian akhirnya mereka tiba juga ditempat tujuan Zevia menatap wajah ayah dan ibunya zevia tahu rasa lelah pasti menyelimuti keduanya bersyukurlah saat ini bukanlah musim dingin jadi cuaca cukup bagus ke empatnya sedang duduk menunggu taksi yang akan menjemput mereka calta merebahkan diri dipangkuan ny.Maya sedangkan zevia duduk dan merebahkan kepalanya dipundak sang ayah pemandangan yang benar-benar indah untuk keluarga kecil tersebut wajah cantik zevia dan calta sesekali menarik perhatian pemuda yang lewat.
"Iss lamanya coba tadi coel aja yang jemput pasti kita udah sampai rumah" Kesal calta sebab sudah bosan menunggu
"Kau seperti ibu-ibu suka mengomel, mommy yang ibu-ibu saja tidak suka mengomel sepertimu" Sindir zevia
"Kalau kamu melepaskan itu maka ku banting kau calta" Ancam zevia membuat calta hanya bisa mendumel kesal dengan sang kakak
"Kak kau kolot sekali" Ejek calta
"Ingat calta kau masih punya masalah denganku" Zevia menatapnya tajam membuat calta terdiam menelan salivanya kembali mengingat kejadian tadi dipesawat.
"Matilah aku" Cicitnya pasrah
Akhirnya taksi yang mereka tunggu-tunggu sampai juga calta menari riang ia segera menarik kopernya dan masuk ke dalam taksi itu.
"Apa yang kau lakukan nona ini taksiku" Ucap seorang pemuda tampan menatap heram calta yang masuk tanpa melihat apa-apa
"Hah astaga maafkan aku tuan aku tidak sengaja" Calta dengan cepat ingin turun
__ADS_1
"Oh tidak apa-apa sayang, jika ingin pergi dengan ku" Ucapnya girang sembari tersenyum menatap tubuh molek dan wajah cantik calta dengan cepat calta turun dan berlari menghampiri keluarga
"Apa-apaan kamu ini aku sudah memanggilmu dari tadi jangan ceroboh Calta ini bukan di Indonesia yang orang-orang nya ramah kita di negara orang jangan bersikap sesukamu" tegur zevia, calta menundukkan kepalanya menyadari kesalahannya
"Maafkan aku kak, aku terburu-buru karena ingin pipis tapi sekarang rasanya sudah hilang pipis ku kembali ke kantong kemih ku mendengar omelanmu yang menakutkan" Calta memeluk zevia sayang membuat zevia tak kuasa menahan senyumannya.
karena barang mereka banyak akhirnya mereka menggunakan dua taksi satunya untuk zevia dan calta dan satunya untuk ny.Maya dan Tn.Albert.
"Sudah sangat lama aku tidak ke luar negeri negara ini banyak berubah sayang" Ucap tn.Albert sembari menggenggam tangan ny.Maya
"Hem kau benar sayang, lihatlah sangat ramai sekarang.. Aku jadi ingat kenangan kita bulan madu dulu ditempat ini" Balas ny.Maya dengan senyum merekah diwajahnya tn.Albert tersenyum bahagia saat melihat senyuman cantik dari bibir istrinya.
Perjalanan hampir 2 jam mereka tempuh untuk ke tempat tinggal mereka rumah yang selama ini calta tinggali
"Oh kakak aku sangat bahagia..." Girang calta sembari memeluk zevia
"Kenapa" Balas zevia tanpa menatap calta
"Iya dong sekarang aku tidak sendiri lagi.. biasanya aku selalu sendiri sedih rasanya jauh dari mu dan orang tua" Jawab calta pelan membuat zevia merasa iba ia menoleh menatap calta yang terlihat sedih
"Itu dulu sekarang kita akan hidup sama-sama ayah, mommy, aku dan kamu.." Zevia memeluk calta
"Yaa itu sempurna kak" Setujunya
.
.
.
Hai maaf lama tidak Update yaa
__ADS_1
Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. 🥰