
Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. ๐ฅฐ
Happy Reading ๐
*
Acara pernikahan Zevia dan Tanu berlangsung meriah dengan kehadiran teman-teman dan keluarga kecil mereka namun tidak mengurangi sakralnya pernikahan keduanya
1 Tahun setelah pertemuan mereka dulu zevia memutuskan perlahan mulai membuka hatinya mengakui semua perasaannya dan cintanya kepada Tanu, zevia perlahan juga merubah semua penampilan dan sifat nya ia mulai membuka diri kepada dunia luar menepikan sifat dinginnya mencoba menjadi hangat bagi siapapun keluarga sungguh bahagia dengan semua perubahan zevia itu
Tanu lelaki gagah dan tampan berhasil menjadi pemilik utuh hati itu, bahagia yang tak terhingga ia rasakan hubungan mereka bisa dibilang sangat mulus meskipun ada sedikit kerikil halus namun dengan sifat dewasa yang dimiliki Tanu ia berhasil menciptakan sebuah hubungan yang sehat bagi keduanya setelah menikah tanu memboyong zevia untuk tinggal dirumah sendiri rumah yang sangat zevia impikan dimana keluarga kecilnya akan tinggal dan menikmati hidup ditempat ini.
Rumah mereka berada jauh dari keramaian pusat kota memasuki desa kecil yang masih asri dan tenang mayoritas penduduk desa kecil tersebut berkebun jika sedang musim semi, "Sungguh ini rumah impian ku sejak kecil.. Terima kasih" Zevia berucap sembari menatap sekeliling pekarangan rumah mereka.
"Sayang maafkan aku, aku hanya mampu memberikan ini untukmu" ucap tanu sedih
"Ini sudah sangat luar biasa tanu aku sangat bahagia dengan semua yang kamu berikan ini, kamu memberikan ku cinta yang tulus kebahagiaan dan ketulusan maafkan aku yang belum bisa dan terbiasa memanggilmu dengan spesial aku.. Aku"
"Sudahlah sayang jangan pikirkan hal itu, hanya masalah kecil saja kamu bisa memanggilku apa saja bahkan memanggil ku dengan nama saja itu sangat boleh jadi jangan terlalu memaksakan diri jika hal itu malah membuatmu tidak nyaman" ucap tanu membuat zevia semakin terharu dengan semua sifat dewasa lelaki itu.
"Ayo masuk.. Selamat datang dirumah mu" Tanu memberikan kunci rumah kepada zevia
"Untuk apa, zevia menatap tanu lalu kembali berucap, ini rumah kita kita bisa menyimpan kuncinya sama-sama dan tinggal bersama didalamnya.
"Tidak sayang aku mempersembahkan rumah ini untukmu 5 tahun aku mempersiapkan semua ini mempersiapkan nya untukmu jadi terima lah" Tanu memberikan kunci itu zevia tersentuh dengan perbuatan suaminya itu
"5 tahun.. tapi kita baru 1 tahun bersama" Heran zevia
"Aku bersumpah kepada diriku sendiri bahwa takdirku adalah bersamamu, jadi aku mempersiapkan ini untukmu dengan semua tekad yang ku miliki aku sangat bahagia saat ini" Tanu menatap zevia dengan tatapan penuh cinta membuat zevia menjadi sedih dan tersentuh hatinya mendengar penuturan tanu
"Maafkan aku membuatmu menunggu terlalu lama" Zevia dengan malu-malu memeluk tanu dan tenggelam didalam pelukan hangat suaminya seminggu berlalu setelah kepindahan mereka dirumah barunya suasana canggung masih terasa bagaimana pun hubungan percintaan zevia dan tanu selama 1 tahun hanya sekedar ngobrol, berbincang dan bergandengan tangan tidak pernah lebih dari itu kini mereka tinggal hanya berdua hanya berdua membuat suasana menjadi terasa aneh bagi keduanya.
"Kamu sudah bangun" Zevia menggeser duduknya saat tanu menghampirinya ia memberi ruang untuk lelaki itu duduk disampingnya
"Aku cariin dimana-mana tahunya ada disini" Tanu duduk disamping zevia yang kini menjadi istrinya itu
__ADS_1
"Hemm aku gak bisa tidur" Ucap zevia gelisah tanu mengerti kegelisahan istrinya itu berasal dari mana
"Sayang aku tidak akan memaksamu untuk melakukannya jika kamu belum siap, aku mampu menunggu mu 9tahun maka aku siap jika harus menunggu 10 tahun lagi" Ucap tanu dengan tersenyum tulus, ia mengerti akan kegundahan hati istrinya sudah 7 hari menikah mereka belum juga melakukan kewajiban selayaknya pasangan pengantin baru tanu tidak ingin memaksakan zevia jika memang ia tidak siap buatlah dirimu senyaman mungkin ini rumah mu milikmu" Bisik tanu sabar
"Ma'afkan aku.. Aku belum bisa saat ini aku harap kamu menunggu ku" Ucap zevia berbisik ia memeluk tanu lembut
"Jangan pikirkan apapun sekarang kamu siap-siap kita akan kerumah orang tuamu hari ini kita akan menghabiskan waktu bersama keluarga kita" Ucap tanu membuat zevia tersenyum riang seminggu tidak bertemu tn.albert dan ny.maya membuatnya rindu setengah mati.
"Hem ajak ibu sarah dan coel juga" Balas zevia semangat
"Baik aku mandi dulu" Ucap zevia semangat namun zevia menghentikan langkah kakinya kembali ke arah tanu tanpa pikir panjang zevia mengecup pipi lelaki yang kini sudah jadi suaminya itu
"Makasih sa...yang" Bisik zevia dengan malu-malu ia lalu berlari kecil meninggalkan tanu yang nge freez sendiri dengan wajah merona 1 tahun menjalin hubungan dengan zevia tidak pernah wanita itu memanggilnya dengan panggilan spesial apalagi sampai mengecup pipinya karena ia tahu sifat zevia yang sedikit keras tapi hari ini, Tanu berdiri lalu berteriak riang jingkrak-jingkrak saking bahagianya
"Astagaa jantungku rasanya mau copot" Zevia menutup pintu walk in closed ia berdiri dihadapan cermin besar ia menatap wajahnya yang ternyata menjadi merona mengingat hal tadi ia menjadi salah tingkah dan senyum-senyum sendiri.
**
"Cie pengantin baru sudah datang" Calta menghampiri zevia yang baru turun dari mobil ia menyambutnya dengan riang
"Hei bukankah sekarang kamu pemilik utuh kamar ku harusnya kau bahagia" Goda zevia mengingat dahulu mereka pernah memperebutkan kamar itu
"Tidak kak aku bukan ingin kamar itu tapi aku ingin kamu" Ucap calta dengan pilu dan air matanya menetes menatap zevia
"Kamu ini" Zevia kembali memeluk calta ia sangat merindukan adik kecilnya bertahun-tahun mereka selalu bersama dan kini ia sudah tidak lagi tinggal bersama keluarga cemaranya
"Calta ajak kakakmu masuk sayang" ny.maya menghampiri mereka
"Mom" Zevia tersenyum pilu saat melihat wanita yang sangat ia cintai itu keluar ia berlari menghampiri ny.maya melebur dalam pelukan hangat sang ibu
"Ayo kak masuk, ehh ada ayang juga datang" Calta tersenyum riang saat tahu coel juga datang kerumah mereka bersama ny.sarah
"Ayo..ayo kita masuk ayo kakak ipar, kekasihku dan calon ibu mertuaku" Bisik calta dengan malu-malu bukannya menggandeng coel calta justru menggandeng tanu membuat semua orang tertawa lucu dengan tingkahnya
"Paman ben" Zevia menghampiri pamannya itu ia memeluknya rindu, Ben sungguh kagum dengan semua perubahan sifat zevia
__ADS_1
"Kejutan"
Zevia menoleh saat mendengar suara yang familiar ditelinganya ia terdiam saat melihat sosok lelaki yang sangat ia sayangi setelah tn.albert lelaki yang sudah seperti ayahnya menjaganya dari semua bahaya mempertaruhkan nyawanya demi dirinya.
"Kenapa baru datang sekarang" zevia tak kuasa menahan tangisnya saat om black mendekatinya
"Kenapa baru datang sekarang, kemana saja kemarin aku menikah kau tidak ada.. Aku berharap kau dan ayah yang menyerahkan ku tapi...?" Tangisan zevia menjadi-jadi saat om black memeluknya
"Maafkan ku nak, bukan aku tidak ingin mendampingi mu tapi..."
"Tapi bisnis lebih penting" Kesal zevia didalam pelukan om black
"Itu kau tahu, tapi hari ini aku menolak semua tawaran rapat bisnis demi bertemu denganmu" Ucap om black dengan tersenyum tulus ia membawa meraih bahu zevia dan menatap matanya
"Hiduplah dengan baik nak, aku tahu betapa lelaki itu mencintaimu dan aku tahu duka yang ia alami saat meninggalkan mu dahulu jadi berikan ia seluruh cintamu" Bisik om black kepada zevia
"Hem baiklah om" Zevia mengangguk setuju
"Baik-baik sudah ya melow sedihnya aku tidak suka menangis kepalaku suka pusing setelah menangis" Goda calta
"Jadi... Hari ini kita berpesta dirumah" Calta mengeluarkan wine dengan kadar alkohol rendah dan minuman lainnya
"Wahh calta kamu memang mengerti ayah nak" Bisik tn.albert riang sedangkan zevia dan ny.maya menatap kesal calta
"Ayolahhh hari ini saja, kita merayakan pernikahan ku eh maksudku pernikahan kakak ku" Calta tersenyum jahil menatap coel yang menjadi salah tingkah
Hari itu mereka berpesta kecil-kecilan laki-laki yang terdiri dari tn.albert, tanu, coel paman black dan ben yang baru tiba kemarin berbincang soal bisnis, masalalu dan kini diruang tengah sembari menenggak wine wajah tn.albert terlihat merona mungkin efek alkohol itu tapi ia sangat bahagia sedangkan wanita-wanitanya ny.Sarah yang kini sudah benar-benar sehat, zevia, Calta dan ny.maya berbincang-bincang riang ditaman ditemani minuman sehat seperti jus dan smoothies sebenarnya calta ingin minum wine tapi zevia mengatakan itu akan membuat ibu sarah dan mommy mereka akan mabuk jadi calta mengurungkan niatnya
Suasana rumah keluarga albert hari itu sangat meriah tawa ria terdengar sungguh bahagia mereka menari dengan riang ditaman dan malamnya mereka melakukan barbeque bersama menghabiskan waktu sebaik mungkin sebelum mereka kembali pada aktivitas lainnya esok pagi
"Hai om.." Calta menghampiri om black lelaki itu sekarang nampak lebih tua
"Kau terlihat tampan om, mau berdansa bersama ku" Ajak calta disambut riuh tertawa yang lainnya
"Hem baiklah ayo menari anakku" Setuju om black lalu mereka berdua menari berdansa bersama dengan riang disaksikan oleh yang lainnya coel dengan semangat merekam aktivitas mereka malam itu sebagai kenangan terindah untuknya.
__ADS_1
"Bersambung"