
Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. 🥰
Happy Reading's bub
***
"Sayang... Sayang" Tanu berjalan keluar balkon kamar mereka mencari zevia yang tak nampak batang hidungnya
"Loh ngapain disini" Tanu menghampiri zevia yang sedang berdiri memandang gemerlapnya malam di kota J diterangi lampu dan cahaya kota pada malam hari menciptakan romansa yang indah dipandang mata
"Ada masalah, kerjaan atau anak-anak" Tanu berdiri disamping zevia yang masih fokus menatap depan
"Sayang... Kenapa" Tanya tanu dengan lembut sehingga membuat zevia tersenyum salah tingkah dan menoleh menatapnya
"Kamu memang paling bisa" Zevia akhirnya menoleh menatap lelaki yang sudah 5 tahun lebih menjadi pendamping hidupnya itu
"Kenapa sayang"Tanu mendekat dan memeluk zevia dengan sangat tulus mengecup puncak kepalanya
"Sebenarnya aku juga bingung sayang mau kasih tahu hal ini bagaimana .. aku masih bingung menjelaskannya karena semuanya terasa dejavu" Zevia merasa kebingungan sendiri dengan semua yang terjadi hari ini semua seperti sebuah mimpi yang tak indah tapi tak juga buruk
"Ya udah kalau gak bisa diceritakan gak masalah sayang, tapi kamu jangan dijadikan pikiran loh... Yuk masuk" Ajak Tanu menggandeng lembut pinggang ramping zevia
Di tempat lain calta kembali ke hotel tempatnya menginap dengan cepat ia membuka pintu dan langsung luruh ke lantai tidak ada air mata yang keluar tapi ekspresinya menunjukan bahwa ia tidak baik-baik saja, kehadiran frans membuat semua luka yang ia tutup dengan baik terkoyak lagi dan semakin dalam
Calta ingin berteriak tapi ia takut jika pengunjung lainnya merasa terganggu
"Tidak aku tidak bisa disini" Ia bangkit dari duduknya meraih kembali tas dan kunci mobil nya berjalan sempoyongan langkah kaki gontai tidak tahu kemana tujuannya membawa mobil tapi tujuan akhirnya berakhir di pantai yang sepi dan dingin calta berjalan dipantai tanpa alas kaki
"Bajingaaaannnnn...." Teriak calta muak berkali-kali ia meneriaki nama coel setelah puas ia merasakan lega didalam hatinya
"Lo gila ya"
Suara seseorang membuat calta sigap membela diri memberikan pukulan telak kewajah lelaki tersebut sehingga membuatnya tersungkur jatuh ke pasir pantai
"Jangan coba-coba menyentuhku, atau akan ku bunuh kau" Bentak calta dengan tegas
"Sorry aku tidak bermaksud menyakitimu..." Lelaki tersebut berdiri dengan tangan memegang hidung nya
"Kamu..." Calta membulatkan matanya saat tahu lelaki itu adalah frans yang wajahnya mirip coel
"Ngapain lo disini... ngikutin gue ya. Mau apa lo" Bentak calta dengan marah sejujurnya ia tidak tahu setiap melihat wajah frans hatinya terasa sakit dan marah
__ADS_1
"Tunggu tunggu..." Frans dengan masih memegang hidungnya berjalan mengikuti langkah calta yang berjalan menjauh
"Ngapain lo ngikuti gue... Lepas"Teriak calta dengan kasar karena frans mengikutinya dan menarik tangannya sehingga membuat langkah kakinya terhenti
"Hidung gue berdarah.. lo pergi gitu aja gak tanggung jawab" Frans menunjukan hidungnya yang mengeluarkan darah segar
"Rasa sakit yang itu tidak seberapa dengan rasa sakitku... Pergi dari sini" Bentak calta kasar sifat calta membuat frans terdiam
"PERGI" hardik calta kasar membuat frans terdiam dan tertunduk, tanpa peduli calta pergi menjauh berjalan
"Dia kenapa.. Aku tidak pernah mengenalnya tapi kehadiranku seperti memberikan luka dan kesakitan untuknya, sebenarnya siapa aku.. Ada apa denganku" Frans memegang kepalanya yang terasa berdenyut keras membuatnya menjadi pusing dan pandangannya menjadi gelap gulita lalu ia tak sadarkan diri
Langkah kaki calta terasa berat ingin rasanya menoleh tapi egonya terlalu besar, lagi pula menatap wajahnya hanya membuatku semakin terluka" Ucap calta menenangkan dirinya sendiri
Namun rasa dihatinya lebih kuat dari egonya dengan perlahan calta menoleh tidak ada lagi frans berdiri disana
"Kan benar.. jika dia memang coel dia tidak akan semudah itu pergi" Ucap calta dengan senyum miris dibibirnya namun saat ingin kembali berjalan dari sudut ekor matanya ia melihat seseorang yang terbaring dipasir pantai calta kembali lagi ke tempatnya semula berjalan mendekat
"Astaga" ia dengan cepat berlari menghampiri frans yang sudah tak sadarkan diri
"Bangun.. hei bangun" Calta dengan ragu menyentuh lelaki tersebut namun tidak ada respon darinya
"Mas.. mas tolongin" Calta berlari menghampiri seorang pengunjung pantai yang sedang duduk santai menikmati angin malam layaknya ia tadi
"Tolongin teman saya dia pingsan"Calta menunjuk kearah frans beruntung lelaki itu baik hati dengan mudah ia membantu frans membawanya ke mobil calta dan calta seorang diri membawanya ke rumah sakit
"Sebenarnya siapa kamu... Apa kamu dia atau hanya kebetulan kamu mirip dengannya" Ucap calta dengan frans yang tak sadarkan diri, calta membawa frans kerumah sakit dan menunggu hingga frans selesai melakukan pemeriksaan dan perawatan
"Calta.. siapa dia" Dokter yang menangani frans adalah teman baik zevia jadi ia juga mengenal calta dengan baik
"Aku tidak tahu kak.. aku menemukannya pingsan dipantai" bohong calta
"Ada keluarganya gak, soalnya ada hal yang harus aku sampaikan" Tanya nya dengan calta
"Ada apa kak..." calta menjadi penasaran dengan ucapan dokter gabe
"Kamu kan bukan keluarganya jadi aku tidak bisa memberitahukan mu" Dokter gabe menatap calta serius
"Kak please.. kasih tahu aku please kak please.. setelah ini aku akan memberitahu dan mencari tahu keluarganya" Mohon calta
"Oke ayok" Dokter gabe membawa calta ke ruangannya dan mulai menjelaskan semua secara rinci
__ADS_1
"Apa cedera otak" Calta dengan ekspresi tak percaya mendengar ucapan dokter gabe
"Ya.. yang ingin ku tanyakan adalah apakah pasien ini rutin melakukan terapi dan minum obat sehingga tidak ada perkembangan baik sepertinya.." Jelas dokter gabe
"Kak dok jadi bisa dibilang lelaki ini sedang mengalami lupa ingatan gitu ya" Calta menatap wajah dokter gabe serius
"Tidak pasti juga.. Bisa saja ia tidak lupa ingatan dan hanya mengalami sakit tapi tidak dipungkiri juga ia mengalami kehilangan sebagian ingatannya bahkan semua itu tergantung dengan pengobatannya selama ini" Jelas dokter gabe lagi, calta terdiam matanya terasa panas
"Calta kenapa.. kamu mengenalnya, atau jangan-jangan dia kekasihmu" Dokter gabe menatapnya wajahnya curiga
"Kak apaan sih, kayak gak kenal aku aja" Balas calta dengan senyum kecil dibibirnya
"Ya sudah, tepati janjimu sekarang cari keluarganya" Usir dokter gabe mendorongnya keluar dari ruangannya
"Kak kau tidak ada bedanya dengan kak zevia" Kesalnya dengan dokter cantik itu, dokter gabe hanya bisa tersenyum jahil.
"Calta masuk ke ruang rawat frans, lelaki itu menutup matanya.. Calta duduk dikursi samping ranjangnya dan menatap wajah frans dengan teliti
"Ada apa denganmu, siapa kamu... Kau sangat mirip dengannya, perkataan dokter gabe membuatku merasa sedang hidup dalam kisah novel, apa mungkin..."
Belum sempat calta menyelesaikan ucapannya pintu ruangan tersebut tiba-tiba terbuka dan jantung calta seperti terpleset dari lantai 30 saat melihat seseorang yang menghampiri ranjang frans.
"Alexa" Calta dengan reflek menyebutkan nama wanita itu meskipun ia tidak yakin
"Ya" Seperti perkiraannya ternyata wanita itu meresponnya ia menatap calta yang sama terkejutnya dengan calta ia terdiam mematung menatap calta dengan ekspresi wajah yang tak suka
"Kamu alexa" Calta berdiri menatapnya tak percaya
"Ca-calta" Dengan ragu ia menyebutkan nama calta
"Calta terima kasih sudah menyelamatkan nyawa suamiku" Ucap wanita bule itu dengan berdialog inggris
"Suami.. Di-dia suamimu" Calta dengan perasaan tersambar petir saat mendengar apa yang diucapkan alexa
"Iya, dia frans suamiku.." Alexa dengan ragu-ragu menjawab pertanyaan calta
"Sekali lagi terima kasih" Ucap alexa
"Sekarang kamu bisa pergi, aku sudah ada disini aku akan mengurus suamiku" Alexa menekan kata suami didalam kalimatnya membuat calta merasa tak nyaman, dengan langkah kaki pelan calta pergi dari ruangan tersebut meninggalkan alexa dan frans sendiri
"Istri.. Alexa mantan kekasih coel, kenapa bisa kebetulan begini, Frans wajahnya... Oh Tuhan apa lagi ini" Calta mengusap wajahnya berkali-kali
__ADS_1
"Next Episode"