
"Maafkan Kayla yang baru siap menemui kalian" Ucap Zevia berlutut dihadapan ayah dan ibunya diikuti Calta juga bersimpuh di kaki Ny.Maya.
"Bu.." Calta menunduk dan memeluk kaki Ny.Maya.
"Si-siapa ini" Ny.Maya menatap Calta dengan penasaran gadis manis berkulit sawo matang dengan mata bulat yang indah.
"Dia Qleo" Ucao Ben menghampiri mereka di halaman Villa Mewah itu.
"Apa .. Qleo/Cleo putri cantik ku,, kalian sudah sangat besar" Ny.Maya mengusap lembut pundak Cleo dengan lembut tak tertahan air mata Calta berurai deras sudah lama ia sangat merindukan Ny.Maya yang sudah seperti ibu nya sendiri.
"Dimana Zoy" Tn.Albert berucap saat tahu gadis cantik dihadapannya saat ini adalah Cleo.
Terdiam Zevia dan Calta saling bertatapan dimata Calta Zevia dapat melihat kerinduan terdalam adiknya itu kepada sang ayah Zoy.
"Nak,, dimana ayahmu.. Aku sangat merindukannya.. Aku ingin berterima kasih kepadanya karena sudah menjaga kalian dengan baik" Ucap Tn.Albert dengan lembut sembari terus mencari keberadaan sahabat baiknya itu.
"Ayah" Suara Calta tercekat di tenggorokan terasa berat untuk mengatakan semua meskipun sudah bertahun-tahun sang Ayah meninggalkannya selamanya namun ia masih belum siap untuk hidup sendiri.
"Dimana nak" Tn.Albert mengusap pundak Calta dengan halus, kini air mata Calta kembali mengalir deras kala Tn.Albert mengusap pundaknya ia teringat akan sang ayah yang selalu melakukan hal yang sama saat ia dilanda rasa gelisah.
__ADS_1
"Ayah sudah bersama Ibu disorga" Ucap Calta dengan suara bergetar.
"Apa" Bagaikan tersambar petir tn.Albert begitu syok mendengar perkataan Calta.
"Si-siapa yang,, atau sakit apa" Tn.Albert mengangkat wajah Calta yang kini sudah dibasahi air mata.
"Sentoso" Ucap Zevia penuh amarah.
Zevia mulai menceritakan awal mula bagaimana ia dan Calta bisa sampai Ke kanada, semua hal yang terjadi sampai-sampai Zoy menyerang sendiri komplotan Sentoso yang berniat menghabisi nyawa Zevia dan Calta saat itu, sampai-sampai ia menjadi korban kebrutalan Sentoso beserta anak buahnya.
"Jadi.." Tn.Albert dengan lemas menatap wajah Calta yang benar-benar dominan dengan wajah Zoy sahabatnya.
"Sudah-sudah jangan membuka luka Qleo sebaiknya kita masuk hari sudah gelap" Ucap ny.Maya membawa mereka masuk kini Zevia/Kayla yang mendorong kursi roda sang Ibu dan Calta/Qleo yang mendorong kursi roda Albert memasuki Villa yang sangat megah dan mewah itu.
Setelah makan malam keluarga yang selama ini Zevia rindukan mereka mulai memasuki kamar masing-masing.
"Calta ayo tidur bersama ku" Zevia membawa Calta mengikutinya.
"Kak" Calta menghentikan langkah kakinya diikuti oleh Zevia yang menoleh menatapnya.
__ADS_1
"Kenapa" Zevia mundur selangkah dan menyamai langkah mereka.
"Aku akan kembali ke Kanada" Ucapan Calta membuat Zevia tertegun.
"Maksudmu" Ucap Zevia setelah menelaah ucapan Calta.
"Aku harus kembali ke Kanada, Aku tidak bisa meninggalkan Ayah sendiri di Negara orang" Calta melanjutkan langkah kakinya diikuti oleh Zevia disampingnya.
"Tapikan.."
"Iya aku tahu kak, Ayah memang sudah tiada dan disana hanya makamnya saja tapi hanya itu yang aku punya, Hanya itu yang bisa ku datangi jika aku merindukannya" Ucap Calta dengan suara pelan diiringi air matanya yang mengalir membasahi pipi mulusnya.
Zevia tidak tahu harus berkata apa akhirnya ia memeluk lembut Calta mencoba menenangkan adik kecilnya itu.
"Besok kita bicarakan lagi, sekarang sebaiknya kita tidur aku tau adik kecil ku pasti kelelahan" Zevia memboyong Calta masuk kamar dan membantunya merebahkan tubuhnya berharap Calta merubah keputusannya.
"Next Episode"
Lohh kok pendek sih min, yaa memang pendek karena ini lanjutnya episode yang kemarin hehehe.. Yaa udah besok kita up lagi yaa apakah Calta akan tetap pergi atau tinggal bersama keluarga kecilnya.
__ADS_1