
Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. 🥰
Happy Reading's bub
***
5 Tahun berlalu dengan begitu cepat semua cerita dan kisah masalalu dibawa untuk dijadikan kenangan, hidup harus terus berjalan meskipun kadang masalahnya tak ada henti-hentinya menampar dan menjatuhkan kita berkali-kali dengan kejamnya namun menyerah bukanlah pilihan tepat.
Calta berhasil menyelesaikan pendidikannya dengan baik ia mendapatkan gelar masternya yang sempat tertunda setelah 5 tahun berlalu dengan semua kisah dan perjalan hidup menjadikan calta lebih dewasa dalam semua tindakannya ia menjadi wanita dewasa yang sangat teliti dan cermat namun sifat calta tetap seperti 5 tahun lalu ia menjadi orang yang asik dan teman yang asik dan tentu saja ia sekarang menikmati peran sebagai orang tua dan pebisnis sukses.
Charlie Adam putra tunggal calta yang kini sudah berusia 4 tahun setengah diasuh oleh zevia dan tanu yang kini juga telah memiliki 1 putri yang diberi nama Georgia Ana berusia 3 tahun setengah persaudaraan charlie dan gia sama seperti persaudaraan kedua ibunya dahulu, Zevia kembali menjalani profesinya sebagai seorang dokter di rumah sakit ternama di kota J.
Ya mereka sekeluarga memilih untuk kembali ke negara asalnya untuk memulai semua kehidupan baru, membuka bisnis baru dan usaha baru selain menjadi seorang dokter zevia dan tanu juga membuka usaha restoran yang menjadi favorit anak-anak muda terutama lelaki karena calta sering berkunjung ke tempat itu.
diusia calta yang 28 tahun ia terlihat sangat menawan dan seksi tubuhnya berisi dengan kulit sawo matang dan mata bulat yang indah dan bibir penuh membuat lelaki merasa tertantang untuk memilikinya berbeda dengan zevia meskipun usianya 29 tahun tapi wajahnya tetap seperti anak muda, kulitnya putih bersih dan memiliki postur tubuh yang slim
Tuan albert dan ny.maya memilih tinggal bersama zevia untuk menjaga cucu-cucu mereka sedangkan ny.sarah ia memilih untuk tinggal bersama calta karena calta memilih hidup sendiri dan mandiri meskipun zevia melarangnya dan memintanya untuk tinggal bersama tetapi calta ya tetap calta sulit untuknya menuruti perintah sang kakak.
"Hai calta" Sapa seorang pengunjung restoran sembari tersenyum menggoda menatapnya
"Ck tiap hari aku perhatikan kamu selalu mampir, apa lambungmu tidak keropos kamu selalu memesan kopi itu" Cibir calta kesal dengan sifat genit lelaki.
"Semua lelaki sama saja" Ucapnya kembali fokus menatap layar ponselnya
"Yang aneh itu kamu, ngapain tiap hari kesini" Tanya zevia heran menghampiri calta sembari membawa jus untuk mereka berdua
"Kau juga kak ngapain juga ikut kesini" Ejek calta
"Eh babi ini restoran ku ya terserah lah aku mau kesini lagi pula tempat praktek ku ada didekat sini" Kesal zevia ia menyodorkan minuman untuk adiknya
__ADS_1
"Ha..ha..ha dasar dokter galak" Goda calta dengan tawa khasnya
"Galak-galak begini aku sudah punya 2 anak" Ejek zevia membuat calta memasang wajah malas karena ia tahu ujung dari pembicaraan zevia itu
"Kak please jangan mulai" Mohonnya menangkupkan kedua tangannya kepada zevia
"Sampai kapan kau akan menghindari pertanyaan ini bodoh" Kesal zevia sembari menenggak minumannya
"Kak kamu kan tahu bahkan sebelum charlie lahir aku sudah katakan ini kepada mu.." Jelas calta malas
"Calta kamu tidak bisa hidup seperti ini terus, umurmu sudah tua sebentar lagi kau akan menopause" Goda zevia dengan senyum jahil dibibirnya
"Helow kak aku masih 28 tahun dan lagipula jika aku menopause tidak masalah toh aku sudah punya charlie, gia dan semuanya aku tidak butuh lelaki kak" Jelas calta dengan malas ia memiringkan kepalanya dimeja mengacuhkan ucapan zevia sampai satu kejadian membuatnya mengangkat kepalanya dan mulai menyipitkan matanya untuk memastikan.
"Kenapa...?"
"Calta ada apa..? Calta tunggu" Zevia dengan cepat mengikuti langkah calta yang melaju seperti sedang mengejar sesuatu
"Kamu gila.. Apa yang kau pikirkan!! Kau ingin bunuh diri karena prustasi dengan pertanyaan ku itu gila kau gila" Maki zevia sembari membantu calta untuk menepi dan membawa calta kembali ke restonya dibantu oleh pengunjung restorannya
"Kak aku melihat.. Aku yakin itu kak" Jelas calta dengan nafas memburu dan wajah pucat pasi
"Itu apa.. siapa, ini itu anu tidak jelas... Ayo bangun" Zevia membantu calta berdiri namun karena perbedaan body keduanya membuat zevia kewalahan
"Kak percayalah aku melihat coel" Calta tetap dengan perkataan sembari terus menoleh kanan kiri seperti orang kebingungan
"Sudahlah calta jangan mulai.. 5tahun berlalu jika memang ia ada ia pasti akan mencari mu.. kecuali?" Zevia menggantung ucapannya membuat calta menatapnya serius
"Kecuali apa kak" Tanya calta ragu
__ADS_1
"Kecuali ia memang tidak inginkan kehadiran mu lagi" Jawab zevia telak membuat calta diam tertunduk ucapan zevia masuk akal
"Ayo aku antarkan pulang" Ajak zevia, calta hanya mengangguk setuju dengan jalan pincang ia dibantu zevia memapahnya berjalan menuju mobil sepanjang perjalanan keduanya diam calta menyandarkan kepalanya di jendela mengingat hal tadi
"aku yakin itu coel tapi siapa wanita yang bersamanya itu.. ck, aku tidak peduli aku sudah berjanji untuk hidup dan melupakannya aku tidak membutuhkan cinta apalagi lelaki mereka hanya akan menyusahkan ku"
"Calta...." Teriak zevia disamping telinganya membuatnya tersentak kaget dan kepalanya terbentur kaca jendela mobil
"Kakak ahk apa sih.." Kesal calta sembari memijit keningnya yang terasa sakit
"Bodoh.. aku berbicara sendiri dari tadi dan kau hanya melamun.. apa yang kau pikirkan, kamu memikirkan coel " Maki zevia kesal
"Ti-tidak aku tidak memikirkan siapapun kenapa aku harus memikirkannya siapa dia sampai aku harus melamun kan nya" Kilah calta sembari menggaruk batang hidung mancungnya
"Kau tidak pandai berbohong" Cela zevia membuat calta terdiam lagi
"Ah sudahlah kak.. aku mau pulang ke rumah bertemu gia dan charlie" Pasrah calta
"Loh.. bukannya pulang kerumah mu" Zevia tiba-tiba melambatkan laju mobilnya menatap calta yang asik memainkan ponselnya
"Tentu saja tidak bu dokter.. aku ingin bertemu anak-anak ku kau pikir aku ini ibu macam apa nanti kau sindir pula aku ibu yang tidak bertanggung jawab" Ejek calta acuh tanpa ia sadari ucapannya membuat zevia naik pitam ia menghentikan mobil dan keluar dari kemudi
"Loh kak kemana... kak" Calta meletakan ponselnya dan ikut keluar
"Kamu yang bawa mobil.. Kau pikir aku ini supirmu" Kesal zevia ia masuk dan duduk ditempat calta memasang seatbelt dan duduk acuh meskipun calta mendumel kesal
"Kak aku habis kecelakaan dan kamu memintaku untuk menyetir... kau memang dokter psikopat kak" Calta dengan pasrah masuk ke mobil dan mulai menjalankan mobil zevia dengan acuhnya mengabaikan calta yang terus mendumel kesal dengan sifat zevia yang semakin menyebalkan
"Setelah punya anak kau lebih kejam"
__ADS_1
"Apa.." Zevia menatapnya tajam membuat calta salah tingkah ia tersenyum kikuk dan mulai mengentikan omelan dan kembali serius menyetir.. Zevia tersenyum kecil dengan sifat calta yang sangat asik diajak bercanda namun meskipun keduanya selalu berdebat akan hal kecil zevia dan calta tidak pernah bisa saling jauh hubungan keduanya tak pernah berubah selalu romantis dan manis.
"Next Episode"