MAFIA CANTIK

MAFIA CANTIK
NS2.Cp/8


__ADS_3

Setelah 5 hari koma akhirnya Tanu berhasil melewati masa sulitnya perlahan ia mulai membuka matanya tubuhnya masih terasa lemah dan ngilu dengan penglihatan samar-samar ia mencoba memperjelas pandangannya.


"Tn.Tanu sudah sadar cepat hubungi Bos" Ucap salah satu bodyguard yang berjaga diruangan tersebut


"Siapa kalian" Tanu yang posisinya baru sadar tentu saja merasa asing dan terganggu dengan kehadiran orang yang berpakaian formal serba hitam dengan tubuh yang rata-rata tinggi besar sedang berdiri di dekatnya


"Tenang tuan kami bukan orang jahat" Jawab salah satu bodyguard tersebut.


"Saya mau pulang" Tanu mencoba mengangkat tubuhnya namun perutnya terasa sakit ngilu membuatnya berteriak mengaduh.


Dokter spesialis yang selalu menangani Tanu akhirnya tiba diruangan tersebut kemudian ia memeriksa dan memastikan bahwa kondisinya sudah stabil.


"Dokter apa yang terjadi dengan saya" Tanu mendongak menatap dokter Aris.


"Tn.Tanu anda mengalami koma selama 5 hari dan.."


"Hah 5 hari.." Tanu dengan cepat memotong ucapan dokter Aris.


"Iyaa tn.Tanu mengalami kejadian buruk yang mengakibatkan anda terluka parah dan koma beruntung anda memiliki seorang teman yang baik jika saja bukan karena teman anda mungkin anda tidak terselamatkan" Jelas dokter Aris.


"Teman.. Si-siapa orangnya" Tanu yang merasa aneh sendiri sebab memang ia tidak pernah memiliki teman selama hidupnya selain sang ibu dan adiknya Coel.


"Nanti tuan akan tau sendiri kalau begitu saya permisi" Pamit dokter Aris.


"Dok gimana keadaan Tanu" Zevia berpapasan langsung dengan Aris diujung koridor rumah sakit


"Udah lo temui aja sendiri, kan lo dokter juga" Jawab Aris dengan senyum menggoda.


"Apaan sih ini dokter ter gak jelas dirumah sakit ini" Balas Zevia dengan senyum kemudian ia berjalan menuju ruang rawat Tanu ada rasa sedikit canggung dihatinya bertemu lagi dengan lelaki tersebut namun tidak dipungkiri Zevia merasa senang akhirnya Tanu bisa melewati masa kritis nya.


"Selamat Pagi Bos"


Kedua bodyguard yang berjaga menghampiri Zevia memberikan bow (menundukkan badan) kepada Zevia yang baru saja membuka pintu.

__ADS_1


"Pagi" Balas Zevia pelan namun matanya langsung menuju ke bad Tanu disana Zevia melihat lelaki tersebut juga sedang menatapnya dengan memberikan senyuman kecil di bibirnya membuat Zevia merasa hangat


"Gimana kondisi mu" Zevia menghampiri Tanu dan berdiri disamping ranjangnya.


"Baik.. Terima kasih sudah menyelamatkan ku" Balas Tanu dengan pelan namun saat ia mencoba untuk duduk perutnya kembali ngilu dan membuatnya harus menahan rasa sakitnya.


"Udah gak usah duduk kamu masih harus banyak istirahat.. Oh ya apa kamu ingat kronologi kejadian hari itu" Zevia menatap Tanu yang seperti sedang mengingat-ingat semuanya.


"It's oke kalau tidak ingat jangan dipaksa.. Kalau gitu a-aku iya aku pulang dulu" Zevia pamit namun belum ia melangkah meninggalkan Tanu lelaki tersebut menyentuh tangannya dan membuat langkah kaki Zevia terhenti.


"Via.."


Zevia terdiam mendengar Tanu memanggilnya dengan nama tersebut.


"Aku janji setelah sembuh aku akan membawa ibuku kembali ke California dan membuat hari-hari membaik kembali seperti biasanya sebelum aku ada disini"


Zevia terdiam mendengar perkataan Tanu, kedua bodyguard yang sepertinya mengerti bahwa ada hal yang harus dibicarakan bosnya tersebut dengan intim jadi mereka pergi demi menjaga privasi Zevia dan Tanu.


Zevia memutar kembali tubuhnya menghadap Tanu ia melepaskan pegangan Tanu dari tangannya dengan pelan.


"Zevia maafkan aku" Tanu menatap memohon kepada Zevia membuat suasana menjadi hening


"Kondisimu belum cukup baik untuk banyak berbicara jadi kita akan berbicara lagi jika kamu sudah sembuh total.. Aku permisi" Zevia melenggang pergi meninggalkan Tanu sendiri didalam kamar rawatnya.


"Bajingan.." Zevia memukul setir mobilnya dengan keras matanya mulai terasa panas bulir manik bening berhasil lolos dari sudut matanya.


"Kami bajingan Tanu.." Zevia menghapus air matanya ia menangis tanpa ada orang lain yang tahu akan kesedihan yang ia alami.


Zevia merasa perkataan Tanu membuat hatinya teriris meskipun ia membencinya namun ia juga menyadari bahwa ia mencintai lelaki tersebut ia juga ingin lelaki tersebut selalu ada bersamanya.


*Seminggu Kemudian*


Seminggu berlalu setelah kejadian tersebut Zevia tidak pernah lagi mengunjungi Tanu dirumah sakit namun bukan berarti ia mengabaikan juga lelaki itu ia tetap memberikan pengawasan ketat, fasilitas kesehatan yang baik dan tetap mengawasi Tanu melalui cctv diruangan inapnya.

__ADS_1


"Bos ada info terbaru" Bowo secara tiba-tiba membuka pintu membuat Zevia tersedak saat sedang minum dalam keadaan melamun


"Maaf.. Maafkan saya bos" Bowo menghampiri Zevia dan membantunya


"apa tangan mu tidak bisa digunakan lagi apa harus kita membawamu kerumah sakit untuk transplantasi lengan ketuk pintu kalau mau masuk, ini ruangan pribadi saya bukan dapur umum.. " Bentak Zevia membuat bawahnya itu tunduk ketakutan.


"Lalu info apa yang kau dapatkan" Zevia kembali duduk santai dikursinya sembari memainkan jari-jarinya.


"Ilut dan beben berhasil menangkap lelaki tersebut Bos.." Jelas Bowo.


"Bawa saya menemui dia sekarang" Zevia berdiri merapikan pakaiannya dan mengikuti langkah kaki Bowo menuju ruangan dimana Vino ditahan, Saat melangkah kan kaki masuk mata Zevia langsung tertuju kepada orang yang dimaksud Bowo lelaki tersebut diikat berdiri dengan kedua tangan kiri dan kanannya membentang diikat rantai.


"Brengsek lo" Zevia menghampiri lelaki tersebut dan menghujani wajah dan tubuhnya dengan pukulan sampai lelaki tersebut hampir tak sadarkan diri.


"Ter-ternyata anda dokter Zevia an-anda cantik ta-tapi A-anda... Ad-adalah seorang ma-mafia.. Sama seperti si bajingan Albert cuihhh ha..ha..ha..ha sayangnya A-anda can-cantik sedangkan Albert ca-cacat ha..ha..ha.. A-aku akan memb-membunuh Albert"


Tawa lelaki tersebut menggema diruangan mendengar nama sang ayah disebut dan diolok membuat Zevia semakin murka dengan sekali tendangan mendarat tepat diperut ia berhasil membuat lelaki itu langsung tak sadarkan diri.


"Jangan sekali-kali menyebut nama Ayahku dengan mulut kotor mu bajingan cuihhh " Zevia pergi dan meminta Bowo untuk memasukan lelaki tersebut diruangan khusus yang sangat private bahkan selain Bowo tidak ada orang lain yang tahu akan ruangan tersebut


Zevia pergi ketempat latihan boxing private milik keluarganya disana ia melampiaskan semua amarahnya semua rasa dendam benci dan cinta Zevia memukul Punch Mitt (alat yang biasa dipukul petinju) dengan brutal tanpa mengenakan sarung tangan sampai tangannya berdarah Zevia jatuh luruh kelantai ia berteriak dengan keras air matanya kembali jatuh.


Siapa yang menyangka dibalik sifat keras dan cuek Zevia ia juga seorang wanita yang harusnya lembut dan manis.


Tidak pernah terpikir bahwa Zevia akan memiliki hidup yang begitu rumit.


Bahkan ketika ia berhasil berbahagia sejenak setelah semua yang berlalu namun ternyata siapa sangka nyawa sang ayah ternyata terancam kembali dalam bahaya besar.


"Tak akan ku biarkan siapapun menyentuh orang-orang yang ku sayang bahkan malaikat pencabut nyawa sekalipun akan ku bantai.. Siapapun orang dibalik semua ini aku Zevia Albert berjanji dengan darah ditubuh ku aku akan menghabisi mu meskipun aku hidup dalam lubang dosa besar tapi takkan ku biarkan kalian menyakiti keluargaku" Ucapnya dengan penuh penekanan dan amarah aura membunuhnya yang selama ini ia simpan dengan baik kembali mencuat memancar dibalik wajah cantik yang anggun siapa sangka bahwa Dokter cantik tersebut adalah seorang Mafia kelas Kakap.


....


"Wagggggggghhhhh akhirnya up jugaa.. Makasih yaa yang sudah setia terus membaca novel karangan abal-abal ini.. Semoga kita semua diberikan kesehatan ๐Ÿ™‚

__ADS_1


__ADS_2