
"Kak kamu yakin"
Calta mengikuti langkah kaki zevia yang mondar mandir didalam kamar miliknya
"Entah"
Balas zevia juga tak yakin
"Kak ayo cari jalan lain" Ajak calta
"Calta kamu tahu kan tidak ada rumah sakit yang mau memperkerjakan seorang kepala mafia seperti aku ini.." Jawab zevia kepada calta
"Ishh markus itu benar-benar sudah gila" Calta memukul-mukul kasur kesal mengingat dalang dibalik semua ini adalah markus
"Sebenarnya tanpa markus beritahu pun pasti suatu saat akan terbongkar juga secara persaingan dunia bisnis sangat berat pasti ada salah satu dari mereka yang akan membongkar identitas ku" Zevia ikut duduk disamping calta yang memasang wajah kesal
"Baik keputusan ku sudah bulat" Zevia meraih kunci mobilnya dan beranjak pergi calta hanya bisa mendesah kesal sekaligus merasa iba dengan sang kakak yang harus kehilangan pekerjaannya
Zevia akhirnya tiba dirumah sakit beberapa perawat masih sopan bersapa dengannya namun beberapa ada yang dengan jelas menghindar dari zevia dan enggan bertemu sapa dengannya
Zevia memasuki kantor direktur rumah sakit dan langsung menghadapnya meskipun awalnya ia merasa sedih dengan keputusan yang ia ambil
"Pagi pak" Zevia menghampiri pria paruh baya itu
"Pagi zevia.. Apa kabar" Ucapnya dengan ramah zevia heran sebab sifatnya berbeda dengan sifat pertama kali saat zevia menghadapnya
"Baik.." balas zevia singkat
"Jadi kapan kamu akan kembali masuk bertugas" Pria paruh baya itu tersenyum menatap zevia
"Itu yang ingin saya bicarakan pak" balas zevia singkat
__ADS_1
"Ah tidak perlu dijelaskan.. Besok kamu sudah bisa kembali bekerja seperti biasa saya minta maaf atas kejadian waktu itu" Pria paruh baya itu tersenyum lebar sampai-sampai membuat zevia merasa kesal seolah-olah masalah kemarin tidak ada apa-apanya baginya.
"Ini pak" Zevia memberikan sebuah amplop coklat pria paruh baya tersebut meraih amplop yang diberikan zevia ia membuka dan membacanya seketika wajahnya berubah menjadi tegang senyum yang tadinya merekah di bibirnya kini berganti dengan ekspresi tegang
"Maksudmu" Ia menatap serius wajah zevia
"Ya pak saya ingin mengundurkan diri dari rumah sakit ini dimana tempat ini merupakan tempat awal karir saya didunia kedokteran" Ucap zevia dengan senyum tipis
"Ta-tapi kenapa zevia bukan kah kamu sudah bisa bekerja ditempat ini" balasnya
"Memang bapak sudah mengizinkan saya kembali bekerja tapi saya menghargai akan rasa khawatir teman-teman rekan kerja lainnya dan demi kenyamanan bersama saya memilih untuk mengundurkan diri" Terang zevia singkat saja
"Tapi apa tidak sayang kamu berhenti karir mu baru saja mulai bersinar"
"Tidak pak keputusan saya sudah bulat, saya permisi" Zevia pamit pergi meninggalkan pak direktur yang memijit keningnya pening "Tamat nasibku karirku pekerjaan ku kali ini" Gerutunya dengan wajah penuh kekesalan
Zevia keluar dari ruangan tersebut dengan perasaan tak karuan ia mendongak menatap langit-langit rasa sesak didalam dada membuatnya merasa ingin melepaskan tangisnya terlebih saat anita menghampirinya dengan wajah murung
"Dokter kok resign terus nanti saya sama siapa" Anita akhirnya memeluk zevia dengan erat
"Ya kamu sama dokter baru lah" Ejek zevia kepada wanita yang lebih muda sedikit dari dirinya itu
"Ihhh dokter mah gitu saya kan udah sayang sama dokter" Kini anita mulai terisak didalam pelukan zevia
"Udah jangan nangis, saya minta maaf ya kalau selama kamu jadi asisten saya, saya suka bentak-bentak kamu suka kasar tapi sebenarnya saya juga sayang sama kamu semoga ilmu-ilmu yang kamu dapat dari saya bisa menjadikan mu semakin baik ya" Balas zevia dengan sembunyi menghapus manik matanya juga
"Iya dok saya senang kok dibentak dokter soalnya dokter zevia baik banget dan royal" Anita sembari tangisnya tetap menggoda zevia
"Udah ah jangan nangis-nangis gini malu tau" Zevia melepaskan pelukan anita ia memberikan sebuah bungkusan kado kepada anita sebagai tanda perpisahan.
"Apa ini" Anita meraih kado kecil tersebut "Boleh dibuka" anita menatap zevia
__ADS_1
"Terserah" Saran zevia
"Dok ini" Mata anita berbinar saat menerima kado yang berisi ponsel pintar yang selama ini ia inginkan
"Gimana masih sedih" Ejek zevia
"Engga eh masih lah.. Dokter kok tahu saya.."
"Taulah dah lama saya liat kamu cek-cek itu apk orange tentang tu ponsel" Balas zevia sembari tersenyum kecil
"Ehh ya ini dibeli pakai duit halal ya pake uang gaji saya.." Bisik zevia membuat anita akhirnya tertawa lepas
"Ya udah saya pergi kamu lanjut kerja, disitu sudah ada nomor ponsel saya kalau terjadi apa-apa kami hubungi saya aja" Ucap zevia sebelum ia pergi dan kembali tangis anita pecah menatap kepergian zevia
"Dok makasih ipon nya" teriak anita yang langsung mendapat teguran dari rekan kerjanya karena bersuara nyaring didepan kamar rawat.
Zevia menarik nafasnya kasar saat ia melangkahkan kakinya keluar dari rumah sakit tersebut flashback zevia saat ia teringat awal ia menitik karirnya dimana ia yang bersifat dingin, cuek dan pemarah dihadapkan dengan situasi yang ia harus bersikap ramah, murah senyum, sabar dan ikhlas bekerja sungguh hal yang sulit baginya namun berkat kegigihannya ia berhasil melemahkan kerasnya ego dalam dirinya sampai ia mendapatkan julukan dokter paling ramah dirumah sakit tersebut namun tak pernah terpikirkan karirnya akan hancur sebab pekerjaan sampingan nya dan cerita masa lalunya namun zevia tidak bisa mengalahkan siapapun sebab itu pilihannya
tak ingin berlarut dalam kesedihan zevia memilih pulang kerumah bertemu dengan keluarganya dan menjelaskan kepada sang ayah dan ibu tentang keputusannya yang mungkin saja akan mendapat penolakan dari tn.albert dan ny.maya
"Dokter cantik"
Zevia menoleh saat mendengar seseorang menyapanya meskipun tidak yakin yang dimaksud adalah dia namun apa salahnya ia menoleh untuk mencari tahu
"Hah ibu.. eh maksud saya ny.Sarah" Zevia tersenyum girang saat bertemu dengan ny.sarah dihalaman rumah sakit dengan kondisi terbarunya
"Ny.sarah kesini sama siapa" Zevia membawa ny.sarah untuk duduk dikursi tunggu zevia menatap wajah ny.sarah sepertinya kondisi nya sudah sangat membaik kondisi fisik ny.sarah juga mengalami perubahan ke lebih baik
"Sama anak saya yang itu" ny.sarah menunjuk kearah lelaki yang sedang berjalan menuju kearah mereka
"Itu dia anak yang saya jodohkan dengan dokter cantik.. Dokter maukan" Ucapnya dengan semangat dan tersenyum sembari menatap zevia yang berhasil dibuat tersipu malu.
__ADS_1
Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. 🥰