
Happy Reading's bub
***
"Kak dari mana kalian" Calta yang baru selesai mandi dan menidurkan charlie serta gia menghampiri tanu dan zevia yang baru saja tiba
"Malam banget pulangnya" Calta mendongak menatap jam dinding yang sudah pukul 10 malam
"Itu ada urusan dikit tadi jadi kami terlambat pulang.. Gia dan alie tidak cerewet kan?" Tanya zevia mengalihkan pembicaraan awal
"Gak kok.. Oiya kapan ayah, mommy dan ibu sarah pulang..?"
Calta duduk disofa sembari memainkan ponselnya
"Gak tau juga sih kapan.. tapi sepertinya mereka sedang menikmati liburan mereka" Jawab zevia ia berjalan mendekati calta dan duduk berseloroh melepaskan penatnya
"Aku naik dulu ya sayang" Ucap tanu sembari langkahnya menaiki anak tangga
Calta mendongak melihat tanu sudah benar-benar menghilang ia menoleh lagi menatap zevia yang sedang termenung juga bisa ia ketahui kakaknya itu sedang memikirkan sesuatu
"Kak.."
"Hemm", Jawab zevia tanpa melepaskan lamunannya
"Aku mau cerita sesuatu.." Ucap calta pelan, zevia menoleh menatapnya
"Apa?" Zevia menatap lekat mata adiknya itu dari dalam sana ia tahu ada sesuatu yang sedang mengganggu hatinya
"Anu... Emm itu anu"
"Iyaa apa?" Tanya zevia tak sabar
"Itu kak.. aduh gimana sih ngomongnya"
"Kamu hamil lagi calta..?"
Tembak Zevia membuat calta langsung membulatkan matanya sempurna menatap zevia dengan kesal
"Mulutmu ya bu dokter.. Astagaaa" Calta membenamkan wajahnya dibantal
"Ya terus kalau kamu gak hamil lalu apa?"
"Dion dia menga..."
"Mamiii.." Belum sempat calta menyelesaikan ucapannya terdengar tangisan gia dari kamar nya memanggil zevia membuat fokus keduanya langsung ambyar
"Ehh nanti-nanti gia nangis.. tunggu" Zevia berlari kecil menghampiri kamar ali dan gia benar saja gadis kecil mungil itu terbangun dengan mata yang basah mencari ibunya
__ADS_1
Zevia dengan sigap menggendong gia dan menenangkannya sembari menenangkan gia fokus zevia teralihkan ke charlie yang sedang tidur terlelap zevia merasakan iba yang teramat dengan bocah kecil itu wajahnya yang sangat mirip coel benar-benar membuat zevia merasakan iba dan pilu akan nasib yang menimpa adiknya dan juga charlie
"Mami janji akan selalu memberikan kebahagiaan untuk mu nak.." Lirih zevia disela tangisnya
Calta diluar merasa gelisah bagaimana cara menyampaikannya untuk kakak, cibirnya meskipun ia tidak ingin menerima lamaran dion tapi ia harus memberitahukan semuanya kepada zevia karena sang kakak selalu mempunyai solusi
"Kok lama kali sih" Calta menunggu hampir 1 jam sedangkan zevia belum juga keluar dari kamar anak-anak karena tidak sabar calta akhirnya menyusul sang kakak
"Astaga dokter gila ini ternyata meninggalkan ku sendiri" Kesalnya saat melihat zevia sudah tertidur pulas namun bukan diranjang gia tapi zevia tertidur sembari memeluk charlie hati calta bergetar melihat pemandangan itu tidak ia sangka cinta zevia begitu besar untuk anaknya charlie apalagi zevia selalu menganggap charlie adalah anak pertamanya dan tanu
"Kalian benar-benar membuatku merasa sangat dicintai" Bisik calta dengan pelan ia naik ke ranjang gia dan tidur bersama gadis mungil itu
"Kemana mereka" Tanu kembali turun ke lantai dasar setelah selesai mandi dan membersihkannya diri tidak ada istrinya ataupun adik iparnya diruang tengah suasana juga sepi, tanu mematikan lampu berjalan ke kamar anak-anaknya saat membuka pintu hatinya benar-benar merasa hangat melihat kakak beradik sedang tidur bersama anak-anaknya pemandangan yang sangat baik dipandang mata... Tak ingin menganggu istirahat mereka tanu kembali naik ke lantai atas memasuki kamar mereka dan mulai merebahkan diri namun berbeda dengan zevia dan calta yang tidur nyenyak ia sendiri tidak mampu untuk memejamkan matanya
"Apakah dia benar-benar adikku" Tanu menatap langit-langit sembari berdialog seorang diri
"Tubuh, wajahnya benar-benar coel tapi dia frans.. Siapa yang benar Tuhan berikan kami petunjuk" Ucap tanu lagi
Sedangkan di klinik zevia coel juga sedang merebahkan diri namun kali ini ia tidak sedang memikirkan tanu melainkan memikir alexa.. Tidak ada kabar dari wanita itu apakah ia selamat atau tidak
"Tok..tok..tok"
Coel terperanjat saat mendengar suara ketukan pintu
"Siapa yang datang" Ucapnya pelan sembari beranjak dari tempat tidurnya mengintip dari jendela
"Kamu kemana saja.. aku sudah yakin kamu pasti tidak jadi menaiki pesawat itu.. terima kasih sudah tidak pergi"
"Maaf coel"
"hah.. Maksudmu"
"Maaf coel"
"Alexa kamu kenapa.. Yuk masuk dulu kamu pasti capek kan nyariin aku kamu tau dari mana aku ada disini" Coel sudah melanjutkan langkah kakinya masuk
"Maaf coel"
Lagi alexa berucap tapi ia tidak mengikuti langkah kaki coel yang masuk ia hanya berdiri diambang pintu
"Kenapa alexa.. maaf untuk apa.." Coel menoleh menatap wanita itu wajahnya pucat tiba-tiba ia menangis dengan keras membuat coel semakin kebingungan seorang diri
"Maaf coel.. maaf coel.. maaf coel...maaf coel... MAAF COELL" teriakannya tiba-tiba menjadi nyaring dan menggema
"HAAHHHH"
Ia tersentak dari tidurnya nafasnya memburu detak jantungnya berpacu hebat tidak ada alexa disana pintu kamarnya pun tertutup rapat bulu kuduk nya berdiri mengingat mimpi tadi
__ADS_1
"Coel siapa yang dia maksud" Coel teringat akan ucapan alexa tadi sehingga ia tidak bisa memejamkan mata sedetikpun setiap ia memejamkan matanya wajah wanita itu langsung muncul menghantuinya
"Alexa maafkan aku jika aku sering menyakitimu" Lirih coel sembari memeluk lututnya menggigil ketakutan ditambah suasana sepi dan mencekam benar-benar membuatnya ingin lari saja.
Suasana pagi dirumah keluarga kecil tanu sangat ramai 5 orang asisten rumah tangga dan 2 orang suster selalu sibuk setiap pagi tapi zevia tidak pernah lepas tangan dalam mengurus dua buah hatinya
Charlie yang sudah pandai dalam banyak hal contoh kecilnya memasang bajunya sendiri dan merapikan tempat tidur sedangkan gia ia terkadang masih rewel dan cerewet
"Alie mau makan apa hari ini" Tanya seorang suster muda
"Alie mau dimasakin mami aja cus" Jawab charlie yang sedang meminum susu
"Baik sayang" Jawab suster muda itu dengan ramah
"Alie mau makan apa nak" Zevia menghampiri charlie saat mendengar dari suster bahwa anak sulungnya itu ingin makanan makanan buatannya
"Alie mau sop jamur mami" Jawabnya singkat dengan senyum manis diwajahnya
"Baik sayang mami masak dulu yaa kamu jaga adek gia ya" Ucap zevia charlie mengangguk mengerti benar saja selama zevia memasak charlie benar-benar menjaga gia dengan baik keduanya bermain dengan damai tidak ada drama berebut mainan ataupun drama pukul-pukulan karena charlie sudah terbiasa dengan ajaran keluarga itu untuk selalu menjaga dan melindungi
"Kak aku pergi dulu yaa" Calta menghampiri zevia yang sedang memasak
"Loh kamu gak sarapan" Tanya zevia tanpa mengalihkan pandangannya dari nampan
"Gak kak nanti sarapan di restoran saja" Jawab calta
",Bye.." Calta mengecup pipi zevia dengan sayang
"Hati-hati dek" Zevia menoleh menatap adiknya kesayangannya itu
"Baik kak.." Calta sudah berjalan menjauh dari dapur
"Aliee ibu pergi kerja dulu ya nak.." Tak lupa menghampiri putra kecilnya yang sedang bermain
"Baik ibu hati-hati" Charlie menghampiri calta dan memeluknya sayang mengecup pipi sang ibu dengan lembut
"Ahhh kamu buat ibu meleleh saja nak" Goda calta
"Ahh si maniss ibu pergi kerja tayang" Ucap calta ia menghampiri gia dan mencium gadis kecil itu
"Ibu ati-ati" Ucap gia pelan sembari mengecup pipi calta juga
"Ahh full baterai ku sudah mendapatkan 3 ciuman" ucapnya pelan sembari berjalan keluar pintu dengan wajah sumringah
"Bagaimana aku tidak bisa bersyukur hidupku saat ini sudah sangat lengkap.. anak-anak yang manis, kakak yang menyayangiku, ayah mommy dan ibu sarah bersama ku sudahlah aku tidak perlu lelaki lagi" Calta berdialog ringan dengan dirinya sendiri sembari menyetir mobilnya dengan santai ikut meramaikan macetnya jalanan di kota.
"Next Episode"
__ADS_1
Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. 🥰