MAFIA CANTIK

MAFIA CANTIK
Hidup Baru Eps.10


__ADS_3

***


"Hentikan semua nak.. kamu berhak bahagia, coel berhak bahagia kalian berdua sama-sama berhak untuk bahagia" Tren menatap wajah putrinya


"Tidak ayah.. aku bahagia kebahagiaan ku itu dia, aku ingin kebahagiaan ini selamanya ayah" Kekeh alexa membuat sang ayah menjadi kesal dengan keras kepalanya


"Ayo pulang kamu harus ikut ayah pulang" Paksa tren ia membawa alexa pergi


"Tidak ayah ... Tidak jangan tolonggg.. tolong" Teriakan alexa membuat bising hingga keamanan klinik menghampiri mereka


"Tolong saya pak" Mohon nya dengan security itu


"Bawa dia pergi pak" Pintanya lagi


"Alexa apa-apaan kamu ini.. pak saya ayah nya"


"Maaf pak anda sudah membuat kebisingan ditempat ini pergilah" Pinta security itu sembari membawa paksa tren


"Maafkan aku ayah.. tapi aku tidak bisa melepaskan coel begitu saja" Lirih alexa sembari menatap sang ayah yang dibawa paksa


***


"Awwkk kepalaku"


Alexa tersentak dari lamunannya saat coel merintih kesakitan


"Sayang.."


"Lepaskan.. jangan pernah memanggilku seperti itu" Coel menarik lengannya dari genggaman alexa


"Kamu sedang sakit frans" Alexa mencoba menenangkannya


"Bukan urusanmu.. sekarang juga aku ingin ke jakarta"


Seperti biasa tanpa menunggu persetujuan dari alexa, coel pergi seorang diri dengan langkah kaki sempoyongan.. Alexa mau tidak mau mengikuti langkah kaki coel dari belakang tanpa persiapan apapun mereka kembali pulang ke jakarta.


Dilain tempat calta dan dion sudah sampai di depan pekarangan rumah zevia yang luas dan megah


"Kak zee pasti kaget deh liat perubahan mu" Goda calta dion yang berdiri tegap disampingnya


"Kamu sendiri juga kaget kan" Balas dion dengan cool nya


"Ih gak tuh biasa aja" Calta membuang muka namun dengan senyum menghiasi wajah cantiknya


"Hai kak" Sapa dion saat zevia membuka pintu


"Si-siapa" Zevia menatapnya meneliti lelaki tampan dan gagah yang saat ini ada dihadapannya


"Baa" Calta keluar dari belakang dion mengagetkan zevia


"Wahh calta katamu kau tidak ingin berurusan dengan lelaki.. lalu apa ini" Goda zevia yang tidak mengenali dion


"Woy kak ini tuh dion" Kesal calta memasang wajah cemberut


"Hahh di-dion.." Zevia menyipitkan matanya memastikan lelaki itu orang yang ia kenal namun tidak bisa akhirnya zevia mengeluarkan kacamata nya dan memasangnya


"Ini aku kak" Dion melepas kacamata hitam yang bertengger manis diwajahnya


"Waahh dionnn kamu astagaa" Benar saja zevia terpesona akan ketampanan lelaki muda itu


"Lihat apa kataku dia terpesona" Calta bersorak riang sembari memeluk dion


"Siapa sayang" Tanu ikut keluar saat mendengar kebisingan mereka


"Loh ada tamu kok gak diajak masuk" Tanu membuka satu sisi pintu dan mempersilakan mereka masuk


"Sayang kamu juga pasti tidak akan mengenali nya bukan" Zevia memeluk lengan kekar tanu dan menyandarkan kepalanya pelan dengan terus memandangi dion


"Kenapa memang nya siapa dia" Tanu mengangkat bahunya tak tahu

__ADS_1


"Hai kak.. Dion" Dion mengulurkan tangannya menjabat tangan tanu


"Di-diionn.. Hah maksudnya, Dion yang" Tanu mengondekkan tangannya membuat calta dan dion tertawa terpingkal-pingkal


"Sudah-sudah ayo masuk kalian membuatku pusing saja.." Ajak zevia


Kedatangan calta dan dion disambut keluarga besar begitu juga Charlie dan gia yang langsung berlari menghampiri mereka


"Uncle dion.." Charlie berlari menghampiri dion yang juga menghampirinya dengan gemas


"Wah uncle tampan sekali" Goda charlie membuat seisi rumah tertawa geli dengan ucapan bocah 5 tahunan itu


"Ibu apa yang terjadi dengan uncle kenapa dia jadi ganteng" Tanya charlie membuat dion dan calta seketika saling berpandangan


"Sudah-sudah jangan ditanya lagi.." Ny.maya yang mengerti akan kondisi keduanya tersenyum simpul sembari menatap zevia hingga keduanya berkode dari tatapan mata


"Kak jangan pikirkan yang macam-macam" Calta menatap tajam Zevia yang ketahuan sedang kode-kode dengan ny.maya


"Apasih.." Jawab zevia acuh, dion langsung berbincang hangat dengan tanu dan tuan albert mereka memang sudah sangat dekat sejak dion berteman dengan calta.


"Kak ada tamu" Teriak calta uang sedang duduk santai disofa saat bel rumah berbunyi


"Bukakan lah kebo, gerak dikit malas amat" Kesal zevia yang sedang memberi makan gia


"Gak bisa kak aku capek" Calta malam semakin merebahkan tubuhnya


"Ni kasih makan gia" Zevia menghampirinya dan memberikan mangkok makanan gia


"Ya tuhan kakak.. Baiklah sini nak ibu kasih makan kamu biar gemoy seperti ibu" Calta meletakan ponselnya dan mulai menyuapi gia makan


"Siapa kak" Calta berteriak saat sudah hampir 5 menit zevia hening takut terjadi apa-apa dengan sang kakak calta meletakan mangkok makanan gia dan berlari menghampiri pintu


"Siapa.. kak" Calta ikut keluar menghampiri zevia yang berdiri mematung


"Ngapain lo kesini" Bentakan keras calta membuat kebisingan yang mengundang tanu, tuan albert dan dion menghampiri mereka


"Pergi lo" Calta mendorong coel/frans hingga terjatuh dari tangga


"Terima kasih dok.." Ucapnya pelan


"Panggil zevia saja" jawab zevia pelan


"Siapa sa..yang" Tanu berdiri tertegun saat melihat lelaki yang berdiri didekat zevia tanpa pikir panjang tanu berlari menghampirinya dan memeluknya erat tidak ada penolakan dari coel yang saat ini dikenal dengan nama frans


"Coel.. kamu kamu tahu dari mana rumah ini kemana saja kamu" Tanu dengan air mata yang sudah membasahi wajahnya berkali-kali memeluk coel yang hanya diam kebingungan


"Sa-sayang.. Tunggu" Zevia melepaskan coel dari pelukan tanu


"Kenapa aku merindukan adikku" Tanu menatap zevia kesal


" DIA BUKAN ADIK MU KAK DIA ORANG LAIN.. DIA FRANS DIA BUKAN COEL" Teriak calta dengan wajah yang sudah merah padam menatap mereka dengan tajam


"Apa maksudmu calta.. dia coel adikku" Tanu menatap wajah zevia dan calta bergantian


"Begini saja.. Frans ayo masuk" Ajak zevia


"Kak ngapain ajak orang ini masuk, gimana kalau ayah, mommy dan ibu tahu.. apa yang akan terjadi dengan mereka" Calta menghentikan zevia seketika itu juga zevia teringat akan ibu sarah bisa saja wanita itu mengalami syok berat.


"Begini saja.. coel pergilah ke taman belakang"


"Tunggu apa maksud mu taman belakang.. Jangan bilang kamu sudah pernah bertemu dia" Tanu menatap wajah zevia


"Sayang ayo masuk dulu kita bicarakan didalam" Bujuk zevia begitu juga calta ia membawa dion masuk kembali meskipun awalnya dion menolak namun calta tahu jika dion tidak ikut masuk lelaki itu bisa saja melukai frans


"Kamu khawatir aku melukainya kan" Dion mencegat tangan calta membuat keduanya saling berpandangan


"Tidak.. Aku tidak ingin kamu berurusan dengannya sebaiknya kita tidak mempedulikan dia... Aku muak dengan drama kehidupan ini selalu bertemakan nya" Jawab calta serius dari raut wajahnya dion tahu apa yang dikatakan calta tidak 100% benar namun ia juga tidak sedang berbohong


"Sayang ayo jelaskan.. Sebelum ibu, ayah dan mommy mendengar keributan kita dan mereka melihat semua ini" Tanu membawa zevia duduk disusul calta dan dion yang ikut duduk menghadap zevia dan tanu.

__ADS_1


"Aku tidak tahu harus menjelaskan ini dari mana namun saat calta berangkat ke bali...." Zevia mulai menceritakan saat coel yang disebut frans datang menghampirinya dengan tujuan mengucapkan terima kasih


"Aku tidak tahu dan yakin apakah dia coel orang yang kita kenal atau memang frans orang lain... Itulah sebabnya aku tidak menceritakan apapun tentang lelaki itu denganmu"Jelas zevia membuat suaminya terdiam di raut wajah tanu tergurat kesedihan mendalam


"Lalu calta..?" Tanu menatap calta


"Kalian juga pasti sudah bertemu dengan dia kan.. Kalian tahu semua ini kan" Tanu menatapnya dan dion secara bergantian


"Kak sejak awal aku memang tahu tentang lelaki itu.. Kakak tahu waktu kita dicafe mu aku mengatakan aku melihat coel orang itulah yang ku lihat" Jawab calta pelan


"Apa lagi yang kau tahu" Tanya tanu


"Tidak ada kak" Jawab calta pelan


"Jangan coba-coba membohongi kakakmu calta" Tanu menatap lekat wajahnya


Calta menundukkan kepalanya mengingat situasi saat dirumah sakit


"Katakan saja" Dion menggenggam tangan calta


"Kamu tahu, gimana bisa" Calta menoleh menatap dion yang juga sedang menatapnya nanti aku beritahu, jawab dion pelan


"Kak jika aku mengatakan ini aku harap kalian jangan terlalu mengharapkan apapun" Ucap calta tanu dan zevia mengangguk setuju calta mulai menceritakan tentang malam itu ia dan frans bertemu dan lelaki itu pingsan dipantai lalu dokter gabe mengatakan bahwa ada cedera kepala yang dialami olehnya dan bisa saja itu membuatnya kehilangan ingatannya atau juga tidak.


"Sayang bisa jadi dia memang coel" Tanu menatap zevia penuh harap


"Kamu kan dokter ahli saraf bagaimana jika kamu periksa saja dia" Mohon tanu


"Mas kita gak bisa melakukan apapun jika memang lelaki itu bukan coel... Begini saja kalian disini saja aku akan berbincang berdua dengannya saja.."


Tanu dengan semangat menyetujui saran dari zevia


"Kak jangan terlalu berharap" Ucap calta sembari menatap tanu pelan, calta tahu rindu yang ia rasakan tak sebesar rindu seorang kakak yang kehilangan sang adik bertahun-tahun lamanya


Zevia berjalan menghampiri frans yang masih setia menunggunya ditaman, hati zevia terasa sakit melihat lelaki yang dulu hangat dan menyenangkan kini hanya bisa diam membisu


"Frans" Zevia menghampirinya dan duduk didekatnya


"Ada apa kamu mencari ku lagi" Tanya zevia menatapnya serius


"Dok bisa tolong saya" Ucapannya membuat zevia tercengang


"Tolong.. apa maksudmu" Tanya zevia pelan


"Saya tidak pernah bisa mengenali diri saya sendiri.. saya capek dok benar-benar capek siapa saya saya benar-benar tidak tahu siapa diri ini" Ucapannya membuat zevia teringat pembicaraan mereka tadi


"Tapi bagaimana kamu bisa meminta saya menolongmu"


"Dokter gabe.." Zevia terbelalak saat mendengar ia menyebutkan nama dokter gabe


"Dokter gabe mengatakan mungkin saja dokter zevia bisa membantu saya untuk menemukan kembali ingatan saya yang sudah hilang"


Jantung zevia berpacu hebat bagaimana bisa ia tahu kalau dia sedang mengalami lupa ingatan dan apa yang dokter gabe lakukan mengapa ia mengatakan ini


"Dokter saya mohon" Zevia kembali dari lamunannya


"Entahlah saya bisa membantu mu atau tidak.. tapi jika ya kamu benar-benar ingin kita bisa bertemu besok dirumah sakit X tempat saya bekerja disana kita bisa melakukan pemeriksaan lebih lanjut"


Mendengarkan hal itu lelaki itu tersenyum lebar senyum yang memiliki harapan besar, tanpa zevia dan frans tahu calta sedang menyaksikan pembicaraan mereka dari lantai atas rumah itu


"Jika dia memang coel kamu akan kembali dengannya" Dion tiba-tiba saja ada disamping calta


"Kamu mengagetkan ku saja" Calta menghapus pelan titik air mata nya


"Benar bukan.. Jika dia memang coel kamu akan kembali"


"Sudah hentikan.. aku tidak ingin membahas hal itu..." Calta pergi meninggalkan dion sendiri


"Ya atau tidak jawaban mu aku harus menyiapkan hati untuk melepaskan mu karena antara kalian ada jembatan yang selalu menghubungkan kalian berdua" Ucap dion sembari tersenyum miris meratapi nasib dirinya yang malang, cintanya sudah bertepuk sebelah tangan belum selesai kemudian masalalu mulai ingin kembali

__ADS_1


"Berat sekali" Cibirnya


"Next Episode"


__ADS_2