MAFIA CANTIK

MAFIA CANTIK
NS.2/Cp.6


__ADS_3

"Gila si Bowo masa anak kecil disuruh kerja begituan" Gerutu Zevia sembari ia terus mengemudi mobilnya namun tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti ditengah-tengah jalan membuat Zevia terpaksa menginjak rem mendadak sehingga suara decitan ban mobilnya menderita dijalanan.


"Apa-apaan bahaya banget.."


Zevia beranjak turun dari mobilnya berniat untuk menegur sang pengendara mobil namun baru saja ia tiba didekat pintu mobil tersebut pemandangan yang membuat Zevia terkejut sekaligus syok.


"Tanu.. Tanu bangun Tanu buka pintunya"


Mobil tersebut merupakan mobil yang dikendarai Tanu melihat kondisinya yang bersimbah darah dan tak sadarkan diri tidak mungkin ia meninggalkan Tanu dalam keadaan seperti itu kondisi jalanan yang sepi membuat Zevia harus dengan kesusahan membawa Tanu untuk berpindah ke mobilnya meskipun tubuh Tanu kurus namun ia berotot sehingga bobot tubuhnya cukup membuat Zevia kewalahan.


Dengan memacu laju mobilnya memecahkan hening jalanan tersebut Zevia segera membawa Tanu menuju rumah sakit terdekat.


"Dr.Zevia ada apa ini" Seorang security dengan cepat menghampiri mobil Zevia sesaat ia tiba dirumah sakit.


"Astagaa kenapa ini" Sama syoknya dengan Zevia security tersebut saat melihat kondisi Tanu.


"Pak jangan nanya terus ayo bantu saya panggil perawat bawa Hospital Bed sekarang suasana dirumah sakit langsung riuh meskipun rumah sakit tersebut bukan tempat Zevia bertugas namun ia memiliki banyak kenalan dokter ditempat itu.

__ADS_1


Setelah Tanu mendapatkan pertolongan pertama terlihat Zevia sedang duduk seorang diri didepan ruang unit darurat dengan baju yang berlumuran darah Tanu, Bowo yang baru tiba dirumah sakit seketika tercengang dan menjadi panik saat melihat kondisi Bosnya yang begitu berantakan rambut acak-acakan dengan pakaian penuh noda darah.


"Bos.. Bos kenapa.. Bos tidak apa-apa siapa yang melakukan ini" Zevia seketika tersadar dari lamunannya saat Bowo menghampirinya dan meneliti wajahnya.


"Bowo jangan panggil bos.. Kan udah saya bilang dirumah sakit jangan panggil Bos" Bisik Zevia kesal.


"Maaf bos maksud saya bu" Bowo langsung memundurkan langkahnya dan berdiri disamping Zevia.


"Wo tolong jangan sampai ayah dan ibu tahu masalah ini ya" Zevia kembali duduk diruang tunggu.


"Dok bagaimana keadaannya" Zevia berdiri menyamakan diri dengan dokter Aris.


"Mukjizat besar Dok, jika 5 menit saja dokter Zevia tidak tiba dirumah sakit kemungkinan nyawa pasien melayang,, Dokter Zevia bisa ikut keruangan saya" Ajak Aris.


"Wo jaga disini" Perintah Zevia


"Kondisi Pasien saat ini benar-benar masih lemah apa dokter Zevia mengenali pasien tersebut" Dokter Aris duduk dihadapan Zevia setelah memberikan baju ganti kepada Zevia.

__ADS_1


"Iya dia teman saya"


"Terdapat luka robek di bagian perut korban yang sepertinya luka tersebut disebabkan oleh benda tajam, dibagian kepala terdapat luka robek yang sepertinya karena hantaman benda tumpul.. Dia kehilangan cukup banyak darah namun syukur nya saat ini rumah sakit sedang memiliki banyak stok darah.. Sepertinya korban ini merupakan incaran dari pembunuhan berencana"


Mendengarkan penjelasan dokter Aris membuat Zevia tidak habis pikir siapa yang melakukan ini terhadap Tanu bahkan lelaki itu belum sebulan tiba dijakarta namun ia sudah memiliki ancaman besar.


"Dok.." D.Aris menepuk pundak Zevia saat menyadari temannya tersebut melamun.


"Jangan melamun dong" Dokter Aris mencoba mencairkan suasana yang cukup tegang ini.


"Gak lah, udah kan penjelasannya kalau udah saya mau ke UGD lagi" Zevia pamit kepada Aris.


Kembali ke UGD Zevia membisikan sesuatu kepada Bowo setelah berbincang sekejap Bowo langsung pergi kini tinggal Zevia sendiri ia masuk menghampiri Tanu lelaki tersebut masih tidak sadarkan diri.


Zevia menarik kursi dan duduk disamping bed Tanu menatap wajah tersebut Zevia terpikirkan bagaimana jika ia tidak melewati jalan tersebut dan tidak menemukan Tanu mungkin saja saat ini lelaki tersebut sudah meninggal bagaimana dengan Ny.Sarah siapa yang akan mengurusnya jika Tanu sampai kenapa-napa.


"Lo itu bodoh.. Lo gak mikir gimana ibu kalau lo kenapa-kenapa dan gimana gue.. Lo mau ninggalin gue lagi" Zevia menghapus manik matanya tak kuasa menahan diri saat menyaksikan bagaimana kondisi Tanu.

__ADS_1


__ADS_2