
Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. 🥰
Happy Reading's bub
***
"Sayang kenapa lama sekali tidak berkunjung.." Ny.Maya segera menghampiri calta dan memeluknya sebelum kerumah calta mengenakan jaket Hoodie oversize nya meskipun cuaca sedang gerah
"Mommy emmm aku merindukan mu" Calta segera menghambur ke dalam pelukan ny.maya
"Dimana ayah" Ucap calta mengedarkan pandangannya mencari keberadaan tn.albert
"Ayahmu sedang ke kantor polisi.. Untuk mengkonfirmasikan bahwa penyeledikan coel benar-benar sudah dihentikan" Jelas ny.maya perlahan, namun kali ini calta terlihat lebih tenang meskipun berkali-kali ia menghela nafasnya
"Ibu..." Calta tersenyum merekah saat ny.sarah datang dari dapur membawa minuman dingin untuk mereka
"Ibu aku merindukan mu" Calta berlari memeluk ny.sarah meskipun zevia merasa kesal karena adiknya itu sangat hiperaktif
"Ibu juga sayang.." Balas ny.sarah sembari memeluk calta namun ia segera melepas pelukannya dan menatap wajah calta meneliti sesekali ia melirik ke arah perut calta
"Apa ini.." Calta mengambil gelas berisi jus
"Itu jus nanas kesukaan mu" Ucap ny.maya
"Ohh gitu.." Calta meletakan kembali gelasnya dan menatap zevia
"Loh kenapa bukannya itu jus kesukaan mu nak.." Kini ny.sarah yang berucap
"Bukan gitu, aku tiba-tiba sakit perut" Jawab calta ia segera berjalan menuju toilet, berbeda dengan sarah ny.maya justru merasa senang akan kunjungan zevia keduanya berbincang hangat sementara ny.sarah berjalan mengikuti calta tanpa sepengetahuan zevia dan ny.maya sembari membawa jus nanasnya
"Sudah dari toilet nya" ny.sarah duduk didekat calta, calta tersentak kaget dan segera merubah mimik wajahnya
"Ini jusnya.. segar diminum siang-siang begini" Ucap ny.sarah menyodorkan gelasnya kepada calta
"Nanti saja bu, perutku masih mules" Kilah calta
"Nak.. kamu masih bisa membohongi ibu" Ny.sarah berucap sembari meletakkan gelasnya dimeja ia meraih tangan calta dan menggenggam nya
__ADS_1
"Katakan kepada ibu apakah feeling ibu salah" Ucapnya lagi membuat calta merasa gugup
"A-apa maksud ibu" Jawab calta dengan suara hampir tak bisa keluar
"Calta aku adalah seorang ibu.. aku tahu nak" Ucapnya kini dengan tangan meraba perut calta
"Ibu..." Kini suara calta mulai bergetar matanya mulai berembun
"Nak.. Kamu merahasiakan ini dari kami" Ucap ny.sarah dengan mata berkaca-kaca sembari menatap wajah calta lekat
"Bu-bukan begitu bu.. Aku tidak ingin merahasiakan apapun dari kalian.. Ta-tapi ibu tahu kondisi ayah dan mommy serta bagaimana kondisi ku saat ini, aku tidak bisa memberitahukan kalian karena ini aib bu.. mungkin bagi orang-orang disini hal ini biasa tapi mommy, ayah dan ibu memiliki budaya berbeda dengan mereka aku hamil diluar pernikahan sah.. Dan kini ayah dari baby ini menghilang.."
"Sudah nak tidak usah dilanjutkan.." Ny.sarah memeluk calta dan menghentikan ucapannya
"Tidak apa tidak apa.. Ibu mengerti tapi apakah?" Ny.sarah menatap zevia yang sedang asik berbincang dengan ny.maya, calta menganggukkan kepalanya membuat ny.sarah hanya bisa membuang nafas kasar
"Sampai kapan..?" Ucap ny.sarah lagi
"Sampai kapan kalian menyembunyikan nya sampai bayi ini lahir, lalu apa yang akan kalian katakan kepada mereka ("tn.alber dan ny.maya")"
"Aku tidak tahu bu,, bahkan aku sempat terpikir untuk menggugurkan bayi ini.." Ucap calta sedih, ny.sarah melotot tak percaya dengan yang calta ucapkan
"Tapi kak zevia memberikan ku nasihat.. Dan kini aku akan mempertahankannya sampai kapanpun tidak akan aku biarkan dia tersakiti.. Aku janji kami segera akan memberitahu ayah dan mommy tapi berikan kami waktu bu.. Kami perlu memikirkan kesehatan ayah" balas calta dengan terisak
"Baiklah.. tapi segera pikirkan jangan menunda terlalu lama" Ucap ny.sarah ia kembali memeluk calta
"Sehat-sehat cucuku" Bisiknya sembari mengusap perut calta
"Calta makan" Sarkas zevia membuat keduanya segera menghapus air matanya dan kembali berkumpul dengan zevia dan ny.maya, zevia melirik calta dan bertanya melalui kode mata
Calta mengangguk menatap zevia, terlihat wajah zevia nampak memucat dan gugup ia mulai menatap ny.sarah yang kini juga menatapnya, zevia tertunduk diam
"Calta makanlah nak ibu sudah masak untukmu" Ny.maya mengambilkan nasi untuk calta beruntung kali ini makanan yang ada didepannya tidak membuatnya mual malah ia makan dengan lahap
"Ada apa kamu mengenakan jaket besar itu padahal cuaca sedang panas-panasnya" tanya ny.maya disela menyuap nasinya
"Itu bu diluar terik, ia panas sekali didalam mobil seperti terbakar" Jawab zevia mendahului calta, sehingga membuat calta bisa bernafas lega
__ADS_1
Setelah makan dan berbincang hari juga sudah sore tapi tn.albert belum kembali ia sudah menelpon dan mengatakan masih dalam proses, jadi zevia dan calta memilih pulang saja.
ny.sarah berjalan mendekati zevia ia memeluknya sembari berbisik "Nak ibu sudah tahu semua.. jangan bersembunyi terlalu lama karena semua pasti akan terungkap.. Segera katakanlah" Zevia terdiam namun ia mengangguk setuju
"Maafkan kami bu" Bisiknya ny.sarah mengangguk mengerti setelah kepergian mereka ny.sarah dan ny.maya masuk
"Besan apa kamu merasa ada yang aneh dengan calta" Ucap ny.maya ia duduk disofa sembari menyalakan televisi
"Entahlah kak besan tapi aku juga merasa demikian" Balas ny.sarah duduk disamping ny.maya
"Hemmm semoga tidak ada apa-apa" Jawab ny.maya lagi keduanya mengangguk setuju dan mulai menonton drama netflak dan bergosip ria, meskipun ny.sarah sedang merasa benar-benar kacau saat ini.
"Gimana ibu bisa tahu" Tanya zevia sembari fokus menyetir
"Entah kak tapi sejak awal ibu sepertinya sudah tahu waktu kita paking kerumah mu.. Ibu mengusap perutku padahal saat itu baby belum sebesar ini.." Calta menunjukkan perut buncit mininya
"Sepertinya feeling seorang ibu dan calon nenek" Jawab zevia dan calta mengangguk setuju
"Lalu bagaimana ini kak.." Tanya calta lagi
"Tidak usah dipikirkan, nanti kita pikirkan lagi.. Kalau mengantuk kamu tidurlah perjalanan kita macet.." Ucap zevia sembari memperhatikan jalanan yang memang sedang ramai sekali.
"Karena akan paskah sepertinya kak" Jawab calta
"Mungkin" Balas zevia singkat, belum sampai 5 menit setelah berucap kini zevia mendengar suara dengkuran dari sampingnya
"Dasar kerbau.. Baru saja berbicara sudah ngorok" Kesal zevia
"Kak aku mendengarkan mu" balas calta dengan mata tertutup, membuat zevia tersenyum kecil ia mengusap perut calta lembut
"Baby jangan seperti mami calta ya" ucapnya dibarengi tawa membuat calta kembali membuka mata dan kesal dengan sifat zevia yang mulai jahil sepertinya, perjalanan pulang mereka penuh drama karena calta mabuk darat aroma mobil-mobil yang didepan mereka membuatnya pusing dan harus muntah berkali-kali.
"Ibu hamil memang aneh" Cibir zevia
"Nanti saja kalau kamu hamil aku akan mengejekmu juga seperti ini kak" Kesal calta disela mualnya zevia hanya bisa tertawa puas membuat calta semakin kesal dan berakhir dengan menangis sesenggukan lagi.
"Bersambung"
__ADS_1