
Setelah zevia menerima dokumen penting itu dari black ia membawa dokumen itu ke dalam kamar pribadinya mengunci semua pintu dan jendela menyalakan kedap suara dan menyalakan semua lampu, Ia butuh ketenangan dan kedamaian menyiapkan beribu nyali dan kekuatan hatinya.
Di luar sana tanpa zevia ketahui bahwa Tanu datang kembali dan mencari Black entah apa tujuan lelaki muda ia kembali.
"Ada apa kamu kembali kesini, bukan kah zevia sudah melarang mu untuk kesini" Hardik Black dengan tegas, bukan karena black membenci tanu hanya saja lelaki itu tak ingin terjadi keributan lagi antara zevia dan calta.
"Maafkan Saya, tapi saya sudah tidak sanggup untuk menahan ini sendiri, hati saya begitu tersentuh dan sangat ingin membantunya" Ucap Tanu pelan menundukkan kepalanya memohon.
"Tidak sanggup kenapa, apa yang terjadi" Black duduk dihadapan tanu dan mengintrogasi lelaki muda itu.
Kemudian Tanu mulai bercerita saat ia bertemu kedua kalinya dengan zevia masa itu sedang hujan deras ditaman rumah sakit saat itu ia sedang pergi untuk membelikan obat penenang untuk ibunya namun saat hendak kembali pulang tanu melewati taman dan melihat seorang gadis muda sedang duduk tertunduk ditanah dengan keadaan menyedihkan, sebagaimana diketahui tanu memiliki sifat yang terlampau acuh dan cuek kepada orang lain namun saat itu entah apa yang terjadi tiba-tiba hatinya tersentuh teringat bagaimana yang terjadi dengannya dahulu saat kedua orangtuanya bercerai ia mengalami depresi yang berat sehingga mengharuskannya pergi dari kota asalnya hatinya terasa begitu sakit mengingatnya.
Black terdiam mendengar ucapan tanu ternyata memang benar saat zevia menghilang ia mengalami depresi berat wajar saja mengingat zoy adalah orang yang sangat zevia hormati dan sayangi.
"Tuan..."
Tanu membuyarkan black yang terlihat termenung dengan wajah datar.
"Bisakah tuan menceritakan tentang zevia untuk saya" Mohon Tanu.
"Untuk apa, tidak ada satupun yang boleh mengungkit semua masa lalu zevia termasuk aku.. mohon untuk menghargai privasi orang lain" Tegas black kepada tanu.
Tanu terdiam dengan wajah kecewa namun sekali lagi ia menyakinkan black bahwa ia tidak memiliki niat buruk ia hanya ingin membantu zevia karena sepertinya ia tahu apa yang zevia rasakan namun lagi-lagi usaha tanu gagal, black tetap dengan prinsipnya untuk tidak memberitahu masalalu zevia.
"Pergi lah nak sebelum saya berbuat lebih tegas" Ucap black kali ini dengan nada bicara tinggi.
Tanu mengangguk setuju dan memberikan bow(menundukkan kepala memberi hormat) kepada black.
Tanu keluar dari ruang kerja black dan bertabrakan badan dengan calta yang sedang berjalan menuju ruang kerja black.
"Ah..."
Calta terjatuh dan lututnya menyentuh lantai dengan keras sehingga membuatnya lecet.
"Ma'af.. Ma'afkan aku.."
Tanu membantu calta berdiri tetapi calta menolak bantuan tanu dan memilih berdiri dengan sendiri.
"Kakimu terluka" Tanu melirik lutut mulus calta yang lecet dan berdarah.
"Tidak apa.." Calta tersenyum simpul dan menatap tanu dengan tatapan sendu.
"Ada apa, kenapa kamu ke sini,," Calta menunjuk ruang kerja black.
__ADS_1
"Emmm.. Tidak apa-apa.." Tanu tersenyum kecil kepada calta.
"Ahhh.. yaaa baiklah kalau gitu aku masuk dulu" Pamit calta.
Namun belum calta masuk tanu terlebih dahulu mencegah dan menarik pelan lengan calta dan membawanya sedikit menjauh dari tempat itu.
"Aw.. aw ada apa ini,, Tanu lepaskan aku"
Calta melepaskan genggaman tangan tanu dipergelangan tangannya.
"Calta... Emmm kamu mau menolongku"
Tanu menatap calta dengan tatapan memohon.
Calta terdiam dan mengalihkan pandangannya dari tatapan mata tanu.
"Apa"
"Beritahu aku tentang semua masa lalu zevia"
"Plaakkk"
Calta melayangkan sebuah tamparan keras diwajah tanu sehingga membuat lelaki itu terdiam mematung dengan perlakuan calta yang jauh dari harapan.
Tanu menatap calta dengan kesal namun ia mencoba menahan amarahnya.
Calta menarik nafas panjang kemudian menatap tanu tajam kini tatapan mata itu sama mematikan dan menakutkan dengan tatapan mata zevia.
"Dengarkan aku tuan Tanu... Jangan pernah mengusik singa yang sedang tidur atau kau akan tahu sendiri akibatnya.. Dan satu lagi jangan pernah mencoba mengali segala informasi tentang kakak ku atau kau akan tau akibatnya, kamu adalah orang lain yang datang ke kehidupan kami dengan penuh tanda tanya jangan sampai kamu menyesal..., Ahh satu lagi sebaiknya jauhi keluarga kami" Bentak calta dengan seringai jahat dibibirnya.
Calta pergi meninggalkan tanu yang berdiri mematung dengan tatapan mata kesal menatap punggung zevia yang sudah pergi jauh.
"Kau yang akan menyesal karena sudah memperlakukan ku dengan buruk nona Qle...... hmmmm ckk..ckk" Ucap tanu dengan senyum licik diwajahnya.
Calta pergi dengan amarah membara kini ia membenci lelaki itu ia tahu bahwa sepertinya tanu memiliki niat buruk kepada keluarganya ia pergi menuju kamar zevia, Calta menarik nafas panjang dan kemudian mengetuk beberapa kali pintu kamar kakaknya namun tidak ada jawaban.
Lama ia menunggu didepan pintu itu namun tak kunjung terbuka, rasa berdebar dihatinya takut kakaknya kenapa-napa namun saat ia ingin mengetuk pintu itu lagi zevia tiba-tiba sudah berdiri didepan pintu dengan wajah datar menatap calta yang memunggungi.
"Ada apa"
Calta terperanjat mendengar suara kakaknya ia memutar badannya dan menghadap zevia.
"Kakak..." Calta menghambur kedalam pelukan zevia.
__ADS_1
Zevia tersenyum kecil dan membalas pelukan adiknya itu dengan tulus membawa Calta kedalam pelukan terhangat nya begitu ia merindukan sang adik begitu juga calta ia begitu merindukan sang kakak.
"Kak.. maafkan aku" Ucap Calta dalam pelukan zevia.
"Hem.." Zevia menjitak kepala calta dan kemudian mengelusnya.
"Maafkan aku juga, aku terlalu egois seharusnya aku tahu bahwa kamu menyukainya kan.." Zevia mengusap rambut calta lembut namun tiba-tiba calta melepaskan pelukannya kepada kakaknya itu dan menatapnya kesal.
"Sudah jangan bahas lelaki itu lagi kak, aku benci dia.."
Zevia menyerngitkan dahi mendengar ucapan sang adik.
"Kenapa, ada apa ?? katakan" Kini suara zevia terdengar serius.
Calta mulai menceritakan semua yang ia dengar saat Tanu didalam ruang kerja black saat itu ia ingin pergi menemui om black namun saat ia ingin masuk tiba-tiba ia mendengar ucapan tanu yang memohon kepada om black untuk menceritakan tentang masalalu zevia mulai dari situ ia tahu bahwa tanu bukanlah orang baik seperti yang ia kira melainkan lelaki itu sepertinya sedang mencari tahu tentang keluarganya.
"Maksudmu" Zevia membawa calta masuk kekamarnya dan mengunci pintu agar keduanya leluasa bercerita.
"Sepertinya Tanu adalah mata-mata seorang kak" Calta duduk disamping zevia.
"Mata-mata, untuk apa ia memata-matai kita"
"Ahhh yaa ampun ku kira kamu pintar kak tetapi ternyata otakmu dongkol" Kesal calta karena zevia tidak paham maksudnya.
"Ehhh beraninya kamu ya" Zevia menjitak kepala calta.
"Aww sakit" ia mengusap jidatnya perih.
"Maksudku, dia itu mata-mata nya siapa??" Kini zevia berdiri dan menatap pemandangan diluar jendelanya.
"Yaa mana aku tahu, tapi seperti dari gerak geriknya ia adalah seorang mata-mata kak, apa salahnya kita mencari tahu" Kini calta mengikuti kakaknya dan ikut berdiri dihadapan jendela.
"Hemmm" Zevia menarik nafas kasar dan tersenyum licik.
"Baiklah.. Sepertinya ia suka bermain-main... Bagaimana??" Ia menatap calta dan menarik bibirnya tersenyum licik.
"Hemm.." Calta menganggukkan kepala dan ikut tersenyum seperti sang kakak.
Bersambung....
Holaaa... Apa kabar semua.. maafnya author lama up nya soalnya author lagi ngurusin suami sakit ๐ jadi gak bisa pegang hp..
mohon pengertiannya yaa.. semoga kalian selalu setia sama cerita MC yaa ๐ Maafkan author yaa sekali lagi author sedih udah buat kalian lama nunggu dan terkatung-katung gak jelas ๐๐ฅบ
__ADS_1
Maaf.... ๐๐ป