MAFIA CANTIK

MAFIA CANTIK
CP.30


__ADS_3

"Aku adalah anak SENTOSO"


kata-kata itu terus terngiang ditelinga Zevia sejak terakhir bertemu Tanu hari itu kata-kata yang lelaki ucapkan terus menerus menghantuinya.


Tok..tok


"Masuk"


"Kak, 2 hari lalu kakak kemana ?? Kami hampir frustasi mencari mu bahkan om Black harus mengerahkan semua anggota nya untuk mencari kakak.." Calta berucap dengan menggebu namun Zevia nampak tidak menghiraukan apa yang diucapkan Calta.


"Kak..." Calta menggoncang tubuh zevia sehingga membuyarkan semua isi kepalanya.


"Ya..?"


"Hem.. Mulai..... ditanya bukannya jawab malah balik nanya !!" Gerutu Calta dengan bibir monyong nya.


"Sorry, aku tidak mendengarkan mu jadi bisa ceritakan dari awal -_-" Ucap Zevia datar.


Calta mulai bercerita berawal dari sore malam dan selanjutnya semua terlihat kacau bahkan wajah paman angkatnya black pun terlihat begitu tegang, beberapa kali pula lelaki paruh baya itu menghadik keras anggotanya yang tidak berhasil menemukan Zevia, bahkan beberapa orang pergi kerumah Tanu namun seperti yang Zevia jumpai rumah itu sama kacau kemudian mereka semua berspekulasi bahwa Zevia diculik oleh anak buah Sentoso namun tidak bagi Calta ia percaya bahwa kakaknya tidak semudah itu dikalahkan.


"Jadi jelaskan kepada ku kemana Kakak kemarin" Paksa calta kenapa zevia.


Zevia terdiam apakah ia harus menceritakan kepada calta semua yang terjadi kemarin namun ia tau persis mulut adiknya itu selalu bocor kapan pun.


"Kak" Teriak calta kesal.


"Apa jangan-jangan kakak bertemu tanu diam-diam" coros calta.


Mata zevia membulat sempurna menatap calta lebih tepat hampir keluar, sepertinya calta salah ucap melihat reaksi zevia yang seperti itu membuatnya kalang kabut ia pun pergi dari kamar zevia dan memilih mencari jalan aman.


Zevia membuang kasar nafasnya dan merebahkan diri di kasurnya entah apa yang harus ia katakan kepada pamannya zevia tidak bisa berbohong kepada paman kesayangannya itu.

__ADS_1


"Ahhkkkkk... Shitt" Bisik zevia dengan mengacak acak rambutnya.


*Flashback Kejadian kemarin malam*


"Ceritakan"


Zevia menghardik kasar Tanu dengan wajah yang lebam.


"21 tahun lalu...


saat itu usia ku 4 tahun setiap hari aku harus menyaksikan Ibu ku dihajar habis-habisan oleh-nya, bahkan aku menduga air mata ibu sudah kering karena setiap Lelaki biadab itu memukulnya ibu bahkan tidak pernah menangis, entah sejak kapan ibu menjadi boneka nya, setiap malam aku mendengar jeritan ibu tidak hanya jeritan bahkan disertai suara hantaman sesuatu di dinding kamar mereka aku tidak tahu pasti itu apa namun sepertinya itu tubuh ringkih ibu yang ia banting.


tidak hanya ibu aku dan adik ku juga menjadi amukannya saat ia pulang dengan keadaan mabuk, entah apa yang terjadi tapi seperti nya ia tidak menginginkan kehadiran kami, suatu waktu ibu membawa kami pergi namun ketahuan dan ibu dihajar habis-habisan sampai tangan kanan ibu ia patahkan " Zevia kemudian teringat saat ia ditolong dan diurus oleh ibu tanu ia diam-diam memperhatikan tangan wanita itu yang tidak berfungsi dan terlihat pengkor ternyata itu sebabnya, Zevia kembali mendengarkan tanu bercerita.


"Sampai saat itu Coel berusia 2 Tahun aku ingat betul malam itu Ia kembali memukul ibu dan bukan hanya ibu tetapi Coel juga menjadi sasaran amukannya, tidak tahan aku mengambil tongkat base ball dan dengan sekuat tenaga mencoba menghantam kepalanya, mungkin saat itu dewi keberuntungan sedang berada dipihak kami ia terjatuh tepat dihadapan ku saat itu bukan rasa bersalah yang ada dibenak ku melainkan rasa puas dengan susah payah aku membawa ibu dan adik pergi aku membawa sebagian besar tabungannya dan kami pergi, kami kira kami bebas dan bisa hidup dengan damai tetapi aku salah selama 21 tahun itu juga ia masih terus mencari dan mengincar kami sampai kemarin aku lalai mereka menemukan tempat tinggal kami ibu dan coel dibawa paksa.."


Suara serak dan berat milik tanu menghiasi malam gelap di taman itu Zevia tidak bergeming pikiran dan hatinya sedang berdebat.


Zevia tersentak dan menatap tanu dengan sinis " untuk apa aku membantumu, itu urusan mu lagi pula aku tidak pernah berhutang apapun kepadamu"


Tanu terdiam ia memilih bangkit dari duduk nya dan pergi sebelum pergi ia memberikan zevia sebuah foto yang membuatnya kembali tertegun saat menatap foto itu.


Wanita yang selalu ia rindukan, wajahnya cantiknya tidak berubah meskipun kini ia terlihat sangat kurus dan tidak berdaya kaki tangan dirantai dengan tatapan mata sayu.


"Mom..mommy" Bisik zevia bahkan hampir tidak terdengar bahkan oleh tanu.


"Mereka ingin aku menyerahkan mu kepada bajingan itu mereka juga meminta ku untuk memberitahu dimana keberadaan mu jika aku ingin ibu dan coel kembali" Ujar tanu dengan pelan


"Kenapa tidak kau beritahu, dengan begitu ibu dan adik mu bisa kembali kepadamu" Jawab zevia tegas.


"Aku pikir kamu pintar" Cela tanu.

__ADS_1


"Apa maksud mu, Zevia mengeluarkan senjata api dan menodongkan kepada tanu jadi kamu menjebakku" Dengan waspada zevia memperhatikan sekitarnya.


"Tarik pelatuk itu, agar kau bisa percaya kepadaku" Perintah tanu.


Zevia yang mendengarkan ucapan lelaki itu mengurungkan niatnya dan kembali menyimpan senjata apinya.


"Sentoso adalah orang yang licik, Janji adalah kebohongan untuknya apapun ia lakukan untuk mendapatkan keinginannya bahkan jika aku menyerahkan mu belum tentu ia akan melepaskan ibu dan coel" Jawab tanu dengan tegas.


"Pikirkan baik-baik"


Tanu pergi meninggalkan zevia sendiri di taman itu hening sepi dan dingin tapi rasa panas membara semakin menggebu didada zevia ia kembali menatap foto ibunya wajah yang dulu selalu tersenyum dan berseri kini berubah menjadi sayu dan pucat pasi tatapan mata nya membuat hati zevia terasa sakit dan nyilu ia menangis disitu kembali hanya mengingat sang ibu lah air matanya keluar.


"Aku akan menjemputmu Mom kita akan bersama lagi, Thanks God jagalah mommy untuk ku" Zevia tersenyum tipis hatinya terasa lega ternyata wanita yang selalu ia rindukan masih hidup kini tekat zevia untuk menghabisi Sentoso semakin bulat.


Namun tanpa zevia sadari tanu yang sedari tadi terus memperhatikan bukan pergi tanu memilih menemani zevia di taman itu hingga pagi menghampiri dan zevia pergi tanpa mengetahui bahwa tanu menemani nya semalaman.


"Tok..


Tok...


tok..."


"Nona Muda,, Tuan Black meminta anda menghadapnya" Suara Mina diluar membuat zevia tersadar dari lamunannya.


"Gawat, apa yang harus aku katakan kepada paman" Gerutu zevia namun ia tetap pergi menghampiri paman Black.


Meskipun paman Black/Om Black bukanlah paman kandungnya tetapi zevia dan calta sangat menghormati dan mengasihi pamannya itu.


NEXT...


"Oalahhh Ayang... Insyaallah utur akan makin rajin upload dan update cerita nona Zevia maaf ya kalau ceritanya rada gimana gitu ya maklum lama gak ngarang dan ngehalu ๐Ÿ˜‚

__ADS_1


Stay Happy and Healthy ๐ŸŒน๐ŸŒน๐Ÿ˜โญโญโญโญโญ


__ADS_2