MAFIA CANTIK

MAFIA CANTIK
NS2/Cp 28


__ADS_3

Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. 🥰


Happy Reading's


***


Kamu tidur sendiri atau tidur bersama ku" Ucap zevia meskipun sebenarnya ia tahu calta akan memilih tidur sendiri


"Sendiri kak" Jawabnya zevia mengangguk mengerti meskipun sejak awal ia tahu akan jawaban itu, ia membawa calta menuju kamar yang ia hias dengan baik foto-foto mereka waktu kecil, remaja dan dewasa terpajang disana zevia berharap calta kerasa nyaman dan baik untuk seminggu kedepannya


"Kak.." Calta menghentikan langkah kaki zevia


"Maafkan aku.. Aku janji akan baik-baik saja" Ucap calta pelan


"Dek aku yang minta maaf seharusnya aku tidak bersikap seperti itu.. Sekarang tidurlah ini juga rumahmu buat dirimu senyaman mungkin" Balas zevia


"Terima kasih kak" Calta memeluk zevia dengan lembut, zevia keluar dari kamar meraih ponselnya dan berkerja meskipun tak lagi tinggal di Indonesia tapi zevia tetap memantau semua usaha miliknya di indonesia ia beruntung memiliki bowo yang sangat dapat dipercaya


Zevia bekerja sampai larut malam dan tertidur di sofa sampai pagi, zevia heran kenapa rumah sunyi apa calta belum bangun tapi jam sudah menunjukan pukul 11 siang zevia melangkahkan kakinya menaiki anak tangga menuju kamar calta yang kasih tertutup rapat


"Dek.." Hening


"Dek sudah bangun" Masih hening


"Calta kakak masuk ya" Zevia memutar gagang pintu dan klek bunyi pintu tertahan tidak bisa dibuka


"Loh dikunci.. Tumben biasanya dia tidak pernah mengunci pintu" Heran zevia


"Calta buka pintunya, kamu belum bangun" Zevia mengetok pintu namun masih tidak ada jawaban dari dalamnya


"Calta buka pintunya atau aku akan membuka paksa" Ancam zevia dengan menaikkan intonasi suaranya namun masih tidak ada jawaban dan hal ini membuat zevia merasa panik dengan cepat ia berlari kembali menuju kamarnya dan mencari kunci cadangan kamar calta dan tidak butuh waktu lama ia menemukan kuncinya dengan kembali berlari zevia bergegas membuka pintu kamar calta.


"Kamu kenapa.. Kenapa tidak membuka pintu membuat orang khawatir saja" Bentak zevia lega saat melihat calta yang sedang tertidur pulas zevia mendekat ke arah calta plak suara benda pecah zevia menunduk meneliti dan meraih apa yang baru saja ia injak


"Obat tidur.." Bisik zevia dan kini wajahnya berubah benar-benar panik ia melompat ke kasur calta dan ya seperti perkiraan kita bibir calta mengeluarkan berbusa dan wajahnya sudah pucat dan tubuhnya terasa dingin


Tidak ingin membuang waktu zevia dengan tubuh kecilnya ia menggendong calta yamg lunglai dibelakangnya dengan tertatih ia menuruni anak tangga dan berlari menuju mobil namun kesialan tak berujung zevia lupa ia tidak membawa kunci mobil dengan membawa calta dibelakangnya ia kembali masuk mencari kunci mobil syukurlah kuncinya tidak berada dilantai atas


Zevia membawa calta ke klinik terdekat karena rumah sakit hanya ada di kota itu cukup jauh sedangkan kondisi calta sudah buruk


Tidak butuh waktu lama zevia akhirnya sampai di klinik dengan panik ia berteriak meminta bantuan orang-orang yang ada ditempat itu untuk membawa calta masuk karena ia sudah tak sanggup tubuhnya dan calta lebih berisi calta zevia memiliki postur tubuh yang kurus dan tinggi tidak seperti calta yang berisi atau gemoy meskipun ia seorang dokter namun zevia adalah dokter ahli saraf bukan umum


"Calta bangun dek.. Kenapa kamu begini" Zevia membantu mendorong calta di hospital bed dengan perasaan yang tak karuan


Calta sudah masuk ruang darurat dan mendapat perawatan zevia ingin mengabari tanu tapi ia baru sadar jangankan ponsel bahkan sendalnya juga ia tidak ingat untuk mengenakannya jadi selama perjalanan tadi ia tidak memakai sendal zevia berjalan lesu menuju resepsionis meminjamkan telepon klinik untuk mengabari tanu


"Halo tanu"


",,,"


"Kamu kapan pulang"


",,,"

__ADS_1


"Calta menenggak obat tidur sekarang aku berada di klinik sepertinya dia overdosis" Jawab zevia lemas


"...."


"Tidak, tidak perlu selesaikan saja urusan mu aku bisa menghandle semua ini.. aku juga tidak mengabari keluarga sebelum aku tahu kondisi calta sebenarnya"


"...."


"Ya betul, Hemm see u"


Zevia menutup telponnya memang ia tak ingin mengabari keluarganya sebelum tahu kondisi calta seperti apa karena bisa saja membuat mereka menjadi kena panic attack


"Keluarga nona calta" Zevia menoleh saat seorang perawat mencarinya ia sedikit berlari menghampirinya


"Silahkan ikut saya" Ajak perawat tersebut mengajak zevia menuju ruangan dokter zevia masuk dan berbincang dengan dokter yang tadi menangani calta


"Hah.. Gi-gimana ah maksud saya .. Jadi.."


"Iya adik anda sedang mengandung dan kondisi ini berbahaya untuk kandungannya syukurlah kalian tiba tepat waktu jika tidak kami tidak tahu apa yang akan terjadi dengan janinnya" Jawab dokter itu dengan tersenyum ramah tangan kaki dan tubuh zevia bergetar mendengar ucapan dokter tersebut


"Ny.Zevia.. Nyonya zevia" Dokter tersebut membuyarkan lamunannya


"I-iya dok"


"Jangan melamun nyonya" Ucap dokter muda itu dengan tersenyum ramah sembari menatap wajah zevia


"Anda baik-baik saja" pasti dokter itu


"Iya baik Ma'afkan saya, bisa diulangi dok" Zevia memperbaiki posisi duduknya ingin mendengar lebih jelas penjelasan dokter


Lagi dan lagi zevia merasa isi kepalanya menjadi penuh dan mumet sampai-sampai membuatnya merasa mual dan pusing


"Terima kasih dok permisi" Ucap zevia saat ia menerima resep obat dari dokter dengan cepat ia berlari ke toilet dan muntah disana sembari memijit keningnya pelan


"Jadi ini alasan kenapa kamu seperti ini calta" Bisiknya pelan tak habis pikir dengan pandangan nanar ia menatap tulisan resep yang ada ditangannya


Zevia berjalan menuju ruang darurat untuk menghampiri calta rasanya seperti berjalan diatas angin langkah kakinya terasa melayang zevia membuka pintu dan mendapati calta sedang terbaring lemas dengan infus ditangannya


"Benar-benar bodoh.. Apa yang kamu lakukan membahayakan diri sendiri bukan kamu hampir saja membahayakan dua nyawa benar-benar bodoh" Kesal zevia bergumam sendiri sembari menatap calta yang belum membuka matanya, zevia duduk menemani calta hampir 1 jam pikirannya benar-benar terasa kacau belum selesai urusan coel kini calta yang berulah


"Kak.. Kakak" Calta mengguncang tangan zevia yang sedang melamun zevia tersentak kaget ia segera menjauh dari calta membuat calta terdiam karena zevia menatapnya dengan tatapan mata penuh kekecewaan


"Ada apa kak" Bisik calta tapi zevia tidak menjawab pertanyaan calta ia menatap wajah adiknya penuh rasa kecewa bagaimana calta dan coel berbuat hal seperti itu


"Kak.."


"Kau masih bisa memanggilku kakak setelah semua perbuatanmu" Bisik zevia dengan suara bergetar


"Apa maksudmu kak" Jawab calta kebingungan dengan perubah sikap zevia


"Sekarang aku tahu apa alasan yang membuatmu seperti ini, kenapa kamu berubah menjadi wanita yang lemah" Balas zevia sembari menatap calta nanar


"Kak aku berduka, coel meninggalkan ku sendiri kau tidak akan pernah merasakannya kamu tidak akan pernah bisa mengerti kak" Ucap calta pilu

__ADS_1


"Bukan hanya meninggalkan mu seorang sendiri" Telak zevia membuat calta yang tadinya lesu kini terlihat kaget terlihat dari raut wajahnya menegang


"Aku tahu semuanya calta.. Kenapa kamu melakukan itu kepada dirimu sendiri, aku sudah mewanti-wanti untuk tidak berbuat macam-macam" Kesal zevia namun ia masih berusaha menahan emosinya karena kondisi klinik masih ramai


"Bu-bukan begitu kak.. Itu" Calta tak bisa melanjutkan ucapannya ia menundukkan kepalanya dan mulai terisak


"Tidak ada gunanya kamu menangis calta, apa yang harus kukatakan kepada ayah, mommy dan ibu sarah.. Apa ini sebenarnya gaya berpacaran kalian, aku sudah mengatakan kepadamu untuk tidak melakukan hal macam-macam calta" Zevia terduduk dikursi kakinya terasa lemas membayangkan kondisi selanjutnya seperti apa


"Tidak kak.. Aku dan coel tidak seperti itu sungguh" Calta membela diri


"Jika tidak kenapa kamu bisa hamil begini" Zevia menurunkan intonasi suaranya setengah berbisik


"Ka-kami khilaf kak.. Lagi pula kami merasa sebentar lagi kami akan menikah jadi kami melakukannya itu pertama kalinya kak" Cicit calta


"Persetan dengan semua itu calta.." Kesal zevia tak habis pikir dengan pikiran calta dan coel saat itu calta terdiam kini keringat dingin membasahi tubuhnya


"Kuliahmu saja belum lulus begini, **!*" zevia bergumam sendiri sembari memikirkan apa yang harus ia lakukan setelah ini


"Sayang..." Tanu tiba-tiba masuk membuat suasana kedua kakak beradik itu menjadi canggung hening, tanu menghampiri zevia yang sedang duduk tertunduk sembari memijit keningnya


"Kak tanu" Calta mencoba mencairkan suasana dengan menyapa tanu, tapi ia tetap tidak bisa menyembunyikan suasana canggung itu


"Hai, gimana kondisimu" Sapa tanu pelan ia menghampiri calta dan memeluknya pelan tapi zevia ia malah keluar dari ruangan itu meninggalkan tanu dan calta sendiri


"Ada apa, kenapa zevia" Heran tanu sembari menatap kepergian zevia


"Mungkin kakak kecapean kak.." Jawab calta asal meskipun sebenarnya ia tahu kenapa zevia pergi


"Aku akan menyusulnya kamu istirahatlah" Ucap tanu sembari pergi menyusul zevia, calta mengangguk setuju setelah tanu pergi calta kembali berbaring dengan pelan ia mengusap perutnya pelan air merembes dari sudut matanya membuat pipinya jadi basah


Tanu mencari keberadaan zevia ia menemukan zevia sedang duduk ditaman sendiri, tanu menghampirinya dan duduk disampingnya


"Kamu kenapa" Tanu meraih tangan zevia dan menggenggamnya erat


"Apa yang harus kulakukan" Jawab zevia dengan pandangan lurus ke depan


"ada apa sayang" Ucap tanu sabar


"Apa yang akan kita lakukan, bagaimana jika orang tua kita tahu" Ucap zevia lagi membuat tanu semakin kebingungan


"Vie.."


"Calta hamil" Ucap zevia membuat tanu juga terdiam wajahnya menegang sembari menatap zevia tak percaya


"A-apa.. Gimana bisa" Ucap tanu kaget


"Iya itu.. Mereka berdua benar-benar bodoh persetan dengan cinta, menikah bersama dan lainnya tapi tidak memikirkan kedepannya" Balas zevia kacau, bahkan kini tanu ikut tercengang keduanya diam


"Kita pulang saja vi" Ajak tanu


"Lalu calta"


"Kita ajak saja, nanti dirumah kita pikirkan lagi" Balas tanu

__ADS_1


"Next Episode "


__ADS_2